The first 200 lines.
Lembaga Pemasyarakatan Tacumbu di Paraguay.
Salah satu penjara paling berbahaya di Bumi.
Rumah bagi 4,000 penjahat terburuk di negara ini.
Dari pengedar narkoba hingga pembunuh.
Aku menembaknya dengan senjatanya sendiri.
Kerusuhan fatal membuat Tacumbu terkenal karena kebrutalan dan pertumpahan darah.
Dia terbunuh di Tacumbu dalam kerusuhan.
Kepalanya dipenggal.
Penjara ini sangat kekurangan dana, tahanan harus bekerja untuk setiap dolar.
Ini menjijikkan.
Apa yang kau cari?
Makanan untuk dijual...
Dan hanya yang terkuat yang bertahan.
Bisa kau bayangkan ini menembus kulitmu?
Itulah hidup di Tacumbu.
Namaku Raphael Rowe ,
aku akan habiskan seminggu terkurung di penjara Amerika Selatan ini.
untuk melihat bagaimana kehidupan jika setiap hari bertarung untuk bertahan.
Aku belum pernah melihat seperti ini di penjara mana pun di dunia.
Ini bukan pertama kalinya aku dipenjara.
Aku didakwa di Inggris atas pembunuhan yang tak kulakukan
dan dihukum seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.
Butuh 12 tahun untuk membersihkan namaku.
Sekarang aku berkeliling dunia untuk mencari tahu seperti apa kehidupan
dalam beberapa penjara terberat di dunia.
Paraguay, terletak di antara Brasil, Argentina, dan Bolivia,
jadi salah satu rute penyelundupan narkoba terbesar di Amerika Selatan.
Di sini, di daerah ibu kota, Asuncion,
geng rival terlibat pertempuran berdarah untuk kendali perdagangan ini.
Polisi berusaha membendung aliran narkoba dan kekerasan yang terus berlanjut.
Tapi dengan banyaknya kemiskinan,
penduduk lokal tak punya pilihan selain memilih pihak.
Banyak yang ditahan akan berakhir di sini.
Lembaga Pemasyarakatan Tacumbu, di jantung daerah kumuh.
Aku akan menghabiskan seminggu di Tacumbu.
Terhubung dengan kekerasan geng dan persaingan faksi.
Sangat banyak hingga pekan-pekan terakhir terjadi kerusuhan.
Jadi, aku cukup gugup masuk ke sana
karena itu tempat paling berbahaya di negara ini.
Sangat padat dan kekurangan dana,
Tacumbu adalah rumah bagi penjahat paling kejam di negara ini.
Dua pekan lalu,
dua tahanan dibunuh dalam kerusuhan akibat perseteruan antar geng bertikai.
Sekarang, aku akan melihat sendiri
yang diperlukan untuk bertahan di penjara paling ditakuti di Amerika Selatan.
Ada 35 penjaga penjara untuk 4,000 tahanan
di penjara yang akan kutuju,
dan itu menggangguku, membuatku khawatir
karena siapa melindungi para tahanan?
Siapa yang melindungi penjaga?
Siapa yang melindungiku?
Langkah pertama, pemeriksaan narkoba dan senjata.
Dua tahanan ditikam sampai mati di sini dua pekan lalu.
Jadi, sebagai pendatang baru, kuharapkan pencarian tubuh menyeluruh.
Pisau dan bahkan pistol secara rutin diselundupkan ke penjara,
tapi yang kudapat, hanya pemeriksaan cepat dengan detektor logam.
Sejauh ini tahun ini,
ada kematian setiap dua pekan di dalam Tacumbu.
Harus kuakui, aku sangat gugup
dengan apa yang menungguku di penjara.
Saat memasuki bagian utama penjara, aku tak percaya apa yang kulihat.
Seperti berada di daerah kumuh luas yang penuh sesak dan berbahaya.
Mereka tampak seperti tinggal di luar.
Mereka bahkan tak punya ranjang, apalagi sel.
Aku bersyukur didampingi
kepala keamanan Tacumbu, Julio Cesar.
Terlihat sangat berantakan,
sangat mengancam,
sangat mengerikan.
Bagaimana kau mengaturnya sebagai kepala keamanan?
Pada pandangan pertama, ini kacau,
karena terlalu padat.
Kita kelebihan populasi sebanyak tiga atau empat kali lipat
dari kapasitas penjara ini.
Demi keselamatanku,
kuharap ini bukan tempatku tidur.
Ini akan menjadi blok selmu.
Aku lega saat gerbang ditutup.
Ini Paviliun D, satu dari banyak blok di Tacumbu.
Sel-sel ini, menampung 150 tahanan,
dibiayai oleh Gereja Katolik,
bukan geng narkoba yang mengendalikan sebagian besar penjara.
Tapi para tahanan yang berkuasa di sini
dan mereka menunjuk Edgar, dengan masa hukuman 25 tahun,
untuk menjalankan tempat ini.
Mulai kini, kau hanya bisa pergi dengan izin Edgar.
Aku membuat keputusan di sini.
Untuk bisa tinggal di sini,
kau harus mengikuti peraturan kami.
Siapa pun boleh mendaftar tinggal di sini, tapi Edgar yang memutuskan.
Mereka yang tidak mengikuti aturan akan diusir.
Aku akan mengikuti aturan apa pun untuk tetap di sini
daripada di luar sana.
- Kau pernah dipenjara? - Ya.
Kau pernah membunuh orang lain di penjara?
Tidak.
- Pengguna narkoba? - Tidak.
Cobalah berteman dengan sesama tahanan.
Pemerkosa, penculik, pembunuh, pengedar narkoba.
Kita semua tinggal di blok ini.
Berapa lama masa tahananmu, Edgar?
Awalnya aku dihukum sembilan tahun.
Apa kejahatan yang kau lakukan?
Aku di sini karena perdagangan narkoba.
Mereka menangkapku dengan 1,500 kilogram narkoba.
Haruskah aku takut padamu?
Kau bosnya. Kau mengendalikan tempat ini.
Aku di sini untuk membantu, bukan agar orang lain takut padaku.
Aku menghormatimu dan kau menghormatiku kembali.
Aku lega saat Edgar setuju aku bisa tinggal di Paviliun D.
Aku akan membawamu ke sel agar bisa bertemu teman selmu.
Baik.
Tapi khawatir dengan siapa aku akan berbagi sel.
- Hai. - Justo?
Ya, ada apa?
Apa kabar?
Senang bertemu denganmu. Raphael.
Senang bertemu.
- Senang bertemu. - Selamat datang di rumah kami.
Edgar memasangkanku dengan veteran Paviliun D Diego dan Justo.
Ini tempat kecil untuk tiga pria dewasa.
Kau akan terbiasa.
Ada banyak tahanan lain yang jauh lebih buruk dari kita.
Jadi, mana ranjangku?
Untukmu? Ini untukmu.
Aku mendapat selimut tapak kucing.
Ini bagus sekali, bukan? Boleh kucoba?
Kulihat apakah nyaman?
Baik. Mari kita lihat apakah cocok.
Ini sangat sempit, tapi harus kukatakan ini lembut.
Banyak tahanan mau lakukan apa pun untuk ranjang seperti ini, bukan?
Terkadang kau bisa terbunuh karena kasur.
Jadi, apa aku harus membayar kasur dan seprai ini?
Di sini kau tak perlu bayar, tapi kau harus bayar di tempat lain.
Tempat lain di luar paviliun ini,
kau harus membayar untuk kasur dan tempat tidurmu.
Di sel ini, aku tak perlu membayarnya?
Ya, tapi ada hampir 50 peraturan yang harus kau patuhi.
Karena Gereja Katolik mendanai Paviliun D,
mereka juga menetapkan aturan,
termasuk pergi ke kebaktian Minggu.
Misalnya, kau tak boleh membawa senjata tajam atau pisau.
Dilarang minum alkohol dan gunakan kokaina.
Bagaimana dengan ini?
Dilarang buang air kecil,
buang ingus dan buang air besar di lantai.
Ini bukan hal-hal yang kulakukan
jadi, sepertinya aku akan baik saja di sini.
Tapi kurasa agar aku merasa aman di sel dengan kalian berdua,
aku harus tahu beberapa hal tentang kalian.
Perbuatanmu, masa hukuman, dan sudah berapa lama di penjara?
Aku tak tahu.
Aku di sini karena perampokan.
tapi sebelumnya, aku di sini karena pembunuhan.
Kau pembunuh?
Bahkan ada penjaga yang mati karena aku.
Justo mungkin pembunuh,
tapi selama dia mengikuti banyak aturan
yang diatur oleh gereja di Paviliun D,
dia bisa hidup nyaman dan aman secara gratis.
Mengingat cara orang-orang di luar blok berjuang untuk bertahan hidup,
tampaknya itu layak dibayar.
Ini masih sangat pagi.
Baru saja lewat pukul 5:30, tapi mereka sudah siap.
Kecoak berjalan di seberang meja.
Kurangnya dana berarti penjaga di sini kalah jumlah, 125 banding satu,
tapi mereka masih lakukan hal mendasar seperti panggilan kehadiran.
Salah satu syarat tinggal di Paviliun D
adalah tahanan harus bekerja setidaknya empat jam sehari.
Justo, pekerjaan tukang kayu,
menawarkan menunjukkan karyanya membuat tanduk minum tradisional.
Baik. Aku akan menaruh ini di pangkuanmu, agar kau tak kotor.
Apa kau membuatnya sebagai hobi atau untuk dijual?
Ya, aku menjualnya.
Saat ini aku habiskan uang untuk makanan.
Seberapa penting uang untuk bertahan hidup di Tacumbu?
Jika kau tak punya uang,
jika kau tak punya teman maka kau bukan siapa-siapa.
Di lingkungan ini, di tempat ini.
Tampaknya di Tacumbu, kau harus membayar biayamu sendiri.
Bagiku, aku diberi pekerjaan di dapur penjara,
tapi pergi ke sana berarti meninggalkan keamanan Paviliun D.
Apakah aku bebas pergi dari Paviliun D ke tempat lain di penjara
yang aku ingin tuju?
Ya.
Tapi untuk menghindari kekerasan, kau harus menghindari tempat yang salah.
Di mana tempat yang salah?
Tinglado, tempat mereka mengisap narkoba.
Apa nasihatmu?
Kau harus tahu saatnya untuk tak ikut campur.
Kita membicarakan hidup atau mati.
Seserius itu, bukan?
Ya.
Untuk ke dapur,
aku harus tinggalkan tempat aman, bersih, dan istimewa ini.
Dan melewati Tinglado yang mengerikan.
Orang-orang di sini tampak kekurangan makan dan putus asa.
Penuh sesak,
dan sepertinya tak ada penjaga yang memegang kendali.
Ini terasa seperti tempat kumuh berbahaya, kotor, tanpa hukum.
No comments yet. Be the first to leave one.