The first 133 lines.
KISAH ORISINAL OLEH NATSU HYUUGA
Kau bermaksud membuat Nyonya Lihua
memakan makanan rendahan itu?
Seharusnya lebih mewah.
Jika tidak, itu takkan cocok dengan selera Nyonya Lihua.
Akan memalukan meski hanya menunjukkan makanan ini pada Nyonya Lihua!
Apa dia sungguh berpikir Nyonya Lihua akan menyetujui ini?
Astaga.
Menyebalkan sekali.
Jika bisa, aku tak ingin datang ke Paviliun Kristal...
Itu adalah malam saat Kaisar mengunjungi Paviliun Giok...
Tak ada racun.
Aku permisi.
Tunggu.
Kaisar berbicara padaku untuk pertama kalinya.
Kami ingin meminta sesuatu dari apoteker yang dirumorkan itu.
"Dirumorkan?" Aku punya firasat buruk soal ini.
Ya, Yang Mulia.
Kondisi Selir Lihua tidak baik.
Bisakah kau merawatnya untuk sementara?
Dengan "merawat", maksudnya adalah "sembuhkan dia".
Kata-kata Kaisar adalah kata-kata dari surga.
Jika menolak, aku bisa dipenggal.
Baik, Yang Mulia.
Meski begitu,
dia tak perlu mengatakan ini di depan selir lain.
Itu adalah pengingat bahwa Kaisar
adalah makhluk yang berbeda dari kami.
Meski begitu,
memperlakukan seorang yang datang ke sini karena perintah Kaisar dengan seburuk ini...
Kurasa pelayan Nyonya Lihua
sangat membenciku karena bekerja
untuk Nyonya Gyokuyou.
Jika sudah selesai membersihkan, cepatlah keluar!
Tuing!
Terserah. Aku akan membuatnya lagi.
Maomao, kau pergi ke Paviliun Kristal?
Ya. Aku sedang merawat Nyonya Lihua.
Begitu rupanya.
Dia masih belum membaik, ya?
Racun dari bedak wajah itu mungkin masih dalam tubuhnya.
Bedak beracun itu, bukan?
Bedak itu kini dilarang.
Semua bedak yang tersisa
di istana harem disingkirkan oleh para kasim.
Begitu, ya? Itu bagus.
Tapi permintaan langsung dari Kaisar! Kau mengagumkan, Maomao!
Aku sangat terkejut!
Meminta sesuatu dari gadis sepertiku...
Tabib istana pasti sangat tidak kompeten.
- Kau akan ke dapur, bukan? - Ya.
- Semoga berhasil dalam memasak! - Terima kasih.
Baiklah!
Setelah mempelajari kondisi Nyonya Lihua,
aku memutuskan untuk memperbaiki dietnya lebih dulu.
Pertama, kita harus menyingkirkan sisa racun dalam tubuhnya.
Untuk melakukan itu, kita perlu bubur dengan banyak serat,
dan teh dengan efek diuretik.
Bukan ini. Ini juga bukan.
Yang ini, ini, dan ini.
Bukan yang itu juga.
Hentikan saja, ya?
Ini bukan tempat orang kelas rendah bisa datang dan pergi semaunya.
Tuing!
Ini akan perlu waktu.
Baiklah, selanjutnya...
Yang ini, ini, itu dan ini...
Bukankah sudah kubilang?
Pertama, kita harus memberinya sesuatu yang mudah dicerna.
Dia tak perlu makanan rakyat jelata.
Seorang pasien perlu banyak nutrisi untuk pulih.
Jadi, itu yang selalu dimakannya?
Ya, itu kaya akan nutrisi,
tapi terlalu berat untuk pasien dengan perut yang lemah.
Jika mereka berpikir sedikit saja, mereka akan tahu.
Tak ada yang menghentikan mereka?
Nyonya Lihua, kami membawa makanan Anda.
Ini adalah makanan favorit Anda.
Tolong makanlah, meski hanya sedikit.
- Nyonya Lihua? - Kita harus bagaimana?
Air, cepat!
Anda tak apa, Nyonya Lihua?
Nyonya Lihua, ini sedikit air. Tolong minumlah.
Apa?
Karena ada orang kelas rendah sepertimu di dalam kamar ini...
- Suasana kamar ini jadi buruk! - Keluar!
Tuing...
Aku bahkan tak bisa mendekatinya seperti ini.
Baiklah, aku harus bagaimana?
Apa aku setidaknya bisa memeriksanya?
Tidak perlu.
Bagaimana jika kau memperburuk kondisinya?
Dalam kondisi ini, dia pasti akan semakin lemah dan mati.
Manusia harus makan untuk hidup.
Dia mungkin kehilangan keinginan untuk hidup setelah kehilangan putranya.
Berapa lama lagi hingga leherku meninggalkan tubuhku
karena melanggar perintah suci Kaisar?
Tampaknya kau butuh bantuan.
Apa aku tampak seperti butuh bantuan?
Ya, benar.
Tuan Jinshi?
Kenapa dengan wanita itu?
Kenapa dia dan Tuan Jinshi...
Kini mereka salah paham!
Ayo kita masuk, ya?
Tuan Jinshi!
Melawan kehendak Kaisar
tak cocok dengan wanita pandai dan cantik seperti kalian.
Astaga! Kami tak melakukan hal itu...
Tepat. Kami tak melakukan hal itu...
Wanita itu menakutkan.
Nah, silakan.
Dia punya keinginan untuk makan.
Tapi dia lebih lemah dari perkiraanku.
Mungkin bisa diberi bubur beras.
Permisi.
Warna kulitnya sama seperti sebelumnya...
Apa kau memakaikan riasan ke Selir Lihua?
Ya, benar.
Aku ingin Nyonya tetap cantik.
Itu adalah tugas pelayan pribadi.
Itu semua demi Nyonya Lihua.
- Itu harus dilakukan. - Begitu rupanya.
Apa yang kau lakukan?
Apa? Aku hanya menghukum orang bodoh.
Aduh! Hentikan! Sakit!
Racunnya akan memasuki seluruh tubuhmu sebentar lagi.
Baguslah.
Sekarang kau bisa sama cantik.
Sama seperti Nyonya Lihua yang begitu kau kagumi.
Kulitnya yang kering, matanya yang cekung,
dan tubuh yang bahkan tak bisa makan...
Apa kau bahkan tahu bahwa ini dilarang?
No comments yet. Be the first to leave one.