The first 200 lines.
Saat melihat foto-foto ini,
aku sadar yang terasa seperti hubungan mendalam dan penuh arti,
hanya bergembira.
Putriku ada di banyak fotonya.
Rasanya sangat inklusif.
Mungkin itu sebabnya aku kesulitan
untuk melepasnya.
Sangat tak cocok dengan Ted yang kukenal.
Tak kukira dia sanggup begini.
Theodore Robert Bundy di usia 28, mahasiswa hukum Universitas Utah.
-Apa kabar? -Baik, kau?
Usia 30, buronan penjara Colorado dan termasuk 10 besar DPO FBI.
Ted Bundy tahu cara memangsa wanita.
HILANG JANICE ANNE OTT
Dia akan mengincar wanita
karena sifat baik mereka, kesediaan membantu,
empati mereka,
keyakinan bahwa mereka harus memelihara,
baik hati dan terutama terhadap pria.
Rahangku patah di tiga tempat.
Ada luka gores di bahuku.
Rahangku patah. Sebagian gigiku tanggal.
Tiga, dua, satu.
Malam ini, Ted Bundy dan kamera di ruang sidang.
-Ted Bundy... -Ted Bundy...
-Ted Bundy... -Ted Bundy...
-Ted Bundy. -Theodore Robert Bundy.
Senyum, Ted.
Kisah Ted Bundy telah didaur ulang
berulang-ulang kali.
Menjadi hiburan hebat.
Dia tokoh jahat yang menarik.
Merendahkan cerita para wanita korbannya,
mengangkat pahlawan utamanya
menjadi tokoh terpenting dalam cerita.
Itu kegagalan untuk melihat lebih dalam dan berpikir lebih keras
tentang kekerasan terhadap wanita dalam budaya kita.
Saat itu,
wanita berada di ambang menjadi mandiri.
Kita mulai merasa bisa melakukan apa saja
dan mendadak, dihantam.
Aku merasa ingin bicara tentang kakakku sekarang
karena hidup wanita masih tampak tak sepenting pria
dan bisa disingkirkan.
Itu satu-satunya alasan untuk mengungkitnya lagi.
Mencoba memetik pelajaran agar menjadi lebih baik.
Kisah ini diceritakan berulang kali oleh pria.
Aku mau menceritakannya karena ada pelajaran untuk dipetik.
Kini saatnya membicarakan ini
dan semua ini.
Bukan hanya penggalan, tetapi kisahku dari awal hingga akhir.
MENCINTAI SEORANG PEMBUNUH
NEGARA BAGIAN WASHINGTON
Banyak yang harus kupahami sejak semua ini terjadi.
Ada rasa malu, rasa bersalah,
berbagai macam hal yang membuatku merasa menyesal.
Bahkan setelah ditahan dan dipenjara,
dia sering menyuratiku, membahas tentang aku dan putriku
menjadi hal terbaik baginya,
dan itu yang dia rindukan karena tak bebas.
Dia merindukan hidup kami bersama.
ELIZABETH KENDALL PACAR LAMA TED BUNDY
Astaga, ini...
Astaga.
"Aku tak akan bertukar tempat dengan pria mana pun di dunia.
"Kau mukjizat dalam hidupku,
"dan meski ada bencana yang kita alami,
"aku takkan sekejap pun mengharapkan wanita lain."
LIZ-KU SAYANG,
"Kau wanita paling penyayang dan cantik yang kukenal.
"Aku selalu memikirkanmu."
AKU MENCINTAIMU.
"Tak ada kata yang mampu mengungkapkan perasaanku.
"Aku akan mencintaimu selamanya dalam mimpiku.
"Aku akan mencintaimu tiap melihat wanita cantik berambut panjang.
"Aku akan mencintaimu tiap melihat langit biru.
"Aku akan mencintaimu hingga napas terakhirku.
"Tak ada perpisahan, hanya aku mencintaimu."
SALAM CINTA, TED
Entahlah, itu masih menggetarkanku.
SEATTLE 1969 LIMA TAHUN SEBELUM PEMBUNUHAN DIMULAI
Kami tiba di I-90 yang melewati pegunungan.
Saat itu hujan
dan ada kabut menggantung di pucuk pepohonan.
Lalu kami tiba di jembatan layang
yang melintasi Danau Washington.
Indah sekali.
Aku terpana. Senang sekali ada di sana.
Kupikir, "Ini tempat yang kudambakan."
Aku ibu tunggal,
dan pindah kemari dari Utah bersama putriku, Molly.
Kutemukan rumah di Capitol Hill, yang kumuh saat itu.
Apartemen satu kamar, maka putriku tidur di sofa.
Namun, dekat dengan rumah temanku, maka aku nyaman soal itu.
Saat itu pilihannya tak banyak.
Hanya jadi guru, perawat, atau sekretaris.
Kupikir akan bahagia bekerja di Universitas Washington,
dan aku tahu aku bisa jadi sekretaris yang baik.
UNIVERSITAS WASHINGTON
Wawancara pertamaku, aku langsung diterima.
Kupikir, "Ini hebat."
Ya, rasanya akan ada petualangan besar.
Putriku baru tiga tahun saat aku mulai bekerja.
Kutemukan penitipan anak yang bagus,
tetapi sulit mengantarnya di pagi hari.
Aku diizinkan membawanya ke kantor
dan dia menyukai di sana.
Saat pertama dikenalkan kepada Liz, aku sulit percaya.
Dia tampak sangat muda dan rapuh.
ROBERT SMYTH TEMAN DAN KOLEGA ELIZABETH KENDALL
Ekspresi wajahnya seperti,
"Astaga, aku dapat pekerjaan di kampus."
Dia tampak sangat bersemangat dan belum pernah ke tempat-tempat lain.
Tumbuh di Utah, aku anak bungsu dari empat anak.
MEET THE MORMONS, FILM PENDIDIKAN
Aku tak rajin ke gereja Mormon,
tetapi itu budaya di Utah.
Semua tetangga adalah penganut Mormon.
Semua yang terjadi di sana dipengaruhi oleh gereja LDS.
Istri harus mendukung suami dan tugas pentingnya.
Maka tugas terpenting wanita adalah menjadi istri dan ibu yang baik.
Dalam Masyarakat Bantuan, kami belajar jadi istri dan ibu yang baik,
menerima petunjuk religius dalam organisasi mendunia ini.
Aku merasa wanita Mormon selalu bebas.
Hai, Janette.
-Masuklah. -Ibumu ada?
Aku melihat perkawinan orang tuaku dan berpikir, "Itu bukan untukku,"
karena ayahku yang pergi mencari nafkah,
menghasilkan uang, dan ibuku mengurus rumah.
Meski aku ingin punya keluarga,
aku tak melihat diriku sebagai wanita yang meminta uang.
Maka rasanya itu bukan tempat yang tepat bagiku.
Aku sangat berbeda saja.
Sejak kecil, aku pemalu. Seumur hidup aku merasa begitu.
Jika bertemu orang baru atau dalam situasi
yang asing bagiku,
aku jadi sangat pendiam
dan berharap bisa bersembunyi.
Kurasa ada kaitannya dengan kepercayaan diri.
Aku selalu berpikir, "Ada yang salah denganku.
"Entah apa itu."
Di kampus, aku mendaftar masuk perkumpulan,
dan pada akhirnya, aku tak dipilih, seperti istilah mereka.
Aku ditolak.
Meski aku tak berpikir ingin masuk perkumpulan,
masih tetap menyedihkan karena terasa seperti penolakan.
Saat itu kusadari jika aku minum miras,
akan lebih seru.
Aku merasa lebih cerdas, cantik, memikat, dan lucu.
Minum miras adalah masalah besar.
Tidak membantuku menjadi orang yang kuharapkan.
Aku menikah dan punya bayi saat masih kuliah.
Suamiku sangat tak dewasa, setahun lebih muda dariku
dan sering berpesta.
Perkawinannya kandas.
Aku ingin menikah lagi dan punya anak lagi.
Kupikir Seattle akan jadi tempat untukku menetap.
Aku akan bekerja di sana sampai menemukan pria yang tepat.
UNJUK RASA BURUH UNIVERSITAS WASHINGTON
Saat pertama masuk ke kampus,
aku melihat ada demo besar
dan banyak mobil polisi lewat dengan perlengkapan antihuru-hara.
Aku tak tahu ada apa.
Mendadak, ada sorakan riuh
dan mereka mendorong buldoser ke lubang
yang digali untuk bangunan baru.
Dengan unit taktis polisi diturunkan di lokasi...
Ada mobil datang yang penuh polisi berbaju antihuru-hara
dan aku berdiri menonton di trotoar
karena tak pernah melihat hal seperti itu di Utah.
Kent State, Kent State!
UNJUK RASA KENT STATE UNIVERSITAS WASHINGTON
Universitas Washington adalah pusat gerakan antiperang.
Ada aksi radikal kampus, pengeboman, kerusuhan.
KNUTE BERGER JURNALIS, SEATTLE
Para wanita muda tampak makin mandiri,
mencoba hal-hal baru.
Aku mahasiswa sarjana di Universitas Washington.
Aku terlibat gerakan antiperang.
Aku terlibat dalam berbagai politik progresif sayap kiri.
Bagiku, hidup politik di kampus sangat luar biasa.
BARBARA WINSLOW WANITA RADIKAL SEATTLE
UNIVERSITAS WASHINGTON
Sangat mengasyikkan.
Dua, empat, enam, delapan! Pisahkan gereja dan negara!
Wanita punya hak mendasar untuk mengatur tubuh sendiri
dan hidup mereka sendiri.
Aku kemari tahun 1969, tak tahu akan terlibat apa.
Kami membuat hubungan baru.
PY BATEMAN PENDIRI SERIKAT KARATE FEMINIS, UW
Kami bekerja sama.
Itu masa-masa mencari jati diri.
Dunia tampak seperti tempat baru.
Ini pencarian kesetaraan kesempatan,
bukan hanya ingin jadi seperti pria.
Ini hasrat untuk opsi lebih, pilihan,
untuk meruntuhkan stereotip.
Bagi wanita untuk lebih bebas memilih tipe hidup yang diinginkan.
HELEN GURLEY BROWN PENULIS, SEX AND THE SINGLE GIRL
Sex and The Single Girl menyebutkan fakta
No comments yet. Be the first to leave one.