Luther

Luther

Download Indonesian Subtitle

Season 5

Release info

Luther Musim ke-5 Eps (1-4)
A Commentary by aranigr
Cocok untuk HDTV

Tags

other
Published on: 2019-03-04
Downloads: 52
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bisa nafas?

Ya.

Sayang banget. Balik badan.

Binatang!

Babi tukang ngibul kamu, Luther!

Kamu gak lebih baik dari aku!

Lepasin!

Sampai ketemu lagi. Dadah.

Oi! Ibu.

Ibu? Ini Lee Peck! Murid Ibu.

Maaf, Bu.

- Kaget ya? - Ya iyalah!

Maaf, Bu.

Pulang sana, Lee.

Sial...

Bu! Bukain pintu!

Bukain pintunya, Bu!

Ibu! Ibu! Bukain!

Bukain!

- Lee, sana pulang! - Ibu, tolong!

Aku telpon polisi nih!

- Bu, tolong! - Beneran telpon nih ya, Lee!

- Synced & corrected by MementMori - -- Saritilawah: @aranigr --

Nanti dibenerin deh. Janji.

Loh... Loh... Sabar... Sabar...

Santai dong...

Jangan!

Bungkus!

Ah!

Ah!

Ah!

George, Apa-apaan ini?

Di mana dia?

Dia siapa?

Ah!

Di mana dia?

Siapa sih, George!

Kamu ngomong apaan sih!

Anak Saya.

Alistair.

Alistair, si sulung ya,

Yang suka nyuci uang kamu.

- Dia kenapa? - Dituduh nyuci uang.

Terserahlah.

Massey, siapin.

Jadi gini,

Saya bakal nanya pertanyaan tadi maksimal 5 kali.

Cornelius, Aku beneran...

Di mana anak saya! Kasih tau, John!

- Di mana dia? - Gak tau.

2x.

Bentar... Aku beneran gak tau!

Kesempatan terakhir nih, John.

Sini!

Angkat tangan.

Ada apaan sih ini?

- Kamu beneran gak tau ya? - Beneran gak tau!

Di mana dia ketika diculik.

Di mana? Siapa yang nyulik?

Kamu gak usah mancing-mancing.

Kalau kamu kasih tahu, mungkin aku bisa bantu kamu.

Aku bukan anak kecil. Aku bisa urus hidup aku sendiri.

Kamu yang mulai, George!

Aku cuma mau memastikan

kalau kamu memang gak terlibat.

Maksud kamu?

Terlibat? Kenapa aku mesti terlibat?

- Kita kan punya masa lalu. - Tapi bukan masa lalu semacam itu.

Pura-pura lupa kalau kamu pernah ngeborgol aku ke pemanas ruangan.

Bener juga sih.

Jadi, beres?

Beres nih?

Dia anakku, John.

Biarin aku lanjutin nyari dia.

George.

Aku gak peduli sama kamu, ataupun anak kamu.

Aku cuma mau pulang.

Jangan ganggu aku.

Bilang ke pasukan Spice Girls kamu untuk jangan ganggu aku.

DCI Luther.

Aku rebusin air ya?

Kamu belum selesai pindahannya.

Iya, nih. Kalau mau susu ada di kulkas ya.

Kalau butuh yang lain, cari aja. Aku ke atas dulu.

Gimana Catherine?

DS Halliday? Bagus kok.

Kenapa memangnya?

Kamu gak suka dia?

- Oh, Bukan begitu... - John.

Ini terobosan Departemen SDM Gak tau dari mana,

Tau-tau masuk jalur cepat ngeloncatin beberapa jabatan.

Kita gak ada yang suka, tapi beginilah adanya.

Tunggu aja sebentar, tau-tau dari pangkat DS

langsung jadi Pengawas.

Bos, apa maksud kamu aku harus jaga sikap di depan dia?

Maksud aku, kita ini ibarat dinosaurus Dan dia meteor yang akan buat kita punah.

Jadi, iya.

Jangan ajarin dia cara kerja yang benar.

Cukup kasih contoh saja.

- Siap. - Bagus.

Semoga.

Siapa itu? Luther...

Ok, kita berangkat.

Ada pelanggan nih, bos.

DS Halliday.

Pagi.

Pagi juga.

Pinjam pena dong?

Boleh.

Matanya dicongkel, lidahnya dipotong.

Ok.

Simpan saja.

Jangan, dong. Ini kan pena bagusan.

Sebenarnya, itu hadiah buat kamu.

Makasih.

Pembunuhnya ngejar dia dari jalan Ballarat.

Di persimpangan sana.

Oke.

Boleh nanya gak?

Apa yang seperti ini normal?

Normal?

Makasih.

Saksi mana gak tau apa yang terjadi.

Korban adalah mantan muridnya.

Lee Peck.

Korban ngikutin saksi mata ke rumah.

Tau-tau korban gedor-gedor rumah dia,

minta masuk.

Gak diketahui pembunuhnya muncul dari mana.

Aku mau ngobrol dengan saksi mata.

Benny!

Gini...

Aku mau minta tolong.

Tapi jangan bilang siapa-siapa.

Oh, gitu?

Aku kira kita harus jaga sikap hari-hari ini.

Iya, benar.

- Ini gak akan jadi masalah. - Emang kamu bisa jamin.

Ya, udah. Kamu butuh apa?

Ada orang yang lagi macem-macem sama George Cornelius.

Aku mau tau siapa dia.

Kenapa jadi urusan kita?

Gak tau, ya. Aku cuma...

ngerasa ini ada yang gak beres.

Jadi aku harus ngendus-ngendus di sana

tanpa surat pengadilan atau sejenisnya?

Nggak gitu juga.

Okelah, dasar kamu setan berlidah perak.

Makasih.

Ok, jadi gimana?

Korban pertama Paul Redford.

Umur 29. Tukang kebun.

Bujangan, siap bergaul.

- Maksudnya? - Oh.

Dia suka makai jasa pencarian jodoh on-line.

Semoga ini bukan kasus model Stephen Port.

Lab masih nyari ada tidaknya obat bius.

Kalau Port, sering melumpuhkan korban,

lalu memerkosa dan membunuhnya.

Ini benar-benar beda.

Gak ada kemiripan?

Gak ada.

Ok, ini pasti bukan korban pertama.

Jack the Ripper aja

butuh latihan sampai bisa ngacak-ngacak tubuh Mary Jane Kelly.

Si pelaku gak mungkin sampai tahap seperti ini tanpa ada awalan

Nggak.

OK, pertama,

cari apa ada orang yang diserang di tempat umum,

ditusuk di selangkangan atau pantat memakai pisau atau peniti besar...

Seperti tusuk konde?

- Apa? - tusuk konde

Seperti jarum, tapi besar.

Dipakai untuk...

Aku tau.

Periksa juga,

Eks narapidana yang baru keluar dengan pola kejahatan yang sama.

Bagaimana dengan korban yang lain? Ada hubungannya?

Gak ada. Sepertinya korban cuma ada di tempat dan waktu yang salah saja.

Hmm.

Menurutmu apa pesan pelaku lewat mata dan lidah korban?

Hukuman simbolis?

Untuk?

Memergoki aksi pelaku?

Terus gambar ini, kok bisa begitu?

Itu lampu LED dijahit di sekeliling tudung jaketnya.

Bikin gambar CCTV jadi gak jelas.

OK, korbannya gak acak, kan?

Artinya, akan ada lagi.

Nyaris juga nggak, bung.

Ya? Siapa ini?

Ini aku, Krampus.

- Benny? - Makhluk campuran kambing dan setan

yang akan menghukum anak nakal.

Waktunya gak tepat, Ben. Ada apa?

- Aku butuh bantuan. - Oke.

- Bilang aja. - Beneran nih?

- Ngga! - Aku gak punya jalan lain

kecuali harus menghancurkan kamu.

Emang gimana caranya?

More Indonesian subtitles for Luther

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left