The first 189 lines.
DULU KITA BERTEMAN, EPISODE 4
Tak mungkin dia akan mengecek di internet.
Dia tak begitu.
Mana mungkin dia cari
Dia tak begitu.
Tak mungkin.
PORTAL NOVEL WEB PAZER
DULU KITA BERTEMAN
DULU KITA BERTEMAN, EPISODE 4
โฆYOON CUMA MENYUKAI TAE-HAโฆ
Bukan main. Dasarโฆ
DULU KITA BERTEMAN, EPISODE 1
DULU KITA BERTEMAN, EPISODE 2
DULU KITA BERTEMAN, EPISODE 3
AKHIR EPISODE 3
PIKIRAN LIARMU DAN TATAPAN CEMASMU
EPISODE 7
Tahu tidak?
Sepertinya.
EBC juga antusias
soal kelas matematika.
Wajar, sih.
Soalnya yang mengajar si genius matematika.
- Ya, 'kan? - Ya.
Tentu saja aku sangat menghargai keputusanmu.
Santai saja.
- Santai saja. - Ya.
Tapi terkadang, orang bisa berubah pikiran.
Jadi, aku mau tanya sekali lagi.
Siapa tahu kau berubahโฆ
Kurasa belum.
Bantu aku membujuknya.
dan tak bicara sembarangan yang bisa merusak reputasi sekolah.
Para wali kelas,
cek seragam murid kalian
dan pastikan mereka bersikap baik.
Semoga semuanya berjalan lancar tanpa kendala.
Pastikan ini sukses.
Kita bisa!
- Baiklah. - Ya.
Terutama guru-guru baru kita.
Dan bintang acara ini,
Pak Ga Woo-su.
Pak Ga Woo-su.
- Ya. - Terima kasih sebelumnya.
Mari kita tuntaskan ini!
Da-ju, semuanya sudah beres, 'kan?
Ya, pokoknya, keinginan kita akan tercapai.
Bibi Young-hee.
Ini dia orang yang ditunggu-tunggu.
Kok, kau masih terlihat tampan
dengan pakaian mencolok itu?
Kalau begitu, saya serahkan padamu.
- Baik, Bu. - Baguslah.
Jadi, kau keponakan Kepsek, ya.
Bibi Young-hee, penampilan utama syuting hari ini
sudah pasti solo serulingku.
Begitu tirai dibuka dan aku muncul di panggung,
lampu sorot akan fokus padaku.
Intinya, yang lain lewat.
Minumlah ini.
Kenapa?
Ini dari tempat favoritku.
Bibi tahu.
Minumlah.
Teruslah minum.
Ayo, habiskan sampai tetes terakhir.
Kau jago sekali.
Mungkin aku harus berhenti mengajar saat episode ini tayang.
Astaga.
Bibi lihat tidak, semua guru baru itu pakai jas?
Sumpah.
Paling-paling, mereka cuma muncul sebentar di latar belakang.
Aku kasihan pada mereka.
Benar sekali.
Obatnya tak langsung bereaksi.
Bibi bilang apa?
Tak ada waktu mengobrol. Aku harus berlatih dengan kru kamera.
Maaf, ya, E-den.
Merekamnya diam-diam?
Hei.
Jangan bilang begitu. Kesannya seperti kejahatan.
Jika kau menyalakan ini,
ini akan merekam apa pun yang ada di depannya.
Aku tak bisa.
Aku sungguh tak bisa.
Aku tak boleh menarik perhatian.
Jika mengacau lagi, aku bisa dipenjara.
Tunggu, duduklah kembali.
Saya tahu Woo-su cukup keras,
tapi dia takkan memenjarakan murid.
Kau harus mau
untuk menebus semua waktu yang kau buang di kelas saya.
Beraninya kau menulis esai di kelas saya.
Kau tahu saya sakit hati?
Aku sungguh menyesalinya, tapiโฆ
Ada alasan kuat saya memercayakan ini padamu.
Kau tak paham juga?
Tidak.
Jika kau tak mauโฆ
Kami semua akan dipecat.
Kau tak peduli?
Dipecat?
Perintah Kepsek.
Kau tahu bagaimana reaksinya
jika kami tak mematuhinya.
Jika kami dipecat,
saya aman-aman saja.
Tak masalah.
Tapiโฆ
Saya tak yakin Pak Jung dan Pak Yoon bisa bangkit lagi dengan mudah.
Kenapa tidak?
Pak Jung akan kesulitan mencari pekerjaan lain karena kakinya.
Kalau Pak Yoonโฆ
Itu tak boleh terjadi.
Benar.
Itu tak boleh terjadi.
Selain ituโฆ
Saya tahu semuanya.
Tentang apa?
Serius?
Saya lebih jeli dari dugaanmu.
Saya bisa langsung tahu.
Kau pikir saya takkan tahu?
Aku tak paham maksud Bapak.
Saya sudah tahu selama ini.
Sejak awal.
Pikiran liarmu
dan tatapan cemasmu.
Mana mungkin saya tak tahu?
Saya akan merahasiakannya
asalkan kau merekam.
Oke?
Kok, dia bisa tahu soal novelku?
Ayo, Anak-Anak. Ini bukan waktunya mengobrol.
Kru kamera datang hari ini.
Kalian harusโฆ
Ingat, kalian adalah representasi sekolah kita!
Anak-Anak, kenapa kalian tak belajar?
Berbincanglah dalam bahasa Inggris.
Selesaikan soal matematika juga. Asyik, 'kan?
Hei.
Halo?
Hei, Nak.
Ji-a.
Ji-a.
Terima kasih, Jenny.
Mana seragammu?
Sudah kucuci.
Kenapa?
Kenapa dicuci kalau harus dipakai ke sekolah?
Seragamku kena minyak.
Kau harus tetap memakainya meski ada noda minyak.
Kau harus tetap memakainya meski masih basah karena dicuci.
Kenapa harus hari ini?
Mana baju olahragamu?
Aku tak membawanya.
Kalau begitu, pinjam satu dan ganti bajumu.
Sudah, tak usah.
Tak perlu. Siapa namamu?
Choi Ji-a, Bu.
Bawa mejamu dan ikut saya.
Ayo, jangan lama-lama.
Tak ada waktu lagi.
Ada apa ini?
Pak Ga.
Saya mau menyuruh Choi Ji-a
belajar di ruang konseling sampai jam pelajaran kelima.
- Bawa mejamu ke sini. - Kembalilah ke kelas.
Pak Ga.
Bisa kita bicara?
Seperti yang kau tahu, kru EBC syuting di sini hari ini.
Dia juga tidur di kelas
dan tak pakai seragam pula.
Selain itu, lihat saja pakaiannya.
Ini hari yang penting.
Kalau cuma merusak citra sekolah,
lebih baik dia tak di sini.
Saya takut dia muncul di kamera.
Saya rasa tak perlu menyembunyikan salah satu murid kita.
Jangan terlalu lugu, Pak Ga.
Semua acara TV memang sudah diatur.
Cuma sampai jam pelajaran kelima.
Hei.
Kalau Ji-a tak boleh di sini saat syuting,
kelas saya juga takkan ikut.
Kata siapa?
Pak Ga.
Saya rasa saya sudah cukup jelas.
No comments yet. Be the first to leave one.