The first 149 lines.
Buka pintunya!
Jangan mendekat.
Apa yang kau lakukan? Pergi, sana!
Tidak!
MASTER OF THE HOUSE
Ini adalah hari terakhir pembacaan doa dalam upacara pemakaman
Roongroj Thevasatitpaisarn, atau Taipan Roongroj,
presiden Theva Gems,
perusahaan perhiasan sepuluh miliar baht.
Tunggu.
Polisi mengatakan kematiannya akibat kecelakaan.
Setelah kematian Roongroj,
pewaris kerajaan sepuluh miliar baht belum terungkap
apakah putra sulungnya, Phupat,
yang membantu ayahnya mengembangkan perusahaannya ke luar negeri,
atau putra keduanya, Mavin,
yang memiliki koneksi ke berbagai macam industri,
membantu pertumbuhan Theva Gems dengan pesat.
Halo, Pak Menteri. Terima kasih sudah datang.
- Aku turut berduka. - Terima kasih.
Banyak tamu hari ini.
- Silakan masuk. - Baik.
Lewat sini, Pak.
Silakan.
Area ini hanya untuk anggota keluarga.
Tamu yang terhormat,
ini hari terakhir kita memanjatkan doa.
Sekarang, eulogi yang dipersembahkan
untuk Roongroj kita tercinta akan dibacakan.
Aku ingin mempersilakan
Tuan Phupat untuk menyampaikan euloginya.
Halo.
Aku berterima kasih kepada kalian semua
karena sudah hadir untuk ikut mengantar ayahku ke surga sebelum dikremasi.
Atas nama keluarga Thevasatitpaisarn,
Aku ingin
menceritakan beberapa kisah untuk mengenang ayah kami tercinta.
Sejak aku masih muda,
Aku sering melihat ayahku duduk di mejanya seharian.
Dia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membuat perhiasan.
Aku sempat bertanya-tanya...
kenapa dia bekerja sekeras itu.
Sampai akhirnya aku mengerti
bahwa dia melakukan semua itu untuk kita semua.
Hari ini, meski tanpa kehadirannya...
ada yang ingin kusampaikan padanya.
Jangan khawatirkan kami, Ayah.
Aku akan mengurus semuanya sekarang.
Beristirahatlah dengan tenang, Ayah.
Yupin, bisa jelaskan secara singkat jadwal kita hari ini?
Tamu hadir mulai pukul lima sore.
Band mulai pukul enam sore.
Makanan siap jam tujuh malam, Bu.
Bagus.
Beri tahu semuanya untuk siap sejam sebelum pesta dimulai, oke?
Ya, Nyonya.
Kaimook, kau tahu jadwal hari ini, 'kan?
Pastikan Bapak masuk tepat waktu.
Ya, Nyonya.
- Nn. Cartier. - Bee.
Kenapa kau membiarkannya keluar?
- Cuci kakinya sekarang. - Maaf.
Cepat!
Kita, kenapa kau bicara padanya seperti itu, Nak?
Kaew!
Kaew!
Ya, Ny. Araya.
Lamban sekali.
Pestanya malam ini.
Kenapa tak kau berikan besok saja?
Ibu.
Ter!
Lama tak bertemu.
Aku kangen Ibu.
- Ibu merindukanmu. - Aku juga, Bu.
Bagaimana kabarmu?
Sehat. Bagaimana dengan Ibu?
Sehat.
Koki. Malam ini kami akan melayani 19 tamu,
ada sembilan kursi di tiap sisinya,
- dan Bapak duduk di meja paling ujung. - Baiklah.
Mesa.
Berikan Bapak ikan putih, jangan daging.
Ubah tenderloin menjadi ikan...
- Fai, siapkan pencuci mulut Bapak. - Ya? Baik.
Hari ini pencuci mulutnya ala Thailand. Sudah kusiapkan.
Ini dia.
Terima kasih.
Hati-hati.
Meteoritnya ditemukan di sekitar laut dan pesisir itu.
Area Itu kaya akan mineral langka,
dan pemilik lisensinya adalah temanku.
Ayah.
Kita harus buat keputusan
soal tambang berlian di Merida.
Kenapa kau percaya pria kulit putih itu? Dia bisa dipercaya?
Percayalah padaku.
Aku dekat dengan pemilik tambangnya.
Kau dapat apa darinya?
Kenapa terburu-buru?
Jika kita lambat,
saingan kita, Gentle Gems, akan mendapatkannya, Ayah.
Ayah.
Tambang itu terlalu mahal, biarkan Gentle Gems membelinya.
Ayah lebih suka investasi di Pride, perusahaan yang kuusulkan.
Barangnya ada. Mereka hanya butuh investasi kita.
Jika bagus, kenapa terancam bangkrut?
Kita akan ambil alih.
Apa gunanya? Perusahaannya mau bangkrut.
Harganya lebih murah daripada milik pria kulit putih itu.
Aku mengenalnya baik. Dia temanku.
- Teman bisa berkhianat. - Kalian yakin?
Apa pendapatmu, Kaimook?
Ya?
Coba sampaikan
pendapatmu.
Yah,
jika kita masih ragu,
kita tak perlu memutuskannya sekarang.
Baiklah.
Kenapa terburu-buru?
Ini masalah sederhana.
Bahkan Kaimook lebih bijak daripada eksekutif seperti kalian.
- Ayah. - Cukup!
Keluar, sana.
Sebelum aku marah.
Mau minum teh?
Mulai sekarang
aku tak perlu marah kepada mereka lagi, 'kan?
Hai, Carlos.
Ya, beri aku sedikit waktu lagi dalam kesepakatan ini, oke?
Ayahku masih butuh sedikit diyakinkan.
Ya, cepatlah.
Kesepakatan ini hanya untukmu.
Selesaikan agar kita bisa minum-minum.
Ya, tentu.
- Ya, sampai jumpa, oke? - Oke.
- Dah. - Dah.
Kau kurusan? Kebanyakan belajar?
Aku tinggal tanpamu di New York.
Makanannya tak enak, Bu.
Kau mau apa?
- Sebenarnya, aku ingin dua mobil lagi. - Mobil?
Shutter, kau baru tiba tapi sudah minta dibelikan mobil?
Kau terlalu memanjakannya.
Kaew, anggur.
Ayah berulah lagi?
Aku muak bicara padanya.
Ayah hanya menggubris Kaimook.
No comments yet. Be the first to leave one.