The first 200 lines.
Karakter, tindakan, tempat, pekerjaan, dan kejadian dalam serial ini fiktif dan dibuat hanya untuk hiburan.
Tidak ada maksud untuk mendorong atau mempromosikan perilaku apa pun yang ada dalam cerita.
Diharapkan kebijaksanaan penonton.
Jadi, kenapa tiba-tiba ngajak makan hari ini?
Aku lagi bingung mau makan apa,
terus kepikiran kamu.
Kalau ada yang mengganggu pikiranmu, ceritain aja ke aku.
Aku sayang kamu.
RATTAPAK PRICHAKOSON KORNRAWEE PRICHAKOSON
Nene.
Semalam aku nggak bisa ngubungin kamu.
Kamu juga nggak nelpon balik.
Ada sesuatu yang terjadi?
Nggak ada apa-apa.
Aku cuma capek.
Lihat orang tuamu deh.
Capeknya pasti hilang.
Jangan lupa aja,
betapa sakitnya kamu dulu.
CINTA DI TENGAH RAHASIA
Ayah, bisa dengar aku?
Ayah, bisa dengar aku?
Bisa dengar aku, Ayah?
Tolonglah.
Tolong bantu ayahku.
Ibu!
Ibu.
Bu, kamu harus baik-baik saja.
Kamu harus kuat.
Tolong bantu ibuku.
Kamu harus bertahan.
Aku mohon, tolonglah.
Tolong selamatkan dia.
Tolong! Kamu nggak boleh masuk.
Tolong tenang dulu.
Tunggu di luar, ya.
Itu dokternya datang.
Dokter, tolong bantu mereka.
Tolong tunggu di sini, Nona.
Tolong selamatkan orang tuaku.
Tolong selamatkan ayah dan ibuku!
Tolong mereka…
Ti, gimana keadaan nenek?
Tolong jaga dia, ya.
Jangan bilang dulu.
Nanti aku kasih kabar.
Makasih, Ti.
Tapi, Pak...
Menteri datangnya belakangan.
Apa saya harus bikin dia menunggu?
Anda pasti tahu betapa pentingnya Pak Menteri buat rumah sakit kita.
Beliau sudah banyak berdonasi.
Dan yang lebih penting, keluarganya meminta dokter spesialis terbaik.
Dan itu Anda.
Pikir baik-baik.
Tentukan prioritas.
Kalau tidak, nama Anda bisa hilang
dari daftar kandidat posisi itu.
Lalu, bagaimana dengan pasangan suami-istri itu?
Kita cuma punya satu ruang operasi tersisa.
Kalau kita nggak bantu sekarang,
takutnya udah terlambat, Pak.
Kamu tangani Pak Menteri.
Yang lainnya biar saya urus.
Dokter…
Tolong selamatkan orang tuaku.
Mereka masuk duluan.
Aku mohon…
Tolong bantu mereka…
Kalau perlu, aku sujudin!
Tolong selamatkan mereka.
Tolong, Dokter.
Ada orang di sini?
Bawa keluarga pasien ini keluar.
Tolong selamatkan ayah dan ibuku.
Tidak.
Dokter.
Tolong selamatkan orang tuaku, Dokter.
Mereka datang lebih dulu.
Tolong selamatkan mereka.
Mereka harus ditangani lebih dulu!
Dokter!
Maaf mengganggu di saat berduka dan turut berduka cita atas orang tuamu,
tapi ayahmu punya utang ke bosku.
Makanya aku ke sini.
Maksudmu apa?
Ayahmu sudah tiada,
jadi sekarang kamu dan nenekmu yang harus melunasi utangnya.
Kalau tidak...
ya, kamu pasti tahu akibatnya.
Kirim dokumen ini ke bagian HR
supaya mereka bisa rekrut staf baru.
Ada yang bisa saya bantu?
Kamu nggak ingat aku?
Karena kamu, orang tuaku meninggal.
Jaga bicaramu.
Aku bisa menuntutmu.
Aku nggak bohong.
Karena kamu, orang tuaku meninggal.
Usir dia.
Baik, Pak.
Silakan keluar.
Kamu pembunuh.
Semua orang!
Dia yang bikin orang tuaku meninggal!
Rumah sakit ini pilih kasih!
Kamu nggak mau tanggung jawab, hah?
Lepaskan aku!
Lepaskan aku!
Dasar pembunuh!
KALIAN SEMUA NGGAK PUNYA ETIKA. KALIAN SEMUA PEMBUNUH.
Dasar pembunuh!
Nggak punya etika kerja, brengsek!
Pembunuh!
Jangan lakukan ini.
Kamu cuma akan berakhir di penjara sia-sia.
Jangan ikut campur.
Aku nggak punya apa-apa lagi.
Aku sudah coba lapor ke media,
tapi dia sudah mengaturnya.
Nggak ada yang bisa menyentuhnya.
Ini satu-satunya cara buat bikin dia sedikit menderita.
Kalau kamu mau balas dendam pada orang seperti dia,
bikin dia menderita lebih dalam lagi.
Apa urusanmu dengan direktur rumah sakit itu?
Kamu nggak perlu tahu.
Lebih baik kamu fokus ke ini.
Kalau mau menghancurkannya,
hancurkan keluarganya—
terutama anak-anaknya.
Dekati mereka,
bongkar rahasia mereka,
dan hancurkan reputasi mereka.
Percayalah, ini akan menyakiti Khem lebih dari apa pun.
Jangan sakiti dia secara fisik.
Sakiti dia secara emosional.
Tapi bagaimana aku,
bisa berteman dengan mereka?
Rencanamu nggak akan berhasil.
Lakukan saja apa yang aku bilang.
Selain balas dendam, kamu juga akan dibayar.
Aku tahu kamu butuh uang.
Apa kamu benar-benar mau membalas dendam untuk orang tuamu?
Iya.
Aku mau balas dendam.
Kalau begitu, kita harus bekerja sama.
Mau dipotong pendek?
Kamu yakin?
Kamu selalu berambut panjang.
Aku ingin berubah.
Aku ingin jadi orang baru.
Aku tidak akan lupa.
Maka jangan pernah menunjukkan belas kasihan pada musuhmu.
Tujuan kita adalah menghancurkan keluarga mereka,
menghancurkan hidup mereka—
seperti yang mereka lakukan padamu, Pam.
Aku tidak menyangka rencanamu akan sejauh ini, Nene.
Ini akan lebih jauh lagi, Pam.
Percayalah padaku.
Tapi dua bersaudara itu kelihatannya polos.
Kamu benar-benar berpikir begitu?
Kawi dan Dokrak tidak pernah menyembunyikan apa pun.
Hal terburuk yang mereka lakukan hanyalah berbohong soal kartu pos.
Sebenarnya, Dokrak yang menggambarnya.
Soal masa lalunya,
dia pernah dibully karena ayahnya berselingkuh dengan gurunya.
Itulah kenapa dia membenci ayahnya.
Ibunya diam saja,
takut reputasinya hancur.
Bagus.
Mereka pantas mendapatkannya.
Pantas?
Kawi dan Dokrak juga korban dari perbuatan Khem.
Mereka tidak pantas menerima ini.
Pam, kamu benar-benar yakin Kawi berbeda dari ayahnya?
Percaya saja padaku.
Lama-lama, dia akan menunjukkan sifat aslinya seperti ayahnya.
Apa yang membuatmu begitu yakin?
Kamu akan lihat sendiri.
CHOMPOONUCH ASAVASUREE
Putuslah dengan Kawi.
Kenapa?
Kelihatannya dia sangat menyukaimu.
Tapi yang tidak kusadari sebelumnya…
adalah adiknya juga menyukaimu.
Apa maksudmu?
Dokrak tidak—
Percaya saja padaku.
Aku bisa melihatnya.
Aku sudah tahu sejak lama kalau Dokrak membantu Kawi menggambar.
Aku tidak memberitahumu karena
aku ingin melihat seberapa besar dia menyukaimu.
Apa kamu memintaku untuk putus dengan Kawi
dan mendekati Dokrak?
Aku mencintaimu, Rak.
Apa kamu mencintaiku?
Apa hatimu masih kosong?
Kamu tidak bisa menjawab, kan?
Kalau begitu, bolehkah aku mendekatimu?
Pam, sudah lama menunggu?
No comments yet. Be the first to leave one.