The first 200 lines.
Saatnya pertunjukan.
Itu seperti biografi Bob Fosse bersama Roy Scheider.
Aku selalu ingat saat dia bercermin...
Setiap pagi dan mengatakan, "Saatnya pertunjukan".
Seperti itulah rasanya menjadi reporter.
Saatnya pertunjukan.
Cerita menarik tentang musim futbol SMA.
Menarik, lucu, dan mengerikan.
Yang terbaik dari Buzz Bissinger sebagai penulis dan seorang pria...
Jika Anda memisahkan yang terbaik darinya...
Keberhasilannya cukup banyak.
Baiklah, Buzz. Ayo kita mulai.
Ini usulanku. Kau setuju dengan buku itu.
Aku menulisnya. Aku yang dapat uang, tapi aku berterima kasih...
- Bukankah ini... - Akhirnya berterima kasih padamu.
Bukankah awalnya seperti ini, Buzz?
Benar. Kukatakan padanya, aku yang pertama sukses di rumah ini.
- Tapi kini aku tampak lebih baik. - Benar. Kau tampak fantastis.
Buzz orang yang terus terang.
Dia juga reporter yang peka.
Jadi kita bisa kirim dia untuk meliput cerita hebat.
Dan dia mengurus semuanya dengan kepekaan besar...
Seperti dia membuat Caitlyn Jenner Story.
Dan dia pilihan pertamaku untuk cerita itu.
Itu sampul majalah paling ikonik selama 15-20 tahun ini.
Kuyakin sampul majalah itu dilihat oleh hampir semua orang di dunia.
Mari kita bahas sedikit buku itu, melihat apa kita sependapat.
- Apakah ada buku di luar hal itu? - Benar.
Kau ingin buku yang segar.
Itu akan laris, tapi akan sangat laris jika semuanya baru.
Kurasa...
Sepertiga membahas tentang masalahku.
Sepertiga atau mungkin lebih, membahas komunitas ini...
Dan apa yang telah kupelajari.
Tapi aku juga ingin unsur tentang apa yang terjadi di media sosial...
Untuk melihat bagaimana internet, tabloid, media sampah, dan lainnya...
Cara semua itu mengubah dunia.
Kurasa semua itu harus ada di dalam buku...
Dan menjadi seperti Vanity Fair. Apa strukturnya?
Sebenarnya ada struktur bagus, yaitu pendidikan Caitlyn.
- Benar. - Semua yang kau lakukan sekarang...
Menurutku, semuanya itu baru.
Jadi kurasa kau bisa membuat buku.
Dan kurasa buku apa pun ditingkatkan dengan pelaporan dan informasi baru.
- Benar. - Kurasa ada lebih banyak orang...
Menghadapi perbedaan daripada yang kita tahu.
- Kujamin itu. - Yang ingin mengekspresikan...
Kau telah melewatinya dengan sulit, tapi aku juga. Itu sangat sulit.
Semua orang punya masalah karena kita semua berbeda.
Ini momen penting...
Dalam hal budaya kita...
Di mana Bruce Jenner menjadi Caitlyn Jenner.
Dan kini Caitlyn Jenner muncul di dunia...
Dan dia tak dijelek-jelekkan.
Seolah dia dirayakan. Kisahnya sangat penting.
Dan kurasa itu bagus karena Buzz yang akan ceritakan itu.
Ini bukan hanya soal pria dan wanita transgender.
Ini tentang perbedaan.
Dan tentang menerima dan merayakan perbedaan.
- Yang mana itu sangat sulit. - Setuju.
Dan kini aku merasa berkomitmen dengan gender.
Aku tak tahu apa itu gender.
Aku tak tahu baju pria dan baju wanita seperti apa.
- Siapa yang peduli? - Ya, aku setuju.
Kita hanya manusia. Kita semua makhluk hidup.
- Aku sangat bersyukur untuk itu. - Ya.
Bagiku, ini adalah buku yang sangat penting.
Dan kurasa akan menjadi sangat menyenangkan.
Orang yang berbeda selalu harus mempertimbangkan...
Tak hanya kebenaran dan integritas posisi mereka dan perasaan sendiri...
Tapi juga apa dampaknya pada dunia nyata.
Meski dunia nyata itu tak sempurna dan berpikiran sempit...
Apa dampaknya pada orang yang mereka sayangi?
Bagus, anjing pintar.
Aku sangat mencintai Lisa.
Dia menyenangkan dan baik hati. Dia hangat dan lucu.
Dia cantik.
Memang tampak seperti pantai di sini.
Apa yang kau lakukan?
Tapi aku punya sisi kelam dan melakukan banyak kesalahan.
Cukup, aku sudah cukup berlari.
Kuharap kami tetap menikah.
Kami harus menikah, karena ada banyak cinta di antara kami.
Saat orang menikah dan minta nasihat tentang pernikahan...
Kita harus melihatnya dengan jelas. Harus berkomitmen untuk itu.
Karena jika memulai dengan berpikir itu sepadan, mungkin akan berlanjut.
Maddy! Maddy B!
Ayo, cepat!
Bagiku, ini memang sepadan.
Dan ini pernikahan ketiga bagi kami berdua.
Jadi...
Kurasa kami akan berhasil kali ini.
Tentu kami sudah tua sekarang, jadi kami mau ke mana lagi?
- Putraku menikah hari Sabtu. - Selamat, Pak.
Jadi, ini makan malam terakhirku saat dia menjadi putraku.
- Terakhir kalinya jadi pria bebas. - Benar.
- Waktuku tersisa 48 jam lagi. - Anakku resmi menjadi dewasa.
Kita harus minum satu sloki. Tequila? Kau mau minum apa?
- Aku mau tequila. Ada patron? - Dua sloki tequila.
Baiklah.
Ayah akan merindukanmu. Ayah merasa itu aneh.
Ayah menjadi agak cengeng di akhir pekan.
- Kakekmu melakukan ini kepada Ayah. - Di mana kalian melakukannya?
Tak terlalu tepat bagiku untuk memberinya nasihat pernikahan.
Tapi aku ingat ayahku melakukan itu kepadaku.
Ada yang sangat penting dari hal itu. Hanya ada ayahku dan aku.
Dia seperti coba memberi nasihat, tapi saat itu kami sangat akrab.
Ayah pikir, kau harus belajar dari kesalahan Ayah.
- Ya. - Selalu ada perasaan saat menikah...
Semua perbuatan dan kebaikanmu sebelum menikah lenyap.
- Berbuat sesukanya. Kini tak bisa. - Tak masalah marah pada orang lain.
- Ayah ketahui itu dengan cara sulit. - Ya.
- Bersulang, Kawan. - Tidak, ini penting.
Untuk hidup indah dan bahagia, karena kau memang putra yang baik.
- Terima kasih. Kuhargai itu. - Ayo.
Astaga. Fakta Ayah pernah pakai baju wanita, apa itu membuatmu takut?
- Tidak. Tidak juga. - Itu hanya ekspresi.
Hal itu tak mengusikku. Maksudku, aku sudah terbiasa.
Aku senang Ayah berbeda dari orang lain. Semua orang sama.
Apa perasaanmu saat Ayah mengecat kuku kaki dengan warna tuksedo Ayah?
Aku hanya tertawa. Itu bukan masalah, itu diri Ayah.
Sepertinya kau bisa menerima dengan baik.
Kau pernah melakukan pedikur? Ayah sangat menyarankannya.
- Aku tak mau. - Yang benar saja.
- Dana ingin aku melakukan itu. - Kenapa?
Terasa nyaman. Meletakkan kakimu di dalam saus busa.
- Dia ingin aku melakukan manikur. - Mereka memotong kukumu.
- Ayah melakukan manikur. - Ya.
Terasa menyenangkan. Mereka memijat kakimu.
Di mana kau pangkas rambutmu? Di pusat pelatihan Marinir?
- Rambutmu cukup pendek. - Aku suka berambut pendek.
Kami akan banyak minum, lalu kau harus hentikan kami, 'kan?
Karena dia masih muda.
Mungkin kau selalu melakukannya, tapi aku sudah tua.
- Sudah siap untuk pesta pernikahan? - Tak akan kutunjukkan pada Andrew.
- Tunjukkan apa pada Andrew? - Kukuku.
- Ya! Astaga. - Lepaskan itu.
Kemarin kami pergi melakukan perawatan kuku...
Dan lihat apa perbuatan Buzz. Bagus, 'kan?
- Itu sedikit manikur dan lebih... - Itu indah, 'kan?
Lebih feminim.
Saat aku bertemu dengannya, aku sudah bercerai dua kali.
Dia juga sudah bercerai dua kali. Dia punya tiga anak.
Si kembar berasal dari istri pertamanya.
Lalu dia menikahi istri kedua.
Dia punya putra ketiga, Caleb.
Dan mereka sangat akrab.
Mereka mulai akrab saat usia Caleb kira-kira 10 tahun.
Mereka anakku. Mereka luar biasa dan sangat berbeda.
Tapi aku senang menjadi seorang ayah.
- Hai, Ayah. - Zach, apa kabar?
- Baik saja. - Kau bisa mendengar Ayah?
- Ya. - Bisa dengar Ayah bicara denganmu?
- Atau mendengar Ayah dari ponsel? - Ya, aku dengar Ayah.
- Bukankah ini keren? - Ya.
Apa pendapatmu? Ayah bicara dengan pergelangan tangan Ayah.
- Ya. - Kau juga mau ini?
- Tidak, terima kasih. - Baiklah, sampai nanti.
- Sampai nanti. - Bagaimana menurutmu?
Cukup bagus.
Aku berharap memiliki ayah seperti Buzz.
Buzz memedulikan anak-anaknya lebih dari apa pun.
Dan dia narsisis sejati. Mungkin kau tahu ini karena kau mengenalnya.
Tapi Buzz adalah narsisis sejati, kecuali ada anak-anaknya.
Lalu dia menjadi peduli pada anak-anaknya.
Zach, kau bersemangat untuk pernikahanmu?
- Sangat bersemangat. - Kau tampak bersemangat.
- Kenapa? - Akan ada Bissinger baru.
Dana Bissinger, 'kan? Bersama keluarga?
Zach, kau memang hebat. Sungguh. Akan ada Bissinger baru.
Putra kembarnya lahir prematur.
Salah satu dari mereka akan...
Mengalami gangguan selamanya.
Dan lainnya sangat berhasil di dunia kita.
Dia menjadi kepala sekolah di Haddonfield, New Jersey.
Dia anak yang hebat. Mereka berdua anak hebat.
Tapi Zach mengalami kerusakan otak karena terlambat lahir.
Kau memutuskan mengajak Zach untuk berkeliling Amerika.
Apa yang kau pelajari tentang menjadi ayah...
Yang mungkin mengejutkanmu saat menempuh perjalanan ini?
Kurasa intinya tentang penerimaan. Aku butuh waktu lama untuk itu.
Father's Day adalah buku yang sangat tulus.
Berusaha akrab dengan seorang putra yang sangat berbeda...
Dan ada saat di mana sangat sulit bagiku untuk menerima.
Aku berasal dari keluarga berpengaruh.
Aku punya ambisi untuk anak-anakku, seperti kita semua.
Tapi setelah menerima, kau akan mendapat apresiasi, lalu kebahagiaan.
Menurutku itu buku terbaik yang pernah ditulisnya.
Lebih baik dari Friday Night Lights, A Prayer for the City.
Buku terbaik yang ditulisnya.
Apa hal-hal baik yang kau bilang tentang pernikahan?
Kau bertemu orang yang lama tak kau jumpai?
- Ya. - Itu yang kau katakan?
Ya.
Ayo, Zach. Cepatlah.
- Kalian sudah siap? - Ya.
Apa?
- Kau ingin Ayah pegang mikrofonnya? - Tak perlu.
- Baiklah. - Aku hanya ingin bilang...
Aku sayang kakakku dan aku sayang Dana.
No comments yet. Be the first to leave one.