The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Ini bukan RuPaul's Best Friend Race!
Aku merasa diserang!
Ya!
Kita berhasil.
Semua orang di sini menyerangku.
Ini adalah Untucked,
belakang panggung kompetisi untuk jadi adibintang waria Amerika berikutnya.
Say, jika kau tak menonton Untucked, kau hanya tahu separuh cerita.
Jeda di panggung utama.
Semua kamera pindah posisi.
Nona-nona, aku sudah memutuskan.
Joey Jay.
Denali.
Tamisha Iman.
Utica.
Rosé.
Kalian kena Pork Chop.
Wow.
Apa-apaan?
Ini gila.
Aku merasa kecewa. Menyesakkan.
Mana bisa berakhir secepat ini.
Ini tidak adil.
Aku merasa bingung dan terluka
karena ada banyak yang ingin kutunjukkan dan aku tak tahu harus apa setelah ini.
Wow.
- Hai. - Halo.
Hai.
Aku tak yakin apa yang terjadi.
Aku melihat empat ratu drag lain
dan mereka sedang duduk dengan wajah penuh kekalahan.
Selamat datang di Pork Chop, Ratu.
- Selamat datang. Dah. - Ya, serius.
Aku sangat terkejut itu baru terjadi.
Ya, 'kan?
Siapa lawan suai bibirmu?
- Olivia Lux. - Oke.
- Aku dan dia dari New York. - Bagus.
Lawanku dari New York. Lawanku Kandy Muse.
Aku suka Kandy, aku senang dia ada.
Aku juga.
Aku dibantai.
Apa itu yang kau rasakan, Say?
Kandy itu rusuh.
Kita duduk sendirian di ruang VIP.
Tidak sepenuhnya sendirian.
Tidak, itu benar.
Di mana pun dia berada, dia berisik.
Ya, dia berisik.
Kau tahu siapa lawan suai bibirmu?
- Ya. - Apa itu menjadikannya berbeda atau aneh?
Ya.
Terakhir kali aku melihat Olivia di kompetisi besar di New York,
saat aku jadi pewara dan dia berkompetisi.
Jadi, itu semacam momen kembalinya jalang itu
untuk mengalahkan tuan rumahnya, kau tahu?
- Aku sangat terkejut bahwa itu terjadi. - Aku tahu. Sangat terkejut, 'kan?
Ya, aku jadi meragukan diriku saat itu.
Itu bukanlah diriku.
Utica, bagaimana perasaanmu tentang suai bibir?
Aku agak tidak siap.
Awalnya aku merasa, "Hore, aku berhasil."
Lalu berubah jadi, "Astaga...
aku pulang lebih dulu."
Aku tak mengira akan berakhir seperti ini.
Aku tak bisa menunjukkan karyaku.
Aku merasa sedih soal itu.
Rasanya berat.
Bagaimana perasaanmu?
Aku masih agak syok.
- Ya. - Tapi aku gadis kontes kecantikan.
Aku tahu kapan aku dikalahkan dan aku bisa menerimanya.
Tapi tadi aku merasa, "Yang benar saja?"
- Itu yang kurasakan. - Benar.
Ingatlah bahwa aku terpilih untuk audisi Musim 12.
Wah!
Tapi saat aku lolos, ternyata aku mengidap kanker.
Astaga!
Dan aku harus segera radiasi dan kemoterapi.
- Astaga. - Jadi, aku tak bisa ikut.
Dan aku berjuang untuk kembali ke sini setahun kemudian.
Aku sempat tak bisa berjalan.
Radiasinya buruk sekali hingga aku tak bisa berjalan.
Jadi, untuk kembali ke sini sebagai penghidupanku…
- Ya. - Aku berhasil, kau tahu?
- Hebat. Selamat. - Kau luar biasa.
Nona-nona, aku sudah memutuskan.
Kahmora Hall dan Elliott,
kalian dapat Pork Chop.
Pulang sana, Say.
Aku bingung.
Aku merasa kalah.
Apa aku akan pulang?
Apa ini tipuan?
Aku tak tahu apa yang terjadi dan itu mengerikan.
Aku merasa mengecewakan diriku.
Aku tahu aku jauh lebih baik dari ini,
dan aku punya banyak hal untuk ditunjukkan.
Jadi, saat aku aku tahu akan kalah,
aku bisa merasa impianku pudar.
- Hai! - Hai.
- Hai! - Aku tahu ini.
Aku ingin memelukmu!
Denali!
- Astaga, sulit kupercaya aku ada di sini. - Sulit dipercaya kau di sini.
Aku Kahmora.
- Sang legenda, Kahmora Hall. - Benar.
Jangan begitu! Tapi kuterima.
Asuhan Tajma Hall dan Jaida Essence Hall.
Manis.
Tunggu. Bagaimana suai bibirmu?
Emosiku campur aduk.
Itu membuatku trauma.
Pengorbananku besar untuk kompetisi ini.
Tabunganku terkuras demi semua ini.
Di saat yang sama, aku sangat bersyukur karena sudah lama mendambakan Drag Race.
- Benar. - Berada di sini sangat berarti untukku.
Menurutmu, akan bagaimana selanjutnya?
Foto kita akan ada di dinding itu juga.
Boleh aku di samping Soju? Dia putriku?
- Ha? - Kami berdua gugur lebih dulu.
MUSIM 11
Soju dan kistanya?
Aku datang demi keadilan bagi Soju,
tapi itu sudah berakhir, jadi…
Hal yang lebih gila adalah hanya Tina satu-satunya ratu yang kutemui.
Aku pernah melihatmu.
- Kau di Las Vegas. - Benar sekali.
Itu tiruan yang buruk, sungguh.
Kau paham maksudku?
Hal yang sama terjadi pada kita semua.
Jadi, aku yakin saat ini aku merasa ada ruangan lain…
Tempat mereka mengejek kita.
Kurasa para gadis yang mengalahkan kita sedang menggosipi kita.
Pasti.
Astaga.
Mari kita bahas yang paling penting.
Kalian masuk.
- Kau dan gadis lain. - Ini gila.
Apa yang kau pikirkan?
Saat di panggung utama, aku tak kenalkalian, tapi aku berpikir,
"Tak mungkin aku masuk dengan busanaku yang memikat
dan mereka duduk di sana untuk menilaiku."
Ya.
Jadi, aku memutar balik ke pojokan dan cepirit di celana. Seperti ini.
Kalian paham?
Apa yang kukira kutahu, langsung lenyap begitu saja.
Ya, itu jelas memang cara mereka.
Tepat sekali. Saat masuk, kau pikir akan bertemu 13 ratu lain.
- Aku senang! - Setidaknya setengahnya.
Aku senang, aku siap bicara
dan siap bilang, "Kau mengerikan," dan, "Aku menyukaimu."
Satu hal yang harus dikatakan, "Kau akan suai bibir."
Luar biasa harus naik ke panggung utama
pada hari pertama Drag Race di depan empat juri,
RuPaul berdandan waria menilaimu dalam-dalam.
Kini, kau harus tampil, bukan hanya untuk mereka, tapi demi dirimu juga.
- Ya. - Jalang.
Kukira aku akan suai bibir dan ditaruh bersama grup lain.
Tapi dia bilang, "Kau pulang." Lalu aku, "Oh."
- Aku berpikir, "Ada apa?" - Aku tak percaya.
Aku bilang, "Tak mungkin."
Jika aku di atas sana dan mereka bilang aku kalah, aku pasti terpukul.
Bagaimana perasaan mereka, ya?
Angka keberuntungan 13, meski bukan, tapi benar.
- Aku merasa tak beruntung hari ini. - Aku juga.
Aku suka bersaing, jadi,
aku bilang, "Sial, aku yang pertama."
Aku merasa…
terguncang.
Kejam. Ini agak kejam.
Ini agak kejam. Tak ada yang mau pulang paling pertama.
Tak ada. Tidak.
Kuberi tahu.
Bukan ini yang kuharapkan terjadi pada hari pertamaku di RuPaul's Drag Race.
Aku sangat sedih,
Kau pikir ini akan menjadi momen bahagia untuk saling mengenal,
tapi kami merasa kalah.
Kami merasa ini akhir cerita kami.
- Aku merasa senang dengan kita berenam… - Sama!
Ini sofa yang manis.
Kurasa kita atur sofanya begini. Cukup lega.
Tak perlu tambahan.
Baik.
Mereka bilang, "Kalian berdua akan pulang." Aku pun bilang, "Apa?"
Elliott dan Kahmora Hall.
Tunggu, kau dengan dua gadis?
Tunggu, apa?
Kau hanya lawan satu?
Ada 13 orang. Ya.
Baiklah, Jalang.
- Gila. - Mencurigakan.
Ya.
- Kalian gila. - Sayang.
Jadi, mereka berdua dipulangkan?
- Lihat? Aku memulangkan dua orang. - Benar.
Baiklah.
- Dia pembunuh. - Ya.
Itu mengejutkan.
No comments yet. Be the first to leave one.