Springsteen: Deliver Me from Nowhere

Springsteen: Deliver Me from Nowhere

Download Indonesian Subtitle

Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] π’ππ‘πˆππ†π’π“π„π„π: πƒπžπ₯𝐒𝐯𝐞𝐫 𝐌𝐞 𝐟𝐫𝐨𝐦 𝐍𝐨𝐰𝐑𝐞𝐫𝐞 πŸπŸŽπŸπŸ“ 𝐃𝐒𝐍𝐏 𝐖𝐄𝐁
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : 𝟎𝟏:πŸ“πŸ—:πŸπŸ’ || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑫𝑺𝑡+ || *ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-01-23
Downloads: 96
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Pergilah.

Hei, Nak.

Ayah?

Kata Ibu sudah waktunya pulang.

Tunggu di luar.

Kau perundung! Kau tak menyadarinya!

Aku tak mengenalmu.

Kau merusak dirimu. Kau merusak keluarga ini.

Tak akan kubiarkan. Tidak akan.

Teriakan dan jeritan…

- Bruce! - Cukup!

Dia sekolah besok. Jangan ganggu dia!

Aku tak mau dia bertumbuh di rumah yang membuatnya ketakutan…

Satu, dua, tiga!

Terima kasih.

Hei.

Fantastis.

Benar-benar fantastis.

Terima kasih, Jon.

Penutup tur yang dahsyat.

Perlu sesuatu? Ada air?

Tidak, terima kasih.

Radio setempat di sini. Mereka ingin wawancara.

Juga, penulis dari Creem.

Beri aku lima menit.

- Tentu. - Baik.

Buka pintunya kalau sudah siap.

Terima kasih, Jon.

Kunci untuk rumah sewa yang baru ada di bawah pot, di luar pintu depan.

Teleponnya berfungsi.

Aku masih berpikir ini patut dipertimbangkan, untuk ganti suasana.

Mungkin tempat di kota atau semacamnya.

Sial kau.

Sulit untuk menarikku keluar dari kota kecilku, Jonny.

Kau tahu kota membuatku takut.

Aku hanya ingin pulang. Mengurangi kegiatan.

Baiklah.

Buka pintu kalau sudah siap.

Baik.

Pasti ini. Rumahku istanaku.

Tampaknya tenang dan nyaman.

Usai bereskan barang, datanglah ke garasi.

Motornya hampir selesai.

Baiklah. Setuju.

Kau butuh bantuan atau bisa sendiri?

Tidak, aku bisa. Terima kasih, Matty.

Baik. Sampai nanti.

Aku tak pernah punya mobil baru.

Itu 305 V8, 145 tenaga kuda.

Mungkin tak terlihat, tetapi ini adalah kursi Lear terbaru.

Positraksi antiselip. Atap terbuka.

Pemutar kaset terbaik di kelasnya.

Berkelas.

Aku akan lebih suka jika bisa merekam.

Ini lebih bergaya dari yang biasa.

Namun, ini sangat cocok untuk bintang rock yang tampan.

Aku tahu siapa dirimu.

Aku tidak.

Datanglah ke taman hiburan paling seru, Action Park.

Lebih dari 60 wahana yang spektakuler, pertunjukan, dan atraksi.

Kalian mengenalnya dan mencintainya.

Si Bos sukses besar setelah tiket River Tour terjual habis.

Lagu ini masih populer di radio.

Dari The River, inilah "Hungry Heart" dari Springsteen.

Besarkan suaranya.

Tidak.

Tidak.

Jon. Hei, Kawan.

Kita ada rapat?

- Aku lupa. - Apa kabar, Al?

Aku datang untuk bertemu Yetnikoff.

Dia masih membujuk Bruce untuk merilis outtake?

Benar. Itu akan sulit.

Dia pasti ingin tahu apa berikutnya.

Kita baru selesai tur, berapa lama, seminggu?

Lima hari. Namun, siapa yang hitung?

Apa berikutnya?

Al, ayolah.

Dengarkan. Mumpung kau di sini,

aku tak perlu bilang ini momentum yang terbesar.

Kita masuk sepuluh besar The River.

Menurut kami, ini baru permulaan.

Menurut kami, penampilan berikutnya akan sukses besar.

Kau benar. Tak perlu bilang.

Hanya usul saja. Ini kesempatan emas.

Penyanyi kita sukses dan jangan sampai peluang ini berlalu.

Nanti kusampaikan salammu.

- Pastikan. - Baik.

Terima kasih.

Kisah Lengkap Flannery O'Connor

Stone Pony!

Ya!

Bruce! Bruce! Bruce!

Pintu Masuk Panggung

Kalian mainkan Delta blues. Terima kasih sudah mengajakku.

Bagaikan di gereja.

Kami senang tampil denganmu.

Kami tampil Minggu besok, Bruce.

- Bergabunglah. - Boleh.

Jangan lewatkan.

- Hei, Bruce. - Hei.

- Aku Joey. - Hei.

Romano. Kita satu kelas olahraga.

- Joey. Hei. - Ya.

- Lama tak jumpa. - Ya.

- Apa kabar? - Baik.

Baik.

Tidak sebaik dirimu. Namun, siapa yang sebaik dirimu?

Siapa menduga Springy akan jadi seorang bintang?

Bagaimana orang tuamu?

Mereka bertahan.

- Mereka pindah ke California… - Astaga.

…setelah kita lulus.

Ingat adikku, Faye?

Ayo. Jangan malu.

- Tidak. - Hai.

- Maaf. Aku tak ingat. - Ya.

Faye beberapa tahun di bawah kita.

Aku lupa masa SMA.

Tentu. Sekarang kau bertemu banyak orang.

Benar.

Romano, ayo pergi.

Tunggu sebentar. Aku sedang bicara dengan Bruce.

Astaga.

- Kutunggu rekaman berikutmu. - Terima kasih.

Dia akan terkenal seperti Elvis.

Tidak. Tak akan.

Baiklah.

Sampai nanti.

- Teruskan, Bung. - Terima kasih.

Aku datang!

Maaf. Kita belum berkenalan.

Katanya dia mau perkenalkan aku, tetapi…

Sejak aku lulus. Aku tak percaya dia mengenalmu.

Aku suka "Lucille" versimu. Kau tidak tanggung-tanggung.

Ya.

Kau suka Little Richard?

Ya.

Maaf, tetapi dia raja rock and roll sejati.

Itu benar.

Aku tahu ini aneh.

Kuminta Joey tak mengganggumu,

tetapi jika kau ingin mengobrol atau minum kopi atau…

Sama sekali tidak aneh.

Aku bertemu beberapa saudari.

- Pastinya. - Aku…

Jujur, aku mengencani seseorang saat ini.

Tidak serius.

Aku yakin kita bisa bersenang-senang.

Aku hanya ragu apa aku menyenangkan.

- Aku paham. Aku hanya penggemar. - Baik.

Kau punya banyak penggemar, jadi…

Benar.

Jika kau berubah pikiran dan ingin bertemu…

Ya. Mungkin suatu hari.

- Itu akan menyenangkan. - Baik.

Bruce, kau payah!

Pelanggan lain yang puas.

Bukan penggemar Little Richard.

Teriakan dan jeritan…

- Bruce! - Seharusnya kau malu.

Kau perundung. Kau tak menyadarinya!

Aku tak mengenalmu.

Kau tak tahu apa yang terjadi.

Aku tak mau dia bertumbuh di rumah yang membuatnya ketakutan.

Berdiri.

Angkat tanganmu.

Aku lelah.

Kau terlalu muda untuk lelah.

Ayah tahu aku tak suka berkelahi.

Terkadang kau harus berkelahi. Ayo.

Ini seru. Angkat tanganmu.

Angkat. Lindungi wajahmu.

Bagus. Itu dia.

Bagus. Arah sini.

Parap.

Bukan. Tangan ini. Parap.

Tidak. Tangan ini. Lihat.

Parap.

Tidak. Tangan ini. Ayo.

Jantanlah. Pukul aku.

Ini. Lebih kuat. Ayo.

- Lebih kuat. - Douglas! Cukup!

Aku cerita ke Walter tentang malam di Hamburg.

Pertunjukan dimulai dan suasananya bagai Night of the Living Dead.

Semua hanya duduk diam.

Lalu, Max mulai intro drum, dan semua langsung berdiri.

Mereka langsung aktif.

Mereka semua aktif.

Aku tak akan melupakannya.

Bagaikan ombak besar.

Andai bisa, mereka mau kau tampil lagi besok.

Kita sukses di sana.

Namun, kurasa rekaman berikut

akan membuatmu terkenal.

Kau mengerti.

Begitu masuk tangga lagu, mereka mau tiga untuk berikutnya.

Kau harus terus eksis.

Itu bukan kita, Jon.

Kita lebih suka buat album, bukan single.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left