Season 1

Release info

100 Days My Prince S01 KOREAN WEBRip AMZN
A Commentary by tedi
Retail AMZN (16 eps)

Tags

webdl
Published on: 2024-07-25
Downloads: 149
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

100 DAYS MY PRINCE

100 DAYS MY PRINCE

Apa yang kau sentuh?

Jangan sentuh aku!

Aku tak menyentuhmu!

Aku melepas tangan.

Aku harus keluarkan untuk melakukan sesuatu.

Lupakan saja!

Diam saja.

Kau tak bisa keluar

dengan menggeliat.

Lalu kita harus bagaimana?

Kita akan berguling.

Dalam hitungan ketiga.

Sekarang. Satu, dua...

- Tiga. - Tunggu.

Aku...

tak ingin berguling.

Apa?

Aku

ingin tetap seperti ini.

Apa?

Kau tak merasa gelisah?

Kau menikmati situasi ini?

Di belakangmu...

- Ada tikus. - Apa?

Tunggu.

Dia mendekat.

Kami bertatapan.

Kita harus apa sekarang?

Astaga.

Jangan ribut karena satu tikus.

Bagaimana jika dia tiba-tiba lompat ke wajahku?

Maka itu berguling.

Aku tak mau melakukannya.

Tikar ini digulung searah jarum jam.

- Jika kita... - Kita melindasnya.

Bukankah lebih baik jika kau biarkan melompat?

- Aku tak mau. - Berguling saja!

Tidak, aku tak mau!

Satu, dua, tiga!

EPISODE 4

Kenapa lama sekali?

Bagaimana?

Kalian bisa hentikan mereka?

Tentu, itu mudah.

Sudah kubilang jangan khawatir.

Mereka tidak terluka?

Tentu tidak.

Cepat ikat.

Dengan apa?

Kau tak bawa tali?

Kau tak bilang.

Lalu bagaimana? Mereka akan segera bangun.

Kau tak bisa lakukan apa pun dengan benar.

Bagaimana dengan ini?

Aku yakin mereka bersenang-senang.

Jika kau butuh bantuan kami lagi, hubungi kapan saja.

Kami akan pastikan

mereka tak pernah menyeberangi gunung ini.

Bagus. Baiklah.

Hong-sim!

Astaga! Kau baik-baik saja?

Kau terluka?

Ayah.

Bagaimana Ayah tahu kami di sini?

Ayah khawatir, jadi Ayah mengikutimu.

Omong-omong, apa yang terjadi?

Tak ada. Ayah tak perlu khawatir.

Itu tidak benar!

Aku membunuh.

Kau membunuh?

Membunuh apa?

Apa maksudnya?

Kau membunuh seseorang?

Aku melindas tikus.

Aku tak pernah mengalami pengalaman seburuk itu.

Semua ini terjadi

karena kau bersikeras pergi ke kota.

Tak akan terjadi jika kau tinggal!

Ini semua salahmu!

Kenapa kau bersikeras pergi?

Maksudku... Kau pikir aku melakukannya demi aku?

Itu untuk membantumu dibayar.

Aku tak butuh uang itu!

Jangan pernah bahas ingin pergi ke kota lagi.

Bagus. Kau membuat keputusan bijak.

Rumahmu bukan di kota lagi, Won-deuk.

Songju adalah rumahmu.

Ya?

Sekarang mari kita pulang.

Cepat. Kau juga, Won-deuk.

Ayo berangkat.

Lupakan saja.

Bukankah ini

yukjeon, favorit Putra Mahkota?

Ini juga favoritmu, Yang Mulia.

Kudengar selera makanmu hilang,

jadi kuminta untukmu.

Bagaimana kau bisa begitu ceroboh?

Kita tak tahu apa Putra Mahkota mati atau hidup.

Saat aku seharusnya makan lebih sedikit, kau suruh mereka memberiku yukjeon?

Kami tak bisa membiarkanmu sakit.

Aku yakin

Putra Mahkota akan kembali dengan selamat.

Kau serius?

Kau tak berharap dia tak pernah kembali?

Ayah.

Apa kau juga mengira

aku menyakiti Putra Mahkota agar Seowon bisa menggantikannya?

Semua curiga saat hal buruk terjadi pada Putra Mahkota.

Saat dia jatuh dari kuda dan terluka,

semua berkata

aku pasti mengutuknya.

Namun, tidak.

Itu tak benar.

Ibu sangat berharap

kakakku selamat.

Dia bilang dia takut

dicurigai terlibat dalam serangan ini,

membahayakan nyawaku sebagai akibatnya.

Tolong

percaya pada ketulusannya.

Aku sedang sensitif dan tertekan.

Ratu,

jangan ambil hati ucapanku.

Tuan,

mencari di gunung ini tak akan cukup.

Tubuh pengawalnya

juga belum ditemukan.

Mereka mungkin pergi ke desa bersama.

Kita diminta melakukan ini secara rahasia.

Kita harus pertimbangkan semua peluang.

Izinkan saya menggambar potret Yang Mulia dan bertanya.

Beraninya kau, perwira biasa,

memerintahku?

Jika kita buru-buru memperluasnya,

mungkin perlu waktu lebih lama untuk menemukannya.

Kau akan bertanggung jawab?

Saya minta maaf.

Cari lebih teliti.

Periksa semua celah

dan semak di gunung!

Ya, Tuan.

Aku tak mau pergi.

Kenapa tidak?

Aku depresi saat mengetahui aku yatim piatu miskin.

Makin wajar untuk pergi.

Aku kurang tidur, jadi aku juga lelah.

Kau tidur nyenyak.

Lukaku belum sembuh, jadi aku tak bisa

menggerakkan lenganku...

Lenganmu baik-baik saja.

Yang satu lagi.

Kita butuh dua gulung kain katun untuk pajak.

Kita harus kerja keras untuk hasilkan uang.

Aku tak mau melakukan itu.

Yang kutahu, kau harus kerjakan bagianmu.

Aku belum makan.

- Dasar sial! - Hentikan!

Kalian alami banyak hal semalam,

istirahatlah di rumah.

Aku akan menggantikanmu.

Balikkan semua pupuk

dan buat tali jerami tiga meter.

Kenapa pengantin baru sangat tertekan?

Kau lamban sekali. Jangan tanya seperti itu.

Jelas dia tak bisa tidur semalam.

Dia seperti apa?

Dia hebat atau payah

di ranjang?

Menurutku dia hanya pecundang.

Dia pecundang siang dan malam.

Astaga, aku membencimu.

Kau menikah dengan pria muda yang baik.

Keluhanmu tidak valid.

Dengarkan aku.

Ternyata dia miskin.

Dia hanya punya tubuhnya.

Kau baru tahu?

Kau belum lama mengenalnya?

Dia benar.

Aku tahu itu.

Namun, semakin kupikirkan, semakin membuatku kesal.

Kenapa kau kesal dengan wajah itu?

Jika aku jadi kau, aku akan bersenandung seharian.

Aku juga.

Bersenandung, apanya.

Lebih tepatnya mengomel.

Apa itu?

Kau tak apa?

Astaga.

Apa perasaan tak menyenangkan ini?

Kau tak apa?

Ya ampun.

Apa hanya aku yang merasa tak nyaman?

Bagaimana menurutmu?

Aku merasa tak nyaman.

Won-deuk!

Won-deuk!

More Indonesian subtitles for 100 Days My Prince

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left