Severance

Severance

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Severance-S01xE09-ATVP-WEBDL-ION10-GGEZ
A Commentary by Coffee_Prison
𝕯𝖚𝖗𝖆𝖘𝖎 : (𝟒𝟎:𝟏𝟕) || (𝗢𝗳𝗳𝗶𝗰𝗶𝗮𝗹 𝗔𝗽𝗽𝗹𝗲 𝗧𝗩 ) || *𝗖𝗿𝗲𝗱𝗶𝘁 𝘁𝗼 𝘿𝙮𝙨𝙖𝙣 𝘼𝙪𝙛𝙖𝙧 (𝗣𝗲𝗻𝗲𝗿𝗷𝗲𝗺𝗮𝗵) -- 𝗦𝗘𝗟𝗔𝗠𝗔𝗧 𝗠𝗘𝗡𝗢𝗡𝗧𝗢𝗡 --

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-04-08
Downloads: 133
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

MATI NYALA

Apa?

- Kubilang, "Apa kau tak apa?" - Ya, aku baik-baik saja.

Mungkin kau harus bicara dengan kakakmu. Itu keputusan penting.

- Kakakku? - Ya.

- Mark? - Ya.

Kauyakin kau baik-baik saja?

Ya. Maaf, aku hanya agak pusing dan…

Aku harus ke kamar mandi.

Sepertinya ada di arah sana.

Benar.

Entah apa aku lebih benci senator atau anggota kongres.

Hm?

Kau sudah minum berapa banyak?

Hanya ini saja.

Bagus. Kami butuh kau gesit. Kita harus ke bawah. Giliranmu 20 menit lagi.

Aku baru saja bersama Dewan. Mereka bersyukur atas ini.

- Gabby. - Natalie, halo.

Hai.

Oh, Gabby, ini Helena Eagan.

Astaga. Helena, senang akhirnya bertemu denganmu.

Begitu juga denganku.

Sebaiknya ini berhasil, Berengsek.

Di mana aku?

Di mana aku?

Mark. Kau baik-baik saja?

Jadi, bau Rebeck aneh.

Bau Rebeck aneh?

Ya, dia membuat suara mengunyah, tapi dia tak mengunyah.

Bersiap saja karena mungkin kau harus berbagi buku dengannya.

- Buku, ya. - Mm-hm.

Yang lupa kaubawa meskipun sudah kuingatkan.

- Benar. Ya, tentu… Maafkan aku. - Mm-hm.

Tak apa.

Baiklah.

Baiklah.

- Bagaimana anak kita? - Mm-hm.

Kita…

Aku akan berasumsi maksudmu dalam artian "butuh banyak orang".

Dan dia baik-baik saja. Dia lapar.

Aku ingin obrolan perubahan hidup itu. Aku harus memompa susu sebelum aku mati.

- Aku akan segera kembali. - Baiklah.

Hei. Hai.

"Radar".

Apa tesisnya?

Aku setuju. Itu membingungkan.

Mark, halo.

Oh, hei. Apa kabar?

- Patton, jangan. - Mark,

kami hanya mendiskusikan apakah lebih bijak

jika kakakmu menunda perkenalan anaknya sampai setelah acara malam ini.

Mark, kau tak perlu memberi opini soal itu.

- Jelas anak itu seperti malaikat. - Tunggu… Itu kakakku? Dengan anaknya?

Tepat, itu kakaknya.

- Permisi. - Tentu.

- Itu sangat aneh. - Mm.

Baiklah, jadi kakakku punya anak. Dan Cobel ada di sini?

Aku diminta membagi bukuku denganmu.

Begitulah yang kudengar. Rebecca?

Rebeck. Aku bermata kecil, jadi harus membaca cukup dekat.

Baiklah. Aku…

Aku yakin itu tak masalah. Boleh aku permisi?

Dan ada luka di belakang kepalaku yang diakibatkan burungku.

- Kau mungkin akan melihatnya. - Baiklah.

Hei.

Halo, Mark.

Aku sudah memompa susu. Jadi, sekarang saatnya. Apa yang terjadi?

Ini akan terdengar aneh…

Apakah kita dekat, kau dan aku?

Apa yang kau… Ada apa?

Bisa kita bicara berdua?

- Aku hanya harus… - Baiklah, Semuanya,

kita hampir tiba pada saatnya,

jika kalian bisa berembus dengan damai di ruang tamu…

Baiklah. Mari bicara di jeda refleksi pertama.

- Oke? - Baiklah.

Kau tak akan sadar betapa anak akan mengubah hidupmu.

Tapi, begitulah adanya.

- Kaupunya berapa anak? - Aku baru melahirkan yang ketiga.

Harusnya berhenti di anak kedua.

- Hei, di sana kau rupanya. - Hei.

- Angelo, senang bertemu denganmu. - Kau juga.

Helena, ini suamiku, Angelo Arteta.

Helena, senang bertemu denganmu.

Aku harus ke belakang panggung.

- Kita segera bertemu lagi. - Baiklah.

Senang melihatmu, Natalie.

- Kau tak apa? - Dia tak bisa temukan botol.

Ah.

Wah. Tiga anak.

Tak bisa kulakukan tanpa sedikit bantuan.

Maksudku, pemikiran kalau orang-orang ingin melarang pemutusan.

Mm-hm. Aku tahu.

Foto yang dipamerkan sangat mengharukan.

Aku sudah tahu bagaimana aku akan memilih, tapi kupikir…

Melihat itu dan melihatmu dan mendengar apa yang kaubilang,

semuanya sungguh akan membuat perbedaan.

Mm. Kuharap begitu.

Mari ubah beberapa pemikiran.

Tentunya aku akan mencoba.

Terima kasih.

Dan tolong sampaikan terima kasihku pada ayahmu jika kau melihatnya.

Akan kusampaikan.

Mark. Kemari.

Kusimpan kursi untuk kita.

Aku hanya perlu mencari kacamataku.

Mark, bisakah kaupegang itu

- sebentar? - Ya.

DIRIMU YANG SEBENARNYA BIOGRAFI SPIRITUAL DIRIMU

Astaga.

Maaf, tampaknya kau tak bisa mematikan

aplikasi pembunyi bel.

Baiklah. Terima kasih sudah hadir di sini.

Sebelum kita mulai, ada satu orang

yang ingin kuucapkan terima kasih pertama kalinya.

Keluarga adalah landasan dan inspirasiku.

Jadi, kudedikasikan pembacaan ini untuk putri pertamaku,

yang ada di sini malam ini.

Eleanor, aku menyayangimu.

Kakak iparku.

Dan dengan itu… Kumulai.

"Dikatakan saat kecil,"

Wolfgang Mozart membunuh anak lainnya dengan membenturkan kepalanya ke piano.

Jangan khawatir.

Risetku untuk buku ini membuktikan kalau klaim itu tak benar.

Selagi detak jantungmu mulai tenang,

- "anggaplah kekuatan penulis…" - Mark.

- Boleh aku melihat bukunya juga? - Mm-hm.

Aku bisa menengok.

- "…bisa menyentuh pembaca…" - Tentu.

"…hingga memanggil 'dirimu'.

Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud 'dirimu'?"

Semoga beruntung malam ini.

Senang bertemu denganmu, Helena.

"Bagaimana 'dirimu' berarti banyak hal"

bagi jutaan pembaca di muka Bumi?

"Dan mungkin, yang terpenting, siapa dirimu?"

HELLY. KISAH YANG TERPUTUS

ANGKATAN LAUT A.S.

AYAH

"Semua makhluk, dari kucing yang melompat"

hingga tikus yang meringkuk,

berpikir diri mereka adalah 'dirimu', pusat semesta yang logis.

Namun kucing memakan tikus, dan kita, seperti Schrödinger,

"tetap hidup untuk bertanya apa artinya itu."

Akhir dari bagian.

Mari kita lakukan

jeda refleksi tujuh menit dan kembali setelahnya.

Balf. Siapkan pot neti.

Itu sangat transformatif.

Harus mengubah namaku lagi.

Pandai berkata-kata. Seperti ada sesuatu di tenggorokannya.

- Ya. - Hei.

Akan kulihat apakah dia ingin minum lagi.

Beri aku waktu sebentar, lalu temui aku di kamar bayi, ya?

- Baiklah. - Oke.

Permisi.

Tn. Hale… Ricken?

Aku tak tahu kenapa suaraku bergetar begitu.

Terdengar seperti pelayan tua menyedihkan di restoran hamburger…

…mengoceh soal saus.

"Pelayan restoran hamburger". Apa-apaan itu?

Astaga, kenapa aku membuka mulutku?

Barusan berjalan lancar.

- Maksudku, bukunya brilian, dan… - Mark.

Terima kasih, tapi tak perlu berkata begitu.

Aku sadar seperti apa diriku bagimu.

Apa? Tidak, aku serius.

Bukumu, itu membuka dunia bagiku.

Mark, apa kau baik-baik saja?

Ya. Buku ini mengubah hidupku.

Kau sungguh membacanya?

Ricken, apakah kita bersahabat?

Dengar, aku tahu terkadang aku membuatmu merasa inferior

karena menjalani prosedur itu.

Dan aku menyesali itu.

Kau harus menghadapi kematian Gemma dengan cara terbaik bagimu.

Kautahu, aku melihat-lihat foto lama tadi pagi,

dan kutemukan foto kita berempat saat sedang mendaki.

- Kauingat lebah lucu itu? - Apa kau memegangnya? Foto itu?

Ya, tentu. Harusnya ada.

- Ricken. Pot neti sudah panas. - Terima kasih, Balf.

Mark, aku harus bersihkan sinusku.

Tapi, terima kasih. Kau tak tahu betapa berartinya ini bagiku.

Mark, aku mengkhawatirkanmu.

Aku baik-baik saja. Terima kasih…

Aku akan mengecek kakakku.

Saat kau memelukku,

tiba-tiba kau menjadi tegang. Ada apa?

Oh, aku tak tahu aku melakukannya.

Kau melakukannya. Sekarang kau tegang.

Ya. Maaf, dikarenakan pesta ini.

Apa kau sungguh-sungguh soal yang kaubilang?

Soal rencanamu.

Tentu.

Beri tahu aku lebih lanjut.

Maafkan aku. Aku harus membantu kakakku.

Jadi, aku akan kembali.

- Oke? - Baiklah.

Baiklah. Terima kasih, Bu Cobel.

More Indonesian subtitles for Severance

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left