ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Kamera siap!
"Medellin". Adegan 25, pengambilan gambar 14!
Mulai!
"Medellin" adalah kisah tentang Pablo Escobar.
Seorang penjahat terhebat di dunia yang pernah dikenal.
Dan apa yang membuatmu tertarik dengan proyek ini?
Apa yang membuatku tertarik dengan proyek ini?
Semuanya.
Yang menarik bagiku adalah naskahnya.
Saat pertama kali membacanya, aku tak bisa berhenti.
Aku tahu ini adalah film. Film yang menarik.
Apa yang membuatku tertarik dengan proyek ini?
Itu mudah. Yang menarik adalah pertumpahan darahnya.
"Medellin bukanlah sebuah film."
"Ini sebuah kehidupan. Sebagaimana adanya."
"Dan aku menentang siapa saja..."
"Yang menentukan kapan kehidupan berhenti dan film dimulai."
"Atau sebaliknya."
"Billy Walsh."
Pada tanggal 3 September 2006...
Kru film independen pergi ke bukit di Kolombia untuk membuat film...
Tentang salah satu gembong narkoba yang paling ditakuti dalam sejarah.
Seorang sutradara muda juga baru pertama kali menjadi produser...
Dan seorang bintang film mempunyai satu tujuan.
Membuat sesuatu yang istimewa.
Semuanya!
Aku diundang untuk mendokumentasikan perjalanan ini.
Berkumpul!
Semuanya, berhenti sejenak. Tarik napas.
Fokus terhadap sekitar. Sekarang ini adalah rumahmu.
Segala yang kalian tinggalkan, harus dilupakan.
Apakah itu istri, anak, atau anjing peliharaan bernama Lucy.
Itu semua tak penting.
Satu-satunya yang penting adalah apa yang bisa dilihat. Terima kasih.
- Permisi. - Aku tahu Billy akan merepotkan.
Tugasku menanganinya dan membuat film sesuai anggaran.
- Tapi kau tak berpengalaman. - Tidak, sebenarnya tak ada.
Bahkan 4 tahun lalu aku mengelola bisnis pizza di New York.
Dan sekarang kau bertanggung jawab atas anggaran 30 juta dolar?
Hanya terjadi di Hollywood, bukan?
Jadi bagaimana kau tahu apa yang harus dilakukan?
Tak perlu. Kau belajar sambil bekerja. Itu harus.
Dan dia punya buku ini untuk membantu.
Dia membacanya tiap malam dan menaruhnya di bawah bantal.
Aku sudah membacanya sekitar 60 kali.
Baiklah, adegan berikutnya adalah adegan 167.
Penyerbuan penjara pribadi Pablo.
Kita butuh berapa pemain tambahan?
Empat ratus, seperti dalam naskah.
Itu tak cukup.
Tak cukup? Tapi itu yang tertera di naskah.
Itu tak cukup. Adegannya harus luar biasa.
Kita harus memenuhi seluruh gambar. Menurutku kita butuh seribu lagi.
Mereka adalah tentara Kolombia yang sebenarnya, Billy.
Mereka dibayar murah.
Kau tak bisa tambah seribu tentara meski dengan harga itu.
Matikan ponsel kalian!
Maaf, ini salahku. Belakangan ini tak ada sinyal.
Itu adalah ponsel terakhir yang mau kudengar dalam 45 hari ke depan...
Yang kita habiskan bersama.
Aku memberi tahu kalian sekarang...
Jika ada ponsel berbunyi saat kita sedang bekerja...
Orang yang bertanggung jawab atas gangguan itu...
Akan diseret di kota dan dijual seperti bagal narkoba.
Apa semua paham?
Itu salahku. Belakangan ini memang tak pernah ada sinyal.
Aku rasa reaksinya berlebihan.
Ini hanya pertemuan produksi. Bukannya aku mengacau.
Dan ini hari Minggu. Dan aku harus taruhan futbol.
Aku selalu menasihati klienku...
Agar tak bekerja dengan sutradara dan produser tak berpengalaman.
Karena, untuk apa ambil risiko?
Vinny sangat ingin membuat film ini. Tak ada yang bisa menghentikannya.
Tapi saat dia mau menggunakan uangnya sendiri.
Kupikir itu gila, karena coba dengar ini.
Kebanyakan film merugi.
Dan pekerjaanku sebagai perwakilan dari artis...
Adalah memastikan bahwa meski filmnya merugi total...
Klienku masih punya semua uangnya.
Aku tak pernah mendengar masalah ini sebelumnya.
Apa bedanya meski kau pernah dengar? Aku beri tahu sekarang.
Pastikan dereknya bisa menarik sampai ke sana! Mengerti?
- Kau pernah mendengarnya? - Belum pernah.
- Kau setuju? - Aku setuju. Kau?
Entahlah karena aku belum dengar apa masalah sebenarnya.
Masalahnya, kita belum memiliki akhir cerita.
Atau maaf, biar kukoreksi, kita punya akhir cerita yang jelek.
Akhir cerita yang akan membuat film genius yang dicintai orang...
Berbalik melawan kita...
Dan membuat mereka keluar bioskop, menggeleng kepala karena jijik.
Kita seharusnya syuting selama 3 hari.
Dia tiba-tiba bilang pada kami bahwa dia tak menyukai akhir ceritanya?
Jadi apa yang akan kaulakukan?
Tembak kepalamu sendiri dengan peluru kaliber besar.
Menurutku kita harus rehat selama seminggu.
- Tidak! - Kita akan pikirkan akhirnya.
Itu akan menghabiskan sedikit uang.
Tapi jika kita syuting lalu rehat, itu akan jadi bencana.
Kita akan merekam sesuatu.
- Vince? - Aku siap untuk mulai.
Aku tak mau pelan-pelan.
- Jadi kita setuju? - Tergantung pada E.
Jangan khawatir.
Aku janji kita akan merekam sesuatu.
Aku akan menulisnya dan itu akan jadi luar biasa.
Aku berjanji.
- Baiklah. - Baiklah!
- Bersulang! - Bersulang!
Kau tak ke lokasi, siap untuk syuting...
Lalu meminta menulis ulang naskahnya.
Studio melakukan ini tiap saat.
Tak heran mereka selalu berakhir dengan film yang payah.
Film? Aku membenci kata "film".
Aku tak membuat film. Aku membuat layar lebar.
Kau pikir dirimu kebal.
Tak ada yang kebal. Tak ada yang abadi, Tn. Escobar.
Aku menghormati posisimu, Senor Dequentas.
Aku tahu kau punya pekerjaan dan harus menafkahi keluargamu.
- Tiga anak lelaki, bukan? - Apa kau mengancamku?
Tak ada yang mengancam siapa pun.
Sebenarnya aku tak ada di film ini.
Aku hanya mengisi latihan dialog sebagai bantuan...
Sampai mereka menemukan aktor sesungguhnya.
Aku sedang sibuk.
Aku ada di acara televisi. "Five Towns".
Musim pertama kami sangat sukses.
Dan meski sedang rehat, aku tak bisa membintangi film ini.
Aku terikat kontrak.
Ditambah lagi, Billy tak menawariku apa-apa.
Kartel Calli hanyalah bayangan imajinasimu, Pablo.
Mereka adalah hantu.
Kapan sesi audisi selanjutnya?
Karena jika aku harus mendengar amatiran lagi...
Aku akan menyayat pergelangan tanganku.
Kau mau aku mencobanya dengan aksen, Billy?
Bawa masuk Leili Cochoco.
Halo, Semua. Senang bertemu dengan kalian.
- Aku harus bersikap apa? - Bersikaplah profesional.
Baiklah, ayo kita baca naskahnya sekali.
Aku bisa baca naskahnya bersamanya.
Kita bisa buang bagian ciumannya. Atau tidak.
Kenapa mereka ada di sini? Suruh mereka keluar.
Kalian harus pergi.
Semoga berhasil.
Semoga berhasil.
Maaf soal itu. Baiklah, mari lakukan ini.
- Aku sedikit gugup. - Jangan gugup.
Semua akan baik-baik saja.
Jadi? Bagaimana menurutmu?
- Dia luar biasa. - Benar. Bagaimana menurutmu?
Aku suka dia. Tapi kita bercerita tentang gadis desa.
- Lalu? - Aku tak melihatnya seperti itu.
Benarkah? Bagaimana kau melihatnya?
Seperti Linda Hunt di "The Year of Living Dangerously".
- Benarkah? - Apa kau melihat Salma Hayek?
Aku tak melihat Salma Hayek saat dia hanya membaca naskahnya.
Berimajinasilah, Pria Berjas.
Tata rias, kostum. Dia bisa jadi lugu seperti yang kau bilang.
Tapi pesonanya adalah sesuatu yang spesial.
- Setuju, Vince? - Setuju. Bagaimana menurutmu?
Baiklah. Tata rias.
Ada adegan di mana dia harus bugil di film ini, Bill?
Secara pribadi, aku tak melihatnya.
Tapi satu hal yang kuyakini adalah Billy tahu benar apa yang dia mau.
Jadi tugasku mendukungnya selama pekerjaannya beres.
Dan cerita akhirnya? Apa dia sudah menyelesaikannya?
- Belum. - Jadi apa yang akan kaulakukan?
Kau harus mendukungnya. Untuk sekarang ini.
"Delapan Minggu Kemudian"
Perhatian! Semua orang harap diam!
Tanggal 27 Oktober.
Hari pertama produksi film ini telah tiba.
Lokasi syutingnya sudah siap.
Kenapa pintu ini berwarna merah?
- Kupikir itu menonjol. - Menurutmu begitu?
Bagaimana aku bisa lihat darah di pintu berwarna merah?
Bodoh. Ganti.
Para pemeran sudah dipilih semua.
Lakukan dengan bersemangat!
Uji riasan telah selesai.
- Billy! - Astaga.
Tak mungkin Vincent Chase.
Jangan sakiti aku, Don Pablo.
- Kerja bagus. - Terima kasih.
Hidungnya harus lebih tebal.
Itu terjemahan yang sangat akurat, Billy.
Dia terlihat seperti Pablo, Billy.
Pertebal atau aku akan cari orang lain yang bisa melakukannya.
Riasannya jangan terlalu tebal.
Dia sempurna seperti ini saja.
Mereka siap untuk syuting.
Aku butuh ketenangan di lokasi ini!
Tentu aku gugup, tapi ini wajar.
Siapa yang tak gugup?
Aku tak gugup.
Cuma pengecut yang merasa gugup.
Aku sedikit ketakutan.
Semuanya jadi taruhan di sini. Dan aku tak punya kuasa.
Aku tak suka itu.
Kapan pun kau akan syuting, kau pasti gugup.
No comments yet. Be the first to leave one.