Jurnal Risa

Jurnal Risa

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Jurnal Risa S1E9 WEB Disney Hotstar
A Commentary by gugel_drev
Ep.9 Cocok untuk Versi https://ngefilm21.club/

Tags

web
TS
Published on: 2023-07-15
Downloads: 39
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kita sama-sama doain buat Dewi.

Pasti ada jalan keluarnya.

Mustika pamungkas.

Kalau kata Mamat, mustikanya bisa buat bantu usir hantu.

Nanti aku tanya Papa, pasti Papa punya peta daerah sini.

Jangan ke situ.

Ni Itje itu dulu dukun ilmu hitam.

Harus sekarang ya?

Makin lama, Dewi makin bahaya.

Kita cari makam Ki Deden, kata Ni Itje ada di bawah batu nisan.

Ayo kita samperin Dewi.

Suster!

Pergi!

Dewi!

Dewi! Dew!

Dewi, Dewi!

Neng sekarang balik.

Bahaya.

Neng, ayo.

Berhari-hari di bawah sana.

Sampai akhirnya meninggal...

sendirian.

Kasihan ya.

Aku takut Dewi dibawa pergi.

Dibawa ke mana, Teh?

Ya dibawa pulang atuh, Kang.

Ke alamnya.

A Nicko, enggak lucu tahu bercandanya.

Siapa yang bercanda.

Tapi Teh Risa salah tahu.

Annelies enggak sendirian.

Dia kan sama bonekanya.

Pintar kamu, Ko!

Ingat enggak bonekanya Dewi pindah-pindah sendiri?

Maksudnya?

Annelies pengen bonekanya Dewi?

Pinter kamu, Kang.

Aduh.

Sini.

Kita tanya Agus sekalian jenguk Bapak.

-Ya? -Ya.

-Assalamualaikum. -Waalaikumsalam.

Bapak gimana? Sehat?

Sudah segar ini juga.

Sudah boleh makan bebas.

Ini, Risa bawain baju ganti sama makanan.

Aduh di rumah sakit ini mah makanan enggak ada rasanya.

Yang lain mana?

Lagi mau jengukin Dewi.

Bapak kapan boleh pulang?

Lagi nunggu hasil lab kata dokter mah.

Aduh itu mah suster yang ambil darah tadi, sakit.

Enggak kayak suster yang kemarin.

Bapak masa masih takut sama jarum suntik?

Kalah dong sama Indy.

Om.

Dewi belum sadar?

Mungkin yang selama ini kamu bilang, benar.

Maafkan Om ya, Risa.

Om sekarang percaya?

Kakek saya mungkin bisa bantu, Om.

Mamanya Dewi udah panggil bantuan.

A Angga, itu dukun ya?

Mungkin pawang ular.

Aa, mau ke mana?

Penasaran.

Ko. Nicko, Nicko!

Dek, mau ke mana?

Masuk.

-Ini, Ko. -Ini?

Hei, ngapain kalian?

Kita nyasar.

-Kita nyasar, Pak. -Iya.

Jangan di sini.

Maaf, Pak.

Mama!

Ma, enggak mau, Ma.

Enggak mau, Ma!

Ma! Enggak mau! Ma!

Enggak mau!

Dewi. Dewi?

-Wi. -Sekarang sudah aman, tapi nanti malam...

Maaf, Ki, ada lagi?

Ayo kita bereskan, supaya tidak ada masalah lagi.

Dewi.

Suster, enggak apa-apa?

Mau saya antar ke kamar?

Siapa nama kamu?

Risa, Suster.

Sebentar.

Suster istirahat, ya. Permisi.

Gus, Agus!

Aduh.

Ada apa, Risa?

Kamu ingat bonekanya Dewi?

Boneka Emma?

Kamu tahu boneka itu dapat dari mana?

Kata Mama sih beli di pasar barang antik.

Kenapa?

Boneka itu sekarang di mana?

Kayaknya sih ditinggal di rumah tua.

Kenapa, Sa?

-Sebentar. -Sa?

Aku sama Indy jagain sepeda aja ya.

Takut ya?

Takut sepedanya ilang, A Nicko.

Ya, kalian berdua di sini aja.

Tapi kalau ada siapa-siapa, bilang ya.

Ya, Aa.

Ayo.

Kita berpencar.

Neng, kamu cari di kamar Dewi.

Kakang ikut ya.

-Ayo. -Ayo.

Kang, itu di kolong kasur.

Neng, ada yang perlu dibantu?

Kenapa, Teh?

Udah ketemu belum?

Tarik, Teh.

Aduh.

Aduh. Maaf, Pak, jadi ngerepotin.

Tenang aja. Saya mah malah senang kalau ada anak-anak di rumah.

Jadi rame.

Riri, jangan nakal ya.

-Indy juga ya. -Aa tuh yang nakal.

Ya udah, Pak. Permisi.

Silakan.

Salam buat Aki ya.

Teteh, hati-hati ya.

-Permisi, Pak. -Ya, silakan.

Awas hati-hati.

-Assalamualaikum. -Waalaikumsalam.

Kulon.

Yah, keduluan kita.

Keduluan siapa?

Itu, dukunnya Dewi.

Kita jengukin Bapak dulu.

Kalau dukun itu udah selesai, kita ketemu di kamar Dewi.

Terus kita ke kamar Dewinya gimana?

Ayo.

-Suster. -Iya, Dek.

Suster yang dirawat di sini udah keluar?

Suster?

Dari kemarin kamar ini kosong, Dek.

-Makasih, Sus. -Sama-sama.

Suster siapa, Neng?

-Assalamualaikum. -Waalaikumsalam.

Apa kata dokter, Pak?

Sebenarnya Bapak sudah bisa pulang,

tapi Bapak masih pingin di sini.

Kenapa, Pak?

Perhatian, ditujukan kepada seluruh pengunjung rumah sakit,

waktu berkunjung sudah selesai.

Para pengunjung yang tidak memiliki kartu pengunjung

dan masih berada di ruangan rawat, diharapkan segera pulang.

Kami ulangi, ditujukan kepada seluruh pengunjung rumah sakit,

waktu berkunjung sudah selesai.

Para pengunjung yang tidak memiliki kartu pengunjung

dan masih berada di ruang rawat, diharapkan segera pulang.

Terima kasih atas perhatiannya.

Enggak mau, Ma. Enggak mau.

Ma, enggak mau.

Ma.

Mama!

-Dewi. -Enggak mau!

Enggak mau.

Ma, enggak mau!

Ma, dingin!

Enggak mau!

Ma, dingin!

Enggak mau.

Enggak mau, dingin! Ma!

Teh.

Aa cek kamarnya Dewi dulu ya.

Ya A, hati-hati.

Mama, enggak mau.

Enggak mau.

Sabar ya, Wi.

-Enggak mau. -Biar sembuh.

Enggak mau.

Enggak mau!

-Sakit, Ma. Sakit! -Dewi.

Jangan terpengaruh. Itu tipuan.

Muslihat, tipu.

Ma, sakit.

Kalau kita usir dia,

bakal ada masalah baru.

Masalah baru?

Gak ada yang anterin.

Makin susah dicarinya.

Aku tak ada pilihan lain, Mamat.

Kasihan Dewi.

Kalau dia lepas, Neng bisa apa?

Belum tahu.

Sekarang aku cuma pingin Dewi balik kaya dulu lagi.

Ayo, Teh.

Ayo.

Sakit.

Sakit!

Lepasin! Sakit!

Jurnal Risa subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Jurnal Risa

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left