Love Story

Love Story

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] π‹πŽπ•π„ π’π“πŽπ‘π˜ π’πŸŽπŸπ„πŸŽπŸ’ 𝐃𝐒𝐍+ 𝐖𝐄𝐁
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : πŸ’πŸ•:πŸπŸ‘ || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑫𝑺𝑡+ || *π‘ͺπ’“π’†π’…π’Šπ’• 𝒕𝒐 𝘊π˜ͺ𝘯π˜₯𝘺 𝘍 (π‘·π’†π’π’†π’“π’‹π’†π’Žπ’‚π’‰) || ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-02-20
Downloads: 78
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata. Sejumlah tokoh dan peristiwa

telah didramatisasi atau direkayasa untuk kebutuhan cerita.

Khusus pria

Cepat.

Astaga.

Hai.

Halo.

- Aku suka. Manikurmu bagus. - John.

- Hei. - Kau bersama siapa?

Aku sendirian malam ini. Selamat atas koleksimu.

Sudah lama aku ingin membuat meja kopi

sejak daguku bisa bertumpu di atasnya.

Memajang furnitur Donald Judd di toko utama. Kau berani juga.

Pertama, Amerika akan menghargai

sedikit sentuhan Donald Judd di rumah mereka yang membosankan, kedua…

Siapa yang bilang padamu soal toko utama?

Itu yang kedua. Siapa yang bilang? Itu rahasia besar.

Aku punya sumber.

Aku juga punya, John.

Aku akan mengambil minum.

Aku terlalu baik. Itu masalahnya.

- Ini takkan terjadi. - Tentu tidak.

Kelly membujukku untuk belajar berkuda.

- Aku jatuh. Tulang selangkaku patah. - Parah.

Dia terus membicarakannya.

Aku takkan berkuda lagi!

Aku pamit, ya. Aku harus bangun pagi.

Aku sama sekali tak percaya. Siapa yang kau kejar malam ini?

Aku sudah punya pacar, Calvin.

- Selamat malam. - Selamat malam, John.

Dia pasti mau minum-minum di tempat kumuh.

Kita tak tahu.

Jadi, aku jatuh.

Tulang selangkaku patah dan aku diopname selama tiga pekan.

Hai.

Hentikan. Ada paparazi di sana.

Ayo.

Ayo! Maju sepuluh langkah. Dua puluh!

Ayo.

Yang benar saja.

- Kau lupa kuncimu lagi? - Tidak, pasti ada di sini.

Sepertinya malam ini tidak kesampaian.

Jangan coba-coba…

- Astaga. Hai. - Syukurlah.

Terima kasih.

Terima kasih, Pak.

Selamat malam.

Aku harus tidur di rumah.

- Sudah kubilang. - Di sini saja. Kau selalu bilang itu.

Cincin pernikahan.

Sudah kuduga ada sesuatu yang kau rahasiakan.

Itu punya ayahku.

- Pukul berapa ini? - Pukul 07.30.

Kau baru masuk kantor pukul 09.00.

Tidak. Aku harus pergi dari sini sebelum paparazi tiba di bawah.

Tidak, kembalilah.

- Baiklah. - Kita bisa keluar bersama nanti.

- Oh, ya? - Lambat laun pasti ketahuan.

Yang pertama kali itu aku beruntung tak ikut dipotret.

Aku sangat senang ada yang kedua kalinya.

Aku juga.

Tapi aku suka yang begini saja. Cuma kita.

Itu saja.

Baiklah.

Boleh kupinjam ini?

Aku harus tampak agak berbeda jika masuk dengan pakaian yang sama.

- Apa? - Kau akan melakukannya.

Ya, 'kan? Kau akan menghancurkan hatiku.

Itu gombalan pagimu, ya?

Jago sekali.

Aku jadi ingin

menelepon kantor, berhenti kerja, dan tetap di kasur seharian.

Ya.

Siapa orang pertama yang menghancurkan hatimu?

Jika itu terjadi, kau yang pertama tahu.

Kau lihat ini?

Poster Kate dicuri. Buat kontroversi sekalian. Aku suka.

Iklan Calvin Klein dengan Kate Moss di catwalk

Tapi ada ini. Kate marah.

Takut pada Cahaya

Marah kenapa? Karena jadi sensasi instan, tiba-tiba sukses?

Kurasa karena dunia tiba-tiba menyerbunya.

Aku kasihan padanya.

Ayolah. Dia sudah tahu risikonya.

Masa? Dia cuma gadis dari Croydon yang dapat kerjaan, lalu mendadak begini.

Kurasa dia tak menyangka jadi sensasi, sama seperti kita.

Sudah lama aku berhenti mengasihani orang terkenal.

Memang kasihan, ketenaran merenggut beberapa hal,

tapi imbalannya lebih besar. Jika Nn. Kate tak menyukainya,

dia bisa kembali ke Croydon.

Langkahi dulu mayatmu.

Hei, kau pakai baju apa? Bagus sekali.

Aku cuma asal pakai tadi pagi.

Kau mau apa?

Jangan. Tolong, jangan. Aku benci kau melakukan ini.

- Jangan lari, ya. - Astaga.

Jangan.

- Kau bisa lari, tapi tak bisa sembunyi. - Taruh…

Ayolah. Kau menawan.

Satu saja.

Afrodit. Abad ke-2 SM.

Aku pernah merusak ini. Aku lem kembali. Ibu tak tahu.

Tentu saja Ibu tahu.

Haruskah kita menjual semua ini?

Tidak semuanya. Makanya kita ke sini.

Tapi lelang publik sangat mengganggu.

Hasil lelang tertutup takkan cukup

untuk bayar pajak warisan 34 juta dolar.

Bahkan kursi makanku masuk daftar.

Kau mau ikut menawar?

Astaga.

Aku mau tanya itu apa, tapi layaknya seniman sejati,

kau menuliskannya dengan sangat jelas.

Ini pesawat.

Tak kusangka disimpan Ibu.

INI PESAWAT Dari John Kennedy

Ini terbang di atas api atau laut?

Lanskapnya subjektif.

Simpanlah.

Cincin renangnya.

Ibu memakai ini saat berenang

agar tak kehilangan cincin tunangan dan kawinnya.

Aku suka Ibu menganggap itu tak penting.

Bagaimana keadaanmu?

Masih terasa seperti mimpi.

Aku teringat hal yang membuatnya tertawa

dan mendadak sadar dia sudah tiada.

Ini pertama kalinya aku merasa setua usiaku.

Saat kau tak bisa lagi memikirkan kematian orang tuamu,

mau tak mau kau merenungkan kematianmu sendiri.

Penilaian yang bagus.

Lucunya, setelah punya anak,

aku jadi paham kenapa dia mengasuh kita secara berbeda.

Aku sadar begitu mereka lahir,

aku harus menjadi orang tua yang berbeda.

Mulai dari nol.

Beda asuhannya seperti apa?

Setelah kematian Ayah, kita dikelilingi banyak kekacauan.

Kau butuh keteraturan dan stabilitas,

aku tak mau diperlakukan seperti anak kecil lagi.

Aku tak mau.

Aku ingat itu.

Aku suka berpikir dia menunggu sampai dia tahu kau siap.

Siap untuk apa?

Untuk menentukan jalan hidupmu sendiri.

- Aku harus pergi. - Baiklah.

- Sampai nanti. - Baiklah.

- Jangan lupa makan malam di rumah. - Sabtu.

Jangan pecahkan apa pun.

Kuusahakan.

Astaga. Narcy, ini bagus sekali.

Jangan tunjukkan pada Calvin. Simpan saja.

Saat aku berani meninggalkannya, kain lap ini sudah terurai di tanah.

- Kau tak jawab? - Tidak, biarkan berdering.

- Baiklah. - Halo.

Silakan tinggalkan pesan setelah nada berikut.

Hai, ini aku, John. Hanya ingin tahu apa kau ada.

Baiklah, dah.

- Teruskan. - Kau gila. Kau mengabaikan pesannya.

Kau membaca itu di The Rules, ya?

Rasanya agak intens.

Ya, wajar begitu. Ya ampun, nikmati saja sedikit.

Bergembiralah. Kau tahu kapan harus mundur.

Kurasa aku melewatkan momen itu.

Semua berjalan sangat cepat. Aku akan bertemu teman-temannya besok.

Minum-minum. Entahlah.

Bosan dengan JFK Junior. Hidup terasa berat. Kau maunya apa?

Panggil saja dia John. Kau terdengar seperti berita utama Post.

Baiklah.

Aku tak tahu mau apa.

Aku tahu apa yang tak kumau.

Jika ini terus berlanjut, pers akan tahu.

Mungkin sebulan lagi. Mungkin besok.

Sebelum terjadi, aku harus tahu ini serius.

Aku tak bisa bergembira, lalu selamanya dikenal sebagai mantan JFK Jr.

Hei, Carolyn, tolonglah. Namanya John.

Jawab sana. Jangan bersikap aneh.

Halo, silakan tinggalkan pesan setelah nada berikut.

Hei, ini aku lagi.

Maaf memenuhi mesinmu begini,

tapi aku lupa bilang sesuatu.

Aku ada di luar apartemenmu sekarang.

- Astaga. Aku harus menemui… - Tidak, Narcy. Tetaplah di sini.

Aku kepikiran makan burger

di warung kecil di Breezy Point.

Mereka tahu siapa aku dan tak peduli, dan tempatnya bagus.

Tepat di atas air.

Ada perahu untuk berkeliling, udara segar,

dan aku ingin tahu apa kau mau ikut.

- Tapi kau tak di rumah. - Jika kau tak keluar, aku saja.

- Tetaplah di sini. - Tak mengabaikan teleponku.

Ayolah.

Ternyata kau di rumah.

Kau gila.

Aku tahu ada banyak majalah politik,

tapi yang ini akan berbeda.

Ini akan penuh ide dari tempat tak terduga.

- Ruang publik… - Majalahmu harus seksi.

Maaf, aku suka idemu soal konten,

tapi aku seharian membahas pembelian iklan majalah.

Love Story subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Love Story

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left