Hero

Hero (世间有她)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Hero (2022) CHINESE [BluRay] [5 1] [YTS MX]
A Commentary by tedi
Retail VIDIO | 1h 56m Resync for BluRay

Tags

BluRay
TS
YTS
Published on: 2023-10-07
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hari-hari biasa dalam hidup kita...

...kita anggap remeh karena kita sudah terbiasa.

Semangat hidup kita...

...seringkali hanya muncul karena perubahan mendadak.

Hari-hari menenangkan itu...

...kita justru merasakan jarak.

Namun...

...waktu akhirnya mengubah kita suatu hari...

...dengan cara yang kejam.

WUHAN, CHINA

Yue.

Buka pintunya.

Yue.

- Ada apa? - Aku demam.

Ibu.

Yue demam.

Aku berangkat ke rumah sakit.

- Yue, bagaimana hasilnya? - Aku mungkin terinfeksi.

Tidak ada kamar di rumah sakit. Aku harus menunggu.

Jangan takut. Aku di sini.

Jangan berulah.

Berhenti.

- Pakai maskernya. - Tidak.

Kau harus memakainya. Nenek serius.

- Tidak mau. - Jangan nakal dan dengar Nenek.

Ibu!

Kembali ke kamar sekarang!

Menjauh dari ibu. Kembalilah.

Ayo, cepat ke kamar.

Apa kau mau aku pindah?

Aku mengemasi barangmu untuk di rumah sakit.

Tidak ada kamar kosong di rumah sakit, Bu.

Kita akan karantina di rumah. Akan lebih mudah merawat Yue.

Tidak bisa begitu.

Bagaimana jika dia menularimu dan Dongdong?

Jika harus pindah sekarang, aku harus ke mana?

Di jalanan?

Ini rumahku, beraninya kau memintaku pergi?

Kai.

Belikan aku tiket kereta untuk besok.

Aku akan membawamu dan Dongdong kembali ke Shiyan.

Yue.

Ibu hanya emosi. Jangan dianggap serius.

Aku harus cari tempat dulu jika aku harus pergi.

Aku harus ke mana?

Dia khawatir akan terinfeksi.

Akulah yang kini mungkin terinfeksi.

Kenapa aku harus diusir?

Apa nyawamu lebih penting dari nyawaku?

Begitukah?

Kenapa kau belum berkemas? Di mana Dongdong?

Kita harus ke stasiun kereta.

Ibu, Wuhan sedang karantina.

Karantina? Maksudnya?

Cukup. Ibu paham. Kau tak mau ikut, bukan?

Tidak masalah. Ibu pergi sendiri.

- Ibu. - Jangan panggil aku Ibu.

Ibu, dengar, kota sedang dikarantina.

Bu, kau sedang apa?

Aku mau naik taksi ke stasiun kereta.

- Tidak ada taksi, Bu. - Jangan sentuh aku!

Stasiun dan bandara ditutup. Kau tak bisa ke mana-mana.

Aku sudah bilang, Bu.

Kereta sedang dihentikan.

- Kau harus pulang, Bu. - Baiklah.

Mari pulang.

Pulanglah.

Terus semprot disinfektan.

Kak Er, ada informasi tentang rumah itu?

Aku baru ingat.

Tn. Qiu sedang di Amerika untuk Tahun Baru Imlek.

Tempatnya sedang kosong. Ada di daerahmu.

Aku tahu di mana kuncinya. Akan kucarikan.

Kebetulan sekali.

Tolong tanyakan, bolehkah kupinjam?

Aku akan bayar sewanya.

Aku tak ada pilihan lain. Ada ibu mertua dan anakku di sini.

Nenek sudah bilang. Ibumu sedang tidur siang.

Dia sedang karantina. Jangan nakal.

Masuk, kau tak boleh keluar.

- Aku mau Ibu. - Diam!

- Nak? - Ibu.

Tanganmu.

- Pelan-pelan. - Aku bisa.

Tanganmu.

- Terima kasih, Bu. - Ya, masuklah.

Ini Tahun Baru Imlek!

Tahun Baru Imlek!

Selamat tahun baru!

Dongdong, kemarilah.

Apa kau gembira?

Waktunya mendarat.

- Turun, Sayang. - Mau bilang apa pada Ibu?

- Sayang, mau bilang apa ke Ibu? - Selamat tahun baru!

Apa?

Selamat tahun baru!

Ibu adalah pahlawan, mengalahkan pneumonia!

- Bersulang! - Bersulang!

Bersulang!

Selamat tahun baru, Sayang.

Aku cinta kau, Sayang.

Aku juga.

Ibu.

Sedang apa? Angkat gelasmu.

Ibu, kami menunggumu.

Sedang apa? Kembalilah ke sana!

Tutup pintunya.

Ibu datang.

Selamat tahun baru, Nenek!

Selamat tahun baru, Ibu.

- Selamat tahun baru. - Terima kasih, Yue.

Ibu?

Ini tahun yang berat untukmu.

Untuk Tahun Tikus, aku hanya punya satu harapan kecil.

Itu adalah agar Yue cepat pulih.

Kita semua selamat dan sehat.

Kita semua selamat dan sehat.

Kita semua selamat dan sehat.

Selamat dan sehat.

Bersulang.

Bersulang.

- Bersulang. - Bersulang.

Ibu mungkin demam.

Jangan dekat-dekat.

37,5 derajat.

- Haruskah ke rumah sakit? - Untuk apa?

37,5 derajat tidak begitu parah.

Itu cukup parah.

- Bagaimana jika itu... - Diam.

Amit-amit!

Rumah sakit penuh orang.

Bagaimana jika aku tidak diperiksa tapi tertular di sana?

Aku akan di rumah dan mengurus diri sendiri saja.

Bukankah kau bilang Yue dapat tempat untuk pindah?

Bukan dia, tapi kau Dongdong yang harus segera pindah.

Kai, cepat berkemas.

Bawa barang Dongdong sebanyak mungkin.

Kenapa kami harus pindah?

Haruskah kau bertanya?

Yang benar saja?

Ibu tidak bisa merawatmu dan Dongdong.

Kau harus menjaga Dongdong.

Ayo kemasi barangmu secepat mungkin.

Jika kami pindah...

...tidak ada yang merawatmu dan Yue di rumah.

Apartemen ini penuh virus.

Kau tidak mungkin aman, bukan?

Keselamatanmu dan Dongdong adalah prioritas utama saat ini.

Bu, tenang dan dengarkan.

Siapa yang merawat kalian jika aku pindah?

Kenapa kau banyak bicara?

Aku bisa urus diriku sendiri.

Mundur.

Aku bisa menjaga diriku sendiri.

Aku juga.

Benar, aku akan mengurus Yue.

Jangan cemas.

Aku setuju dengan Ibu kali ini. Bawa Dongdong pergi dari sini.

Jangan khawatir. Kembali ke dalam!

Yue.

Terima kasih telah memihakku hari ini.

Kau menjaga putramu. Aku pun menjaga putraku.

Dengar, Nak.

Kau harus memberi makan Dongdong tepat waktu.

Baik, Bu. Bu, aku baru membuatkannya mi instan.

- Dia takkan lapar, jangan cemas. - Masuk.

Kau tadi bilang mi instan?

Sudah kubilang, Nak...

...mi instan mengandung bahan pengawet.

Bukankah Ibu membawakanmu tepung?

Kau harus membuat mi sendiri.

Bu, aku perlu memeriksa suhu Ibu.

Ibu pun harus minum antibiotik yang selama ini kuminum.

Ibu tidak ingin semua itu. Ibu tidak sakit.

Kau punya cukup susu?

Aku sudah beli beberapa susu terakhir di swalayan dua hari lalu.

Pastikan Dongdong minum susu sebelum tidur.

Suhu Ibu harus dicek setiap dua jam.

Itu anjuran rumah sakit, Bu.

Ibu merasa baik-baik saja.

Ibu merasa sehat, Nak. Ibu baik-baik saja.

Ibu demam, Bu.

Jangan panggil aku "ibu".

Ibu sudah menyuruhmu pergi, tapi kau tak mendengarkan.

Aku tertular karenamu.

Lalu, jika Kai dan Dongdong tertular...

...maka kaulah yang menghancurkan keluarga.

Apa perkataan Ibu yang kau tak mau dengarkan?

Anak macam apa kau?

Kau baru bertengkar dengan Ibu lagi?

Itu benar, dia tidak bisa menahan diri.

Apa gunanya melemparkan kesalahan?

Itu dugaan Ibu.

Kaulah yang pertama demam dan bergejala.

Jika aku yang pertama bergejala, bukan berarti aku sumbernya.

Setiap orang menghadapinya secara berbeda.

Kenapa bukan dia sumbernya?

Ibu selalu pergi bersama Kak Ming saat dia kemari.

Baik ke pasar petani atau swalayan.

Dia bahkan tidak mengenakan masker.

Hero subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Hero

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left