The first 200 lines.
TELECOM STAFF INC.
LAGU DARI RUMAH
11 MARET 2011 GEMPA BESAR JEPANG TIMUR
Karena bencana nuklir,
penduduk Futaba masih dalam proses mengungsi.
Mereka tersebar ke seluruh wilayah di Jepang.
MUSIM PANAS 2015 EMPAT TAHUN SETELAH GEMPA BUMI
MOTOMIYA, FUKUSHIMA TERLETAK 80 KM DARI FUTABA
Pengungsi asal Futaba berlatih Bon-Uta , lagu untuk menghormati para leluhur.
HISAKATSU YOKOYAMA PENABUH DRUM TARI OBON, PEMBUAT DRUM
Suaranya masih belum pas.
Aku sudah lama tak bermain.
Sejak gempa bumi?
Ya, sejak saat itu.
Suaraku parau.
Ini latihan pertama kami sejak mengungsi.
Di Fukushima?
Dahulu kami sering berlatih bersama,
tapi ini latihan perdana kami sejak gempa bumi.
Futaba sekarat.
Jadi, kami harus mainkan Bon-Uta Futaba di suatu tempat agar ia tetap hidup.
MOTOMIYA, FUKUSHIMA TEMPAT PENGUNGSIAN HISAKATSU
TAIKO SENDAN FUTABA, FUKUSHIMA
Koleksi yang bagus!
Aku tak terlalu mahir bermain gitar, tapi aku suka mengoleksi gitar.
Ini adalah Fender Telecaster yang asli.
Aku mendapatkannya setelah lulus SMA.
Aku teknisi listrik, dan gitar ini adalah alasanku menjadi teknisi.
Saat SMP, rock and roll sangat populer.
HISAKATSU
Namun, gitar listrik sangat mahal hingga aku tak mampu membelinya.
Saat itu juga tak ada penguat.
Jadi, aku membuat gitar sendiri. Saat aku memainkannya, suaranya bagus.
Jadi, aku masuk STM dan menjadi teknisi listrik.
Bucchan.
Kau mengadopsinya?
Ya, dia datang kemarin.
Aku membuat semua taiko di sini.
Aku membuat taiko selama sekitar 20 tahun.
Aku benar-benar belajar sendiri, aku membuatnya dengan caraku sendiri.
Kau juga membuat taiko di sini?
Sejak aku mengungsi, tidak.
Kenapa?
Aku selalu membuat drum di malam hari, sepulang kerja.
Proses mengupas kulit kayu dan meregangkan kulit drum sangat berisik.
Aku tak mau mengganggu tetanggaku di sini.
Bagaimana kondisi rumahmu di Futaba?
Luluh lantak. Mereka menggolongkannya sebagai "zona yang sulit dihuni".
Saat mendapat izin untuk kembali,
kuharap aku bisa tinggal selamanya.
Contohnya, saat aku pergi ke ruang pembuatan drum,
akhirnya aku mencari barang-barang yang lupa kubawa.
Padahal aku tahu tak ada lagi yang bisa dibawa.
Aku melakukan hal serupa di ruangan lain.
Selama di sana, waktuku berjalan cepat, dan rasanya sulit untuk beranjak.
MENUJU FUTABA
Selamat pagi.
Tunjukkan SIM.
Ini milikku.
Ini.
Tolong tunjukkan SIM semua orang.
Semua orang? Kenapa?
Peraturannya sudah berubah.
Bagaimana jika mereka tak punya?
Tanda pengenal apa saja boleh.
Jika tak ada?
Kembalilah lain kali.
Peraturannya terus berubah.
Sepanjang waktu.
Izin masuk ke Futaba hanya berlaku lima jam per hari.
Dahulu itu toko daging.
Sekarang hancur.
Kota ini tampak sangat berbeda.
Itu toko sepeda.
Benar.
Itu tempat pangkas rambut.
Tak ada yang tersisa.
Sangat mengerikan.
HARUO IMAIZUMI PENABUH DRUM TARI OBON
Ayo berhenti di sana.
Dua belas mikrosievert.
Setinggi itu?
Itu radiasi tinggi.
Babi hutan.
Babi hutan kecil.
Aku penasaran apa tetanggaku pernah pulang.
Meski hanya sementara.
Ini rumah temanku. Kami bertiga biasa bermain di sini saat kecil.
Yo-chan.
Di mana dia sekarang?
Dia pindah ke Yokohama untuk bekerja sebagai sopir taksi.
Selamat datang di rumah hantuku.
Saat pembangkit listrik tenaga nuklir dibangun,
ayahku mulai bekerja di sana.
Sebelum itu, dia seorang sopir truk.
Bayarannya sangat rendah.
Keluarga kami sangat kesulitan.
Kami salah satu keluarga termiskin di wilayah ini.
Ruangan apa ini?
Ini tempat bermainku.
Kami bermain gitar dan berpura-pura menjadi band .
Mari kita dengar suaranya.
Masih bagus.
Ini kali pertamaku menabuh drum di zona yang sulit dihuni.
Serta ini kali pertama sejak gempa bumi.
Ini menyenangkan.
Damai sekali.
AI IWANE MEMOTRET FUKUSHIMA DAN HAWAII
Apa bukaan rananya lebar?
Apa itu kamera pelat kering?
Bukan.
Itu menggunakan film.
Kita mulai!
Baiklah!
Kita mulai merekam!
Angkat wajah kalian.
Tahan!
Kameranya berputar. Baik, sudah selesai!
Halo, aku Hisakatsu Yokoyama.
Aku suka Tari Obon yang diwariskan di kampung halamanku, Futaba.
Sejak gempa bumi, tarian itu belum pernah ditampilkan.
Ai memberitahuku bahwa Tari Obon juga ada di Hawaii.
Itu Bon-Uta dari imigran asal Fukushima, yang ditampilkan setiap musim panas.
Agar bisa menyaksikannya sendiri,
aku pergi ke Hawaii dengan teman lamaku, Haruo.
Ai membantu kami sebagai pemandu
untuk bertemu keturunan imigran Fukushima di Hawaii.
MAUI, HAWAII
PAIA MANTOKUJI SOTO ZEN MISSION
Selama periode Bon, setiap musim panas di Hawaii,
keturunan imigran Jepang memuja para leluhur mereka.
MAUI TAIKO
Sebagian besar para penampil ini adalah orang Jepang-Amerika.
KAY FUKUMOTO PEMIMPIN MAUI TAIKO
Di Jepang, kami hanya memainkan satu lagu berulang kali.
Selama dua jam.
Namun, di Hawaii, mereka memainkan 20 lagu.
Tari Obon telah berkembang di sini.
Tariannya dibawa dari Jepang ke Hawaii dan menjadi makin indah.
Mereka memiliki semangat Jepang sejati.
Orang-orang dari semua ras mengenakan kimono dengan sangat apik.
Tarian mereka pun indah.
Aku terkejut melihat ketulusan penduduk lokal saat menari.
Kurasa kita benar-benar menyukai Tari Obon.
Ya, aku menyukainya sejak kecil.
Lebih dari 100 tahun lalu,
Bon-Uta dibawa ke Hawaii oleh imigran dari Fukushima.
FUKUSHIMA ONDO
Banyak penari berkumpul
Lebih banyak penari Daripada telinga daun padi di musim gugur
Lagu ini diwariskan kepada Kay oleh ayahnya.
ALBERT SADAO WATANABE AYAH KAY
Jadi, kakekmu yang membawa lagu itu?
Ya, dari Fukushima.
Kau juga tampil saat masih kecil?
Ya, dan aku menabuh drum.
Itu menyenangkan dan menarik.
Apa ayah atau kakekmu ada di foto ini?
Ini ayahku.
Begitu rupanya.
TOMIO WATANABE
Namanya Tomio.
Luar biasa.
KOTA FUKUSHIMA, FUKUSHIMA
Aku Isao.
ISAO DAN KEIKO WATANABE
Kami keluarga Kay, pemimpin Maui Taiko.
PENGABDIAN JASA UNTUK PARA LELUHUR
Panen tahun ini bagus
Telinga daun padi berlimpah
Bon-Uta ini dibawa ke Maui.
Imigran dari Fukushima memainkan Bon-Uta mereka, Fukushima Ondo,
dan itu menjadi populer di seluruh Hawaii.
FUKUSHIMA ONDO DARI OAHU SOTO MISSION OF AIEA, TAIHEIJI
Panen tahun ini bagus
Telinga daun padi berlimpah
FUKUSHIMA ONDO DARI PULAU HAWAII PUNA HONGWANJI MISSION
Panen tahun ini bagus
Telinga daun padi berlimpah
MUSIM PANAS 2016 LIMA TAHUN SETELAH GEMPA BUMI
Zona yang sulit dihuni.
Ada gerbang saat kau keluar dari jalan raya.
Terima kasih.
Kau sudah membawa semuanya?
Ayo.
Panas.
Batu nisannya jatuh saat gempa bumi.
Pihak Tokyo Electric Power membersihkan makam
dan memasang kembali batu-batunya.
CHIZUKO IMAIZUMI PENABUH TAIKO
Sebelum gempa bumi, pemandangannya lebih indah.
Dahulu kami berpura-pura jadi ninja.
Kami melempar tutup kaleng ke pilar itu.
Siapa ninja yang lebih hebat?
Aku.
Aku tak ingat.
Aku lebih baik.
Kami sering melihat burung unta di sini.
Saat kau masih kecil?
Tidak, setelah gempa bumi.
No comments yet. Be the first to leave one.