ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
AGENT KIM REACTIVATED
UNIT CHEONSAN, GANGWON-DO
Dua agen rahasia kita dan seorang diplomat
berturut-turut terbunuh di Singapura, Hong Kong, dan Jepang.
Mereka agen yang secara rahasia menyiapkan dialog perdamaian antar-Korea.
Yang jadi dalang asasinasi
adalah Wakil Direktur Kim Jeong Seon
dari Biro Umum Intelijen untuk Korea Selatan.
Habisi dia.
Tunjukkan kepadanya konsekuensi brutal
dari mengkhianati kita.
Keluar.
Di kursi penumpang.
Di sinilah kau dan aku akan mati.
- Apa-apaan? - Hei!
TV Rakyat Korea melaporkan pagi ini
bahwa tindakan impulsif seorang perwira Tentara Rakyat Korea Utara
membunuh Wakil Direktur Kim Jeong Seon yang berhaluan garis keras
dari Biro Umum Intelijen untuk Korea Selatan.
Seorang yang mengaku perwira militer
bersekongkol dengan musuh untuk mengincar veteran revolusioner bangsa kita,
Wakil Direktur Kamerad Kim Jeong Seon…
Identitas perwira Korea Utara itu masih belum diketahui,
dan mereka dilaporkan tewas bersama.
- Tahun lalu Wakil Direktur Kim… - Ya ampun.
Kurasa dia sungguh ingin diberhentikan.
…dia juga jadi pendorong di balik sistemisasi itu.
PUSAT BEDAH OBGIN
EPISODE 2
Permisi, aku suami Im Yu-jin.
Mohon tunggu sebentar.
Dia sedang bersalin.
Di sebelah sana.
KAMAR OPERASI OBGIN
Kau harus terus bernapas.
- Sudah bagus. Bernapas! - Bagus.
Aku tahu kau lelah, tapi teruslah bernapas.
Sudah hampir selesai.
Aku pendamping Im Yu-jin.
Dia sedang dioperasi.
- Dokter. - Bayinya sehat.
Tapi ibunya…
Yu-jin.
Mari namai anak kita…
Min-ji.
Lupakan semuanya,
tinggalkan masa lalu…
Dan hiduplah sebagai ayah Min-ji.
Rawatlah Min-ji kita…
Untuk menjadi orang yang bisa dicintai…
Dan orang yang bisa memberi cinta.
Seperti semua ayah di dunia ini…
Yang akan melakukan apa pun
demi putrinya…
Aku ingin kau
hidup
sebagai ayah dari putri kita…
Min-ji.
Lepaskan aku!
Sersan Kim.
Letakkan pistolnya.
Kau cuma memperburuk keadaan!
Lepaskan aku.
Berhentikan aku sekarang!
Kita lupakan kejadian ini.
Jadi, tenanglah, ya?
Kau menjanjikan kebebasanku
jika kuselesaikan misi ini.
Kau sudah katakan itu pada dua misi ini.
Aku sudah lakukan
semua yang kalian perintahkan sampai sekarang…
Hanya untuk bertahan hidup.
Jika kau mengingkari ucapanmu lagi…
Aku siap untuk menghabisi unit ini
dan kalian semua beserta diriku.
Baiklah.
Kau kuberhentikan.
Itu bukan masalah.
Jadi, tenanglah, ya?
Tenanglah.
PANDUAN PERAWATAN DAN PEMBERIAN SUSU FORMULA
Tenanglah.
Ayah istirahat dulu.
Tinggalkan masa lalu…
Tunggu.
Hei, Han-soo.
Min-ji demam.
Mari lihat.
Aduh, bau sekali.
Ayah.
Dan hiduplah sebagai ayah Min-ji.
Ayah!
Ayah?
Ayah?
Rawatlah Min-ji kita…
Untuk menjadi orang yang bisa dicintai…
Dia meluruskan dasi miringnya.
Walaupun hari-hari melelahkan tak berujung.
Dia menemukan kekuatan untuk maju.
Tak ada yang bisa menghentikannya.
Ayahku adalah yang terbaik.
- Dan orang yang bisa memberi cinta. - Ayah!
Ayah!
Min-ji!
Seperti semua ayah di dunia ini…
Yang akan melakukan apa pun
- demi putrinya… - Satu, dua, tiga!
- Terima kasih! - Terima kasih!
Berfotolah denganku, Ayah.
Ayo, cepat!
Maaf!
Aku ingin kau
hidup…
UPACARA KELULUSAN ANGKATAN 28 SEKOLAH DASAR MYEONGEUN
Ayah!
…sebagai ayah dari putri kita,
Min-ji.
Ayah…
AGENT KIM REACTIVATED
MALAM SEBELUMNYA
Itu dia.
Hei, apa kau Kim Nam-hoon?
Kau siapa?
Itu bukan urusanmu. Kemari.
Ayo mengobrol di sana.
Pelan-pelan saja, Bung.
Min-ji.
"Ada yang mau kukatakan kepadamu."
Kutunggu di pintu belakang sekolah.
"Kutunggu sampai kau tiba."
Ada yang mau kukatakan kepadamu.
Kutunggu di pintu belakang sekolah.
Kutunggu sampai kau tiba.
DILARANG MASUK
- Kim Min-ji! - Hei!
Min-ji!
Kau sungguh datang.
- Dia sungguh datang. - Tak percaya kau datang.
- Min-ji! - Hei, Min-ji.
Dia sungguh datang.
Aku punya kabar buruk.
Nam-hoon tidak enak badan,
jadi dia tidak datang.
- Astaga. - Kau tak apa?
Tenang saja. Kami datang untukmu, Min-ji.
Itu tamparan yang mantap.
Bagus!
Kau lihat apa, dasar sampah menjijikkan?
Kukira ini sudah selesai.
Membuatku pindah atau dikeluarkan.
Lakukan yang kau mau.
Minta ayahmu untuk melakukannya.
Aku tak mau.
Aku akan membuatmu bertekuk lutut.
Maaf,
tapi aku berbeda dari ayahku.
Benarkah?
Cobalah pukul aku lagi.
Itu lucu sekali.
Ayo.
Pukul aku, Min-ji. Kubilang pukul aku!
Lepaskan aku!
- Ayo! Pukul dia! - Pukul dia!
- Hei! - Ayo!
Dasar sundal gila!
Ya, lalu kenapa?
Lepaskan!
Lepaskan!
Hye-ri, kau tak apa?
Pikirmu tak akan kupukul karena kau perempuan?
Katanya yang sejenis kumpul bersama.
Kalian semua memang sampah.
Lihatlah dirimu, mengeroyok seorang perempuan.
- Kau bisa. Ayo! - Hei!
- Kau mau mati? - Lepas!
Sialan, mati saja kau!
Min-ji!
- Bangun! - Jangan bercanda.
Dasar kau!
- Hei, Min-ji! - Ini tidak seru.
- Ada darah. - Darah?
- Sial. Tunggu. - Sialan.
Tunggu.
- Apa dia mati? - Astaga.
- Itu darah. - Sialan!
Apa yang terjadi?
Kau bercanda, 'kan?
Hei.
Hei!
Ayah…
- Apa dia sungguh mati? - Sialan.
Sialan.
AYAH
Panggil ambulans.
Aku saja.
Hentikan. Jangan lakukan apa pun!
- Semua komplotan. - Kau bicara apa?
Kalian kemari untuk menghajar dia.
Jika aku tertangkap,
aku akan laporkan kalian semua.
No comments yet. Be the first to leave one.