Katrina Babies

Katrina Babies

Download Indonesian Subtitle

Release info

Katrina Babies 2022 1080p WEB H264-BIGDOC
A Commentary by tedi
Retail HBO GO | 1h 21m Resync for WEBRip

Tags

web
1080
Published on: 2023-10-06
Downloads: 10
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kemarin adalah bencana.

Hari ini adalah malapetaka.

New Orleans yang kita cintai, tempat paling terdampak Katrina.

Dua tanggul yang menahan air Danau Pontchartrain telah rusak.

Seiring naiknya air di kota tersebut...

Belum ada jawaban tentang bagaimana dan kapan air akan dipompa keluar...

Atau apa yang akan tersisa.

Semua yang pernah ada di New Orleans...

Terancam tenggelam malam ini.

Selamat, Naquanta.

Itu saya.

Sebelum badai terjadi...

Berada di dekat keluarga saya sungguh tiada bandingnya.

Terutama sepupu saya.

Saya masih ingat terakhir kali.

Saat itu bulan Agustus 2005, dan musim panas akan berakhir...

Jadi itu berarti satu hal.

Perayaan kembali ke sekolah di rumah Tina...

Bersama semua sepupu saya.

Rumah Tina adalah tempat bergaul semua anak di keluarga saya.

Terutama karena dia punya empat anak yang semuanya adalah sahabat saya.

Saya masih ingat akhir pekan itu seperti kemarin.

Saya dan semua sepupu berada di luar, bermain, bercanda...

Dan tertawa penuh sukacita.

Tina membuat makanan khasnya, kuah dan nasi.

Saya masih ingat seperti apa aromanya.

Kami pasti bermain di luar berjam-jam sampai lampu jalan menyala.

Begitu kami masuk dan makan...

Kami berkumpul dalam satu ruangan untuk saling bergembira...

Sebelum orang tua kami datang untuk menjemput.

Saya tak menyangka itu kali terakhir kami bersama di rumah itu.

Baiklah.

Sejak badai itu...

Sepertinya semua orang telah melanjutkan hidup.

Di Amerika...

Terutama saat terjadi bencana...

Anak kulit hitam bahkan tidak terpikirkan.

Badai Katrina juga demikian.

Setelah kehilangan begitu banyak...

Kenapa tidak ada yang bertanya apa kami baik-baik saja?

Tidak seorang pun menanyakan bagaimana kabar anak-anak itu.

Edward Buckles, Jr. 13 tahun saat terjadi badai

Jadi saya melakukan itu.

Ada satu di belakang.

Baiklah.

Cierra, Katrina Babies , syuting pertama.

Lolly, Katrina Babies . Wawancara, syuting pertama.

Saat itu usia saya 11 tahun...

Dan hal pertama yang saya ingat adalah saya tertidur.

Hal pertama yang bisa saya ingat...

Hanya langkah kaki yang berlari menyusuri lorong.

Ibu saya berkata, "Cepat bangun. Kita harus pergi."

Hal seperti itu sangat sulit untuk dilupakan.

Hari Jumat, saya berada di sekolah, berjalan-jalan bersama teman.

Pada hari Senin, saya berada di atas atap.

Ibu saya menangis di rumah. Nenek saya menangis di rumah.

Rumah kami hancur.

Hal itu berlebihan. Meskipun saya masih kecil...

Bukannya saya stres...

Seperti bagaimana orang tua saya stres...

Tapi saya hanya merasa tidak nyaman.

Saya tidak mampu berpikir dengan baik.

Anda pernah berkesempatan bicara dengan siapa pun tentang ini?

Di sekolah? Konseling atau apa pun?

Tidak.

Saya mulai mewawancarai orang-orang...

Dan saya tak tahu apa yang saya lakukan...

Tapi saya hanya berpikir, "Ini kisah yang perlu diceritakan."

- Baiklah, kita sudah merekam? - Ya.

Baiklah. Katrina Babies . Betty Buckles.

Betty "Stay Ready" Buckles, syuting pertama.

Kenapa Anda tampak begitu takut dan serius?

Entahlah, saya hanya...

- Ini bukan menakutkan. - Saya tidak takut.

Baiklah, perkenalkan saja diri Anda.

Nama Anda.

Nama Anda dan siapa Anda.

Baiklah.

Apa maksudnya siapa saya?

- Seperti, ibu Anda? - Ya.

Ayah, sebagai orang tua...

Apa yang Anda ingat saat Badai Katrina mendekat...

- Saat seluruh proses Badai Katrina? - Pertanyaan bagus.

Karena saya, istri, dan keluarga...

Kami telah memutuskan pada awalnya bahwa kami akan tinggal.

Kami akan menempuh kehidupan saja.

Tapi pagi itu, hari terakhir kami keluar...

Istri saya berubah pikiran dan dia berkata...

"Aku pikir sebaiknya kita pergi."

Saya sedang tak ingin berdebat. Saya berkata...

"Baiklah, mari kita berkemas dan pergi."

Saya mendengar soal badai ini sekitar satu atau dua pekan penuh.

Lalu Ray Nagin muncul.

Ray Nagin berkata, "Jangan bermain-main dengan badai."

"Tolong keluarkan keluarga Anda dan pergi dari sini."

Jadi, saya bilang pada ayah Anda, "Kita harus pergi."

Hadirin, saya berharap punya kabar lebih baik untuk Anda...

Tapi kita sedang menghadapi badai...

Yang ditakuti sebagian besar dari kita.

Saya tak mau menimbulkan kepanikan...

Tapi saya ingin masyarakat memahami bahwa hal ini sangat serius...

Dan merupakan hal paling serius.

Itu sebabnya kami ambil langkah yang belum ada sebelumnya ini.

Menanti konfirmasi berita dari Walikota New Orleans

Kami tidak bisa pergi begitu saja.

Kami tidak punya transportasi.

Kami bergantung hidup pada gaji.

Kami tidak bisa pergi begitu saja.

20 Agustus 2005

Menunggu badai datang?

- Kau akan menunggu badai? - Tidak.

Orang bersiap menghadapi badai seolah itu bukan masalah.

Pola pikir saya tentang badai...

Pikiran saya terhadap badai itu...

Adalah badai akan selalu datang.

Sepertinya mereka akan datang ke New Orleans...

Lalu berbelok pada detik terakhir.

Nenek saya selalu bilang...

Lower Ninth Ward berada di bawah permukaan laut.

Kami tak bisa tinggal di sini.

Kami berkemas dan saya baru ingat...

Seperti ada sesuatu yang berbeda...

Meskipun saat itu kami tak menyadarinya.

Saya ingat mengemas tas saya dan memasukkan beberapa foto...

Yang saya gantung di kamar tidur saya...

Yang biasanya tidak dilakukan saat Anda merasa akan kembali.

Kami bahkan tak menganggapnya serius. Saya ingat suatu kali...

Saya berada di Proyek Lafitte untuk menghadapi badai...

Dan mereka adakan pesta blok badai.

Mereka menampilkan DJ, semua anggota proyek ada di sana, menari dan makan.

Badai akan datang besok, jadi kami akan bergembira sekarang.

Andai terjadi sesuatu, tapi kami selalu tahu itu tak akan terjadi.

Tak akan terjadi apa-apa. Kami akan baik-baik saja.

Nenek saya berkata...

"Kemasi beberapa pakaian. Kemasi beberapa pakaian saja."

"Ambil semua yang dibutuhkan. Kemasi beberapa pakaian."

Saya benar-benar berpikir bahwa saya dan teman-teman saya...

Sekali lagi, kami berpikir bahwa ini seperti pergi selama 2-3 hari...

Dan akan segera kembali, jadi masih ada kepolosan...

Dan perasaan tidak sungguh mengira bahwa ini akan menjadi masalah besar.

Kami berada di Proyek Lafitte...

Dan saya serta saudara sedang bermain di luar bersama anak-anak lain.

Dan yang bisa saya rasakan adalah angin yang sangat dingin ini.

Sangat berangin.

Sangat berangin sekali, dan terasa sangat dingin.

Saya pergi ke gereja pada Minggu itu, sehari sebelum badai.

Dan pendeta berkata, saya tak akan pernah lupa ini.

Pendeta itu menatap mata ayah saya, dan berkata...

"Kalian akan mengungsi hari ini?" Ayah saya bilang, "Tidak."

Lalu pendeta itu hanya melihat.

Matanya terlihat heran dan kami berjalan pergi.

Saya menoleh ke belakang dan pendeta itu tampak kebingungan.

Saya tak akan melupakan hari itu dalam hidup saya.

Minggu itu, kami bangun, dan ibu saya ketakutan.

Dia berkata, "Kita pergi." Ibu tidak meminta, tapi menyuruh."

"Kita akan segera pergi dari sini, dan kita akan pergi ke suatu tempat."

Ibu saya adalah orang yang punya mimpi...

Dan terkadang mimpi itu seperti terwujud menjadi sesuatu...

Seperti di dalam keluarga. Dia benar-benar spiritual.

Jadi saat dia mengatakan itu...

Saat dia berkata, "Tuhan menyuruh kita pergi"...

Tidak ada yang meragukannya. Itu berarti, "Kami harus pergi."

"Kita pergi dari sini."

"Kalian semua bersiap-siap. Kita harus pergi."

Lalu semua orang mulai bangun.

Anak-anak tampaknya tidak mencemaskan badai itu...

Karena saya rasa mereka tak menyadari betapa seriusnya badai tersebut.

Kami bergegas naik mobil...

Dan kami hanya bawa pakaian untuk selama akhir pekan.

Kami pernah mengungsi, tapi kali ini ada sesuatu yang nyata.

Kota New Orleans perlu bersiap menghadapi...

Badai yang mungkin akan terjadi dan bisa mencapai 281 km per jam.

Tidak ada keraguan...

Bahwa kita sedang membahas...

Tanggul yang akan meluap.

Benar.

Kota ini tampak seperti berada dalam keadaan panik.

Orang-orang berada di SPBU selama berjam-jam.

SPBU dipenuhi kendaraan.

Orang-orang mengumpat, berteriak...

Dan semua orang tunjukkan ekspresi ketidakpastian...

Dan ketakutan pada wajah mereka.

Kedengarannya seperti kiamat sedang terjadi...

Tapi saya masih mengabaikannya, lalu kemudian listrik padam.

Jadi saya hanya duduk di sana, mendengarkan semua hujan ini.

Saya mendengar semua jenis hewan di luar menangis juga.

Hujan, angin, dan sebagainya.

Jadi saya masuk dan menemui ayah saya karena saya takut.

Tapi saya ingat kami bisa melihat ke luar rumah...

Karena kami punya pintu kasa di samping rumah.

Saya melihat benda-benda ini beterbangan...

Dan pepohonan tampak seperti akan lepas dari tanah...

Dan saat itulah saya menyadari, "Ini sesuatu yang serius."

Saya ingat saat itu larut malam, pasti hampir tengah malam.

Saya masih bangun bersama ibu dan saudara saya...

Dan kami mendengar suara yang sangat keras...

Seperti dentuman, atau sesuatu seperti itu.

- Sangat keras. - Suara apa itu?

Itu suara tanggul. Tanggulnya rusak.

Dan entahlah, lalu semuanya seperti tenang.

More Indonesian subtitles for Katrina Babies

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left