The first 200 lines.
NO TAIL TO TELL
Ini tidak mungkin terjadi, Si-yeol.
Aku tahu. Aku melihat semuanya, kau tidak akan mati.
Berhentilah membuatku khawatir dan tolong bangunlah, ya?
Tekanan darah pasien menurun.
Tidak, Si-yeol.
Tolong selamatkan dia.
Aku akan lakukan apa pun, kumohon.
Kumohon.
Aku tak tahu harus berbuat apa.
Si-yeol.
Tidakβ¦
Kumohon, jangan.
Kau tidak boleh masuk.
RUANG OPERASI
EPISODE 12 CINTA TANPA PENYESALAN
RUMAH SAKIT WOOSONG
Apa ini?
Manik rubah.
Apa?
Kau bilang dukun itu mengincarnya.
Itu bisa direnggut dariku. Jadi, kau simpanlah dahulu baik-baik.
Tidak apakah jika aku yang menyimpannya?
Seharusnya tidak berbahaya
selama kau tidak membukanya.
Meski terlihat seperti kotak kayu biasa,
seorang rubah ekor delapan menggunakan sisa kekuatannya untuk menyegelnya.
Agar dukun menyedihkan itu
tidak bisa melacak energi manik ini, apalagi rubah ekor delapan itu sendiri.
Bukan itu maksudku.
Kau yakin memercayakan sesuatu sepenting ini kepadaku?
Kenapa tidak?
Karena
kau tahu segalanya.
Kau tahu seperti apa diriku,
bagaimana sifat asliku sebenarnya.
Jangan sok.
Kau tidak seistimewa itu.
Kau pikir menjadi orang jahat itu mudah?
Aku tidak percaya manusia itu pada dasarnya baik,
tetapi menurutku mereka juga tak sepenuhnya jahat atau egois juga.
Meski kau punya sisi buruk jauh di dalam dirimu,
aku yakin itu bukan satu-satunya sifatmu.
Jujur saja, aku tidak tahu.
Awalnya,
aku tidak merasa aku orang yang sejahat itu.
Namun, pada suatu titik,
- aku sadar telah menjadi⦠- Menyedihkan.
Itu wajar.
Jika selalu menunjukkan sisi terburuk, kau akan makin tenggelam.
Jangan khawatir.
Akan kusimpan dengan aman.
Namun,
benarkah ada cara bagiku dan Si-yeol untuk mendapatkan hidup kami kembali?
Jangan khawatir. Fokuslah untuk sembuh.
Jika kau mati sebelum aku bertindak,
maka tidak akan ada cara untuk memperbaikinya.
Apa itu?
Bukan apa-apa.
Kau tidak bosan?
Kenapa tidak menonton TV?
Korban penembakan telah dibawa ke rumah sakit universitas terdekat.
Polisi telah menetapkan Lee, pria berusia 30-an,
sebagai tersangka utama dan kini dalam pengejaran.
Lee, yang dipenjara sembilan tahun lalu atas berbagai tindak kriminal,
diyakini sebagai pewaris generasi keempat Grup G.
Dia diduga melakukan aksi balas dendam ini usai dibebaskan,
membuat publik gempar.
Kelly.
Tongkat spons.
- Ikat, tolong. - Baik, Dokter.
Bagaimana hasilnya?
Kami sudah berusaha,
tetapi dia sudah kehilangan banyak darah sebelum operasi,
dan kerusakan organnya terlalu parah.
Kurasa kau harus bersiap untuk kemungkinan terburuk.
Dia mungkin tidak akan bertahan melewati malam ini.
Bangunlah. Ini sama sekali tidak lucu.
Kenapa kauβ¦
Karena akuβ¦
Si-yeol.
Aku belum pernah mengalami ini sebelumnya.
Aku tidak tahu harus berbuat apa.
Apa yang harus kulakukan?
Lebih baikβ¦
Lebih baik aku saja yang dihukum.
Itulah yang kalian inginkan sebenarnya.
Si-yeol tidak melakukan kesalahan apa pun.
Apa yang harus kulakukanβ¦
Apa yang bisa kulakukanβ¦
Saat untuk memilih akan tiba.
Entah kau menjadi manusia
atau dimusnahkan selamanya.
Si-yeol.
Apa yang terjadi?
Tunggu.
Sebenarnya kita mau ke mana?
Aku mengikutimu karena kau minta,
- tetapi kenapa kitaβ¦ - Hanya sajaβ¦
Tempat ini memiliki makna khusus bagiku.
Setidaknya aku ingin memilih lokasi
untuk momen terakhirku.
Apa kau sedang serius?
Kau bilang Si-yeol mungkin tidak akan bertahan malam ini.
Baiklah, dengar.
Bagaimana rubah ekor sembilan lain itu? Maksudku, rubah ekor delapan itu?
Tidak bisakah dia membantu?
Dia tidak bisa.
Menyelamatkan orang yang sekarat di luar kemampuannya.
Jadi, maksudmu aku harus diam saja dan melihat Si-yeol mati?
Hanya ada satu cara.
Namunβ¦
Aku butuh bantuanmu.
Bagaimana caranya?
Ini adalah Pedang Ritual Sajin.
Di dalamnya terdapat kekuatan suci untuk memutus dan menentang takdir.
Lalu, apa yang harus kulakukan dengan itu?
Tikam aku dengan ini.
Apa?
Kubilang, tikam aku.
Maka aku akan lenyap sepenuhnya dari dunia ini,
dan semua yang kacau dan menyimpang karenaku
akan kembali seperti semula.
Dengan begitu, Si-yeolβ¦
Tidak akan mati sia-sia seperti ini.
Namun, tetap sajaβ¦
Kita tak punya waktu untuk ragu.
Jika Si-yeol mati seperti ini,
maka tak ada yang bisa kita lakukan.
Itu berarti kau juga akan mati.
Ini akhir bagiku. Momen terakhirku.
Tak pernah kubayangkan akhir yang seperti ini.
Namun, Geum-ho,
kurasa akhirnya aku mengerti ucapan terakhirmu.
Ucapan yang seumur hidup kucoba pahami,
tetapi tidak pernah kumengerti
sampai momen ini.
Akhir hidupku mungkin tidak sesuai yang aku inginkan
dan momen terakhirku mungkin tragis.
Meski begituβ¦
Aku telah menjalani hidupku sendiri, sama sepertimu.
Tanpa penyesalan.
Jadi, beginilah akhirnya.
Eun-ho.
Eun-ho!
Benarkah aku melakukan iniβ¦
Bukan.
Aku yang memilih ini.
Bertahanlah.
Aku akan cari bantuanβ¦
Jangan pergi.
Tetaplah bersamaku.
Waktuku tidak banyak lagi.
Kenapa kau melakukan ini?
Kau bilang akan mengusahakan yang terbaik bagi kita.
Namun, bukan ini caranya.
Setelah aku lenyap,
aku bahkan tak bisa bayangkan
seperti apa dunia itu nanti.
Namun, setidaknya aku bisa menyelamatkanmu
dan mengembalikan hidupmu.
Semua itu tidak penting lagi bagiku.
Aku hanya ingin bersamamu
dan menjalani hidup normal.
Meski aku tidak punya apa-apa,
aku hanya ingin kita bersama, ya?
Kumohon jangan mati.
Jangan tinggalkan aku begini.
Si-yeol, apa kau ingat
taruhan yang kita buat?
Kau bilang akan mengabulkan satu permintaanku.
Ya, aku ingat.
Setelah semuanya kembali normal,
aku berniat menghapus ingatanmu.
Agar kau tidak terluka
atau merindukanku.
Agar kau bisa menjalani hidup yang normal dan bahagia,
seperti sebelumnya.
Namun, aku tak punya kekuatan itu lagi.
Eun-ho⦠tolong jangan.
Eun-ho.
Jadi, tolong lupakan aku.
Itu permintaanku.
Eun-ho, tidak!
Tidak⦠Eun-ho!
Eun-hoβ¦
Sebenarnya aku tak berniat mengatakan ini.
Aku tahu seharusnya tidakβ¦
Jadi, lupakan yang akan kukatakan ini.
Aku mencintaimu, Si-yeol.
Eun-hoβ¦
Eun-ho!
Eun-ho!
SUNGAI TIGA PENYEBERANGAN
Seperti yang kau lihat, perahu tidak jalan hari ini.
Entah tabiat siapa yang begitu buruk,
tetapi belum pernah kulihat
Sungai Tiga Penyeberangan mengamuk seperti ini.
KANG SI-YEOL
Hasil tesnya tidak bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.