The first 200 lines.
AGENT KIM REACTIVATED
Dengar, Kim.
Kita harus lebih sering bertemu, ya?
Min-ji sudah besar.
Sebentar lagi dia punya pacar.
Apa-apaan?
Apa? Kau takut?
Ini tak berkaitan dengan kita.
Kita hanya pria paruh baya yang memaklumi ketidakadilan.
Kita sudah tak muda lagi.
Kita cuma pria paruh baya berkacamata.
Ayah!
Maafkan aku.
Aku gagal sebagai orang tua karena kubesarkan sendiri.
Aku memohon agar kalian berkenan memaafkan kami.
Aku merasa amat marah, frustrasi, dan menyedihkan.
Aku tak punya ibu.
Aku cuma punya Ayah.
Mereka itu jahat.
Aku akan membuatmu bertekuk lutut.
Pukul aku. Kubilang pukul aku!
Mati saja kau!
Ayahku Ju Gang-chan, ketua dari Juhak Construction.
Aku akan bayar berapa pun kau mau, pokoknya singkirkan mayat itu.
Aku berutang pada Ketua Ju, jadi aku membuat pengecualian untukmu.
Mari rahasiakan ini dari ayahmu.
Apa kau bertemu Min-ji kemarin?
Aku cuma dengar soal pintu belakang.
Boleh aku bertanya?
Ini ikat rambutmu, 'kan?
Hei, Pak Tua. Kau akan mati.
Min-ji-ku. Di mana dia?
Oh Min-cheol…
Kau masih hidup karena aku yakin putriku juga masih hidup.
Jika tidak, dirimu, temanmu, dan keluargamu, semuanya akan mati.
Aku sudah mengurus mayat gadis itu.
Jangan dijawab, dan buang telepon itu.
TAK BISA MENGAKSES PERCAKAPAN
Kontak mereka sekarang.
Ada buronan tingkat satu terekam kamera.
Pergilah ke Selatan dan bawa pulang kepala Nomor 66 palsu.
Direktur, kita ada masalah.
Kita tak bisa serahkan seseorang seberbahaya Kim ke Utara.
Kita harus dapat lebih dulu.
Sudah dapat kabar dari Kim?
Aku akan coba meneleponnya.
Itu mayat!
Seharusnya kau tutup plastik, Bodoh!
"Akses ditolak"?
Akan kucoba lagi.
Apa itu ponsel miliknya?
Ya, Pak. Kami menyitanya.
"Putriku"?
5 BULAN LALU
Hei.
Sialan.
Minggir.
Pakai matamu.
Dasar sundal.
Hei, Min-ji.
Pinjam ponselmu.
Aku ketahuan main gim, jadi ponselku diambil. Aku kesal.
Tak bisa. Lalu aku bagaimana?
Aku akan kembalikan setelah jam keempat.
Ayolah, kita teman.
Kita sahabat!
- Hanya sampai jam keempat. - Baiklah.
Terima kasih.
Hei.
Kenapa ponselmu kuno?
Beli yang baru. Ini mirip punya ayahku.
Terima kasih.
Lihat, yang kupunya.
- Apa? - Apa itu?
Cantik, bukan?
Aku tak suka warnanya.
Ini bukan gayaku.
- Model terbaru tak tertandingi. - Ini cantik.
- Aku yakin punyaku lebih mahal. - Ini model terbaru.
EPISODE 3
Ayah, ayo makan.
Ayah!
Apa ini?
Semua ini buatanmu?
Ya. Ini kipas agar dingin.
Udaranya panas, ya?
Aku mungkin tak pandai belajar, tapi pandai memasak tumis babi.
Terima kasih.
Kenapa belum makan?
Karena orang dewasa harus makan lebih dulu.
Apa semuanya lancar di kantor?
- Ya. - Semua beres?
Ayah butuh sesuatu?
Tidak.
Aku akan ke minimarket nanti.
Ayah butuh sesuatu?
Tidak ada.
Hari Ayah berat. Mau dipijat nanti?
Tak usah.
Kalau begitu, aku akan mencuci piringnya.
Sulit kerjakan ini sendiri, dan aku sudah besar.
Kau butuh berapa?
Aku bukan butuh uang,
tapi ponsel baru.
Apakah rusak?
Tidak, tapi sudah kupakai tiga tahun lebih, jadi mungkin akan mati.
Beri tahu Ayah saat mati.
Sekarang sudah tak ada yang pakai ponsel sampai mati.
Anak lain dapat ponsel baru tiap tahun.
Bahkan tak sampai.
Ada yang dapat baru tiap bulan.
Mau lihat ponselku?
Lihat ini. Mana bisa kubawa ke sekolah?
Ini sangat memalukan.
Payah sekali.
Atau setidaknya Ayah beli yang baru.
Lupakan. Aku akan makan di kamarku.
Kim Min-ji!
Bukan aku.
Pasti karena angin.
- Aku pulang. - Ya.
Astaga! Apa ini?
Tunggu, ini ponselnya!
Ayah.
Aku sayang Ayah.
Ayah lebih menyayangimu.
Kenapa Ayah belikan ini?
Apa ini?
Norak sekali.
AGENT KIM REACTIVATED
RUANG INTEROGASI
"Putriku"?
Apa-apaan?
Halo?
Ini kau, Min-ji?
Min-ji…
Nomor yang Anda tuju tidak aktif.
Silakan tinggalkan pesan setelah nada bip.
Kau sudah menemukannya?
Kami masih mencari.
Kenapa lama sekali melacak ponselnya?
Kami tak bisa dapatkan data di ponsel,
jadi melacaknya hanya dari frekuensi akan butuh waktu.
PUTRIKU
Nomor yang Anda tuju tidak aktif.
Silakan tinggalkan pesan.
Jika dia tertangkap lalu kabur,
ada kemungkinan dia hancurkan ponselnya.
Pak, bisa lebih cepat?
Pak.
Kami mendeteksi pemeriksaan atas Kode Sandi 66 oleh Polsek Hwasin.
Pergi ke polsek itu,
dan tugaskan tim pengawasan untuk melacak.
- Baik, Pak. - Mengerti.
Perlu kumasukkan tahun lalu di bagian ini?
- Ya, benar. - Baiklah.
Baiklah.
Nn. Jung.
Kau mau ke mana?
Kau mau ke mana?
Kopinya lezat hari ini.
- Aku harus terima ini. - Tentu.
Halo?
Ya.
Baiklah, tentu.
BUKA
TUTUP
Sayang.
Hye-ri tak mau keluar kamarnya.
Dia bolos sekolah lagi hari ini?
Saat aku berusaha masuk, dia marah dan mengusirku.
Apa ayah tahu apa pekerjaan ayahnya?
Kenapa kau bertanya?
Ayah tak tahu.
Aku cuma penasaran.
Cari tahu apa yang terjadi pada Hye-ri.
Baik, Pak.
JUHAK CONSTRUCTION CO., LTD.
TERBUKA
JU HYE-RI
"Sung Min-ho."
MASUK, KELUAR, PANGGILAN TAK TERJAWAB
Buka pesan-pesannya.
AKU MELATIH OTOT DENGAN KERAS PERLU SWAFOTO FITNES?
TERSERAH, TAPI JAGA SIKAPMU AKU DI SEKOLAH, TAK MENDUGA ITU
- KENAPA? TERLALU PANAS UNTUKMU? - IH…
AKU MERINDUKANMU
- Min-ho, bisa datang hari ini? - Ya, ada apa?
Ada gadis yang tak tahu diri,
jadi aku ingin beri dia pelajaran.
Ajak yang lain juga.
Jadi, bukan karena rindu.
Siapa sundal yang berani macam-macam dengan Hye-ri-ku?
Namanya Kim Min-ji.
Dia punya sikap yang buruk
dan selalu menjawab ucapanku.
Baik, aku akan datang.
Sial, aku tak bisa tidur sama sekali.
Kenapa? Kau tak percaya padaku?
Aku akan urus semuanya.
No comments yet. Be the first to leave one.