The first 145 lines.
Dengar, Sayang.
Brankas bank itu sulit dibobol
sistemnya kuat, dan penjagaannya ketat.
Bank itu punya segalanya. Tidak bisa ditembus.
Belum ada yang bisa membobolnya.
Bagus, jadi, bagaimana kita akan merampok bank itu?
Tidak ada yang tahu! Itulah tantangannya!
Jika kita gagal seperti orang-orang bodoh itu
kita akan langsung dipenjara.
Jadi, Sayang, bagaimana kau akan melakukannya?
Jangan dipikirkan dan langsung menyerah saja?
Kau pintar, Sayang! Itu memang pilihan.
Tapi aku berbeda.
Berikan aku bank yang tak bisa dibobol dan akan kubobol.
Tentu saja bukan untuk uang.
Tapi karena banknya belum pernah dibobol!
Bayangkan sensasinya.
Kita akan buat bank itu jadi bahan tertawaan.
Kau memang berbeda dari orang bodoh di jalanan, Sayang.
Kencan yang luar biasa!
Coba tebak? Aku menemukan cara untuk membobol bank itu.
Bagaimana caranya?
Caranya sederhana...
Sulit dipercaya mereka membangunnya hanya dalam semalam.
Astaga! Kita sudah kehabisan waktu!
Mereka akan mencegah kita atur ulang bom dengan cara apa pun.
Dasar bodoh!
Ini efektif.
Aku sungguh harus memuji mereka.
Panggung seperti itu cocok
untuk Beauty and the Beast atau mungkin...
Kepala sial kita akan meledak dalam beberapa jam.
Seriuslah!
Astaga. Aku butuh itu.
Lihat baik-baik.
Ada elf ditempatkan di mana-mana. Tidak ada jalan masuk.
Ya, ini akan sulit.
Kita akan tertangkap
jika kita langsung masuk tanpa rencana.
Dengar, jangan langsung menerjang kali ini!
Clayface, kau bisa membuatkan peta?
Itu pertanyaan konyol. Kau pikir kau bertanya kepada siapa?
Lihatlah!
Hebat!
Baiklah.
Dari yang kulihat, ada prajurit dari sini ke sini.
Mereka berbaris tanpa ada celah untuk menyelinap.
Apa? Ketelitianmu mengagumkan.
Prajurit dilatih untuk teliti walau akhirnya mereka korup.
Hei, jangan sok kenal aku.
Aku sudah busuk sebelum masuk militer.
Tentu saja.
- Ada apa? - Lihat di sana!
Itu dia. Si jalang yang membantu Ratcatcher.
Kudengar dia yang memimpin, tapi aku masih tidak percaya.
Keadaan jadi makin sulit.
Kita tidak bisa membunuh si Pintar tanpa menjauhkan wanita itu dulu.
Kalau begitu, kenapa kita tidak menghajar ilmuwan gila itu
dan gadis pedang itu bersamaan?
Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui!
Aku juga bisa membalas dendam! Rencana yang sempurna!
Andai saja bisa sesederhana itu.
Astaga! Apa maumu?
Mau lihat juga.
Apa yang kalian lakukan?
Jadi, bagaimana cara kita membobol benteng yang tak bisa ditembus itu?
Menurut ucapannya tadi, otak para prajurit terhubung.
Tapi normalnya, otak mereka akan terbakar karena beban berat.
"Topi Berpikir" miliknya yang memungkinkan hal itu.
Berarti kita harus mencari cara membuatnya melepas topinya.
Tidak bisa ditembus...
Hei, aku tahu!
Sayangku dan aku pernah merampok bank.
Kami membobol brankas yang dijaga sangat ketat.
Menurut kalian bagaimana kami membobolnya?
Apa ini? Kau menyombong?
Kau berhasil dengan kemampuan yang kau kumpulkan
dalam montase latihan?
Seperti cerita dalam komik.
Hei! Aku serius!
Intinya, brankas, sistem keamanan, dan penjaganya tidak penting.
Orang-orangnya yang penting.
Kita hanya perlu mengancam orang yang memiliki kuncinya.
Dengan kata lain...
Bagus. Kita sudah punya kepingan terakhir.
Kenapa aku tidak memikirkan itu?
Aku benci seringaimu, tapi itu membuatku antusias.
Ini rencana kita.
Pertama, Harley, King Shark, Clayface, dan aku
akan mendekati benteng dari belakang.
- Astaga! Ini penghinaan! - Diam!
- Aku bukan mainan, sial! - Jangan berisik!
Beraninya kau...
Kau tak boleh gagal.
Nana, lakukan yang terbaik.
Ingat, jangan makan pria ini.
Dia tanah liat. Tidak kumakan karena tidak enak.
Aku membawanya. Memberikan yang terbaik.
Dengar, Nanaue!
Akan kuberi tahu untuk kali terakhir!
Apa?
Aku tak cocok dengan air!
Tanah liat memang basah, tapi bukan air!
Jadi, jangan merendamku di dalam air!
Sama sekali tidak boleh!
- Kau paham? - Paham.
Aku menyelam sekarang, ya?
Dasar berengsek! Apa kau paham ucapanku?
Hei, berhenti! Sial!
Kuharap dia masih utuh. Sampai jumpa.
Ayo.
Sementara King Shark membawa Clayface ke benteng
Kolonel Flag dan Deadshot akan pergi ke depan benteng
dan menunggu sinyal.
Saat ada sinyal
Kolonel Flag akan menyerang dan memancing elf ke gubuk ini.
Kau tidak mau aku menyerang?
Tidak, Deadshot.
Kau akan mengawasi pergerakan di dalam benteng.
Berikan instruksi pada tim penyusup. Pastikan mereka tidak ketahuan.
Kau bukan bosku, Berengsek!
Jadi, kapan sinyalnya muncul?
Sebenarnya, apa kita sudah memutuskan apa sinyalnya?
- Sekarang! - Apa?
Itu sinyalnya! Ayo!
Apa boleh buat! Tangkap aku!
Kemarilah!
Aku sangat menikmatinya.
Baik. Mari kita mulai!
Sudah waktunya.
Cobalah strategi apa pun. Benteng ini tak akan runtuh.
Jadi, kalian akan menyerang dengan jumlah atau senjata?
Atau mungkin kekuatan baru manusia meta?
Panggil dia! Saatnya bekerja!
Kau berikutnya, Clayface.
Setelah mendengar sinyal, mulailah bekerja dengan sulapmu.
Hei.
Kau membutuhkanku?
Ya. Benar!
Langsung ke inti masalah.
Masalah?
Masalahnya...
Aku ingin bicara denganmu soal struktur otak.
Maukah kau ikut ke lab di sana?
Ada yang ingin aku tunjukkan.
No comments yet. Be the first to leave one.