The first 200 lines.
Aku menyukaimu.
Punya perasaan seperti ini sekarang,
aku pasti sudah gila.
Tapi tak bisa kupendam.
Perasaanku tak bisa dihentikan.
Aku menyukaimu.
Aku benar-benarโฆ
Menyukaimu, Se-na.
Do La-ik, akuโฆ
Maaf. Hanya sajaโฆ
Ini terlalu mendadak.
Aku bahkan tak paham perasaan ini.
Aku cumaโฆ
Sangat bingung sekarang.
Ya.
Tak apa-apa.
Aku tak memintamu langsung menjawab.
Akan kutungguโฆ
Sampai kau yakin dengan perasaanmu.
Aku akan menunggu sampai kapan pun.
Aku mau tidur.
Baiklah. Selamat tidur.
Bagaimana ini?
Bagaimana ini?
Bagaimana ini?
Aku harus bagaimana?
Bagaimana aku bisa menatap wajahnya?
Aku harus ke kamar mandi.
Tunggu.
Ayo tenang dulu.
Tenang. Seka mataku.
Jaga ekspresiku.
La-ik?
Se-na.
Kupikir kau akan merasa tak nyaman,
bingung bagaimana menghadapiku, lalu menemukan surat ini.
Jadi, aku pergi tanpa bicara.
Aku takut
melihat wajahmu membuatku goyah
untuk kembali ke rumahku.
Berkatmu,
aku jadi berani menghadapi kenyataanku.
Aku mau hidupku kembali seperti semula,
agar aku bisa menghadapimu tanpa merasa malu.
Apa pun keputusanmu,
aku menunggu di sini dengan perasaan yang sama.
Terima kasih sudah membantuku bangkit dari titik terendahku.
Aku bersungguh-sungguh.
Aku menyukaimu.
Akuโฆ
Menyukaimu, Se-na.
Tak mungkin.
Mana mungkin La-ikโฆ
La-ik yang ituโฆ
Menyukaiku?
Tidak. Tak mungkin.
Sudahlahโฆ
Dia sedang sangat menderita.
Dia pasti mengandalkanku tanpa sadar.
Perasaannya cuma keliru.
Ya, pasti begitu. Anggap saja begitu.
Tapi bagaimana denganku?
Apa aku menyukainya?
Jika sudah mengulas draf tanggapan
kasus Bu Kim Ha-jin, mereka minta diajukan hari ini.
APA AKU SUKA?
Ini.
Sepertinya ini pendapat tentang putusan.
Yang ini.
Jae-hee dipindahkan ke kamar umum.
Dia sudah keluar dari ICU.
Tapi tak ada kemajuan.
Katanya, mungkin dia tak akan sadar.
Semua orang sudah menyerah.
Kupikir kau harus tahu.
Kau selalu suka lagu ini.
Kusuruh berikan kasus La-ik kepada Jang. Kenapa kau mempertahankannya?
Pak,
tolong ulas ini sekali dulu.
LAPORAN FORENSIK MOBIL JAE-HEE
Apa ini?
LAPORAN
Apa ini?
Lalu ini untuk apa?
Ini bukti konkret yang menunjukkan
bahwa Do La-ik terlibat dalam kasus Woo-seong dan Jae-hee.
Jika gugatannya disatukan,
pembunuhan Woo-seong dan percobaan pembunuhan Jae-hee,
kita bisa menangkan sidangnya.
Tidak. Jelas tidak.
Para petinggi mau ini dibereskan diam-diam.
Pak, jika kasus ini dikubur sekarang,
nama kita tetap tercemar karena dianggap salah menangani kasusnya.
Bukti kita cukup.
Pernyataan, bukti sementara, banyak materi langsung dan tak langsung.
Kita bisa melawan di sidang.
Aku akan tanggung jawab.
KAU SEDANG APA? SUDAH BANGUN?
IKLAN, TRANSFER HARI YANG SAMA TANPA KUNJUNGAN
Astaga,
kenapa dia meninggalkan barang sepenting ini di sini?
Ceroboh sekali.
Aku harus apa dengan ini?
Astaga,
kenapa dia meninggalkannya di sini? Aku harus bagaimana?
Aku tak bisa mengantarnya sendiri.
Astagaโฆ
Dia pikir benda ini punya kaki
dan bisa berjalan ke sana?
Perlu kupanggil kurir? Tidak, itu membuatku lebih cemas.
Itu tampak mahal.
Jika benda seperti ini hilang, dia akan cemas seharian.
Dia tak akan bisa fokus.
Aku juga jadi sakit kepala. Apa boleh buat?
Aku akan mengantarnya sendiri.
Itu berlebihan, Se-na.
Apa yang kulakukan?
PENGACARA MAENG SE-NA
Tidak. Aku sudah bilang akan menunggu.
Ayo pergi.
Dia benar-benar pergi?
Hei!
Kau sedang apa?
- Apa maksudmu? - Maksudku,
kudengar Do La-ik pergi, jadi mau kurayakan dengan ayam goreng.
Kau mau ke mana berpakaian begitu selarut ini?
Akuโฆ
Itu topi Do La-ik, kan?
Ya. Astagaโฆ
Dia meninggalkannya di rumahku. Merepotkan sekali.
Merepotkan?
Sini. Biar kuantarkan.
Tidak. Tak usah.
Makan saja. Biar aku antarkan sebentar.
Baik, cuma periksa apa dia tidur. Sampai pintu saja.
Cuma lihat sebentar.
Padahalโฆ
Aku tak perlu memberikannya tatap muka.
Bisa kutaruh di depan saja.
Mobil siapa ini?
Aku belum pernah lihat.
Ini parkiran khusus penghuni.
Karena mobil seperti ini, parkirannya selalu penuh.
Pelat nomornyaโฆ
- La-ik? - Ya, Se-na.
Hai.
Sedang apa di sini?
Cuacanya bagus.
Jadi, aku mengemudi berkeliling.
Kau sendiri sedang apa?
Apa?
Ini.
Ini ketinggalan.
Kenapa kau membawakannya?
Apa maksudmu?
Itu di rumahku.
Tampaknya mahal, jadi kubawakan.
Ini? Sekarang?
Selarut ini? Kepadaku?
Yaโฆ
Akuโฆ
Cuacanya bagusโฆ
Jadi, aku juga mau mengemudi.
Pokoknya, topinya sudah kuberikan, jadi aku pergi dulu.
Baiklah.
Kauโฆ
Masihโฆ
Menunggu, kan?
Ya.
Baiklah.
Dah.
Hentikan.
Hentikan.
Aku bisa gila karena dia.
Belakangan ini Pengacara Maeng datang terlambat.
Ya.
Biasanya dia datang subuh.
Sekarang dia datang tepat waktu.
Itu aneh. Ekspresinya juga berbeda. Ada yang aneh belakangan ini.
Benar. Dia membuat kesalahan tak seperti biasanya.
Jangan-jangan dia punya pacar.
Yang benar saja. Itu tak mungkin.
Jika dia berpacaran, itu keajaiban umat manusia.
- Astaga! - Apa?
Ada yang lucu?
Apa?
Apa?
Lihat.
Apa ini?
Astaga.
Dengan klien?
- Pengacara Maeng, sudah baca artikelnya? - Artikel apa?
Ada artikel konyol.
Katanya kau dan La-ik kitaโฆ
Maksudku,
kau dan Do La-ik tinggal serumahโฆ
Bagaimana ini?
Mau minta mereka tarik artikelnya dan ancam ambil langkah hukum?
Pengacara Maeng,
kau harus segera bertindak.
No comments yet. Be the first to leave one.