The first 200 lines.
DIADAPTASI DARI NOVEL
RUYI'S LOVE IN THE PALACE OLEH LIU LIANZI
EPISODE SATU
Qingying!
Hongli.
Qingying!
HONGLI, PUTRA KEEMPAT YONGZHENG
Pangeran Keempat, kau baik-baik saja?
Bagaimana pemilihan istri kakak ketigaku?
Pangeran Keempat,
Pangeran Ketiga sudah memilih istri.
Kami baru menerima kabarnya.
Apa hasilnya?
Selamat kepada Pangeran Ketiga.
Dia memilih Nn. Donggo sebagai istri utamanya.
Dia tak memilih Nn. Qingying?
Kupikir itu juga aneh.
Secara teori,
Pangeran Ketiga adalah anak angkat Permaisuri.
Nn. Qingying adalah keponakan Permaisuri.
Ini bisa jadi kesempatan untuk mempertahankan keuntungan
dan memperkuat hubungan mereka.
Tapi pada akhirnya,
bukan hanya Nn. Qingying tak terpilih sebagai istri utama,
dia bahkan tak terpilih sebagai istri kedua atau selir.
Permaisuri sangat marah.
Nn. Qingying tak bisa ditemukan.
Mereka mencarinya ke mana-mana.
Bagaimana bisa?
Nn. Qingying sudah pergi
sebelum Pangeran Ketiga selesai memilih.
Orang-orang suruhan Permaisuri
sudah lama mencarinya.
Dia masih belum ditemukan.
Seharusnya kau bilang lebih awal. Jangan ikuti aku.
Pangeran Keempat, kau mau ke mana?
Sudah kuduga kau di sini.
Mulutmu besar sekali.
Mereka tak menemukanmu. Istana Permaisuri sedang kacau.
Aku khawatir kau akan sedih.
Tapi kau bersenang-senang di sini.
Kenapa aku harus sedih?
Lihat, ini teleskop yang diam-diam kuambil dari bibiku.
Kau bisa melihat jauh dan jelas.
Ini, lihatlah.
Aku tetap harus mengembalikannya.
Kau bisa lihat?
Kenapa Kakak Ketiga tak memilihmu?
Kenapa aku harus biarkan dia memilihku?
Kau keponakan Permaisuri.
Kakak Ketiga adalah anak angkatnya.
Semua tahu dia akan memilihmu sebagai istri utama.
Itu asumsimu.
Aku tak suka Pangeran Ketiga.
Kau tak suka Kakak Ketiga?
Aku pergi ke sana karena Ayah dan Bibi menginginkannya.
Aku tak mau pergi.
Meski aku pergi,
aku tahu cara agar tak terpilih.
Kenapa kau tak terpilih?
Aku buang angin.
Kau buang angin?
Di depan umum?
Benar, aku makan banyak kacang.
Ide bagus!
Lihat ini.
Istana Kebajikan Agung bibiku.
Jaraknya jauh, tapi kau bisa melihatnya dengan jelas dengan ini.
Kurasa itu kabar baik.
Apa?
Maksudku,
masalahmu sudah selesai sekarang.
Masalahku baru saja dimulai.
Apa masalahmu?
Pangeran Ketiga selesai memilih.
Giliranku bulan depan.
Qingying.
Maukah kau membantuku memilih?
Membantumu memilih?
Aku selalu memercayaimu sejak kecil.
Apa yang kau suka selalu bagus.
Beri aku nasihat diam-diam saat hari itu tiba.
Katakan siapa yang cocok, agar aku bisa membuat keputusan terbaik.
Itu istrimu.
Kau harus membuat pilihan sendiri. Mana bisa aku membantumu?
Lagipula, mana bisa aku ada di sana saat kau memilih istri?
Aku tak berhak berada di sana.
Itu mudah.
Jadilah salah satu kandidatnya.
Menjadi salah satu kandidat?
Bagaimana bisa?
Aku sudah lama mengenalmu. Itu tak akan berhasil.
Mudah. Aku tak akan memilihmu.
Kau tak akan memilihku?
-Benarkah? -Aku tak akan memilihmu.
Kubilang, bantu aku memilih satu.
Bahkan jika aku bersedia membantu,
aku tak bisa menjadi salah satu kandidat begitu saja.
Serahkan kepadaku.
Akan kuusahakan meski harus memohon pada bibimu.
Biar kutanya.
Kau ikut atau tidak?
Tidak, aku tak mau.
Qingying.
Kutunggu kau di Ruang Salju.
Kau harus datang.
Bibi punya selera mode terbaik.
Ini gaun yang indah.
Tapi aku tak melakukan apa pun,
tak perlu pakaian ini, 'kan?
Dasar bodoh, apa maksudmu?
Bibi ingin kau memakai ini
untuk pergi ke pemilihan istri Hongli.
Bibi.
Hongli dan aku
seperti saudara.
Mana bisa aku pergi? Aku tak mau pergi.
Tak heran Hongshi tak memilihmu.
Kau bicara omong kosong.
Aku tak bicara omong kosong.
Hongli memintaku membantunya memilih.
Tapi dia tak bilang akan memilihku sebagai istrinya.
Selain itu, aku pernah ditolak oleh Pangeran Ketiga.
Aku tak mau.
Pergilah, ini perintah.
Hongshi sepertinya akan kehilangan kekuasaan.
Apa salahnya menikahi Hongli?
Di Klan Ulanara, tak ada pria yang menjadi pejabat tinggi.
-Hanya... -Hanya wanita dalam harem.
Tanggung jawab kita adalah melanjutkan kehormatan Klan Ulanara.
Jika tidak, bagaimana kau akan menghadapi leluhur kita?
Bibi sudah sering mengatakan ini.
Sudah bibi bilang berkali-kali, tapi kau tak pernah mendengarkan.
Aku akan dengar kali ini.
Ini gaun yang indah. Aku akan mengambilnya, terima kasih.
Aku permisi.
Nona.
-Qingying. -Nona.
-Qingying. -Nona.
Dasar gadis keras kepala.
Jangan khawatir.
Nona cantik.
Dia kenal Pangeran Keempat sejak mereka kecil.
Dia akan dipilih sebagai istrinya jika dia pergi.
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Baginda memarahi Pangeran Ketiga di Aula Pembinaan Mental.
Beliau memanggil Yang Mulia.
Kau banyak tak berbakti.
Ayah selalu memaafkanmu.
Kini, kau merekrut sekutu dan berkolusi dengan pejabat tinggi lagi.
Apa yang kau rencanakan?
HONGSHI, PUTRA KETIGA YONGZHENG
Ayah, ini...
Ini untuk mendukungku.
Mereka tahu aku yang tertua,
dan putra Permaisuri.
Itu sebabnya mereka menulis ini untuk membantuku.
Penjelasan yang bagus.
YONGZHENG
Kenapa mereka semua membantumu?
Andai tak ada orang yang melaporkanmu
ayah pasti akan percaya
kau begitu dihormati di kalangan pejabat.
Baginda.
Bagus. Kau di sini.
Lihat bagaimana putramu
tak setia dan tak patuh.
Kau sudah bertemu mereka semua.
Nn. Gao feminin dan cantik,
dia akan cocok.
Nn. Fuca bermartabat dan bijaksana.
Dia pilihan istri yang lebih baik.
Hongli?
Ya, Ibu.
NIOHURU, SELIR AGUNG XI
Ibu.
Boleh aku memilih siapa yang kusukai?
Biar ibu beri tahu.
Istri berbudi luhur, selir cantik.
Kau harus berhati-hati saat memilih istri.
Siapa yang kau suka adalah satu hal,
apa dia bisa membantumu atau tidak, itu hal lain.
Ini akan memengaruhi masa depan kita di istana.
Calon istrimu harus bisa membantu kita.
Ibu sudah bilang.
Klan Fuca punya kekuasaan besar dan ada banyak pejabat tinggi.
Bahkan Klan Niohuru, keluarga ibu, tak bisa menandingi mereka.
Kau harus tahu apa yang penting.
Aku mengerti.
Yang Mulia.
Sudah waktunya.
Bisa kita mulai pemilihannya?
Baiklah, sudah waktunya.
Lihat baik-baik dan pilih yang tepat.
Baik, Ibu.
Saatnya mulai.
Biarkan kandidatnya masuk.
-Salam pada Selir Agung Xi. -Salam pada Selir Agung Xi.
-Salam, Pangeran Keempat. -Salam, Pangeran Keempat.
No comments yet. Be the first to leave one.