Amsterdam

Amsterdam

Download Indonesian Subtitle

Release info

Amsterdam 2022 ALL BluRay&WEBRip
A Commentary by tedi
Retail Hotstar Resync for BluRay

Tags

webrip
web
BluRay
BRip
Published on: 2022-12-07
Downloads: 98
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEBAGIAN BESAR DARI KISAH INI SUNGGUH TERJADI.

DOKTER DAN AHLI BEDAH

Aku sedang bekerja di kantorku di Jalan 138.

Biasanya merawat korban Perang Dunia seperti diriku.

Lihat? Indah.

Semua dari cedera yang ingin dilupakan masyarakat.

Perbaiki wajah, menghibur orang, menyanyikan lagu.

Kacang

Mataku tertinggal di Prancis.

Aku sering diperiksa dewan medis...

karena membuat obat-obatan baru.

Kita butuh obat-obatan yang belum tercipta...

untuk mengurangi nyeri dan depresi.

Semoga pil ini lebih baik.

Semoga kau benar.

Beberapa obat lebih manjur.

Dosis keduaku hari ini.

Aku merasa bugar.

Victor, mau coba?

Aku akan coba obat baru minggu depan.

Obat itu membuatmu bertenaga.

Pakai celanamu, Burt. Sudah kuperbaiki.

Kau baik-baik saja?

Akibat cedera perang, kupakai penyangga punggung yang kubenci.

Kau akan dipenjara...

- jika tempat ini tak ditutup. - Itu tak menolong, Shirley.

Obat eksperimen.

- Kau tampak sehat. Infeksinya? - Baik.

Bagus. Dan aku menerima pesannya.

Tak perlu bayar sekarang.

Burt, ada pesan.

Orang tuamu telepon. Tak bisa hadir hari raya.

Herb Getz tanya soal obat telinga.

Harold Woodman telepon. Temui dia di alamat ini.

Masuk saja. Urgen.

Aku bekerja dengan pengacara...

sahabatku saat perang, Harold Woodman.

- Hei, Burt. - Ada apa? Tempat apa ini?

- Kasus ini amat penting. - Sungguh?

- Upahnya besar. - Bagus.

Ada banyak tagihan.

Orang mengandalkan bisnis kita.

Terlebih penting, ini amat berarti bagi kita.

Berarti bagaimana?

- Kau peduli gala tahunan? - Ya.

Katamu kita veteran perlu mengadakan reuni...

- agar diingat. - Benar.

Katamu berkumpul dan bernyanyi adalah obat yang manjur untuk kita.

Apa intinya?

Ada prosedur tertentu...

dan kau menyukai prosedur tertentu lebih dari yang lain.

Katakan saja. Prosedur macam apa?

Untuk apa bunga ini?

Makan malam bersama Beatrice.

- Makan malam bersama Beatrice? - Ya.

- Mengecewakan. - Dia istriku.

Dia bisa lakukan prosedurnya?

Ya. Dia bisa.

- Dia tak mau. - Dia mau.

- Tenang. - Siapa ini?

Ini Liz Meekins, Burt.

Meekins? Maksudmu kerabat...

Dia ayahku. Aku tahu kau mengaguminya.

- Ya. - Kami mengaguminya. Sampai kini.

Sungguh.

Karena itu dia akan pidato di reuni kami tahun ini.

Senang berkenalan denganmu.

- Kita mau bertemu ayahmu? - Biar dia bicara, Burt.

Kemarin ayahku pulang naik kapal.

Baiklah. Dia ke Eropa untuk berbisnis.

Dia sakit? Biar kuperiksa. Di mana dia?

Temuilah dia.

Ya. Ayo.

Tempat ini indah. Coba lihat.

Di mana...

Jenderal "Diam dan Tenang" Bill yang baik?

Permisi.

Alergiku parah hari ini.

Aku bangun dan hidungku tersumbat...

sepanjang hari.

Entah apa kegiatanmu dan aku tak mau tahu.

Dua jam lagi pembalsam datang.

Apa yang terjadi? Dia akan berpidato di gala.

Kau akan membantuku?

Aku tak percaya dia meninggal wajar.

Dia sangat sehat.

Keluargaku tak sependapat. Mereka salah. Mereka pembohong.

Aku minta autopsi.

Benar. Itu hakmu. Ayahmu tak meninggalkan surat wasiat.

Kau kerabat terdekat. Aku baca dokumennya.

Aku benci autopsi, Harold. Kau tahu.

Kita harus lakukan, Burt.

Kita bertemu karena Bill "Diam dan Tenang" Meekins.

Dia membentuk resimen kita.

Kenapa dia bisa meninggal? Maksudmu ini mencurigakan?

Ya, ini mencurigakan.

Mau menyanyi bersamaku?

Katanya kalian menyanyi bersama saat kau berperang.

Dia amat menikmatinya.

-Kenangan berharga -Kenangan

Malaikat tak terlihat

Diutus dari suatu tempat untuk jiwaku

Cepatlah.

Waktumu dua jam untuk melakukan rencanamu.

Kau harus lakukan autopsi...

lalu temui aku di Restoran Minters.

Laporkan temuanmu.

- Kenapa dua jam? - Karena kita di kamar mayat.

Mereka mau menguburnya.

Restoran Minters, setelah pukul 17.00.

- Bawa dia pergi. - Kita harus pergi, Burt.

Harold? Aku tahu isi pikiranmu.

Liz, maaf. Halo.

Ada mayat kulit putih dalam kotak.

Bahkan bukan peti mati.

Orang penting, dalam kotak pinus dari kayu tua.

Bahkan tidak ada penutupnya.

Putrinya menangis.

Siapa yang akan bermasalah?

- Orang Kulit Hitam. - Milton.

Kita harus bawa, pemimpin kita, yang mendirikan resimen kita...

ke dalam truk.

Lakukan autopsi.

Temui aku di Restoran Minters setelahnya.

- Baik. - Aku perlu tahu.

- Aku perlu tahu temuanmu. - Baik.

- Restoran Minters pukul 17.00. - Milton.

- Tolong berhati-hati. - Rodanya rusak.

- Itu tidak berhati-hati. - Milton.

- Kau tak boleh mengemudi mobilku. - Pembalsam akan datang.

Sebaiknya kau sudah di sini. Dua jam.

Kau ingat Burt, bukan?

- Tentu. - Irma St. Clair.

- Halo, Burt. - Halo, Irma.

Tenang. Aku mengautopsi sedikitnya dua kali sebulan.

Aku mengautopsi dua kali seumur hidupku.

Pertama untuk buktikan klem tak tertinggal di usus kecil...

kedua untuk ambil klem yang tertinggal di usus kecil.

Kini kita tahu kau pakar usus kecil, Burt. Terima kasih.

Kapan-kapan minum kopi dengan Burt, Irma.

Mungkin kau saja minum kopi bersama Irma.

Kami berteman, Milton.

Kau tahu, Irma...

istrinya tak mau membela dia di depan keluarganya.

Sudah setahun mereka tidak serumah.

Itu keadaanku. Jangan sekarang.

Aku hanya ingin kau bahagia.

Jenazah membuatmu sadar...

waktu itu singkat dan cinta itu nyata, jika kau tahu itu apa.

- Ada apa ini? - Autopsi. Dokumen.

Polisi menunggu jasad ini kembali ke kamar mayat.

Semakin cepat mulai, semakin cepat dia keluar.

Dua orang ini harus segera pergi.

Mereka veteran. Mereka melayani negara.

- Tunggu di McGee's. - Kami tunggu di McGee's.

Di McGee's.

Irma orang Portugis. Itu berbeda.

Aku tak tahu kau orang Portugis.

Memang bukan.

Kau yang mulai atau aku?

Ini sulit karena aku mengenalnya.

- Tanda tangan saja kalau mau. - Tidak.

- Harold butuh itu. - Aku bisa bantu.

Dia orang yang baik.

Ini dia.

Astaga.

Aku lupa menanyakan kabarmu.

Suamiku pergi.

Ini sudah biasa terjadi.

Maaf.

Tak apa-apa.

Cinta sejati didasari oleh pilihan, bukan kebutuhan.

Kau butuh istrimu...

atau kau memilih istrimu?

Tak bisa dua-duanya?

Tidak. Yang terpenting adalah yang kedua.

Itu yang terpenting.

Pilihan lebih berarti dari kebutuhan.

Aku tak suka sendirian.

Itu "kebutuhan".

Aku membuka perutnya. Lihat itu.

Ya. Warnanya tidak lazim.

- Sesuatu... - Ya.

Diberikan dalam kurun waktu tertentu.

Entah berapa lama.

Dia baru pulang dari Eropa.

Aku akan menjahitnya dan ambil sampel darah.

Besok kukabari.

- Masih di kantor yang sama? - Ya.

Kata Harold kau pantas hidup lebih baik...

tetapi kau biarkan dirimu dirusak.

Katanya kau mengikuti Tuhan yang salah.

Apa? "Dirusak"?

"Mengikuti Tuhan yang salah"? Kenapa tak bilang kepadaku?

- Apa artinya? - Entahlah.

Mungkin kau tak sadar terlalu antusias dan bersemangat...

hingga sudah terlambat.

Saat perang berakhir, kau kehilangan jati dirimu...

bahkan di rumahmu sendiri.

Kami butuh ruang ini.

More Indonesian subtitles for Amsterdam

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left