Love Me

Love Me (러브 미)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] π‹π¨π―πž 𝐌𝐞 π’πŸŽπŸπ„πŸŽπŸ” 𝐖𝐄𝐁 π•πˆπ”
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : 𝟎𝟏:𝟎𝟎:πŸ‘πŸ || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑽𝑰𝑼 || *ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-01-02
Downloads: 16
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Love Me"

"Hure: Pelacur"

"Bibi"

Astaga. Ayolah, hentikan.

Astaga!

Mi Kyung.

Jin Ho, kamu tidak menjawab teleponmu...

Kamu siapa?

Halo.

- Mi Kyung. - Jawab aku, kamu siapa!

Aku tidur dengan Beom Jun.

Apa katamu?

Maafkan aku.

Maaf untuk apa?

Maaf karena tidak memberitahumu lebih awal.

Apa?

Minta maaf karena tak memberitahuku lebih awal?

Karena tidak memberitahuku lebih awal?

Kalau kamu bilang akan selingkuh, kamu takkan merasa bersalah?

Kamu tidak akan merasa bersalah?

Bagaimana kamu bisa setega ini?

Padahal kakakku belum lama meninggal.

Ini tidak masuk akal. Kakakku belum lama meninggal!

Jadi, begitu.

Apa kalian sudah begini sebelum kakakku meninggal?

- Jangan-jangan kakakku tahu ini? - Kim Mi Kyung, sudahlah.

Lepaskan!

Kakakku sendiri yang mendekorasi rumah ini.

Kamu memakai piring dan mangkuk yang dia pakai.

Pakaiannya juga masih ada di kamarnya, persis sebelum dia tiada.

Bagaimana bisa kamu berbuat begini di rumah ini!

- Sayang, hentikan! - Menurutmu aku bisa berhenti?

Dia membiarkan jalang itu seolah dia nyonya rumah!

Mi Kyung, maafkan aku.

Tapi jangan panggil Ja Yeong jalang, dia wanita baik-baik.

Aku menyukai Ja Yeong.

Seharusnya kamu berbohong

dan bilang ini bukan apa-apa.

Bilang saja kalian tidak punya hubungan apa-apa.

Seharusnya kamu berbohong saja...

Tidak.

Untuk apa aku mengasihani manusia hina seperti dia?

Sayang!

Aku...

Aku benar-benar bodoh!

Sial!

- Astaga, Sayang! - Lepaskan aku!

Ya, pecahkan saja, hancurkan semuanya.

Sial!

Kenapa semua orang begitu egois,

dan hanya memikirkan diri sendiri?

Sebaiknya kita tidak usah saling peduli

dan hidup tanpa saling tahu. Bukankah itu yang benar?

Seperti sedia kala.

Jun Kyung.

Jangan bicara seperti itu.

Hanya karena kita keluarga,

kita harus tahu dan mengerti semuanya,

menahan segalanya dan bertengkar.

Aku sudah muak dengan semua itu.

Ayah juga begitu, bukan?

Bukankah begitu?

Bagaimana menurutmu?

Kamu juga berpikir demikian?

Apa aku...

Apa aku sudah melakukan kesalahan besar?

Bukan, cepat.

- Apa ini? - Hei.

- Maaf, maaf. - Maafkan kami.

- Ayo. - Hei, Teman-teman.

Permisi.

Sebentar.

Totalnya sembilan dolar.

Astaga!

Akhirnya kamu sudah gila.

Kamu sedang apa di sini?

- Hei! Hei! - Apa?

Astaga, kamu bau alkohol.

Hei! Anak kurang ajar! Bangun!

Mentang-mentang baru berhasil sekali seumur hidupmu,

kamu tidak sabar dan langsung mabuk-mabukan!

Kamu berat.

Sial.

Ayolah. Ya, bagus, bagus sekali.

"Ramyeon Pedas"

Kamu makin mahir.

Tadi pagi kamu beri makan ikannya?

Sudah.

Daniel, karena ikan itu temanmu, memberinya makan adalah tugasmu.

Mengerti? Tiga kali sehari. Sedikit-sedikit.

Baik.

Kamu akan menamainya apa?

Oscar.

Oscar?

Keren juga namanya.

Saat kita kira badai debu musim semi telah berlalu,

banyak warga yang mengeluhkan ketidaknyamanan

akibat konsentrasi debu halus yang belakangan ini meningkat tajam.

Hari ini, cuaca seluruh negeri akan berawan,

dan sesekali akan turun hujan deras di beberapa wilayah.

Semoga hujan ini akan membersihkan udara yang terasa pengap.

Ya?

Ini siapa?

Apa rencanamu hari ini?

Main papan seluncur lagi?

Katanya hari ini akan hujan.

Mau Ayah antar ke rumah Nenek?

Aku merasa canggung.

Dengar.

Ayah mau pergi bertemu Bibi Jun Kyung nanti.

Kamu mau ikut?

Tidak.

Baiklah.

Saat kamu masuk semester kedua nanti, kamu akan punya banyak teman.

Aku...

Aku baik-baik saja.

Kenapa bagimu semuanya selalu baik-baik saja?

Aku sungguh baik-baik saja..

Astaga.

Kamu tak tahu betapa senangnya Ayah, bukan?

Karena kamu sudah datang

untuk menemui Ayah.

- Aduh, kamu ini! - Lepaskan! Lepaskan!

Pecahkan saja, hancurkan semuanya.

"Mrs Dalloway"

"Sampah Umum"

"Sampah Rumah Tangga"

Jadi, kamu menjatuhkannya saat datang ke unit 703?

- Ya. - Silakan diperiksa.

Apakah ada yang hilang?

Semuanya masih utuh?

Ya.

Terima kasih.

-Ya, Do Hyun? - Jun Kyung, sudah makan siang?

Ya, baru saja.

Apa kamu sudah tahu kalau hari ini akan hujan?

Benarkah?

Kalau begitu, kita minum di rumahmu saja, ya?

Hari hujan paling pas ditemani pajeon dan makgeolli, bukan?

Nanti aku jemput, ya?

Tidak usah. Aku hanya...

Aku mungkin akan selesai larut malam.

Kalau begitu, aku ke rumahmu duluan saja.

Nanti aku buatkan pajeon di sana.

Ya, baiklah.

- Jun Kyung? - Ya?

Semoga hari ini kamu juga bahagia.

Ya. Kamu juga, Do Hyun.

Ya, sampai jumpa nanti.

Baik.

Kamu mengagetkanku.

Bu, soal teknik yang aku ceritakan pada Ibu...

Aku berhasil tiga dari sepuluh kali percobaan.

Benarkah? Coba rekam dan kirimkan. Ibu baru percaya kalau melihatnya.

Baiklah. Nanti aku minta Ayah langsung rekam dan kirimkan. Ya.

Kamu akur dengan Ayah?

Ya.

Kami akur.

Menyenangkan.

Syukurlah kalau begitu.

Ibu tahu?

Sekarang aku sudah mahir memakai sumpit.

Ibu harus tutup teleponnya sekarang. Nanti kita telepon lagi.

Baiklah.

Ayah tidak ada.

Aku tahu.

Ini.

Kamu tahu di mana aku menemukannya, bukan?

Tapi kenapa aku disebut pelacur?

Aku tidak mau melihatmu lagi, paham?

Dan jangan bicara sepatah kata pun lagi.

Aku benci orang sepertimu.

Jadi, enyahlah.

Dan jangan pernah kembali lagi ke rumah.

Kamu...

Ternyata kamu pengecut sekali.

"Cinta Abadi"

Kamu benar-benar merayunya?

Memangnya kamu pikir aku ini siapa?

Sial, aku akui. Tingkat keberhasilanmu luar biasa.

Dia sudah beri tahu si pecundang itu kemarin.

- Akhirnya mereka putus. - Benarkah?

Astaga.

Bukan...

Memangnya apa urusannya denganmu?

Benar juga.

Bukan urusanku.

Sial.

Lihat ini.

Aku baru kubeli kemarin. Sungguh menyebalkan...

Aku tahu Hye On sangat teliti soal koreksi.

Aku tahu itu.

Mataku tak bisa lihat salah ketik.

Entah karena tak tahu,

atau aku melewatkannya meski tahu.

Tapi halaman 37, baris kelima.

Itu bukan salah ketik.

Tertulis "Dia tersiksa karenanya," bukankah seharusnya "merindukannya"?

Kamu juga pasti tahu karena sudah membacanya,

para tokohnya bahkan tidak tahu perasaan mereka sendiri.

Love Me subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Love Me

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left