The first 200 lines.
ANGKATAN DARAT REPUBLIK KOREA
Kelahiran 2004.
PRAJURIT PELATIHAN TERBAIK. TAMTAMA KANG SEONG-JAE
Apa? Kau Prajurit Pelatihan Terbaik?
Astaga, akhirnya datang juga prajurit andalan.
Tamtama Kang Seong-jae! Terima kasih!
Astaga, suaramu bagus. Kau juga tampan.
Saat di sekolah, kau pasti...
- Apa? Kucing! - Apa? Apa itu?
Apa itu?
Hei! Bagaimana kalau prajurit baru kita sampai terluka?
Mau apa kau?
- Maafkan aku. - Kemudikan pelan-pelan.
Pelan-pelan.
Aduh, merepotkan sekali.
Astaga, yang terbaik, benar-benar yang terbaik.
Kalau dipikir-pikir, hidupku selalu menjadi pertempuran yang sengit.
Para penjahat menyerang tanpa mengenal waktu dan tempat.
Aku sering kewalahan oleh serbuan musuh
yang datang tanpa henti.
Namun, aku ini siapa?
Prajurit kuat Republik Korea.
Angkatan Darat yang kuat.
Kehidupan nyata yang seperti perang ini
pada akhirnya telah membentukku menjadi prajurit elite...
- Tamtama Kang Seong-jae! - Apa?
Hei, apa pendapatmu tentang situasi ini?
Tampaknya ini sangat tidak benar.
Benar, kan? Bukan karena aku kolot, kan?
Tentu saja tidak.
Anak zaman sekarang bisa tidur nyenyak
tanpa terguncang sedikit pun.
EPISODE 1
BERDASARKAN SERIAL WEBTUN KARYA ROBIN J. JINSU LEE
GANGLIM
Baiklah.
Mulai hari ini, di sinilah rumahmu. Mengerti?
Pos Jaga Ganglim, Kompi Empat, Batalion Satu, Resimen 60.
Divisi 29.
Udaranya luar biasa, bukan?
Ada juga prajurit yang atopinya sembuh di sini.
Kau Prajurit Pelatihan Terbaik, jadi aku tidak khawatir, tapi...
Tetap saja, kehidupan militer ini, dari seluruh penjuru negeri...
Hei!
Kenapa kau tidak fokus? Jika kau mengulanginya lagi
kesabaranku juga ada batasnya.
- Baik, aku mengerti. - Cepat kemari.
Selamat datang di Pos Jaga Ganglim.
- Hormat! Kau sudah kembali? - Hei, Tak!
Bagaimana? Senang rasanya punya junior?
Aku harus memberi tiga tes standar dahulu
untuk menilainya, bukan?
Hei, Berengsek! Apa maksudmu?
Dia prajurit andalan yang jadi Prajurit Pelatihan Terbaik di kamp.
Bukankah yang terjadi di pusat pelatihan itu
sudah tidak ada artinya lagi, Pak?
Astaga, anak ini, baru saja mulai
- sudah mau mengerjai juniornya. - Hei, letakkan itu dan kemari.
Baik.
"Individu ini
dengan pengabdian dan pelayanan demi tanah air..."
Astaga, bagus sekali.
Yang terbaik, ya? Yang terbaik. Prajurit terbaik telah datang.
TES PSIKOLOGI
LINGKUNGAN KELUARGAMU? IBU TUNGGAL
Siapa yang bertugas hari ini?
APAKAH KELUARGAMU HARMONIS? BIASA SAJA
Masih belum keluar.
BERAPA PENDAPATAN BULANAN KELUARGAMU? DI BAWAH 1,8 JUTA
Hei, Prajurit Terbaik.
- Tamtama Kang Seong-jae! - Tidak perlu berbohong.
Isi dengan jujur dan mendetail
sampai jumlah celana dalammu di rumah.
- Siap. - Ya. Duduklah.
- Hei, Tak. - Prajurit Satu Tak Mun-ik.
Apa kau sudah siapkan makgeolli ?
Sudah, Pak. Kutaruh di ruang makan.
- Ada kejadian khusus? - Tidak ada.
KAU MERASA KEHILANGAN ATAU DEPRESI AKHIR-AKHIR INI?
YA
Selamat datang, Tamtama.
- Prajurit. - Tamtama Kang Seong-jae!
Apa yang kau lakukan?
Bukankah kau baru saja memanggilku?
- Sersan Satu. - Ya.
- Sudah keluar? - Begini...
Dia Kelas S, Pak.
Apa?
- Kelas S yang melampaui Kelas A? - Kelas S?
Pasti bagus, kan?
SANGAT BERBAHAYA, S GEJALA DEPRESI SANGAT TINGGI
KECANDUAN GIM SANGAT TINGGI
Hormat!
Kudengar batalion mengirim andalan, jadi aku datang untuk melihatnya.
Dia orangnya? Tatapan matanya tajam sekali.
Andalan apanya? Dia Kelas S.
Apa?
Apa jangan-jangan salah kirim? Ini...
Mereka selalu mengirim orang payah, sudah sering sekali.
Hei.
- Tamtama Kang Seong-jae. - Ke Ruang Kejujuran.
Ke Ruang Kejujuran.
KARTU CATATAN PERSONEL KANG SEONG-JAE
- Ibumu bekerja sebagai apa? - Dia punya truk makanan.
Truk makanan?
Warung kaki lima, ya?
Bukan warung kaki lima, dia ada izin resmi dari kota...
Itu sama saja.
Anak ini, kau mau bermain kata-kata denganku?
Apa ini?
AYAH MENINGGAL DUNIA DUA BULAN SEBELUM WAJIB MILITER
Ayahmu belum lama meninggal dunia.
Benar, dia meninggal dua bulan lalu.
Pasti berat sekali untukmu.
Kejadiannya terlalu tiba-tiba.
Namun, aku sudah jauh lebih baik sekarang.
Astaga.
Prajurit Pelatihan Terbaik apanya?
Dia malah prajurit yang butuh perhatian khusus.
Ini.
Pakai ini di dada sampai kubilang lepas. Paham?
Kalau diajak bicara, jawab!
- Baik. - Menyebalkan sekali.
- Hei, Tak! - Prajurit Satu Tak Mun-ik!
Perkenalkanlah dia pada Komandan Pos Jaga.
Katakan padanya
pemeran utama drama menyedihkan sudah datang.
KOMANDAN POS JAGA, LETNAN SATU JO YE-RIN
Komandan, boleh aku masuk?
Masuk.
Hormat!
- Komandan, aku bawa prajurit baru. - Baik, mari kita lihat.
- Hormat! - Hormat.
Tamtama Kang Seong-jae.
Pada 18 Agustus 2025, ditugaskan ke Pos Jaga Ganglim...
Tamtama Kang Seong-jae telah didaftarkan.
Diperintah...
Diperintahkan di sini...
KANG SEONG-JAE, PRAJURIT BIASA, 22 TAHUN
PERINGATAN 70 TAHUN BERDIRINYA ANGKATAN DARAT
Kau bicara sambil melihat ke mana?
Apa?
Sepertinya aku salah lihat.
Aku tidak mengerti kenapa dari tadi dia terus salah lihat dan dengar.
Semua orang baik-baik saja di luar sana
tapi saat masuk wajib militer, mereka mulai berkhayal.
Baiklah.
Lingkungannya memang sulit untuk beradaptasi
jadi itu bisa dimaklumi.
Namun, seandainya...
Seandainya kau merasa terlalu sulit untuk bertahan
temuilah aku sebelum berpikir untuk bertindak gegabah.
Tidak. Aku sungguh tidak apa-apa.
Tidak. Aku mengatakan ini karena kau terlihat tidak baik-baik saja.
- Mun-ik. - Prajurit Satu Tak Mun-ik.
- Dia sudah makan? - Belum.
- Beri dia makan dahulu. - Baik, aku mengerti.
SINYAL MAKANAN SISA BURUK
JANJI JURU MASAK. DENGAN PENUH TANGGUNG JAWAB
AKU AKAN MEMASAK DEMI KEBUGARAN REKAN-REKANKU
AMBIL SECUKUPNYA!
- Hari ini apa? - Kentang rebus bumbu.
Kau kira aku bertanya karena tidak tahu itu apa?
Ini kentang? Atau tadinya kentang?
Ini seperti makanan yang dikunyah, lalu dimuntahkan.
- Apa? - Bukan, maksudku...
Aku tidak mengharapkan sesuatu yang luar biasa.
Cukup buatkan saja makanan yang layak dimakan.
Ini...
Bukankah ini seperti kentang tumbuk? Gaya Amerika.
Berikutnya.
Yun Dong-hyeon yang memasak, tapi kenapa badannya makin besar?
Kau tidak lihat dia angkat beban pakai daging babi waktu itu?
Makanannya juga.
Katanya dia hanya makan tahu dan dada ayam.
Tampaknya dia jadi Juru Masak bukan untuk memasak
tapi demi protein.
Rasanya tidak enak sekali.
KEWASPADAAN ADALAH MISI KITA
Sebentar lagi kau pasti akan merengek ingin pulang.
- Kalau mau pulang, kupesankan taksi? - Tidak, Pak.
Kau kira ada yang lahir dan besar di Ganglim?
Kau harus siapkan mentalmu baik-baik sebelum masuk ke ruang makan.
Sesuatu yang seperti neraka akan menantimu.
WASPADA SEPENUHNYA, MISI SEMPURNA
Terima kasih kerja kerasnya.
Hei, prajurit baru sudah datang. Skuad Tiga, Skuad Satu.
Kali ini dia anak buah kita, bukan?
KANG SEONG-JAE, ANGKATAN DARAT
- Hei, kita sial lagi. - Apa? Lencana senyum lagi?
Ini bukan tempat sampah, kenapa yang datang cuma orang begitu?
Benar katamu.
- Hei, TMI. - Prajurit Satu Tak Mun-ik.
- Ini Prajurit Baru? - Ya, Pak.
Terima kasih atas makanannya.
Terima kasih atas makanannya.
Hei!
- Hei. - Ayo.
Astaga. Mereka mencium daging segar. Pergilah.
Prajurit baru kita umur berapa?
No comments yet. Be the first to leave one.