The first 148 lines.
Lalu, aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut
bertanduk 10 dan berkepala 7; di atas tanduknya terdapat 10 mahkota,
dan di kepalanya ada nama-nama hujat...
Mereka menyembah naga itu, ia memberikan kekuasaan pada binatang itu.
Mereka menyembah binatang itu, dan berkata,
"Siapa yang seperti binatang ini, dan siapa yang bisa melawannya?"
Wahyu 13:1-4
RUANG OPERASI
- Luar biasa. - Seperti biasa, kau hebat.
Itu operasi aneurisma otak yang sulit,
tapi clipping -mu cekatan sekali.
Operasi yang sukses.
Herr dr. Tenma.
Senang bisa menyaksikan lagi
kegeniusan Kenzo Tenma.
Ini berkat bantuan kalian semua.
Terima kasih.
Wah, sudah sesiang ini.
Ya. Operasinya berlangsung enam jam.
Hari ini tak ada pasien rawat jalan. Beristirahatlah.
Di mana Ayah?
Ayah kenapa?
1986, DÜSSELDORF (JERMAN)
Ayo. Bangun.
Bangun, dr. Tenma.
KENZO TENMA
Ini terbalik, 'kan?
EVA HEINEMANN
Harusnya aku yang dibangunkan
dengan ciuman seperti putri.
Eva. Ternyata kau kemari.
Dari Düsseldorf, Pak Reimann?
Lupa, ya, dengan kencan kita, Kenzo?
Tidak, aku tak lupa, kok.
Liebert, penasihat Biro Perdagangan Jerman Timur, telah tiba mencari suaka.
Kemarin beliau menemui pers bersama keluarganya.
Bapak dan Ibu Liebert tak tampak lelah.
Putra dan putri mereka, sepasang kembar fraternal,
juga tampak senang.
Untuk sementara, mereka akan tinggal di Düsseldorf .
Pemerintah akan menjamin kesejahteraan mereka.
Rasanya kurang istirahat...
Hei!
- Bangun! Berita tentangmu! - ...penyanyi opera, Rosenbach,
kemarin kritis akibat pendarahan otak.
Kini kondisinya stabil setelah operasi.
Operasi dijalankan di RS Eisler Memorial.
Dokter Heinemann, direktur rumah sakit, menggelar konferensi pers.
Pak Rosenbach didiagnosis mengalami pecahnya aneurisma otak.
Operasi berjalan lancar
dan prosedur clipping -nya berhasil.
Para penggemar menantikannya. Seberapa besar kemungkinannya pulih?
Kami akan berusaha keras membantu pemulihan suaranya.
Tim dr. Heinemann berpengalaman menjalankan operasi kompleks.
Operasi ini sekali lagi membuktikan derajat negara ini
dalam komunitas medis.
Bagus, 'kan, Kenzo?
Ini bukan berita tentangku, tapi tentang ayahmu.
Memang, sih,
tapi kau berkontribusi dalam tim ayah
mengeksekusi operasi yang sempurna.
Ayah pasti sangat menghargai itu.
Rumah sakit kita jadi diakui berkatmu.
Akulah yang harus berterima kasih.
Aku bisa bekerja di Jerman
berkat ayahmu.
Berjuanglah, Kenzo. Selama kau menuruti Ayah, masa depanmu terjamin.
Tak lama lagi, Ayah akan jadi ketua dewan pengawas rumah sakit.
Lalu, kau akan jadi kepala instalasi bedah.
Dan akhirnya, jadi direktur.
Lalu, aku jadi istri direktur.
Kau harus membahagiakanku, aku tak sanggup hidup susah.
Kau mau kencan di luar atau...
Tensi 128/64.
Spatula otak.
Nah, kita kikis medullary pyramid -nya.
Dokter Tenma, kau masih saja hebat.
Terima kasih.
Dan kau tak cuma ahli bedah.
DR. BECKER
Masih muda sudah jadi Kepala KSM Bedah Saraf.
Direktur dan Kepala Instalasi Bedah menyukaimu.
Hati putri Direktur pun bisa kau ambil.
Apa maksudmu, dr. Becker?
Tak ada maksud buruk,
tapi rumah sakit itu sarat permainan politik.
Kau tahu Direktur cuma memanfaatkanmu, 'kan?
Di konferensi pers untuk TV kemarin, dia pelintir operasi penyanyi opera itu
seakan-akan dia sendiri yang membedahnya.
Yah, kalau dimanfaatkan orang, itu bukti kau punya keahlian.
Kalau sudah dipromosikan, jangan lupakan aku, ya?
Kapan-kapan kutraktir minum.
Ada yang bisa saya bantu?
Apa kau dr. Tenma?
Ya.
Kembalikan suamiku.
Kembalikan suamiku!
Kenapa kau tak membedah suamiku?
Anda...
Suamiku lebih dulu masuk rumah sakit
dibanding penyanyi opera itu!
Kau malah menunda operasi suamiku!
Kau dokter terbaik di rumah sakit ini, 'kan?
Kenapa?
Kenapa?
Memang saat itu...
aku baru akan mengoperasi seorang pekerja konstruksi asal Turki.
Dokter Tenma.
Ya.
Kau jangan di sini.
Segera ke Ruang Operasi Satu.
Ini perintah Direktur. Cepat!
Kau...
Andai kau yang mengoperasi, mungkin suamiku akan selamat!
Ibu!
Kembalikan suamiku!
Ibu!
Lalu, aku berebut gaun itu dengan temanku.
Ukuran itu tinggal satu.
Tenang saja. Aku yang dapat gaunnya.
Hei, kau dengar, tidak?
Ya.
Dari tadi kau ini kenapa?
Aku tadi baca laporannya.
Dokter Becker mengoperasi orang Turki itu.
Kau masih kepikiran itu?
Dia terlalu lama mengoperasi pasiennya.
Andai aku yang membedah,
orang Turki itu mungkin bisa selamat.
Sudahlah. Kita sedang makan.
Tapi, aku harus bagaimana lagi?
Aku cuma mengikuti perintah Direktur
untuk membedah penyanyi opera itu.
Bukan salahku.
Benar, 'kan?
Tentu saja.
Karena nyawa setiap orang tak diciptakan setara.
Kembalikan suamiku!
Kembalikan suamiku!
Kembalikan...
Rumahnya ini?
Ya, tetangganya menelepon polisi.
Berapa banyak tembakan?
Sekitar 5-6.
Itu rumah siapa?
Itu kediaman Pak Liebert, pembelot dari Jerman Timur.
Apa? Ini bisa runyam.
Dalam hitungan ketiga.
No comments yet. Be the first to leave one.