The first 179 lines.
Jauh di dalam jiwamu tersembunyilah
Kekuatan yang tak bisa kau kendalikan
Tapi ketakutan untuk melepaskan
Membuatmu gemetar
Tapi ini takdirmu
Api membara yang membebaskanmu
Terasakah energi itu
Tumbuh di dalam dirimu?
Saatnya menghadapi bahaya
Jangan lagi menahannya
Saat kegelapan muncul
Rasakan api di dalam dirimu
Saat sihir berkuasa Bisakah kau melepaskan kekuatan naga?
Selagi musuh mengamuk
Kita pun bertempur
Saat sihir berkuasa Bisakah kau melepaskan kekuatan naga?
Edina!
Kita harus menghentikannya.
Tahan! Jangan sampai sekolah kita runtuh.
Ini terlalu kuat!
Edina!
Tidak!
Aku takjub kita sedang menuju ke Stadion Mestras. Stadion itu!
Hal terkeren sepanjang masa!
Key, untuk kali terakhir, kita hanya mengantar labu,
lalu langsung pulang ke peternakan.
Benar. Tapi kita akan berada di sana
saat para pemain terbaik Kal Asterock bertanding. Itu… Wah!
Kenapa kau sangat antusias?
Ini hanya pertandingan persahabatan di antara sekelompok anak.
Sekelompok anak?
Tahukah Ayah betapa pentingnya sekolah ini bagi Gorotama?
Pemain terbaik di dunia berasal dari Kal Asterock.
Ya, kau hanya mengatakannya sekitar seratus kali.
Tim Mawar. Bayangan. Penyair.
Lalu tim terbaik di antara mereka…
Tim Naga. Ya, kau juga menyebutkan mereka.
Tapi Ayah, pasti keren jika bisa melihat stadionnya.
Mungkin aku akan melihat pertandingannya.
BAB I KEBANGUNAN
Lalu, Ragno mengambil bola, mendribel. Gelandang benar-benar tak tahu.
Dia melepaskan Tama Katapel Naga khasnya.
Terbang dengan anggunnya ke langit dan menembak!
Kiper tak punya kesempatan!
Tim Naga mencetak angka!
Penonton pun menggila.
Naga!
Naga!
Naga! Na…
Segera ambil labu-labunya.
- Maafkan aku, Ayah. - Tahukah kau?
Tak boleh membicarakan Gorotama lagi.
Berfokuslah pada pekerjaanmu.
Kau! Rakyat jelata! Bereskan kekacauan ini.
- Kami terburu-buru. - Rakyat jelata, ya?
Kau tak mendengarku?
Kukatakan kami terburu-buru.
Maaf. Aku tak menerima perintah dari orang yang tak tahu tata krama.
- Aku tak menyukai nada bicaramu. - Wah. Kau ingin aku…
- Mencoba di sini? - Key!
Kumohon, lepaskan dia.
Dia tak tahu kapan harus berhenti bicara.
Dia harus belajar cara bicara kepada kaum yang lebih baik.
Ayo, Ragno.
Kita datang untuk menggilas Serba Bintang, bukan rakyat jelata sombong.
Ayo pergi ke stadion.
Stadion? Serba Bintang?
Tunggu, kalian adalah Tim Naga.
Lalu kau! Kau Ragno! Wah.
Kalian mengagumkan.
Sungguh, suatu kehormatan bisa bergaul dengan kalian.
Kau pun menggunakan Tama Cakar Naga itu! Ini hari terhebat dalam hidupku.
Ayo, Ragno. Aku lapar.
Ayo pergi dari sini.
Hei, tunggu, jangan pergi.
Boleh minta tanda tangan?
Sudah Ayah katakan, pemain Gorotama tak sepadan dengan waktumu.
Itu sangat…
Keren!
Labunya rusak bagaimana?
Dadaku. Stres. Ini berlebihan.
Jika aku tak memberi makan para pemain, reputasiku akan hancur.
Aku harus bernapas.
Maafkan aku, Tournefeuille. Akan kuambilkan labu lagi.
Benarkah? Tiba-tiba, aku merasa jauh lebih baik.
Tapi mungkin aku harus menghindari mengangkat beban berat.
Hanya untuk memastikan.
Key, selagi Ayah pergi, bantu Tournefeuille mengurus labu.
Dalam situasi apa pun, kau tak boleh berada di dekat stadion.
Jalan!
Tolong simpan ini di gudang bawah tanah di bawah jembatan. Cepat.
"Dalam situasi apa pun, kau tak boleh berada di dekat stadion."
Sangat tidak adil.
Majikan… Aduh!
Majikan Jam…
Aku belum siap.
Butuh bantuan?
- Siapa kau? - Maaf.
Aku cuma mendengar suara dan melihatmu salah satu pemain Kal Asterock, dan…
Boleh minta tanda tangan?
Kau mau tanda tanganku?
- Kumohon. - Baiklah.
Caramu menangkap bola dengan wajah… Cara kuno! Sangat keren!
Itu bukan apa-apa.
Hanya cara kami pemain Gorotama.
"Ssyelle."
Kau bermain untuk tim apa?
Hei, boleh lihat Tama-mu?
Tama-ku? Tidak. Tak boleh.
Itu akan sangat tidak etis dan melanggar peraturan.
Maksudku, jelas tidak boleh.
Tapi kumohon.
Ayahku melarangku pergi ke stadion.
Ini mungkin satu-satunya kesempatanku melihat bintang Gorotama sejati beraksi.
Anu… Tapi satu kali saja. Setuju?
Kau siap?
Majikan…
Jam!
Ini membeku dalam waktu. Ini berhasil!
Benarkah?
Ini sangat buruk.
Sempurna. Masakanku yang terbaik.
Ini pasti perbuatanmu.
Ayah memberimu satu tugas, Ssyelle, mengumpulkan limun untuk para pemain.
Kau malah berbuat apa?
Menyebabkan kekacauan ini!
- Aku… - Serbuan Donkeybug itu kesalahanku.
Kalau begitu, kau harus segera membereskan ini.
Sedangkan kau, kau dihukum seumur hidupmu!
Kau tak perlu melakukan itu, tahu?
Aku tahu.
- Tapi aku memintamu menunjukkan Tama-mu. - Tentang itu…
Aku bukan pemain Kal Asterock.
Ya. Aku sudah tahu.
Tapi aku akan mulai sebagai anak kelas satu.
Wah. Semua pemain hadir di sini.
Ini dia!
Sup Tournefeuille yang terkenal, sedap, tapi memelihara tubuh.
Menyingkir, Pecundang!
Aku sangat lapar.
Hei, apakah itu Pregrina Freaks, kiper Bayangan yang terkenal?
Lebih tepatnya yang terkenal jahat.
Tama-nya adalah yang paling menakutkan yang pernah dilihat di sekolah.
Karena itulah tak ada yang menghalanginya.
Sepertinya Pregrina memakan hampir seluruh stoples Firespice.
Mustahil dia bisa bermain.
Pertandingannya harus batal.
Tapi kau pasti punya pengganti?
Tidak. Pregrina sangat gila, tak akan ada yang mau mengajukan diri untuk tim.
Ssyelle harus menggantikannya.
- Apa? - Dia kiper yang hebat.
Kenapa anak desa ini ada di sini?
Berani sekali kau menyarankan bahwa orang biasa begini harus bermain?
Dia akan masuk ke Kal Asterock tahun depan.
Siapa dirimu sampai menghina dia seperti itu?
Aku tak menyukai sikapmu.
Sudah saatnya aku memberimu pelajaran.
Apa kau akan mulai mengajarkan cara menjadi orang bodoh?
Sudahlah, Ragno.
Tak ada orang waras yang akan mengajukan pemula yang belum teruji melawan kita.
Sebenarnya, menurutku itu ide bagus.
Kau tak serius, bukan?
Dia belum pernah berkompetisi.
Kita menyia-nyiakan permainan.
Jika kau punya ide yang lebih baik, aku ingin mendengarnya.
Pastikan timmu siap, Mara. Terserahlah siapa yang turun ke lapangan.
Pertandingan dilanjutkan.
Bersiaplah. Pertandingan dimulai satu jam lagi.
Apa? Sungguh?
Ini semua sangat bagus, tapi siapa yang akan membagikan limun?
Selamat datang, penggemar Gorotama, di pertandingan yang kalian nantikan
antar para pemain terbaik Kal Asterock.
Bersiaplah untuk pemenang Ketopong Panji,
Tim Naga.
Serta pilihan pemain terbaik musim ini.
Tim Serba Bintang.
- Hei. - Maafkan aku.
Ini sungguh mengagumkan!
Casper, Callista, kita harus bertahan seolah-olah nyawa kita dipertaruhkan.
No comments yet. Be the first to leave one.