Di4ries - First Season

Di4ries - First Season

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

DI4RIES S01 ITALIAN NF WEB-DL DUAL DDP5 1 x264-SMURF
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
Published on: 2023-09-28
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX

Kau seharusnya membantuku.

Kita bersepakat untuk berbagi komitmen, tapi kau mengabaikannya!

Kapan aku bilang aku akan pergi?

Minggu lalu. Kau memastikannya dua kali. Aku mengatur jadwal mingguanku.

Banyak hal bisa berubah dalam seminggu. Bagaimana jika aku ada rapat? Tak ikut?

Tentu kau bisa ikut, tapi beri tahu aku. Komunikasikan!

Mereka orang tuaku.

Mereka sibuk bertengkar, seperti biasa.

Kau tahu yang sebenarnya?

Kau melimpahkan tugas, tapi marah saat tak sesuai kemauanmu!

Tugasmu tak kau kerjakan!

Kopi!

Andai saja! Kau tak mengerjakannya sama sekali!

- Tidak? - Tidak!

Aku harus mengurus semua hal, besar dan kecil, sebab kau tak pernah ada.

Mereka selalu bilang aku harus sopan, tapi mereka malah berteriak.

- Apa semua di sini milikmu? - Aku tak bilang begitu!

Kubilang kau harus membantuku…

GARAM

GULA

- Aku pernah bilang cuma aku yang bekerja? - Ya, katamu kau sibuk bekerja.

Kini teriakan mereka akan beralasan.

Terserah.

- Mau tahu kebenarannya? - Apa?

Kau tak pernah mendengarkan. Titik.

Cukup, Lisa. Ini bukan komunikasi. Ini membuang waktu.

Jangan membuang waktu. Kau hanya ingin benar, bukan?

Tentu, selalu aku.

- Ih! Apa isi kopinya? - Apa… Pietro!

Pietro, kembali ke sini!

Pietro!

- Orang tuaku menyebalkan. - Pietro!

Mereka tak pernah mendengarkanku. Mereka selalu berteriak.

Mereka tak memedulikanku. Aku muak dengan mereka.

Namaku Pietro dan usiaku hampir 13 tahun.

Aku bukan anak kecil lagi.

Tapi orang tuaku berpikir aku masih kecil.

Mereka menganggapku buta dan tuli. Makanya aku cepat-cepat pergi saat pagi.

Aku menikmati pulauku dan tak memedulikan yang lain.

Ini momen favoritku.

Angin membelai wajahku, semua beraroma kebebasan.

Tapi seperti semua masa indah, ini juga akan berakhir.

14 MINGGU MENUJU AKHIR SEKOLAH

SENIN

Ini sekolahku, Galilei di Marina Piccola.

Seperti sekolah lain, ada banyak aturan untuk ditaati.

Dan aku tak tahan.

ARIANNA KAU LEBIH KEREN DARI BIASANYA!

Aku sudah lama kenal teman-temanku, tapi kami memikirkan urusan kami sendiri.

Contohnya dia, Arianna.

Dia pikir dia Miss Universe dan semua orang mengejarnya.

Jangan sampai buku itu usang.

Setidaknya aku tahu apa itu buku.

Dan ini Livia. Nona Sempurna.

Halo juga!

Mengomel adalah hobi favoritnya.

Lalu ada anak-anak kelas 8D, seperti Matteo Grimaldi atau "Grimo".

Dia merasa kuat dengan mengganggu anak yang lemah.

Ambil! Ayo!

Kau menyedihkan. Lima lawan satu.

Lalu kenapa? Jangan ikut campur.

Selama kami di sini, kelasku, 8D, yang berkuasa.

Maka jangan sampai tak lulus.

Apa katamu?

Grimo. Hei.

Kau beruntung hari ini.

Benar. Nona Sempurna bersamanya.

Dia pikir Grimo anak baik.

Pietro! Kemarilah.

Baiklah, ayo.

Hei, Pietro, terima kasih, tapi aku sebenarnya bisa mengatasinya.

Ya, tentu.

Pietro, cepatlah. Kemarilah.

Ayo.

- Kalian memilih juga? - Apa?

Semua lancar?

Ya, terima kasih.

Bagus!

- Dah. - Dah.

Memilih apa?

Keren, bukan? Semuanya sudah memilih.

Kau gila, ya? Tidak, aku tak mau.

- Aku harus mengerjakan PR matematika. - PR?

Kau tak pernah mengerjakan PR. Memilihlah. Ayo!

Aku akan memilih.

Pietro, keluar. Memilih itu rahasia.

Bagus, Michele. Ayo, ikutlah memilih. Apa itu PR?

Ini Giulio, sahabatku.

Dia selalu punya rencana.

Hei. Giliranmu.

- Kau tahu ini akan jadi masalah? - Bodo amat.

Tapi apa asyiknya hidup tanpa masalah?

- Kalian bercanda? - Lihat, itu Arianna.

Itu Livia!

- Dia menang! Hitung! - Lepaskan penanya!

- Kau pilih siapa? - Arianna.

Kau tak boleh bilang.

- Tunggu. Katakan… - Sini. Biar aku saja.

- Pietro benar. - Siapa juaranya?

- Arianna. - Pietro.

- Lihat, itu Livia. - Kalian sedang apa?

Menyalin PR.

Begitulah Isabel. Dia kepo pada semua orang.

Seperti Monica, sahabatnya.

- Kedua siapa? - Arianna juara!

- Bisa hitung? - Kalian salah. Ada satu suara lagi.

Kembalikan!

- Kau bodoh. - Sulit dipercaya.

Mereka memberi peringkat murid cewek.

- Lalu? - Itu candaan.

MONICA - TAK MASUK PERINGKAT

Candaan apa?

- Itu candaan. - Candaan apa?

Bukan masalah besar, hanya gurauan.

Ya, itu hanya candaan!

Itu tidak pantas.

Mereka benar, itu bukan bahan tertawaan.

Itu ide bodoh.

- Itu tidak lucu. - Beraninya kalian.

- Sudahlah. Kalian tak asyik. - Kalian tak paham.

- Kalian berlebihan. - Kami tak paham?

Sulit dipercaya. Aku peringkat kedua.

Apa kalian sadar aku di peringkat kedua?

Apa dia serius?

- Ya, begitulah. - Hanya kedua?

- Jawab aku! - Ari, aku bersumpah aku memilihmu.

Kau mengenalku.

Yang lain punya selera aneh, tapi aku memilihmu.

Tapi aku kedua, bukan pertama.

Aku ketiga dan Livia pertama? Yang benar saja!

- Aku tak peduli. - Tentu kau tak peduli.

Giulio, apa arti "tak masuk peringkat"?

Beri tahu dia.

Biasanya, kutu buku tak ikut kontes kecantikan.

- Kau pecundang. - Diam, Otak Udang.

Apa?

Seharusnya tak kau lakukan.

Apa maumu, Daniele?

Jika kau suka pecundang ini, kenapa tak memilihnya?

Kau juga memilih, bukan?

Dia Daniele, anak baik yang tak pernah mencari masalah.

Kau di sini delapan tahun, tapi bicaramu mirip Ratu Elizabeth.

Aku tak akan menyontekimu PR-ku.

Bodo amat.

Dengar, Dani, abaikan saja dia.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Ayo.

Paccagnini, maju.

Ya.

Tapi kenapa?

Apa maksudmu "kenapa"? Apa yang kau harapkan di sekolah?

- Sudah mengerjakan latihan? - Ya, latihan, tentu.

Bagus. Bawa buku latihanmu.

Buku latihan saya. Baiklah.

Ini, Bu.

Lihat ini… Ini dia, halaman 13.

- Bagus. - Dan 14 juga.

Bagus. Sekarang kerjakan di papan tulis. Ayo.

Boleh saya menyalin ini?

Tidak boleh. Hapus itu dan kerjakan lagi.

- Kenapa? - Hapus dan kerjakan latihannya.

- Baik, tapi sabar. - Ibu sabar.

Kalian akan kami balas karena memberi kami peringkat.

Pastinya.

Terserah.

Isabel dan Monica,

dua pejuang keadilan sosial kami.

Kau lihat kekacauan yang mereka buat?

Omong-omong, ini kelasku.

Kelas 7D.

SMP GALILEO GALILEI

Aku tak bercanda. Kau dalam masalah.

Kuulurkan tanganku, dia menampiknya.

- Maaf. - Bodoh.

Aku tak pulang dengan nilai matematika D. Siapa yang bodoh?

- Kau lihat mereka? - Abaikan mereka.

Cewek memang menyebalkan.

Omong-omong, kemarilah.

Siapa yang kau pilih?

- Apa pedulimu, Pac? - Aku peduli.

Aku tak peduli dengan cewek.

Mereka semua sama bagiku.

Sungguh?

- Kurasa kau memilih Livia. - Siapa?

Nona Sempurna? Tidak mungkin.

Dia bahkan tak secantik itu.

Dia merasa paling pintar.

Jadi, kau memilih Arianna?

Ya, aku memilih Arianna.

Sudah kuduga!

Maaf memberitahumu, tapi kau tak punya kesempatan dengannya.

Jelas dia menyukaiku.

- Hai, Arianna. - Hai!

Hai, Pietro!

Kemarilah.

Dia bahkan tak memperhatikanmu.

Itu hanya strateginya.

Dia tak mau terlihat menyukaiku, jadi dia mengabaikanku dan sinis kepadaku.

Tentu!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left