The first 200 lines.
MUNDUR
Dia hebat.
Hebat, ya?
Ya, dia hebat.
Sehebat kau?
Mungkin.
Lebih baik.
Dia hanya menunjukkan kehebatannya.
Aku tahu betapa hebatnya dia...
jika tidak, dia takkan bersama kita.
Tidak boleh ada perkelahian di antara kita.
Mengerti?
Mereka datang.
Ayah harap kau tak merokok.
Seharusnya kami tak mengirimmu ke Amerika.
Kau punya kebiasaan buruk di sana.
Tak ada yang merokok di Lugash.
Itu berbeda.
Tentu saja.
Tak ada yang salah dengan Amerika, Ayah.
Ibuku orang Amerika. Ayah menikahinya.
Ibumu tak pernah merokok.
Aku terkejut Ayah menyadarinya.
Dia meninggal tiga pekan sebelum Ayah menikahi wanita itu.
Kau pasti senang mengetahui
bahwa Ayah akan menanggung akibat kebodohan itu.
Jadi, rumor itu benar?
Ya, sepertinya begitu.
Tapi, Yasmin, tolong rahasiakan.
Ayah tak mau memberi tahu ibu tirimu sampai Ayah punya bukti.
Bagikan kartu.
Syukurlah seseorang di keluarga ini beruntung.
Cairkan ini.
Bagaimana kau tahu aku bisa dipercaya?
Maafkan aku. Kukira kau salah satu pengawalku. Tidak apa-apa.
Berapa harga tamparan belakangan ini?
Kau murah.
Aku harus minta maaf soal putriku.
Dia gadis yang sangat bersemangat.
Seperti suar darurat.
Yasmin, masuk ke kabinmu.
- Tunggu. - Sekarang!
Bapak-Bapak.
Kita pernah bertemu?
Tidak secara resmi.
Sekarang, jadilah putri kecil yang baik
dan tidurlah.
Hai, Ayah.
Keselamatan putrimu bergantung pada dua hal.
Pertama, 100 juta dolar
ditransfer diam-diam ke rekening Swiss.
Tak masalah.
Kedua, turun takhta.
Melepaskan takhta?
Itu mustahil.
Maka Yasmin akan mati.
Siapa yang akan menggantikanku?
Semua ada waktunya.
Sayang sekali. Aku menikmati kehadiranmu di meja.
Aku juga.
Berhenti!
Kubilang berhenti!
Kita tak punya waktu untuk mengurusi polisi dusun.
Tinggalkan dia.
Kubilang berhenti!
Hei! Kau bisa mendengarku?
Kurasa kita sudah lolos.
Ya.
Awas!
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Tidak!
Salah satu penumpangku terluka.
Pantas saja.
Dari caramu mengemudi, kau beruntung mereka tak mati.
- Dari caraku mengemudi? - Ya.
- Bisa selesaikan ini di rumah sakit? - Tidak.
Aku Komisaris Polisi Dreyfus.
Aku ingin melihat SIM-mu.
Baiklah.
Rasanya menyenangkan.
Sekarang, ada yang terluka?
Ya, di van.
- Adikku tak sadarkan diri. - Benarkah?
- Dia harus dibawa ke rumah sakit. - Di mana dia?
Di van.
Permisi, adikmu ada di vannya?
- Tidak, begini... - Tidak, itu bukan vanku.
Dengar, aku Komisaris Dreyfus.
- Jika kau izinkan... - Permisi. Tunggu sebentar.
Permisi, saat aku bertanya apa ada yang terluka,
kau menjawab, "Ya, di vanku."
Tidak. Aku bilang, "Ya, di van." Bukan "di vanku".
Tidak. Kau tak bilang, "Ya, di van."
Bukan "Ya, di van."
Kau bilang... Kau tak bilang, "Ya, van-ku," bukan "Ya, van."
- Dengar. - Kau bilang, "Ya, vanku,"
bukan, "Ya, di van."
- Kau dengar yang baru kukatakan? - Ya. Aku dengar.
- Itu vanku. - Ini baru jelas.
Dengar, Bodoh...
Jaga ucapanmu, Pak. Aku petugas leau.
Apa?
- Kubilang... - Aku tahu yang kau bilang.
Kau bilang kau petugas
leau.
Kumohon. Adikku mungkin sekarat.
Tolong. Mundur. Tolong mundur.
Kau berburu?
Ya. Berburu.
Sangat peka.
Halo.
Halo.
Siapa kau?
Aku Gendarme Jacques Gambrelli.
Kelas Dua.
- Siapa kau? - Aku...
Adikmu sangat...
tak sadarkan diri.
Ya. Aku curiga dia terbanter di kepala.
- Apa? - Terbentur.
- Apa? - Lupakan. Ayo, François.
Ya. Dia butuh perawatan darurat segera, Pak...
- Jones. - Jones.
Cepat bawa dia ke rumah sakit Nice, Pak Jones
dan aku akan menelepon
untuk memberi tahu mereka... Pak Jones, tolong berhenti!
Tunggu! Pak Jones, tanganku, jariku!
Pak Jones!
Pak, Jones, tolong! Pak Jones!
Tak ada waktu untuk memeriksa kredensialmu
dan membuat laporan. Tapi aku punya ide.
Kau akan mengantarku ke telepon terdekat...
Maaf kami terlambat. Kami mengalami kecelakaan mobil.
Tidak terlalu serius, aku yakin.
Kami beruntung masih hidup.
Silakan.
Sekarang, Pak Kepala. Dengar.
Biasanya, penyelidikan kejahatan
yang dilakukan di perairan teritorial Prancis
adalah tanggung jawabmu.
Tapi karena penculikan ini sangat penting secara politik bagi pemerintah,
Presiden memerintahkanku untuk menangani kasus ini secara pribadi.
Pahamilah, dia tak berpikir kau kurang memenuhi syarat.
- Mungkin dia merasa aku... - Lebih memenuhi syarat.
Apa perintahmu?
Pertama, aku ingin tahu semua yang diketahui tentang kasus ini.
- Hanya ini yang kita tahu. - Bagus.
Aku ingin orang terbaikmu sebagai penghubung.
Itu adalah Gambrelli.
Aku akan mempelajari laporan ini malam ini.
- Sampai jumpa di sini pukul 09.00. - Benar.
Omong-omong, ada polisi di lokasi kecelakaan.
Bagaimana mengatakannya, cara bicaranya aneh.
Salah mengucapkan kata-kata.
Tidak.
Menabrakkan sepedanya ke mobil kami.
Aku tak ingat.
Mungkin tak sepenting itu.
Sampai jumpa besok pagi.
- Lewat sini, Yang Mulia. - Aku butuh air.
Ya.
- Bisa ambilkan air? - Ya. Segera.
Lepaskan pakaianmu.
Tidak.
Lepaskan pakaianmu!
Tidak.
- Biar aku saja. - Lepaskan aku! Lepaskan!
Ambil...
Bagaimana dengan polisi itu?
Makin lama kita menunggu...
Dia mungkin akan muncul di rumah sakit.
...dan melepaskan takhta?
Kau bersedia menuruti permintaan mereka?
Arnon...
berusaha membuatnya terlihat seperti kecelakaan.
Apa yang membuatmu berpikir dia akan muncul?
Hanya firasat.
Lihat.
MENJAUH
Dia takkan lama.
Kenapa tidak?
Karena ada sesuatu yang palsu tentang Pak Jones
dan para pemburu dengan senjata otomatis mereka.
Kurasa Pak Jones hanya ingin keluar dari sana.
Aku tak percaya dia berniat membawa adiknya ke rumah sakit.
Sepertinya kau benar.
Hei.
Apa yang dia lakukan?
Kelihatannya dia sedang apa?
Bagaimana jika dia tenggelam?
Tidak boleh. Belum saatnya!
Apa yang kulakukan? Aku tak bisa berenang. Tolong!
- Ada apa? - Aku tak bisa berenang.
Aku juga.
- Lalu kenapa kau tak tenggelam? - Karena lebih mudah untuk berdiri.
- Apa? - Ya.
Siapa kau?
Gendarme Jacques Gambrelli. Kelas Dua.
- Siapa kau? - Komisaris Dreyfus. Polisi.
Ayo, Gambrelli. Aku akan mengantarmu pulang.
No comments yet. Be the first to leave one.