The first 200 lines.
Xie Lian.
Yang Mulia.
Ling Wen?
Lama tak berjumpa.
Aku merindukanmu.
Yang Mulia.
Mari mengobrol lain kali.
Ada masalah mendesak,
kau harus kembali ke Ibu Kota Langit.
Terkait Ban Yue Guan?
Ya.
Begitu kembali, langsung datang ke Aula Shenwu.
Aula Shenwu.
Kaisar Langit kembali ke ibu kota!
- Cepat! Ke Aula Shenwu! - Kenapa semua...
- Mungkinkah Kaisar Langit kembali? - Mungkinkah Kaisar Langit kembali?
Mari berkumpul di Aula Shenwu.
- Ayo. - Ayo.
Kaisar Langit kembali!
ADAPTASI NOVEL KARYA MO XIANG TONG XIU HEAVEN OFFICIAL'S BLESSING
PENERBIT JINJIANG KOTA SASTRA
Kenapa pembuat onar ini di sini?
- Ayo! - Ayo!
Halo, lama tidak bertemu.
Yang Mulia!
Tunggu sebentar!
Tunggu sebentar!
Tunggu...
Yang Mulia!
Kau ke Aula Shenwu untuk rapat.
Kenapa lupa lencana pinggangmu?
Mana bisa pergi tanpa ini?
- Ceroboh walau berusia ratusan tahun. - Ya, yang berani memanggilku sekarang
- Cepat, biar kuikatkan. - pasti sangat berani.
Halo!
Halo, Yang Mulia.
- Cepat, Yang Mulia! - Kenapa mendorongku?
- Kau harus ke Aula Shenwu. - Mana bisa dia
- Raja mungkin menunggumu. - dibandingkan Pangeran Taihua?
- Cepat, Yang Mulia! - Benar!
Ini sangat memalukan.
Kau tidak pernah tahu di mana akan bertemu orang.
Ya, mereka berdua pangeran.
Pangeran Taihua perwujudan keanggunan sejati!
Tidak seperti dia.
Kurang beruntung dan memungut sampah.
Tentu.
Kerajaan Yong'an lebih kuat daripada Kerajaan Xianle.
- Setiap tempat memelihara warganya. - Beraninya dia kembali.
- Dunia ini kecil. - Malangnya.
- Bukan apa-apa. - Lihat dia!
Meski perbandingan merusak kebahagiaan.
Yang Mulia.
Tidak mungkin.
Lagi?
Ayo pergi bersama.
Kurasa semua sudah tiba.
Hati-hati di aula nanti.
Bagaimana Jenderal Pei Xiu akan dihukum?
Mungkin diasingkan.
Tidak apa-apa.
- Tidak terlalu berat. - Ya.
Jabatannya bisa kembali,
tapi dia mungkin tidak bisa bertahan sampai saat itu.
Para pemuja sudah bubar.
Jadi, dewa itu tidak ada lagi.
Omong-omong, Ling Wen,
sudahkah kau menemukan kabar tentang anak
dengan wabah wajah dari Gunung Yujun?
Maaf,
tapi belum.
Kami akan terus mencari.
Terima kasih.
AULA SHENWU
Xianle,
kau datang.
Yang Mulia,
beberapa pejabat langit masih belum bisa kembali.
Tidak masalah.
Kabari aku sebelumnya.
Xianle,
kurasa kau sudah tahu
alasanku memanggilmu hari ini.
Aku bisa menebak,
tapi kupikir insiden Ban Yue Guan sudah beres.
Bagaimana masalah ini akan diselesaikan
sulit dipastikan.
Senang bertemu denganmu, Yang Mulia.
Terima kasih atas kebaikanmu pada Pei Xiu.
Tak masalah.
Senang bertemu, Jenderal Pei Ming.
Bukankah ini klona Jenderal Pei Xiu?
Kenapa terluka parah?
Jenderal Pei Ming,
apa maksudmu?
Saat menginterogasi Jenderal Pei Xiu, kutemukan kejanggalan.
Meski klona Pei Xiu
tidak sekuat dirinya,
tapi dengan kemampuannya, seharusnya dia bisa
melawan Murka.
Namun,
seseorang mengalahkannya hingga tidak bisa melawan balik.
Jadi, aku terus menyelidiki.
Ternyata saat itu,
seorang pemuda berpakaian merah bersama Pangeran Xianle
membantai ratusan prajurit Ban Yue dalam sekejap.
Kalau boleh aku bertanya, Yang Mulia,
siapa sebenarnya
pemuda berpakaian merah ini?
Aku tidak ingat jelas.
Beberapa pedagang juga terjebak di Ban Yue Guan saat itu.
Mungkin dia salah satunya.
Tidak mungkin.
Kudengar dari Pei Xiu,
kau sangat dekat dengan pemuda itu.
Bagaimana kau bisa lupa secepat itu?
Jenderal Pei Ming.
Semua ucapanmu itu
hanya cerita versi Jenderal Pei Xiu.
Lagi pula, dia juga bersalah.
Kredibilitas perkataanmu
harus dipertimbangkan.
Kalau begitu,
bisakah Jenderal Nan Yang dan Xuan Zhen maju untuk membantu kami?
Bagaimana ini,
Para Jenderal?
Itu dia.
Simitar Mematikan.
Simitar menyeramkan Hua Cheng
dalam pertandingan di alam mimpi para pemuja.
Itu bilah jahat penghancur jiwa,
- dan tubuh beberapa dewa bela diri. - Terima kasih, Para Jenderal.
Rupanya tebakanku benar.
Jika pemuda berpakaian merah yang bersama Pangeran Xianle sungguh dia,
masalahnya tak sesederhana itu.
Jenderal Pei,
maksudmu Putra Mahkota berkomplot dengan Raja Hantu Putus Asa
dan memfitnah Jenderal Pei Xiu?
Siapa dia?
Belum tentu.
Hanya saja orang itu sangat kompeten
dan mungkin menipu Yang Mulia
untuk menutupi jejaknya.
Jenderal Pei,
jika kau tak percaya,
percayalah pada Master Angin.
Master Angin mendengar
pengakuan bersalah Jenderal Pei Xiu.
Kau juga bisa bertanya kepada Kaisar Langit sekarang
bahwa aku ditipu atau tidak.
Selain itu, anggap saja,
pelakunya memang Hua Cheng.
Apa hubungannya dengan perbuatan Jenderal Pei Xiu?
Hanya karena dia Raja Hantu Putus Asa,
bisakah difitnah atas hal yang tidak dilakukan?
Kurasa kita harus mempertimbangkan kembali masalah ini.
Penasihat Kerajaan Ban Yue harus diinterogasi lebih lanjut.
- Untuk apa? - Jenderal, lupakan saja.
Tidak ada tipuan.
Aku pelakunya.
Aku sudah mengecewakanmu.
Kenapa Penasihat Kerajaan Ban Yue membuatmu bingung?
Diam.
Jenderal.
Aku berani mengakui perbuatanku.
Karena aku tertangkap,
aku tidak takut konsekuensi apa pun!
Mana bisa Jenderal Pei Xiu...
Cukup.
Insiden Ban Yue Guan sudah berakhir.
Bawa Pei Xiu pergi dan asingkan dia.
- Baik. - Baik.
Tapi luka di cangkang kosong ini
disebabkan Simitar Mematikan.
Itu masalah lain.
Yang Mulia, periksalah menyeluruh.
Aku akan menyelidikinya menyeluruh
agar kalian bisa tenang.
Sekian untuk hari ini.
Xianle.
Kau tetap di sini.
Ya.
Qing Xuan,
demi kakakmu,
bisakah jangan membuat onar lagi?
Jenderal Pei Ming,
jangan pakai kakakku untuk menekanku.
- Aku tak takut padanya. - Kau...
Kau.
Pei Xiu begini karenamu.
Itu salahnya sendiri.
Apa hubungannya denganku?
Yang Mulia?
Yang Mulia?
Apa yang terjadi?
Rapat selesai.
Sudah selesai?
Apa yang baru saja dibahas?
Aku tidak mendengar apa pun.
Itu tidak penting.
No comments yet. Be the first to leave one.