The first 200 lines.
Di lokasi tropis yang memukau…
ada surga yang indah
di mana para lajang seksi bebas menjelajah.
Tempat di mana siapa pun bisa jatuh cinta.
Baiklah, Australia, aku siap mendatangkan pria dan gadis seksi.
Saatnya membuat mereka tertarik.
Kau berhasil. Kemasi barangmu, Tampan.
Datanglah dan temukan cinta, Sayang.
Dua sudah dihubungi, tersisa delapan.
Kau berhasil dapatkan skor, Taku.
Lanjutkan kemenanganmu di Love Island.
Ini sama sekali tidak sakit.
Love Island menunggu.
Cara bagus memberi kesan, Kawan.
PERGI MEMANCING
Tangkapan yang luar biasa.
Austalia, saatnya bertemu para lajang.
Selamat datang di Love Island.
Australia, kami kembali.
Setelah perjalanan Covid yang berat,
saat ini dunia membutuhkan santapan bergizi untuk jiwa.
Sayangnya, kami tak punya itu.
Namun, kami punya sekelompok lajang seksi separuh telanjang
mencari cinta.
Dan musim ini, kami menemukan pulau yang tak terlupakan.
Kami menamakannya Australia.
Kami punya Vila baru yang indah,
banyak lampu neon,
dan kayu terbesar yang pernah kau lihat.
Apa? Itu pohon!
Jadi, kami punya kayu.
Kini saatnya mencari cinta.
Mari temui gadis-gadis seksi kita.
Senang mengenalmu! Aku Courtney.
Aku Jess. Senang mengenalmu.
Aku merinding. Astaga.
- Astaga. - Cantik sekali!
Aku tinggi sekali, nyaris terbentur atap.
Astaga!
Lihat itu!
Lihat kursi-kursi itu!
- Astaga! - Berhenti!
- Astaga, aku gemetar. - Astaga, aku juga!
Kawan!
- Kita harus duduk di sana. - Aku akan duduk di sana malam ini.
Kita bisa berbaring di atasnya dan memandang bintang.
- Kolam renangnya… - Besar sekali! Sangat keren.
Ini memukau. Sungguh luar biasa.
Dan ada sampanye. Kau yang mau membukanya atau aku?
- Bisakah kau yang membukanya? - Aku memang bisa.
- Bisa dibuka dengan sukses? Aku ragu. - Jauhkan dariku!
Bukalah ke arah daerah terbuka.
Aku terlalu percaya diri. Kurasa aku tak akan bisa membuka botolnya.
Tak seburuk itu! Astaga.
Dan akhirnya kita di sini!
Silakan. Mau bersulang?
- Mau bersulang? - Ya.
Mari bersulang untuk saat terindah dalam hidup kita.
Benar sekali!
Dan bertemu pasangan kita.
- Ya! Aku suka itu. Bersulang. - Bersulang, Sayang.
- Kau selalu menatap matanya? - Ya!
Bagus. Kau tak mau mengalami seks yang buruk.
Kau tahu kata pepatah?
Jika tak menatap mata, mengalami seks buruk tujuh tahun.
Astaga. Jangan sampai terjadi.
Hai. Aku Courtney. Usiaku 23 tahun.
Aku mahasiswa perawat dari Gold Coast.
TAMPILKAN KECANTIKAN DIRIMU
Aku tak menyesal. Menurutku, aku orang yang penuh energi.
Sungguh. Kadang aku berlebihan.
Namun, itu masalah mereka.
Aku terjebak dalam hubungan "teman tapi mesra" selama empat tahun,
itu sangat konyol.
Situasi "teman tapi mesra" tak akan menjadi hubungan
karena pria tak bisa berkomitmen.
Aku berharap Love Island bisa membantuku.
Aku suka pendekatan fisik.
Berciuman amat penting. Sebagian orang tak tahu gerakannya.
Konyol sekali! Aku selalu berpikir, "Apa yang kau lakukan?"
"Julurkan lidah," atau "Lebih dalam."
Lidahmu panjangnya 5 cm.
Setidaknya masukkan separuh ke dalam mulut seseorang.
Tak sesulit itu.
Jika tak bisa memukauku dengan ciuman, tak akan bisa bercinta denganku.
Memang menyebalkan bagimu. Aku hanya mau membantu.
Aku selalu bekerja sama.
Jadi, apa yang kau cari dari seorang pria?
Orang yang bisa membuatku tertawa dan memiliki hati baik.
Dan jelas seperti bonus
jika mereka cerdas dan tampan.
Lucu, kau menggambarkan semua yang kuinginkan dari pria.
Aku hanya ingin dia membuatku tertawa.
Aku tak peduli hal lain. Dan dia harus menghormatiku.
Hanya dua hal itu. Menghormatiku dan membuat aku tertawa. Aku suka!
- Kurasa kita akan menemukan pria spesial. - Benar.
Namaku Jess. Usiaku 23 tahun.
Aku berasal dari Cronulla.
Saat orang bertemu aku,
biasanya mereka merasa terintimidasi.
Aku sangat percaya diri. Aku kuat dan tangguh.
Saat aku memasuki ruangan,
aku gadis paling mencolok di ruangan.
Aku senang menggoda.
Kurasa mataku sudah cukup menggoda.
Aku menggoda meski tanpa berusaha.
Itulah sifat jelekku.
Saat di Vila, karena sadar kualitasku tinggi,
aku mencari pria yang sepadan denganku.
Aku tahu apa yang layak kudapatkan.
Pria mata keranjang bukan untukku.
Meski kau tampan,
pada akhirnya, jika energimu tak ada,
energi positif dan tulus itu tak ada, maka kau bukan untukku.
Aku pergi. Selamat tinggal.
Aku sungguh ingin segera bertemu gadis lainnya.
Aneh sekali melihat beragam tipe gadis yang datang.
Aku tahu. Menegangkan.
Akankah mirip denganmu atau berbeda?
Ya!
Ini luar biasa.
Aku merasa akan terjadi sesuatu.
Halo!
Kami menunggu gadis lain! Hore! Kami senang kau sudah datang.
Astaga, aku suka bikinimu.
- Kau tampak luar biasa! - Terima kasih!
Aku senang bikini kita berwarna cerah.
- Menyenangkan. - Aku senang sekali bertemu kalian.
- Aku Courtney. Benar! - Aku Ari.
- Senang sekali bertemu denganmu. - Aku Jess.
- Ada sampanye. - Senang mengenalmu.
- Kau mau sampanye? - Ya, terima kasih. Astaga!
Rambutmu panjang sekali.
Berkibar ditiup angin.
- Astaga, cantik sekali. - Kau tampak cantik, Sayang.
Hai. Namaku Ari. Usiaku 25 tahun, dan asalku dari Brisbane.
Kurasa bokongku luar biasa.
Karena tahukah kalian? Aku membayarnya.
Tak apa-apa. Kau bisa membayar untuk hal yang kau inginkan.
Aku suka perhatian. Aku senang jika orang memandangku.
Aku suka saat orang memujiku.
Aku suka saat teman-temanku kesal padaku.
Aku wanita alfa.
Wanita dan pria alfa tidak cocok.
Aku harus menjadi pusat perhatian dan mereka harus terobsesi padaku.
Saat menjalin hubungan, aku berkomitmen penuh.
Namun saat melajang, aku senang berhubungan seks bebas.
Menurutku aku bukan pemilih. Namun, seleraku khusus.
Pria sempurnaku haruslah seseorang yang bugar,
tampan seperti dewa Yunani, dan yang bisa mencuci rambutku.
Lenganku sering kelelahan, jadi aku senang
jika ada pria kuat yang mencuci rambutku.
Apa yang kau cari dari seorang pria?
Entahlah. Sudah tujuh tahun aku tidak berkencan.
Kawan, sudah empat tahun aku melajang!
Ya!
- Sangat berotot. - Ya. Berotot syarat mutlak.
Berkulit cokelat.
- Mungkin berdarah campuran. - Ya.
- Aku paham maksudmu. - Berbudaya.
Namun, intinya pria berhati baik.
Dan sikapnya baik padaku!
Astaga!
Ini luar biasa!
- Astaga! - Hore!
Hei, Nona-nona!
Aku suka orang baru! Menegangkan sekali!
Ini… Astaga.
Ini luar biasa.
Aku tak percaya aku di sini. Minum beralkohol seharian.
Dengan senang hati.
Hai. Aku Tina.
Namaku Tina. Usiaku 25 tahun.
Asalku dari Sydney.
Ya, Kawan. Si gila sudah keluar.
Dia siap beraksi. Ya.
Kadang Badai Tina senang keluar.
Aku siap. Aku haus. Dia merasakannya.
Aku melajang sudah lebih dari empat tahun,
dan itu sungguh bencana.
Ada beberapa pria yang meragukan.
Seakan pada akhirnya, aku bukan gadis yang dipilih si pria,
lalu mereka pergi mencari cinta
tepat setelah membuatku patah hati.
Bagus untuk mereka. Tidak bagus untukku.
Bagaimana kehidupan cinta kalian…
Kami sudah saling bercerita, tapi silakan kau cerita.
Aku senang bergaul dan bersenang-senang.
Aku suka tipe pria yang tampaknya akan membuatku sakit hati.
Seperti apa itu?
Entahlah. Seakan ada auranya.
Bisa dirasakan. Kau akan berpikir, "Pria ini…"
Aduh! Sudah menyakitkan.
Kami akan berikan dia padamu.
"Ini tanda bahaya. Silakan. Tina, ambillah dia."
Astaga!
Astaga. Halo, Semuanya!
Halo!
- Selamat datang! - Lihat Vila ini! Astaga!
- Itu dia. - Akhirnya kita di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.