The first 200 lines.
Kau lihat pengumumannya, 'kan? Raja mencari pendekar.
Aku lihat persaingannya akan sengit.
Yang benar?
- Yang benar saja. - Dia sangat hebat.
Tak ada yang tersisa.
Aku ke sini untuk mencari pencerahan.
Yang benar saja ini.
Kenapa dia membunuh semuanya?
Apa kau tak tahu? Julukannya "Pedang Yang Tak Ampuni Siapapun".
Ayo, ada lagi yang mau melawanku?
Aku tak mau mati, bagaimana denganmu?
Aku tak mau membuang nyawaku.
Biar aku coba.
- Naik ke atas cepat. - Ke atas?
Aku tak bisa, terlalu tinggi. Aku lebih baik tak mau coba.
Berhenti.
Jangan bercanda, paksa dia naik.
Sial, bokongku.
Cepat.
Aku bukan bercanda, aku tak mau.
Ampuni aku, Nona Ho, aku dipaksa naik.
- Jangan berdiri saja. - Jangan pakai senjata.
- Kenapa? - Aku takut benda tajam.
Aku akan berakhir seperti dua orang tadi.
Omong kosong.
Kau hebat.
Kau sangat hebat.
Cukup, aku menyerah, kau hebat.
Kungfu-mu lumayan, tapi sayangnya, pedangku tak mengampuni orang.
Aku hampir mati.
Ayo cepat jangan berbaring, bersiaga.
Akan menjadi malapetaka jika aku tetap ikut turnamen ini.
Jangan kabur, Raja bisa saja mengangkatmu.
Wanita ini sangat hebat, julukannya "Pedang Yang Tak Ampuni Siapapun".
Aku harus lari untuk menyelamatkan nyawaku.
Penjaga, hentikan dia.
Hsu Chin.
Yang Mulia.
Akui pemenangnya empat.
Ho, Han, Chuang, dan Kao. Sisanya kembali lagi tahun depan.
Perhatian, Yang Mulia memutuskan turnamen selesai.
Kami mengakui empat orang.
Pertama, Ho Li Chun.
Kedua, Han Chen.
Selamat.
Ketiga, Chuang Shih Piao.
Keempat, Kao Wan.
Nona Ho, ayo turun.
Beristirahatlah di rumah tamu.
Yang Mulia akan menerima kalian malam ini.
Terima kasih, Yang Mulia.
Keluarlah, adik kecil.
Kakak, aku di sini.
Kau sangat nyaman di sana.
Kau yang mau ya, jangan salahkan aku kalau kau kalah.
Kau muncul di istana kaisar.
Dunia pasti sudah tau pendekar Chen Jo Yu.
Aku hanya ingin menunjukkan bakatku untuk menarik perhatian.
Tapi aku kalah di babak pertama.
Yang benar?
Siapa musuhmu?
Ho Li-chun sang Pedang Yang Tak Ampuni Siapapun.
Julukan itu terkenal akhir-akhir ini.
Dia sangat dingin tapi dia sangat hebat.
Banyak yang mati di tangan dia.
Ya benar, aku saja hampir mati.
Apa kau melihat dia?
Ada yang bilang dia sangat cantik, tapi sombong.
Karena dia cantik.
Kau bisa bertarung dengan dia?
Sejujurnya, aku bukan tandingan dia.
Aku tanya, raja mencari bakat setiap tahun.
Ada hampir 30 orang selama lima tahun.
Setelah menang, mereka menghilang.
Aku yakin, mereka sudah terdaftar menjadi perampok.
Raja punya kekuatan dan pengaruh, kenapa dia melakukan itu?
Dia mungkin punya rencana lain.
Mengenai beberapa perampok. kita harus cari tahu kebenarannya.
Setelah festival seperti ini setiap tahunnya,...
...selalu saja ada perampokan besar.
Ayo kita cari informasi lagi.
Tunggu sampai gelap.
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan?
Ilmu pedangmu jauh lebih hebat daripada aku.
Tapi tak lebih hebat daripada Ho.
Aku tak percaya dia sehebat itu.
Aku khawatir denganmu.
Kau benar-benar ingin ikut denganku?
Kita terlalu dekat untuk berpisah.
Baiklah, ayo.
Saudara sekalian...
Yang Mulia...
Turnamen tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.
Terutama ilmu pedang Nona Ho.
Kehadiran kalian berempat, suatu kehormatan bagiku.
Kehormatan bagi kami semua.
Tak perlu, aku akan bergantung pada kalian.
Ayo, bersulang.
Kehadiran kalian di turnamen hari ini menunjukkan sisi lemah dan kuat.
Analisa yang baik.
Kalian adalah petarung terbaik.
Aku mempelajari beberapa ilmu saat muda dulu.
Bisa kalian tunjukkan sesuatu?
Siapa yang bisa mengambil gelas ini dariku akan mendapatkan 500 tael.
Kenapa kalian tidak bergerak? Apakah hadiahnya terlalu kecil?
Maafkan aku, Yang Mulia.
Maaf, aku tak bisa mengambil gelasnya.
Maafkan aku.
Yang Mulia paling rendah hati.
Maafkan atas kelancanganku.
Silakan.
Kau terlalu banyak menggunakan tenaga.
Sekarang giliranmu, Nona Ho.
Bersulang untukmu dulu.
Hormatku padamu untuk ilmu yang hebat.
Kalian berempat adalah tangan kananku.
Kalian akan mengerti nanti.
Ayo bersulang.
Ini hujan. Pasti sulit.
Nona Ho tahu juga.
Hei yang di sana, masuklah.
Ayo cepat.
Tunggu, kalau mereka sudah menemukan kita, ayo masuk ke dalam.
Aku tak bisa menghentikanmu tadi, sekarang kau datang tak diundang.
Aku tak bisa mempersulitnya, Yang Mulia.
Jangan mencurigai orang baik.
Adikku ini orang yang polos, aku yang membawa dia ke sini.
Boleh aku tahu namamu?
Tang Ching Yun.
Jadi kau pendekar Tang.
Orang bilang ada pendekar muda yang banyak membantu orang.
Bukankah kau adalah pendekar naga?
Yang Mulia sangat tahu banyak.
Apa yang kau lakukan?
Kakak Tang, suasana istana sudah merubah orang.
Kurang ajar, bicaramu lancang.
Aku tak pernah makan makanan sisa di istana.
Kenapa mulutku begitu lancang?
Kurang ajar.
Jangan memaksa kami, Yang Mulia.
Margamu Tang?
Ya.
Boleh aku lihat pedangmu?
Dalam situasi ini, kau tak akan memberikan pedangmu.
Tapi aku berjanji akan mengembalikannya.
Silahkan lihat.
- Dari mana kau dapatkan ini? - Aku membelinya.
Bukan, pedang ini mempunyai sejarah.
Aku sudah gunakan ini selama 10 tahun.
Tak pernah tahu ada sejarahnya, bisa kau ceritakan?
Apakah milik ayahmu atau gurumu?
Kenapa dia mengucilkan diri selama satu dekade?
Aku tak mengerti.
Tolong beritahu dia, aku mencari dia selama bertahun-tahun.
Beritahu siapa?
Pemilik pedang ini. Kau tidak melihatnya?
Pedang ini ada ukirannya, setiap dia membunuh pendekar...
Dia mengukir garis merah, beritahu dia kalau aku tahu itu.
Katakan padaku Nona Ho, siapa pemiliknya.
Aku juga mencari dia.
Lepaskan mereka, Yang Mulia.
Apa maksudmu?
Biarkan mereka mendapat janjiku.
Akan sangat sulit menangkap kembali seekor harimau.
Jangan khawatir, ke manapun mereka pergi, aku akan menemukannya.
Sepertinya tak ada tempat yang aman selain di neraka.
Ayo.
Kau tahu pemiliknya.
Siapa?
Sun Tien Chen, Cakar Iblis.
Itu benar dia?
Siapa dia?
Kepala dari sekte hitam. Kejam dan jahat.
Tak terdengar selama 10 tahun.
Aku akan kembali.
- Kenapa tak ada lilin? - Buat apa?
Kau bisa melihat wajah dibalik sinar, tapi tidak dibalik hati.
- Kau mencurigaiku? - Kenapa harus mencurigaimu?
Kita sudah berteman tiga tahun, aku tak tahu masa lalumu.
Maafkan aku kalau ada rahasia pribadi.
Kita bukan teman baik.
Rahasia harus disimpan dari orang asing.
Mulai sekarang kita harus berpisah.
Kakak, aku tak mengerti.
Ayo masuklah.
Kau akan melihat gurumu dan memberitahu pesan dari Ho.
Aku tak punya guru.
- Jujur? - Aku tak pernah berbohong.
Biar aku mulai dari awal.
Aku tak memaksamu.
Aku tak akan menyalahkanmu karena rahasiamu.
Tak peduli dari mana asalmu dan siapa gurumu...
...aku percaya padamu, tolong jangan pergi.
Kenapa kau tak ceritakan rahasiamu?
Bagi bebanmu kepadaku.
Kau tak memperlakukanku seperti teman.
Maafkan aku.
Aku akan beritahu kau semuanya.
- Kau pernah dengar Vila Tang? - Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.