The first 129 lines.
Nishikata! Selamat pagi!
Takagi-san! Selamat pagi.
Ada jadwal piket hari ini, jadi aku pergi lebih dahulu.
Baik.
Apa kau akan terlambat lagi hari ini?
Lagi? Masih ada banyak waktu.
Sampai jumpa di sekolah!
Sampai jumpa.
Aku selalu dikerjai oleh Takagi-san.
Namun, hari ini aku akan membalasnya!
Hal inilah yang selalu kupikirkan setiap hari.
Rekaman dari tahun kedua SMP.
Atau, kenanganku.
Kau sebaiknya berhati-hati,
Takagi-san!
Baik, pelajaran ketiga.
Hari ini kita akan membahas future tense .
Ada dua jenis future tense .
Ekspresi menggunakan will dan kata-kata yang memakai be going to.
Kita akan bahas satu per satu.
Mulai dari ekspresi yang menggunakan will.
Mari kita mulai dengan ulasan.
Hei, Nishikata.
Apa?
Apa yang kau lakukan?
Bukan apa-apa. Kenapa?
Tidak ada apa-apa.
Mari kita bahas future tense yang menggunakan will.
Wah!
Bagus! Ini sempurna!
Akan kugunakan ini untuk membalas Takagi-san!
Seperti dalam Bahasa Jepang,
"Tonton", "lari", "makan" yang menyatakan tindakan adalah kata kerja.
Contohnya...
Ada apa?
Kotak pensilku tak mau terbuka.
Apa kotak pensilku penyok?
Kita tambahkan...
Bisa kau bukakan untukku?
Ya, tentu.
Wah!
Jangan berisik, Nishikata!
Maaf!
Nishikata, reaksimu lucu sekali!
Sial, dia mengerjaiku.
Dengan trik yang sudah kurencanakan!
Takagi-san yang minta bantuanku sudah terasa aneh.
Seharusnya aku tahu!
Hei!
Apa? Kau akan mengerjaiku lagi?
Tidak.
Pinjam penghapus, aku lupa bawa.
Kau lebih pelupa dari yang kukira, Takagi-san.
Mungkin benar.
Aku punya satu lagi. Kau pakai saja untuk hari ini jika mau.
Benarkah? Terima kasih!
Omong-omong, kau ingat yang mereka katakan saat kita masih SD,
tulis nama orang yang kau sukai di penghapus dan gunakan sampai habis,
orang itu akan balas menyukaimu?
Ya, aku ingat itu.
Jika dipikir lagi, itu sangat kekanak-kanakan!
Kekanak-kanakan?
Ya, mustahil itu benar.
Bukan begitu?
Kurasa tidak, tetapi...
Kau tak pernah coba?
Tidak. Lagi pula, tak ada orang yang kusukai.
Bagaimana jika kau bingung saat mengerjakan tugas?
Bukankah kau mulai menuliskan nama orang yang kau sukai?
Tidak, bukan aku.
Apa? Benarkah?
Apa? Itu tak menjelaskan apa pun!
Baiklah.
Kurasa kau benar.
Itu sangat kekanak-kanakan.
Mustahil. Apa ada tulisan di sana?
Apa? Kenapa?
Jika ada tulisan, itu karena ulah orang lain!
Kembalikan saja!
Bukankah kau bilang aku bisa menggunakannya seharian?
Ini.
Tidak ada tulisan!
Aku tak bilang ada tulisan.
Saat menggunakan "be going to", gunakan kata kerja dalam bentuk dasarnya...
Tolong ingat ini.
Ternyata kau punya penghapus sendiri!
Sudah kubilang jangan berisik!
Maaf!
Kau membuatku tertawa geli. Hentikan!
Itu kalimatku!
Jadi, pertanyaannya adalah...
Maaf, boleh aku ke toilet?
Silakan.
Jadi, untuk membuat kalimat,
"Apa kau akan mengunjungi temanmu besok?"
Sial, tunggu saja.
Itu dia!
Akan kutulis nama seseorang di penghapusnya
dan mengerjai dia saat kembali dari toilet!
Namun, nama siapa yang kutulis?
Apa?
Aku tak boleh melihatnya.
Mungkin mengintip sedikit.
RO
"Ro"? Jadi, itu bukan namaku.
Itu bukan nama siapa pun di kelas ini juga.
Apa? Lalu, siapa dia?
Masa bodoh! Aku akan melihatnya!
ROUKAMIRO
"Roukamiro"?
Apa?
Lihat ke lorong?
Ah!
Nishikata, kau benar-benar yang terbaik.
Inilah sebabnya aku tak bisa berhenti mengerjaimu.
Sial.
Tunggu saja. Aku akan membalasmu suatu hari nanti.
Aku ragu.
Kau melewatkan peluang besar.
Melewatkan? Apa maksudmu?
Bukan apa-apa.
Perhatikan baik-baik rekanmu selagi kalian menggambar.
Nishikata, jangan banyak bergerak. Lihat aku.
Baiklah! Ganti giliran jika kalian sudah selesai.
Ini.
Terima kasih.
Kita saling bertatapan cukup lama.
Karena untuk menggambar, kita...
Aku hanya mengerjakan tugas.
No comments yet. Be the first to leave one.