My First Errand

My First Errand (はじめてのおつかい)

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Old Enough S02 JAPANESE WEB-DL NF
A Commentary by tedi
Murni Retail NF Belum sinkron versi apapun

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-01-01
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 123 lines.

Old Enough!

DIREKAM PADA TAHUN 1991

FUSSA, TOKYO

Di Kota Fussa, Tokyo,

ada seorang bocah yang bangga karena sudah berusia lima tahun.

Aku lapar.

Kau belum makan, Ken.

- Saatnya makan siang. - Ya.

Tolong belanja di Izumiya.

Dia mendengarkan

meski tak tampak demikian.

Apa?

Bisa ingat ini?

Kita butuh mi Yakisoba dan taoge.

- Taoge? - Kau tahu taoge, 'kan?

- Tahu. - Sungguh?

Warnanya putih.

Betul. Kau tahu Yakisoba?

- Tahu. - Kau tahu?

Warnanya cokelat.

Betul.

Ken, si putra kedua, cukup terkenal di kotaku.

Dia playboy terkenal

yang selalu bicara dengan para gadis manis.

KEN - USIA LIMA TAHUN

Ibu juga mau roti.

Tahu di mana tokonya?

Uang untuk rotinya mana?

Sudah semuanya. Ini untuk Yakisoba,

taoge, dan roti kari kecil.

Kau juga mau roti, 'kan?

Jarak ke toserba dan toko roti sekitar 300 meter.

Ini trek yang sempurna untuk menjalankan tugas rumah.

NARATOR - SHINSUKE CHIKAISHI

Kamerawan sudah siap.

Ada dua penyeberangan jalan.

- Mana uang untuk rotinya? - Ibu...

Ini cukup.

- Untuk membeli semuanya? - Ya.

Sekalipun membeli tiga roti kari,

kau masih bisa membeli roti selai atau roti Anpan.

Oke!

- Oke! - Oke!

Dia selalu bersemangat. Akankah dia baik-baik saja?

- Hati-hati! - Baik!

Lihat kiri dan kanan.

- Mengerti? - Baiklah.

Oke.

Simpan uangnya!

- Nanti tertiup angin! - Ya.

Meski jaraknya hanya 300 meter,

pertualangan ini tetap membuat sang ibu gelisah.

Bisakah dia melakukannya?

Dia anak lima tahun yang energik.

Ken sangat gesit saat berlari.

Dia berjalan melintasi penyeberangan dengan percaya diri.

Dia sudah tiba di Izumiya.

Taoge dan Yakisoba.

Dia kemari bersama ibunya setiap hari.

Dia tahu betul di mana tempat es krim dan kudapan.

Benar. Itu rak sayuran.

Taoge.

Sudah.

Sekarang tinggal membeli Yakisoba.

Ken menyukai Yakisoba.

Tapi dia tak pernah melihat ibunya membuatnya.

Di mana itu?

Beli Yakisoba yang mana, ya?

Karena dia diminta membeli taoge,

kurasa ibunya tak menginginkan Yakisoba instan.

Dia bisa melihat lampu lalu lintas dengan jelas dari balkonnya.

Tapi tetap saja...

Dia lama sekali.

...dia terus gelisah.

Setelah berkeliling toserba lima kali,

dia mengembalikan taogenya.

Sepertinya tugas pertama Ken gagal.

Akhirnya dia kembali.

Tapi dia tak membawa apa pun.

Ada apa, Ken?

Mau Yakisoba yang mana?

Yang mana saja boleh.

Yang mana saja?

Ada tiga dalam satu kemasan, 'kan?

Isinya tiga.

Yang itu saja.

- Mau yang itu? - Ya.

- Baik! - Apa?

Ini percobaan keduamu, Ken.

Wah, apa kau sadar ada kamera?

Tidak, tak apa-apa.

Pikirannya dipenuhi Yakisoba.

Dia kembali ke tempat yang sama.

Apakah yang dimaksud ibunya adalah Yakisoba instan?

Entah kenapa dia mengocoknya.

Bocah lima tahun ini sedang berpikir keras.

Ya ampun.

Apa yang terjadi?

Ada apa lagi? Dia tak membeli apa pun.

Baiklah.

Yakisoba-nya tidak ada, Ken?

Ada.

Ibu mau tiga?

Memang ada tiga, tapi dalam satu kemasan.

Begini, Bu...

Tadi aku sedikit mengocoknya seperti ini.

Aku mengambil dan mengocoknya untuk mengecek apa isinya tiga.

Tapi aku tak dengar isinya tiga.

Tak dengar isinya tiga?

Apa maksudmu?

Jangan beli yang dikemas dalam kotak.

Cari yang kemasannya seperti ramen.

Sudah tanyai pegawai?

Seharusnya kautanyai.

Tanyakan di mana Yakisoba yang isinya tiga.

Ya?

Jika aku membeli Yakisoba,

lalu jika aku pergi ke toko roti,

aku tak harus bayar?

Tentu kau harus bayar.

Jangan mengambil tanpa membayar.

Tapi kita tak punya uang untuk membayar roti kari, 'kan?

Uang seribu yen yang ibu berikan cukup.

My First Errand subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for My First Errand

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left