The first 200 lines.
DIPRODUKSI OLEH SILVA MYSTERIUM
CERITA OLEH ILJA RAUTSI & HANNA BERGHOLM
DITULIS OLEH ILJA RAUTSI
Ibu!
Aku mengesalkan, bukan? Benar.
Hei... Tinja. Hentikan!
Hei. Jangan! Kalian iseng!
Aku harap kehidupan kalian sehari-hari seindah kehidupan kami.
Sampai jumpa!
Dah!
DISUTRADARAI OLEH HANNA BERGHOLM
Kita usir ke jendela.
Baiklah.
Baiklah.
- Hore! - Matias. Matias.
Tangkap!
Tidak!
Tinja.
- Haruskah aku bawa keluar? - Bawa ke sini.
Coba aku lihat.
- Hati-hati. Ada pecahan kaca di lantai. - Coba aku lihat...
Matis, ayo kita pergi lihat...
Tolong buang ke sampah, sayang.
Sampah organik.
HATCHING
Ayo, ayo, ayo.
- Hai! Aku Reetta. - Tinja. Hai.
Kami baru saja pindah. Maksudku, aku yakin kau bisa tahu.
- Bolehkah aku membelainya? - Tentu saja.
Nakal! Roosa!
Kau tidak boleh lakukan itu.
Maaf. Dia tidak pernah menggigit siapa pun.
- Apa dia melukaimu? - Tidak. Ini kesalahanku.
Ah, ah, anaknya Alli
Nyanyikan lebih keras. Ibu, lebih keras lagi.
Ah, ah, anaknya...
Lebih keras...
...Alli.
Seekor anak burung kecil
Ah, ah, anaknya Alli
Seekor anak burung kecil
Tanpa ayah, tanpa ibu
Tidak ada yang menjagamu
Tanpa ayah, tanpa ibu
Dia tertidur.
- Apa itu video perkenalan yang baru? - Benar.
Masih belum selesai.
KEHIDUPAN SEHARI-HARI YANG INDAH
Hai, selamat datang di blogku "Kehidupan Sehari-hari Yang Indah".
Aku akan menunjukkan kalian kehidupan sehari-hari
keluarga Finlandia biasa
dan betapa indahnya itu.
Aku adalah wanita dengan dua anak dan seorang pria.
Putriku yang cantik, Tinja, seorang pesenam hebat,
akan segera mengikuti kompetisi pertamanya.
Aku gugup tetap sangat bangga padanya.
Apa?
Jari kakiku tidak runcing. Jari kakiku seperti ini.
Harusnya seperti ini.
- Ibu akan memotong videonya agar tidak muncul. - Oke.
- Ada keluarga baru pindah di sebelah. - Baguslah.
Kau sudah bertemu dengan mereka?
Sudah. Maksudku, putri mereka, Reetta.
Dia mengundangku besok.
Dia punya anjing yang sangat imut.
Kau bilang kau akan fokus pada kompetisi.
Atau kau mengubah rencanamu?
Tidak. Aku fokus pada kompetisi.
Aku akan menolongmu.
Mulailah.
Bagus.
- Kau masih tidak salto di akhir. - Ya.
Kau ragu. Kau harus percaya pada dirimu.
- Maaf. - Kau tidak perlu minta maaf.
Namun, aku tidak bisa membiarkanmu ikut kompetisi jika kau tidak bisa.
- Aku bisa melakukannya lagi. - Sudah cukup hari ini.
Sekarang tenanglah, oke?
- Tinja, kau ikut? - Aku harus pergi lari.
Tidak usah pergi.
Kenapa kau repot-repot bertanya? Toh dia tidak akan ikut.
Bersenang-senanglah!
Hai. Ini Tero.
- Hai. - Hai.
Kenapa kau tidak melepas baju senammu, sayang?
- Hai. - Hai.
- Bagaimana dengan latihanmu? - Bagus sekali.
Baguslah.
Ibu punya kejutan untukmu.
- Aku suka. - Kau harus bersinar di kompetisi ini.
Kau melihat kami.
Terkadang orang dewasa punya... teman istimewa.
- Namun, bagaimana dengan ayah? - Ayah adalah ayah.
- Kau tahu bagaimana ayah. - Ya.
Bagaimana jika kita menyimpan hal ini di antara kita saja? Oke?
Ibu akan pergi beberapa hari.
Namun, ingatlah: ini antara kita para wanita.
Hai. Baunya wangi di sini.
Wow, kelihatan indah sekali di sini.
Ibu! Ibu! Kami membuat wafel untuk Ibu.
Ya. Oke, sudah cukup.
Hei, Matias, sudah cukup.
Bagus. Sekarang baju kita berdua kotor semua.
Perjalanan bisnismu berjalan dengan baik?
Ya, menyenangkan.
Hai.
- Jadi? Ada apa, Tinja? - Tidak ada.
- Apa ibu memberitahumu tentang perjalanannya? - Ya.
Dia bilang itu adalah seminar blog yang bagus.
Baguslah.
- Ayah beli yang baru. Lihat. - Bagus.
Oke.
Bagus. Kerja bagus, Tinja.
Kau sudah semakin dekat.
Masih ada satu tempat di kompetisi.
Dan pesenam yang terakhir. Siapa namamu?
Reetta.
- Hai! - Sulit sekali dipercaya.
Oke, Reetta, ayo.
Bagus. Itu sempurna sekali.
Bagus. Lakukan lagi.
Ya. Dan lagi.
Lagi.
Lagi.
Baik, Tinja. Kita lakukan sekali lagi.
- Aku harus menguncinya. - Kami akan mengurusnya.
- Jangan latihan terlalu berlebihan, Tinja. - Tidak apa-apa.
Baik, kita lakukan sekali lagi.
Bagus. Seperti itu.
Majukan panggulmu. Luruskan punggungmu.
Lengan simetris, jangan bungkuk.
Ingat dagumu. Kerja bagus, Tinja.
Kau tahu,
Ibu berpikir ingin siaran langsung kompetisinya.
Tidak ada masalah. Aku akan mengurusmu.
Kita benar-benar mengesankan di sana.
Orang-orang menyukainya.
Hei...
Bolehkah Ibu mengakui sesuatu?
Ibu rasa...
Ibu jatuh cinta.
Maksud Ibu,
selama bertahun-tahun, Ibu hanya memberi kepada orang
dan berpikir itulah yang harus dilakukan wanita.
Namun ini...
Ini hanya...
Tero adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada Ibu.
Ini adalah pertama kalinya dalam hidup Ibu,
Ibu merasa sangat mencintai seseorang.
Ibu harus melihat perasaan ini akan membawa Ibu ke mana.
- Kau mengerti? - Ya, tentu saja.
Ibu tahu kau pasti mengerti.
Sayang, Ibu akan pergi akhir pekan depan juga.
Tinja.
Semua baik-baik saja?
Apa yang terjadi?
Tinja.
Tinja.
Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?
Burung.
Ada burung masuk.
Ayah rasa burungnya terluka.
- Burungnya jenis apa? - Aku tidak tahu.
Burungnya besar sekali.
Kau sedang apa di dalam sana?
- Pergilah. - Aku harus kencing.
- Kencinglah di luar. - Aku takut.
Aduh, Tinja!
Pergilah.
Ah, ah, ah, anaknya Alli
Anak yatim piatu yang malang
Ah, ah, ah, anaknya Alli
Anak yatim piatu yang malang
Bau apa itu?
Tinja menyebalkan.
Matias, kita lihat apa yang akan dikatakan Tinja.
Apa?
Apa yang kau...
Jadi, kau tidak mengizinkan Matias memakai kamar mandi tadi malam.
Tinja menyebalkan.
Kami bukan datang ke sini untuk bertengkar.
- Matias mengompol. - Oke, aku akan mengganti seprainya.
- Tadi malam Tinja keluar. - Apa?
- Benarkah? - Tidak. Apa ada keperluan lainnya?
Aku rasa tidak. Maksudnya...
Oh...
Oke.
Ya. Ayah mengerti.
Ayo pergi.
Kau punya burung?
Tidak.
Kami mungkin mau membeli burung.
Kenapa kau tidak datang hari ini?
- Ke mana? - Latihan.
Aku lupa.
Dia aneh sekali.
Kau mau jalan pulang denganku?
Kemudian badai yang mengerikan datang.
Ombaknya setinggi ini.
Mereka menjadi seperti ini. Sulit dipercaya.
Bisakah kau membantuku menempelkan ini?
No comments yet. Be the first to leave one.