The first 200 lines.
Terima kasih banyak.
Terima kasih. Pasti.
Ini luar biasa.
- Dee! Halo. - Halo.
- Silakan duduk. - Terima kasih.
- Baik. - Kau cantik sekali.
Terima kasih.
Halo.
Hei, kau mau memesan makanan?
- Tidak, terima kasih. - Yakin?
Karena pasti aneh melihatku melihatmu makan...
- Kau yakin? - Aku tahu.
Baik.
Enak sekali.
Otis.
Apa status kita?
Hubungan kita serius atau hanya main-main?
Permisi, Bu.
- Menu. - Terima kasih.
Dee, kukira hubungan kita kasual.
Kau membantuku, aku membantumu. Kita saling membantu.
Kau berubah pikiran?
Aku butuh lebih dari hubungan fisik.
Pelan-pelan, ya?
Kupikir,
- mungkin kita... - Baiklah. Dee? Jadi...
Tidak ada "kita".
Ya?
Jika kau berharap akan ada perubahan,
harapanmu itu salah.
Ini tak akan terjadi.
Aku tak menjalin hubungan.
Mengerti?
Maksudku, lihat sekelilingmu. Lihat.
Baik.
Dee. Duduklah.
- Aku memesan kamar. - Persetan kau.
Dee.
Hei, Patricia.
Tidak, aku hanya makan kue. Sendiri.
Ya.
Tidak, aku di Urban Eateries. Ya.
Datanglah. Ayo kemari.
APA RENCANA KITA UNTUK ULANG TAHUN TK?
TIDAK. KALI INI AKU MAU YANG LAIN...
KEGIATAN TENANG... DI RUMAH, MINUM ANGGUR, MENANGIS?
MUNGKIN MAKAN MALAM DI RUMAH AYAHKU.
ITU BARU BAGUS!
DAH. AKU SIBUK! TK, NANTI KUTELEPON!
SUNGGUH MEMBOSANKAN!
Dele!
Baik, mari kita bicarakan kekhawatiranmu.
Aku bisa memberitahumu, ini bukan waktunya untuk bicara, Otis.
Tidak, Dele dengarkan.
Aku tahu baru setahun sejak pemakaman ibumu,
tetapi jika ibumu dan ibuku masih hidup,
mereka akan senang sekali melihat kita berbisnis bersama.
Maaf, tetapi dengan hormat aku menolak.
Dele, tolong beri tahu aku, apa rahasia pendanaanmu?
Pokoknya selesaikan!
Tunggu, Otis. Nanti kutelepon lagi.
Sayang, ada apa?
Aku sangat lelah. Aku stres. Aku lelah.
- Aku tak tahu. - Apa yang bisa kubantu?
Dele.
Aku mungkin harus rehat sebulan dan menyelesaikannya.
Omong kosong!
Jangan, ini kasus terbesarmu.
Aku harus bagaimana?
Tanya perencana.
Sudah kukatakan. Kau tak mendengarku.
Sudah kubilang, aku tak percaya dia.
Orang yang aku mau sudah dipesan sampai akhir tahun.
Jangan cemaskan hal ini.
- Ya? - Aku tak perlu cemas?
Sayang, pernikahan kita amat penting.
Kau bilang jangan cemas?
Baiklah. Hai, Rita!
Apa pendapatmu
tentang pernikahan luar kota impian di Mombasa?
Otis? Dia mendengarkan sedari tadi?
Dia akan... Itu akan...
Itu ide luar biasa untuk kalian berdua.
Hai, Otis.
Pernikahan luar kota tradisional?
Ya, biar kutangani.
Otis, apa kau berkualifikasi? Apa maksudmu merencanakan pernikahan?
Aku punya gelar sarjana dalam merencanakan pernikahan. Tenang.
Otis, anggaplah kami memberikan proyeknya kepadamu,
apa belum terlambat?
Rita, hentikan kebodohan ini.
Sayang!
Bagaimana tempatnya?
Jadi...
Aku punya teman.
Dia dari Tanzania. Namanya Nandi. Dia wanita luar biasa,
dan dia memiliki resor.
Boleh aku meneleponnya besok pagi?
Harus pernikahan ala Yoruba.
Tentu saja, ya.
Bung, dia tak jauh.
Dele, terima kasih. Ya?
Aku menyayangimu, Bung.
Astaga!
Itu tadi Dele. Dia setuju.
Kita hanya perlu melakukan satu hal kecil untuknya.
Aku senang kau dapat kesepakatan. Josh akan bangga.
Ayolah, Bung.
Sudah tiga tahun. Tiga tahun sejak Josh meninggalkan kita
dan pergi ke Amsterdam dengan Belinda. Ibuku...
Ibuku meninggalkan perusahaan. Seberuntung itulah kita.
Nick, suka perbankan.
Lupakanlah, ya?
Mari bergembira.
Mari berpesta.
Halo.
Ada orang di rumah?
Judy?
Nyonya?
TK
Tak ada yang seperti dirimu
TK
- Apa-apaan... - Tak ada yang seperti dirimu
Seperti dirimu
TK
Tak ada yang seperti dirimu
Selamat ulang tahun!
Selamat ulang tahun!
Kalian mengadakan ini untukku. Terima kasih.
Dia yang mengadakannya.
- Siapa? - Dia menyiapkannya.
Monyet ini? Bohong.
Monyet?
Terima kasih kembali, TK.
Jangan pernah bilang
aku tak berguna.
Namun, benarkah itu?
Kau harus dipuji juga, Celine.
Karena membantu merencanakan ini.
DELE OLURANTI MENGIRIM 3.500.000
Ya! Kawanku, Dele.
- Hei. - Hei.
Kau baik-baik saja?
Bisa bicara sebentar?
Ya.
Ada apa?
Aku mau mengajakmu minum.
Maksudku, pesta ini sangat berarti.
Ya, kapan kau mau pergi?
Pekan depan. Jumat?
- Pekan depan. Jumat? - Ya.
Biar kuperiksa kalenderku untuk berjaga-jaga...
Cek kegiatanku Jumat nanti. Hei.
- Itu hari Valentine. - Masa?
Ya.
Kau tahu ini...
Hai, Otis.
Lynette.
Belinda.
Hei.
Valerie.
Grace.
Aku akan...
Jangan.
TK...
Tiga juta.
Itu penawaran terakhirku.
Begini saja.
Kita sepakat di harga 3,5 juta,
kau bayar dua juta sekarang,
yang mencakup separuh bayaran pertama untuk jasaku dan vendor,
jika semua sesuai kehendakmu,
kau bayar 1,5 juta sisanya yang mencakup sisa bayaranku,
video dan album pernikahan profesional.
Bagaimana?
Boleh.
Siapkan kontraknya besok, dan aku bisa mengirim pembayaran pertama.
Bagus.
Mungkin kita bisa membahas detail pernikahannya sambil makan siang.
Adilnya, halangan dalam proyek pasti tak terhindarkan.
Untungnya Pinnacle Development punya langkah pencegahan.
Karena itu, aku bisa meyakinkan Anda,
perkiraan tanggal penyelesaian Plaza Capilano
adalah Mei 2025. Terima kasih.
Baik. Bapak dan Ibu, ada pertanyaan?
Bu Maina,
dalam budaya yang butuh berbulan-bulan untuk menyiapkan lahan,
apa yang membedakan Pinnacle Management?
Dalam sepuluh tahun ini, dari 40 proyek Kenya,
15 rampung tepat waktu.
Sepertiga dari 15 itu adalah Pinnacle.
Itu alasan Anda kemari, 'kan?
Baik.
Namun, bagaimana aku merespons rekanku di Fairmont Capital,
saat mereka tahu proyek ini dipimpin wanita?
Pertanyaan itu sangat berani.
Sejak aku bekerja di Pinnacle,
pembengkakan biaya kami turun dari 8,5 menjadi 3,95.
Separuh dari rata-rata industri.
Aku butuh sesuatu yang lebih meyakinkan.
No comments yet. Be the first to leave one.