De eerste 200 regels.
Petey, kau baik-baik saja?
Petey?
Ya, aku tak apa. Hanya terpeleset. Kurasa kau harus beli keset kamar mandi.
Ya, baiklah. Jubah mandinya hadiah dari kakak iparku.
Tak pernah kupakai. Maaf, itu aneh.
Aku punya bantal. Ada yang kaubutuhkan lagi?
Ya, aku ingin kau berhenti meledek jubah mandi yang keren ini.
Kau boleh menyimpannya.
Baiklah.
Hei. Apa kau yakin tak ada yang bisa melihat dari jendela ini?
Ya.
Dan semuanya terkunci dari atas.
Ada yang tinggal di unit sebelah?
Tidak, hanya Ny. Selvig di arah satunya.
Di sekitar sini tak pernah ramai, jadi ini bagus. Sunyi.
Zona nyaman tersembunyi.
Kupikir berkumpul sesekali tak ada salahnya.
Sudah kucek, dan itu tak dilarang di buku pedoman.
Ya, aku yakin!
Sudah kuminta ke Cobel untuk membuat acara kumpul semua lantai kuartal lalu.
Dia bilang bisa kita dapatkan jika kita layak, entah apa maksudnya.
- Cobel? - Tak bisa kubayangkan progres 4% Dylan
dengan dokumen Sunset Park akan membantu…
Petey?
Kau baik-baik saja?
Maaf. Ya.
Karena penyakit ini, aku kerap merasa bingung.
Ini hanya sementara.
Apa itu Sunset Park?
Aku tak tahu.
Rasanya seperti punya dua kehidupan yang tiba-tiba dijalin menjadi satu.
Tapi relativitasnya menjadi kacau.
Jadi, hari pertamaku di Lumon terasa sejauh ulang tahun kelimaku.
Dan dengan dua masa lalu, itu mengaburkan masa kini juga.
Tapi, mereka bilang aku akan membaik.
Siapa yang kaumaksud "mereka"?
Sekelompok orang yang tahu kalau pemutusan adalah kutukan bagi umat manusia.
Dan mereka akan melakukan sesuatu soal itu.
Whole Mind Collective?
Gerombolan bocah yang meminta tanda tangan di jalanan itu? Tidak, bukan WMC.
Orang lain.
Baiklah.
Jadi, apa yang kauinginkan dariku?
Kau tak ingin tahu apa yang kaulakukan di bawah sana?
Baik, dengarlah. Aku tak akan membatalkan pemutusan.
Aku tak mau kau membatalkan pemutusan karena bukan itu istilahnya.
- Reintegrasi. - Baiklah. Apa pun itu.
Kautahu, bagiku itu bukan kutukan.
Itu malah membantuku.
Baiklah. Bagaimana jika ganjaran atas bantuan itu
adalah kau membunuh orang selama delapan jam sehari
dan kau bahkan tak mengetahuinya?
Apa benar begitu?
Dengar, aku menemukan sebuah departemen yang mereka sembunyikan.
Departemen di mana orang-orangnya tak bisa pergi.
Bukankah kita semua tak bisa pergi?
Maksudku mereka sungguh tak bisa pergi. Saat ini mereka masih di bawah sana.
Apa? Seperti dirantai, atau…
Apa?
Aku tak akan bicara soal itu di sini.
Aku tak tahu apakah monitornya disadap. Atau jika Irving akan datang.
Petey, kita sedang tak di Lumon.
Lalu di mana June?
Maafkan aku, Mark.
Siapa itu June?
June adalah putriku. Anak terhebat dan gitaris yang luar biasa.
Sebahagia apa kau hingga memintaku tetap di sini?
Mark.
Apa kau baik-baik saja?
Tapi, apa yang akan kaubilang, Natalie, pada wanita yang hamil di kantor
kurang dari sebulan setelah pasangannya diputuskan?
Pertama-tama, kusarankan dia mengungkap identitasnya
jika dia ingin pembicaraan yang jujur
- soal pengalamannya. - Bagaimana dia bisa membicarakan itu
- saat workie-nya terlibat dalam… - Baiklah, pertama-tama, workie?
Itu, sejauh yang kupahami, adalah istilah yang digunakan oleh…
Kurasa itu adalah kata-kata merendahkan yang sudah kuduga digunakan
oleh grup yang mencoba menyelamatkan orang dari pilihan mereka sendiri.
Pilihan? Apakah insie-nya punya…
Insie? Dari mana kau dapat istilah-istilah ini?
Baiklah. Sebut saja orang yang otaknya dibelah jadi dua…
Itu tak ada hubungannya dengan yang kami lakukan di Lumon
ataupun prosedur pemutusan.
Aku paham kau tak mau menjawab pertanyaanku…
- Aku menjawab pertanyaanmu. - …karena itu akan mengungkap kalau kalian
- terlibat dalam perbuatan tak bermoral. - Yang tak bermoral adalah…
Katakan kalau itu tak benar.
Aku ingin, tapi aku tak bisa.
…berlanjut melalui cekungan yang lebih besar,
mungkin sampai siang hari, seperti prediksi kita kemarin.
Kabar baiknya, awan-awan ini harusnya sudah menghilang di sekitar kawasan Ganz,
menyisakan hari yang cerah untuk kawan-kawan kita di area Kier.
Meski begitu, dinginnya masih belum mereda.
Jalanan masih akan diselimuti es sepanjang minggu ini
dan sampai akhir pekan.
Jadi, ke mana pun Anda pergi, mohon agar berhati-hati.
Petey.
Bangun, Petey. Petey?
Hei.
Sudah pagi. Kau ada di rubanahku.
Benar.
Aku akan pergi kerja seperti kaubilang. Kau boleh di sini jika kaumau.
Aku hanya ingin kautahu,
aku tak akan melakukan reintegrasi.
Baiklah.
Aku kehilangan istriku beberapa tahun lalu karena kecelakaan mobil.
Jadi ini cukup membantuku, kautahu?
- Aku turut prihatin, Mark. - Tidak, tidak.
Di kantor…
terkadang kau datang dengan mata yang merah.
Kita kerap bercanda kalau kau punya alergi lift.
Bahkan sampai kita buatkan lagu.
Tapi aku selalu bertanya-tanya.
Kau membawa rasa sakit bersamamu.
Kau juga merasakannya di bawah sana. Tapi kau tak tahu penyebabnya.
Baiklah.
Kau boleh ambil apa pun yang kaumau dari kulkas.
Aku akan pulang pukul 18.00.
Hai!
- Hei. - Mark, maaf atas suara bisingnya!
Aku sedang mencairkan es di berandaku.
Tak masalah. Sekali lagi, terima kasih atas kuenya.
Akan kubawakan lebih banyak!
Kumohon.
- Pak Scout, apa kabarmu? - Hei, Judd.
Aku melakukannya. Kuhapus angka-angka menyeramkan itu.
Kapan?
- Kemarin. Saat kau tak datang. - Aku tak datang?
Ya. Dylan melatihnya dan dia berhasil.
Kau terlihat ramping, Mark. Kurasa kau keracunan makanan.
Selamat datang kembali, Bos. Foto barunya sudah tiba?
Baguslah. Akhirnya yang lama bisa disingkirkan.
Fotonya tak perlu kaupasang, karena aku mengajukan pengunduran diri.
- Sudah diajukan? - Sudah.
Ini bagus. Artinya kau tak akan dikirim ke ruang istirahat lagi.
Halo, Para pemroses.
Halo, Pak Milchick.
Mark, aku bicara dengan outie-mu kemarin.
Dia terdengar kecewa tak bisa datang ke kantor.
Tapi, karena kini kau di sini,
bisa bacakan pengumuman pagi pertamamu sebagai kepala departemen?
Tentu.
Harusnya lebih mudah tanpa diriku sebagai penonton.
Mark kerap memotong pengumuman Petey dan menganggap itu lucu.
Dengan suara kembung.
Baik, mohon agar kalian diam. Aku Mark, pemberi pengumuman baru kalian.
Hanya ada beberapa hal.
Kenapa cara berdirimu aneh? Berdirilah sewajarnya.
Aku berdiri dengan baik-baik saja.
Kau merasa tak nyaman? Kami bisa berpaling darimu.
Baiklah, ada beberapa sampah dimasukkan ke tempat daur ulang.
Kumohon, jangan lakukan itu.
Sebagai pengingat, jangan tempelkan catatan Post-It di wajah.
Bisa menyumbat pori-pori outie kalian.
Itu soal diriku. Aku suka menjadi tokoh Kepala Lengket.
Dan juga, tolong jangan menyombongkan pesta wafel yang pernah kaudapatkan.
Aku tersinggung.
Dan terakhir…
Aku tak pernah lihat permintaan pengunduran diri dibalas secepat ini.
Haruskah kuselesaikan hari ini atau aku bisa pergi sekarang?
Terakhir, permintaan pengunduran diri Helly…
ditolak.
Ya, pasti ada kesalahan.
Outie-ku tak mungkin melakukan itu.
Kautahu, Petey pernah berkata…
Ini sangat menyenangkan.
Haruskah aku, kautahu, berjinjit dan menyelinap ke pintu?
- Dia di kantor, Sayang. Tak ada gunanya. - Bagaimana kautahu?
- Karena mobilnya tak ada. - Mungkin dia bolos.
Bisakah kaulakukan? Aku ingin kencing.
Ya.
Di pintunya, atau di sampingnya?
Keduanya sama-sama bagus.
- Menurutmu dia akan terkejut? - Kurasa begitu.
Sayang, kutaruh di samping saja.
Luar biasa.
- Sempurna. - Bagus.
- Maksudku, ini sempurna. - Ya.
Dia akan sangat senang.
- Ya. - Kuharap dia pulang lebih cepat.
Tak mungkin.
Hei. Apa itu? Sudoku?
Bukan apa-apa.
Kau menggambar apa?
Kau kembali bekerja, dalam bentuk abstrak.
Oke, dua hal. Bagaimana kautahu seperti apa bentuk abstrak?
Dan apa itu yang kaupakai?
Sial.
Tidak.
KERAJINAN GEMMA
Ya?
Apa yang dia bilang kepadanya setelah pengumuman?
Tidak, ini tak begitu buruk.
Hanya sedikit agresif.
Kau memberinya pujian terarah?
Aku akan datang.
Hei, Helly?
Pergilah.
- Kau baik-baik saja? - Aku tak apa.
Ini sudah 45 menit.
No comments yet. Be the first to leave one.