Freedom

Freedom (Libre)

Download Indonesian Subtitle

Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] π…π«πžπžππ¨π¦ (πŸπŸŽπŸπŸ’) ππ‘πˆπŒπ„ π•πˆπƒπ„πŽ/π€πŒπ™π
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : 𝟎𝟏:πŸ“πŸŽ:πŸ‘πŸŽ || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑷𝑹𝑰𝑴𝑬 𝑽𝑰𝑫𝑬𝑢 || *π‘ͺπ’“π’†π’…π’Šπ’• 𝒕𝒐 π˜‹π˜Ίπ˜’π˜© π˜‹. 𝘈𝘯𝘨𝘨𝘒𝘳π˜ͺ𝘯π˜ͺ (π‘·π’†π’π’†π’“π’‹π’†π’Žπ’‚π’‰) || ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-01-20
Downloads: 14
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Meski terinspirasi kehidupan Bruno Sulak,

ini adalah film fiksi.

Tokoh, situasi, tempat, dan beberapa peristiwa

mungkin diubah atau direka ulang demi keindahan,

sesuai visi artistik penulis.

SELAMAT DATANG DI NEW CONTINENT!

Jangan ada yang bergerak. Ini perampokan.

Tak ada yang terluka jika patuh perintahku.

Ikat tanganmu.

- Aku punya dua anak. - Katakan itu ke polisi.

Berikan rekaman.

Buka laci uang perlahan.

Isi tasnya.

Isi tas yang sudah disediakan.

Kasir paling ujung, kumpulkan semua uang dan berikan ke kasir kedua.

Pagi, Bu. Aku mau permen loli.

Ini. Ikat tanganmu, duduklah.

Ingat, uang ini bukan milik kalian.

- Cepat. Lakukan perintahnya. - Terima kasih, Nicole.

Tenang, ini bukan uangmu.

- Kau terima cek? - Cek dan uang tunai.

Bagus. Benar begitu.

Mudah, bukan? Terima kasih. Selamat siang.

- Pakailah. - Terima kasih.

Terima kasih, Bu.

Bisa pegang ini? Terlalu manis.

Semoga hari kalian indah. Maaf atas ketidaknyamanan ini.

Sampai jumpa.

Hei!

Hati-hati. Perhatikan jalan, Annie.

- Jadi, ini bukan tasmu? - Bukan.

Isinya juga bukan milikmu?

Benar.

Lantas, kenapa kau di sini?

- Entahlah. - Kau tidak bersalah?

Sial. Itu hampir pelanggaran keadilan.

Aku hampir membuatnya dipenjara.

Permisi. Maaf. Maafkan aku. Kau boleh pergi.

Maafkan aku.

Tunggu, Tonio, satu hal lagi.

Berapa kali aku menangkapmu?

- Katakan jumlahnya. - Entahlah.

Enam, mungkin tujuh kali.

Tujuh belas kali.

Duduklah.

Ayolah, wanita tua itu mengenalimu.

Bos, ada perampokan di Orange Continent.

- Orange Continent? - Unico yang lama.

- Astaga. Ada korban jiwa? - Tidak ada.

Syukurlah.

Berapa nilai rampokannya?

Sekitar 200 ribu. Pendapatan pekan ini.

Kami mengenali salah satu pria dari foto.

Sulak Bruno, lahir tanggal 6 November 1955 di Sidi Bel Abbès, Aljazair.

Unit Parasut Asing ke-2, desersi 18 bulan lalu.

Ada riwayat kriminal?

Dia dipenjara empat bulan atas pencurian saat usianya 18 tahun.

Masalah kecil.

Sejak desersi, meningkatkan bisnisnya,

dicurigai ikut puluhan perampokan.

Selalu toserba. Avignon, Albi, Beaune.

Kru selalu sama. Dua kru, satu menunggu di mobil.

- Siapa yang mengenalinya? - Dua karyawan.

Saksi perampokan itu.

- Mereka ada di sini. - Mungkinkah mereka kaki tangan?

Jujur, semuanya mungkin, tetapi aku meragukannya.

- Bawa masuk, akan kutanyai. - Baiklah.

- Tinggalkan foto itu di sini. - Baik.

Dengarkan, Tonio.

Ini hari keberuntunganmu. Pergilah, aku muak denganmu.

Pergilah sebelum aku berubah pikiran.

Foto hitam putih tidak berguna.

Kau tidak bisa melihat warna matanya.

- Ini agak kaku. - Namun, fotonya...

Profilnya tidak bagus.

Dia lebih tampan jika dilihat langsung.

Mata seperti itu sulit dilupakan.

Juga senyumnya. Senyuman lebar.

- Tampan. - Pria yang tampan.

Juga sopan.

Tampan.

Sangat tampan.

Sebentar, Nona-nona.

Kita bicara soal perampok, bukan pria tampan di kelab.

Malaikat kecil kalian mencuri 20 juta.

Ya, aku...

- Lalu yang lain? - Yang lain?

- Yang lain siapa? - Pria yang lain.

Aku tidak melihatnya.

- Aku tidak memerhatikan, maaf. - Aku juga.

Terima kasih, Nona-nona.

Siapa badut ini?

- Satu. - Apa?

Lupakan.

Kau tak akan melakukannya.

- Dua. - Hentikan.

Ini bodoh, kita tak tahu kedalamannya.

Bruno.

- Aku serius. Sangat serius. - Kau sangat serius?

Jika kau melakukannya, aku tak mau bicara seharian.

- Seharian? Lama sekali. - Sangat lama.

- Tiga. - Bruno, hentikan.

Aku serius. Aku takut.

Aku juga cinta kau.

Tidak!

Ya, baiklah.

Lucu sekali.

Naiklah.

Bruno!

Bruno!

Bruno!

Kau menyebalkan!

Sial!

Kau menyebalkan.

Kau membuatku takut.

Kau sama gilanya denganku.

Baru tahu, ya?

Tahu apa yang paling kusukai?

Selain aku?

Selain kau.

Angin di kulitmu.

Angin yang membelai.

Kalau kau?

- Selain kau? - Ya.

Kecepatan.

Tahu yang ingin kulakukan saat muda?

- Tidak. - Banyak hal.

- Apa yang menghentikanmu? - Tidak ada.

Akan kulakukan semua kelak.

- Tahu yang paling kusukai? - Tidak.

Saat langit dan laut bertemu, lalu kita tak bisa melihat cakrawala.

Kita akan tinggal di tepi laut.

Lalu punya anak.

Apa?

- Hai. Aku Bruno. - Annie, senang berkenalan.

Senang berkenalan.

Kita bisa berbagi botol.

Boleh saja. Siapa itu?

- Wah. - Marika datang.

Lihatlah tuan putriku.

- Kukira kau akan datang nanti malam. - Hai!

- Tidak. - Astaga.

- Apa kabar? - Tuan putriku.

Ayo minum.

Ini indah. Senang bertemu kalian.

- Bagaimana pemandangannya? - Lumayan.

Di sana ada Le ChÒteau de ma mère.

Lalu di sana, La Gloire de mon père.

Dia langsung melompat ke arahnya.

Di bahunya.

Lalu dia menggigit lehernya.

Serius. Tendonnya...

- Bukan itu yang terjadi. - Memang begitu.

Jangan berkata begitu, Bruno.

Ini masalah akal sehat.

Kau tak punya akal sehat. Jangan anggap politik tak berguna.

Politik hanya membantu orang kaya tetap kaya,

orang miskin harus diam.

Kau melelahkan, tak percaya apa pun.

Aku percaya pada kebebasan.

Chirac, Marchais, dan Mitterand tak beri kebebasan.

Aku tak setuju.

- Siapa yang ambil bagian kedua? - Kau.

Namun, bagianku juga bagianmu.

Semua lakukan tugasnya, sama-sama dibayar.

Aku tak peduli dan tak mau.

Berikan ceknya.

Apa kau percaya?

Kita berikan banyak pasokan makanan kepada banyak orang baik.

Namun, kita harus beri tahu mereka,

karena alih-alih berterima kasih, mereka ingin kau dipenjara.

- Robin Hood. - Kita tidak melakukan kesalahan.

Kecuali mencuri dari pencuri kelas kakap.

Tenang, orang kaya tak akan dipenjara.

- Dasar komunis! - Ini bukan tentang itu,

aku cuma mau hancurkan semuanya.

Kalau begitu, teroris.

- Kau mencemoohku, ya? - Tidak.

Apa?

Tidak ada.

Kau tampan.

Semuanya, jangan bergerak. Ini perampokan.

Lakukan perintahku agar tak ada masalah.

Cepat!

CORA HARGA MURAH DI SINI

TOSERBA COOP

Jangan bergerak, ini perampokan!

Lakukan perintahku agar tak ada yang terluka.

Buka laci uangnya.

Masukkan ke tas ini. Halo, Bu.

Pilah uang 500 dan 100.

- Ayo, Sayang. - Lempar ke belakangnya.

Lihat.

- Luar biasa. - Kau membuatku lebih dekat.

- Itu bola kita. - Dua poin.

Mau main lagi?

- Halo, para Bajingan! - Patrick.

Di balik gunung.

Kau belum siap bermain.

- Aku lelah. - Senang bertemu denganmu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left