The first 200 lines.
VERSI RESTORASI SOMEDAY IN HEAVEN
SOMEDAY IN HEAVEN
Tuhan adalah gembalaku,
takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau.
Ia membimbing aku ke air yang tenang.
Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku,
dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.
Amin.
Amin.
Milo!
Ayo main.
Dan makan camilan, untuk ulang tahun Mary Ann!
Singkirkan tangan kotormu!
Ayo!
Tinggalkan aku! Main saja sendiri!
Yaya Adora!
Yaya Adora! Papa pulang!
Yaya Adora!
Ya, aku dengar!
Kami sudah menunggumu! Kami berharap kau kembali lebih cepat!
Boyong, kita sudah sampai.
Mengapa lama sekali, Papa?
Tunggu, Sayang. Aku berkeringat.
- Kau tak lihat Papa lelah? - Bagaimana perjalanannya?
Baik, seperti biasa. Tapi jipnya mogok dua kali.
Papa beli senapan untukku?
- Tidak. Kau bisa menembak orang. - Ia takkan lupa.
Hanya burung.
- Aku beli baju dan celana. - Tak ada.
Itu cukup.
Bagaimana dengan rokku, Papa?
Bagaimana aku bisa lupa?
Ada di belakang jip.
Kau menemukannya?
Ada apa?
Astaga! Apa-apaan...
Astaga!
Ia tak menggigit.
Aku menemukannya di Divisoria, sedang mengais makanan di tempat sampah.
Aku kasihan padanya.
Ternyata dia yatim piatu. Jadi, kuajak dia pulang.
Aku ingin menyelamatkan dia, juga agar dia tak menjadi penjahat.
- Jangan katakan dia tinggal bersama kita! - Kau akan sekamar dengannya.
Tidak mau! Dia dekil! Bau sampah!
Adora, mandikan anak ini agar dia berhenti mengomelinya.
Setelah itu, beristirahatlah, ya?
- Ayo, Nak. - Jangan panggil dia begitu.
- Pergilah dengannya, Gabriel. - Gabriel?
Ikut aku, Gabriel.
- Tunggu! - Kau bisa!
Lihat? Sudah kubilang.
Tempat apa ini?
Kerajaanku.
Kerajaan?
Siapa kau? Seorang putri?
Saat aku di sini.
Tunggu dan lihatlah.
Apa yang akan kau lakukan?
Tetap di sana. Jangan mengintip.
Apa yang kau lakukan?
Lihat aku.
Apa aku mirip seorang putri?
Dari mana kau mendapatkannya?
Bagus?
Aku tak tahu apa pun soal rok.
Jika aku putri, aku ingin kau jadi pangeranku.
Pangeran yang pakai baju bekas?
Kau bisa jadi pangeran.
Mungkin kau sebenarnya bukan yatim piatu, Gabriel.
Orang tuamu mungkin saja raja dan ratu,
rumahmu adalah istana dari kristal,
tapi kau diculik penjahat.
Kau melawan dan berhasil melarikan diri!
- Yang benar saja. - Mengapa?
Aku tidur di gerobak sayur di pasar sejak lahir.
Besok lagi, ya?
Tentu, supaya kudaku terbiasa denganku.
Siapa bilang ini kudamu?
Papa.
Tak hanya mencuri kudaku, kau juga mencuri ayahku!
Tapi Papa memang memberikan kuda ini ke Gabriel.
Kau berpihak pada sampah ini?
Papa!
Dengar, Penjilat! Semua yang ada di sini milikku!
Gabriel!
Gabriel!
- Astaga! Apa yang terjadi? - Turun dari sana.
Kau mendengarku!
Mengapa kau pukul Gabriel?
- Dia yang mulai. - Bohong!
Papa bilang ingin membelikanku kuda, tapi Papa berikan padanya.
Karena dia lebih membutuhkannya!
Sebenarnya Papa lebih menyayangi sampah itu daripada aku.
Mengapa? Apa dia pengganti putra kesayangan Papa?
Diam!
Aku sudah cukup lama bersabar denganmu.
Tabiatmu makin lama makin buruk.
Sebaiknya kau tinggal dengan bibimu di Manila
sampai kau layak menggunakan nama Salvador.
Sepertinya kau dipukul cukup keras.
Tapi itu akan sembuh. Ayo kita makan.
Kau tak bisa mengejarku!
Ya, bisa! Jalan terus!
Aku menang! Kau kalah, seperti biasa!
Curang! Kau tak mengikat kudamu dengan benar!
Dari mana saja kalian berdua?
Ini untuk Papa.
Dari mana kau dapatkan ini?
Di bukit, tempat Carmina menyeretku!
Bagus sekali.
Aku bersedia pergi ke ujung dunia demi Papa.
Dan demi aku?
Carmina! Gabriel!
Hei!
Ada apa dengan kalian berdua? Tidak lihat Papa sedang beristirahat?
Biarkan mereka. Aku tidak lelah.
Baiklah, tapi kalian perlu mandi! Dekil sekali!
Lihat! Ada kenitu! Ayo kita petik!
- Aku lebih dahulu! - Kau selalu curang!
Hati-hati!
Itu dia.
Sudah cukup.
Lihat ada apa di sana! Cepat!
- Ayo! Tangkap! - Kau kira apa yang kulakukan?
Badanmu terkena getahnya!
Itu salahmu!
Lihat mereka.
- Mereka sangat akrab. - Besok, ayo kita petik jambu air.
Andai semua akan selalu bahagia dan sederhana bagi mereka.
Kau ingin istirahat di kamar?
Aku akan menunggu mereka.
- Ayo pergi! - Baiklah.
Banyak sekali.
Tunggu!
- Ada yang busuk! - Seperti dirimu?
Jangan melempariku! Akan kulempar ini padamu!
- Tangkap! - Cukup.
Ini enak kalau dingin.
Sudah cukup.
Kau rakus.
Tidak! Kau yang rakus!
Tangkap semuanya!
Kau tidak melempar dengan benar!
Papa! Lihat buah yang kami petik!
Papa, sebaiknya tidur di kamar.
Papa?
Papa?
Papa?
Papa?
- Carmina, ada apa? - Yaya Adora, Papa sudah tiada!
Papa!
Papa!
Adora.
Kamar pelayan di belakang rumah, 'kan?
Ya.
Mulai sekarang, kau tak boleh tidur di kamar Carmina.
Yaya Adora!
Kakakmu benar.
Kau wanita muda sekarang.
Kau tak butuh aku lagi.
Dan kau, Gabriel.
Kau tinggal di belakang kandang kuda.
- Tapi Gabriel bukan pelayan! - Kuingatkan, Papa sudah tiada.
Sekarang aku tuan rumah ini.
Aku memegang kendali atas kalian semua.
Seharusnya kau bersyukur aku tidak mengusirnya,
meskipun itu yang layak bagi parasit ini.
Hentikan!
Bagaimana?
Kamarmu yang baru menantimu.
Gabriel.
Aku mencarimu dari tadi.
Aku ingin sendirian.
Tak mau kutemani?
Aku tak ingin kau melihatku seperti ini.
- Jika aku tak berguna bagimu lagi... - Carmina...
Kau tahu? Hanya demi dirimu, aku sabar menghadapi kekejaman Milo.
Mengapa kau bersabar? Jangan jadi pengecut!
Atau pergilah!
Ke mana?
Ke Manila.
Cari kerja di sana.
Setelah kau bisa menabung, kembalilah untukku.
Itu yang akan dilakukan pangeran demi putrinya.
Dia akan menyelamatkan dan melindunginya.
Manila adalah dunia yang berbeda.
Selain itu...
aku tak tahu cara bertahan di sana.
Bagaimana denganmu?
Aku tak akan meninggalkanmu.
Aku tak ingin jauh darimu sehari pun.
Kalau begitu, aku akan ikut.
Di mana kita akan tinggal?
Bagaimana kita bertahan hidup?
Aku tak terlatih untuk pekerjaan apa pun.
No comments yet. Be the first to leave one.