The first 200 lines.
Bertahun-tahun yang lalu hiduplah seorang kaisar
yang sangat peduli akan pakaian baru yang indah
hingga dia menghabiskan semua uangnya untuk itu semua.
Dia punya mantel untuk setiap jam sepanjang hari.
Lalu, suatu hari, dua penipu datang.
Penenun dan penjahit.
Mereka membujuk kaisar dan pegawai istana
bahwa mereka bisa menenun pakaian yang indah
yang hanya tak bisa dilihat oleh orang bodoh.
"Mereka akan menjadi pakaian kerajaan," pikir kaisar.
Dan dia memberikan banyak uang kepada dua penipu itu
agar mereka bisa memulai pekerjaan mereka.
Mereka langsung meminta sutra terbaik dan emas termahal.
Itu semua mereka kantungi sendiri
dan bekerja di ruang kosong sampai larut malam.
Semua orang berpura-pura mereka bisa melihat
kain yang dibuat oleh penenun.
Malam sebelum prosesi
penenun dan penjahit berpura-pura
bekerja keras, menyelesaikan pakaian tersebut.
Sekarang pakaiannya sudah siap.
Ketika kaisar mengenakan baju baru katanya
"Orang akan berpikir dia tak memakai apa-apa
karena pakaian ini sangat ringan."
Prosesi dimulai dan semua orang
berpura-pura mereka bisa melihat pakaian
sampai akhirnya anak di kerumunan berteriak
"Lihat. Dia tidak mengenakan apa pun!"
Kemudian, seluruh kerumunan langsung berteriak
"Dia tidak mengenakan apa pun!"
Hans Christian Anderson tidak mengatakan apa yang terjadi dengan para penipu itu.
Semua yang akan kalian dengar dalam film ini,
kalian sudah tahu.
Kalian mungkin tidak tahu jumlah yang tepat
tapi kalian tahu masalah besarnya.
Orang kaya semakin kaya.
Ketimpangan semakin besar.
Namun, tidak harus seperti ini.
Itu bisa berbeda.
Tentu saja, orang kaya suka berpikir
bahwa itu memang harus seperti ini
jadi mereka, kita harus tetap kaya.
Namun, ternyata tidak.
Banyak hal bisa berubah.
Banyak hal memang berubah.
Ini Grays di Essex tempat aku dibesarkan.
Aku mulai di SD Little Thurrock tahun saat Margaret Thatcher terpilih.
Dan aku ingin mengingat
beberapa kata dari Santo Francis dari Assisi.
"Tuhan, jadikan aku saluran kedamaian-Mu
di mana ada kebencian, aku membawa cinta."
"Di mana ada yang salah
Aku membawa semangat pengampunan."
Itu seperti pilihan Margaret Thatcher yang tampak aneh.
Pilihan yang berani.
"Di mana ada kesalahan, semoga kita membawa kebenaran.
Di mana ada keraguan, semoga kita membawa keyakinan."
Itu seperti Thatcher
yang kita kenal dan cintai.
Dia adalah kebenaran, kita harus percaya padanya.
Dia pada dasarnya adalah Yesus yang memakai helm rambut.
Setahun kemudian, dia bergabung dengan Ronald Reagan
Presiden Amerika yang baru.
Mereka berdua adalah pengikut dari seorang ekonom
bernama Milton Friedman.
Teorinya disebut "Sekolah Chicago"
karena di situlah dia mengajar di tahun 1950-an.
Selama bertahun-tahun, dia berada di pinggiran gila ekonomi.
Namun, saat Thatcher dan Reagan berkuasa
idenya menjadi ortodoksi baru.
Potong pengeluaran pemerintah, pangkas tarif pajak
kurangi kepemilikan pemerintah dan pengoperasian industri
atau regulasi industri.
Fundamentalisme pasar bebas ini
lebih dari seperangkat kebijakan saja.
Itu adalah cara memandang dunia.
Butuh naluri keegoisan dan keserakahan
yang terburuk kita dan membuatnya menjadi dasar
atas cara mengatur masyarakat kita.
Untuk 35 tahun terakhir, ide-ide ini
telah mendominasi baik Amerika maupun Inggris.
Kita diberitahu biar yang kaya makin kaya
dan kita semua akan mendapat manfaat.
Namun, yang terjadi adalah kesenjangan yang semakin besar
di antara yang golongan kaya 1% dan lainnya.
Halo.
Ada 100 anak di sini, Apakah itu benar?
Apakah jumlah kalian 100?
Ya.
Jika kita bayangkan upah pekerja biasa
menjadi 25.000 paun, kemudian pada 1979, golongan kaya 1% memperoleh
Sebanyak 50.000 paun.
Tunjukkan emasnya.
Sebanyak 150.000 paun.
Sekarang, semuanya, apakah itu adil?
Tidak.
Sekarang jika 99% masih menghasilkan 25.000 paun
maka golongan kaya 1% memperoleh?
Sebanyak 375.000 paun.
Roxie's 1% telah naik
menjadi 375.000 paun, sedangkan kalian 99%, tetap sama.
Apakah itu adil?
Tidak!
Roxie, apakah menurutmu itu adil?
Tidak.
Bahkan Roxie berpikir itu tak adil.
Grays, seperti namanya, adalah kota biasa.
Bisa dibilang kota pinggiran Essex yang biasa
atau kota Inggris biasa atau kota Eropa Utara biasa.
Beri aku kentang goreng?
Ayolah.
Terima kasih.
Atau bahkan kota biasa dalam demokrasi barat yang sekuler.
Terima kasih, bung.
Baiklah, sobat. Apakah kau ingat aku?
Aku biasa bermain denganmu di jalanmu?
- Siapa itu, Spencer... - Dean.
Dean! Bagaimana kabarmu?
- Saudaramu adalah Warren. - Itu dia.
Leigh, Pizzazz!
Oh, Pizzazz.
Pizzazz telah menjadi gereja. Mereka menyebutnya kemajuan.
Dulu di sana ada diskotik yang sangat bagus.
Sekarang apa itu? Sebuah gereja. Astaga.
Aku ingat berada di sana saat masih kecil, membaca buku.
Aku ingat berada di sana, tertusuk.
Aku ingat dipukuli di sana
dan kemudian menjadi seperti kebun binatang.
- Aku sedang menulis buku. - Lanjutkan.
Aku sedang menulis buku berjudul Temple of Night.
Mengapa kau tak memberitahuku tentang hal itu
di tengah-tengah jalan?
Yah, aku akan melakukannya karena itu
caramu mempromosikan buku. Bagaimana kabarmu, Russel?
- Aku baik-baik saja, sobat. - Aku pendukung West Ham.
- Ya? - Dan, baiklah.
Aku sedang menulis buku berjudul
Temple of Night, Close to the Edge.
- Dan sepupuku... - Tentang apa ini?
Ini tentang hidupku dan buku hubunganku
Jimmy Tibbs keluar saat ini.
- Ya, Tuhan. - Sparring With Life.
- Halo. - Halo.
Jadi, kita akan melakukan kegiatan membaca.
Grays bukan salah satu tujuh keajaiban dunia.
Grays bukanlah muara Shangri-La.
Kurasa sebenarnya, itu agak buruk.
Namun, kembali sekarang
terasa mengejutkan, betapa lebih menyedihkannya
Grays modern yang berkurang dan memburuk
dengan misi amal dan kedai taruhan
bank makanannya dan jasa pinjaman Wonga.
Namun, yang paling mengejutkan
adalah Grays masih kota normal rata-rata.
Ini terjadi di mana-mana.
Orang kaya semakin kaya. Dan yang lainnya berjuang.
Mereka disebut pernak-pernik, bukan?
Namun, mereka satu-satunya pernak-pernik yang aku punya.
Tidak ada yang salah dengan memiliki pernak-pernik.
- Tidak. - Aku suka mereka di sana.
Ya, aku ingin bermain dengan mereka meskipun aku sedikit lebih muda.
Kalo usiaku 34 tahun.
Kupikir aku akan main-main dengan mereka.
- Ada yang lain? - Tidak.
- Hanya dia, satu-satunya milikku. - Seperti aku?
Ya.
Ya. Sulit bukan?
Terkadang sulit.
Lalu, apa pekerjaanmu?
Aku bekerja di pemerintah daerah.
Bolehkah aku bertanya berapa penghasilanmu? Apakah itu...
Penghasilanku sekitar 20.000 paun setahun.
Sepertinya itu tak cukup.
Maksudku, itu benar, 'kan?
Tidak. Tidak cukup.
Aku harus mengandalkan pada tunjangan anak.
Kredit pajak, kau tahu.
Kau hanya melakukan yang terbaik.
Kau berkorban, jangan sering keluar.
Aku awalnya bermain drama, tapi aku tidak menyukainya.
Itu tak menghasilkan uang. Hentikan saja.
Bagaimana dengan universitas? Kau akan berkuliah?
Aku ingin, ya, Aku tidak yakin 100%
apa yang ingin aku lakukan, tapi aku ingin berkuliah
tapi masalahnya adalah biayanya.
Aku tidak mau,
tidak masuk universitas.
Aku sangat ingin kuliah, tapi itu mengkhawatirkan
apakah ada cukup uang dan jika tidak ada
apa yang harus aku lakukan?
Karena aku tidak ingin Ibu memiliki masalah uang
Aku sendiri tidak mau memiliki masalah uang.
Aku ingin yang terbaik untuk anakku.
Aku ingin yang terbaik.
Alasan aku hanya punya satu anak
adalah karena aku tidak mampu
untuk memiliki anak lagi dan menginginkan yang terbaik
untuk anakku dan aku sangat bangga padanya.
Namun, itu membuatku takut
baginya untuk berjuang di awal hidupnya
No comments yet. Be the first to leave one.