ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Jadi kau sebut ini musik punk?
Ya Tuhan.
Kau punk.
Aku bukan punk.
Ya, kau punk.
Aku bukan punk. Entah aku ini apa, tapi...
Jadi, mau ke mana?
Ke pedesaan. Bersama Malcolm.
Mungkin ke kabinnya.
Tikus got kota sepertimu di kabin di hutan?
Ya, pertama kalinya aku ke sana.
Gila. Sudah lama, ya?
Ya, hampir setahun.
Itu pasti rekor tidak resmimu.
Tidak, diam.
Lebih baik putus.
Tidak.
Apa yang kau pikirkan?
Tidak ada.
Jadi, apa yang kau pakai?
Apa yang dipakai orang ke kabin?
Kotak-kotak buffalo?
Dia membelikanku kardigan.
Krem?
Ya. Krem.
Aku bahkan tidak ingat pernah dengar kau mengucapkan, "krem".
Aku tidak mengira kau tahu krem. / Aku bahkan tidak tahu krem.
Jadi, dia ingin punya anak?
Aku tidak... Kami belum membicarakannya.
Bukannya harus?
Aku tidak pernah bayangkan diriku sebagai seorang ibu.
Jadi, kau bahagia?
Ya.
Dia masih tidak menyembunyikan istri dan anak-anak di rubanah?
Tidak ada keluarga rahasia.
Cuma dia dan, kami berdua.
Gila, aneh sekali bicara denganmu seperti ini.
Telepon aku kapan-kapan.
Tarik jalanya.
Anggap rumah sendiri.
Yang pertama.
Mahakaryamu.
Lakukan sesukamu.
Ayolah.
Ini dia.
Seseorang meninggalkanmu kue.
Ya, penjaga kabin.
Ya, itu semacam tradisi.
Caranya menebus karena sangat buruk merawat tempat ini.
Hei, kemari lihat!
Permata mahkota dari koleksiku!
Jadi, bagaimana?
Cuma itu?
Kelihatannya bagus. / Bagus.
Bagus. Hebat. Aku suka.
Kau hebat.
Sangat hebat. Kau tahu itu?
'Hmm', jawaban tepat.
Siapa yang tinggal di sana?
Cuma sepupuku, Darren.
Bukan kontribusi paling membanggakan keluargaku untuk peradaban, tapi...
Dia tidak akan mengganggu kita.
Sepupu Darren si tua aneh dan pemarah penyendiri itu?
Sebenarnya dia cuma dipanggil Sepupu Darren si bajingan biasa.
Tapi, aku tidak melihat mobilnya, jadi...
Aku akan mulai menyiapkan makan malam. / Kedengarannya bagus.
Malcolm?
Kau bicara sesuatu?
Tidak. Tidak ada.
Baik.
Aku bukan punk.
Bukan punk.
Entah aku ini apa, tapi...
Kupikir kau akan lebih senang melihat lukisanmu terpajang.
Kau tahu bagaimana perasaanku tentang itu.
Itu dekoratif, dan tak masalah.
Tidak. Tapi kau membuatnya.
Jika aku bisa melakukan yang kau lakukan, kurasa aku tidak bisa menghentikan diriku.
Aku akan terus melakukannya.
Tanpa henti.
Kau terdengar seperti lelucon lama itu.
Apa leluconnya?
Jika pria punya payudara, mereka takkan berhenti memainkannya?
Ya. Jika pria punya payudara...
...Roma pasti tidak akan dibangun dalam sehari.
Kau menunggu seseorang?
Tidak.
Penjaga, atau siapapun?
Selarut ini? Tentu tidak.
Sangat memaksa. / Sialan.
Sepupu Darren. / Tidak.
Dan pasangannya.
Tidak!
Aku bisa melihatmu.
Aku akan membiarkannya masuk.
Baik.
Malcolm!
Hei, hei, hei!
Ada apa?
Sepupu Darren, Liz.
Liz, Sepupu Darren. / Hai.
Ya! / Dan Minka!
Minka seorang model.
Minka. / Keren.
Ya. / Halo, Minka.
Terus coba. Ya.
Tapi dia sama sekali tidak bisa bahasa Inggris.
Tidak bisa bicara.
Lihat?
Dia dari Eropa Timur.
Yang berakhiran, "ania".
Bukan Transylvania, tapi hampir Transylvania.
Benar, Sayang?
Tidak? Siapa peduli?
Tapi dia sangat suka ekstasinya. Benar, Sayang?
Ya.
Andai kau mengabari kalau kau mau mampir.
Aku akan buat lebih banyak. / Tidak masalah.
Kami sudah makan. Aku tidak sabar!
Kami tidak ingin mengusik malam istimewa kalian.
Ya.
Malcolm itu romantis.
Selalu. Yang lambat.
Sepupu, bisa bicara sebentar di ruangan lain?
Permisi sebentar.
Kau baik-baik saja?
Rasanya seperti sampah.
Baik!
Waktunya pulang. Ayo berdiri.
Mari beri pasangan ini privasi.
Dia wanita idaman, Sepupu.
Jangan menunggu terlalu lama dan lepas.
Ini dia. Kau baik-baik saja.
Naik.
Kau baik-baik saja. Keluar pintu. Bagus.
Waktunya tidur. Ayo.
Kau baik-baik saja?
Tidak. Liz tidak ada di sini.
Otaknya harus dikeruk untuk diisi payudaranya.
Maafkan sepupuku.
Dia pernah menawan.
Tapi sekarang dia bajingan berotak udang dan pengecut.
Tapi, kau tidak, 'kan?
Kau tidak mencari wanita yang nilainya sempurnya.
Dengan tali serut kecil di punggungnya dengan...
...dua atau tiga kalimat yang sudah direkam.
Kita mau ke mana?
Kita ke kelab malam sekarang?
Ayolah.
Sepupuku cuma kotak kosong.
Dengan pita bodoh.
Dan kotak itu akan tetap kosong kecuali dia menaruh... / Tapi aku?
Aku sebagai kotak ada isinya.
Ya, penuh sampai meluap.
Apa yang kau bicarakan?
Karena itu aku jatuh cinta padamu, Liz.
Dan yang lebih mencemaskan...
Aku menyukaimu.
Aku sungguh...
...menyukaimu
Aneh kau membayarku untuk lukisanku.
Itu dijual. Ada label harga di sebelahnya.
Tidak ada titik merah kecil memberitahuku seseorang sudah membelinya lebih dulu.
Dan itu bicara padaku.
Katanya, "bawa aku pulang."
Jadi kudengar, seperti saat aku bertemu denganmu.
Kita bertukar uang setelah kita bertukar ludah dan segalanya.
Ya. Itu cuma uang, Liz.
Jika itu sangat mengusikmu, kau bisa memberikannya ke amal.
Tidak.
Aku ingin menyimpan uangnya.
Aku ingin menyimpan semua uang Westbridge itu
agar suatu hari nanti aku bisa melemparnya balik ke wajahmu.
Kurasa aku mungkin suka itu.
Ya, aku yakin kau akan suka itu.
Tunggu.
Sebentar.
Kuenya.
Kuenya.
Kuenya?! / Kau pasti akan suka.
Tolong, duduk saja, dua detik.
Baik.
Penjaga tidak bisa mengusir tikus dari dinding, tapi...
Tapi kue buatannya sangat enak.
Aku tidak suka coklat. / Apa? Sejak kapan?
Sejak selamanya. Sejak aku masih kecil.
Sejak seluruh waktu kita bersama.
Sial.
Aku brengsek.
Kupikir semua wanita suka coklat.
Bocah Westbridge klasik.
Sepertinya sifatku sangat mirip sifat sepupuku dari yang kukira.
Tapi ini enak sekali.
Jadi?
Rasanya seperti sampah.
Aku benci berada di luar.
Sial. Andai ada Uber.
Halo?
Sialan kau, bajingan!
Di situ kau.
No comments yet. Be the first to leave one.