The first 200 lines.
Putra Mahkota.
Nona Qin.
Putra Mahkota datang lebih awal.
Apa ada hal penting, Putra Mahkota?
Tidak ada apa-apa.
Awalnya, aku cuma ingin berkeliling.
Tanpa kusadari, aku berjalan sampai kemari.
Jadi, kupikir sekalian saja mampir.
Dengan jarak Gunung Jiulu ke ibu kota,
berkuda cepat pun perlu satu jam.
Bagaimana mungkin cuma mampir?
Selain itu, kau tampak lelah dan tak berdiri dengan stabil,
sepertinya kau kurang tidur.
Katakan. Ada urusan penting apa?
Tidak ada apa-apa.
Apa terjadi sesuatu pada kakakku di perbatasan?
Tidak, Nona Qin.
Tenang saja.
Ini urusan pribadiku.
Foniks jatuh dan mendarat di halaman Kaisar.
Bunga mekar selama empat generasi tanpa pernah layu.
Putra Mahkota mencemaskan masalah pemilihan istri Putra Mahkota?
Bingung karena banyaknya pilihan?
Jangan mengejekku.
Dua hari lalu, aku menerima undangan.
Katanya, Permaisuri akan mengadakan perjamuan istana di hari Festival Qixi
dan mengundang wanita lajang dari keluarga bangsawan.
Apakah berkaitan dengan ini?
Kau juga akan hadir?
Perintah Kaisar tak boleh dibantah, aku terpaksa harus hadir.
Namun,
ini bukan keinginanku sendiri.
Di istana, memang benar wanita cantik bernasib buruk.
Tapi aku percaya,
meski ke depannya sulit,
pasti ada seseorang yang mau
menyingkirkan segala kesulitan dan bahaya
dan mengatasi rintangan bersama Nona Qin.
Seperti suami istri pada umumnya
yang terus bersama hingga tua dan saling bantu di saat sulit.
Itu cuma ada dalam opera.
Pada kenyataannya,
hidup itu panjang dan hati manusia sulit dipercaya.
Wanita di dalam istana bagai bunga empat musim.
Mereka muncul bergantian.
Selalu ada yang baru.
Bagaimana kita tahu bunga ini tak akan dibuang saat layu?
Bagaimana kita tahu orang itu tak akan terpikat bunga lain?
Selain itu,
beberapa bunga hanya ingin hidup di gunung dan ladang,
mengikuti keinginan hatinya dengan langit sebagai atap.
Putra Mahkota adalah penerus takhta.
Jangan sampai urusan cinta mengusik Anda?
Ayo.
Biar kuuji apa teknik pedang Putra Mahkota sudah meningkat.
Menyenangkan.
Perjamuan istana sebentar lagi.
Putra Mahkota harus pulang.
Karena Nona Qin juga akan hadir,
bagaimana jika kita berangkat bersama?
Dengan pakaian ini?
Aku memang ceroboh.
Kau seorang gadis.
Kau harus lebih teliti dalam berdandan.
Aku pamit.
Putra Mahkota.
Apa kau percaya kisah dalam opera?
Aku percaya segala hal bergantung pada usaha.
Aku setuju.
Semoga Putra Mahkota tak akan mundur meski situasi sulit
di masa depan.
Aku berjanji.
Kini sudah siang.
Pergilah, Putra Mahkota.
Baiklah. Sampai jumpa di istana.
Sampai jumpa.
Apa kau berbeda dengan orang lain
di istana kekaisaran?
RUANG TONGMENG
Cuaca hari ini indah.
Benar.
Sudah lama tak lihat cuaca seindah ini.
Sungguh hari baik untuk mengadakan Festival Qixi.
Aku, Shangguan Ya, memberi salam pada Tuan Putri.
Berdirilah.
- Terima kasih, Tuan Putri. - Terima kasih, Tuan Putri.
Aku dan Ya berpisah dan bertahun-tahun tak bertemu.
Aku ingin bicara empat mata.
Kau tak keberatan, 'kan?
- Tidak, Tuan Putri. - Tidak, Tuan Putri.
Tuan Putri.
Jika ingin bicara, katakan saja.
Dalam acara seperti ini,
aku cemas kau merasa tak nyaman
dan tak setuju dengan judi.
Tampaknya kecemasanku ini berlebihan.
Terima kasih atas perhatian Tuan Putri.
Tuan Putri datang sangat awal.
Kakak Ya juga.
Kau sudah dengar lagu rakyat itu?
Dan kau...
masih mau masuk istana?
Kau boleh membohongiku,
tapi jangan bohongi dirimu.
Jika ingin tahu pendapatku,
aku bisa beri tahu Tuan Putri.
Aku tak ingin berdiri di sana
bersama wanita lain
untuk memperebutkan pria yang kelak duduk di takhta.
Permaisuri sudah tiba.
Hari ini Festival Qixi.
Seharusnya kalian merayakannya di rumah.
Namun, menurutku,
lebih baik kita sama-sama meramaikan festival.
Karena itu, aku mengundang kalian kemari.
Kita harus bersenang-senang.
- Baik. - Baik.
Ibunda, tenanglah.
Semua gadis muda suka acara meriah.
Permaisuri mengundang kami, kami merasa terhormat.
Aku dan Permaisuri sudah berdiskusi.
Di perjamuan hari ini, ada hal baru,
yaitu kompetisi wewangian.
Karena ini kompetisi,
aku mau minta persetujuan Permaisuri.
Katakan saja, Adik.
Hari ini para gadis lajang akan meracik wewangian.
Lalu, semua dibawa ke dalam
untuk dipilih tiga terbaik dan diberi hadiah besar.
Bagaimana?
Aku sudah menikah.
Jika aku berpartisipasi,
maka kompetisi akan berubah.
Hasil kompetisi tak akan bisa dipakai untuk memilih istri.
Menurutku tak pantas.
Kita semua datang untuk menghadiri perjamuan.
Kenapa mereka boleh meracik wewangian demi hadiah,
tapi aku tak boleh?
Aku juga mau berpartisipasi.
Rong,
ini Festival Qixi.
Kau sudah menikah.
Jangan berpartisipasi.
Selir Rou mengusulkan kompetisi wewangian,
itu artinya dia pasti sudah menghasut Ayahanda.
Tiga pemenang utama yang terpilih
mungkin akan menjadi kandidat istri utama dan selir Chuan'er.
Ibunda mengatakan ini
untuk memanfaatkan jebakannya.
Lagi pula, mereka semua berkompetisi.
Jika aku ikut, itu tak berlebihan, 'kan?
Nona Qin.
Apa kau tak meracik wewangian?
Aku meracik atau tidak, sama sekali tak masalah bagiku.
Kau sungguh gadis yang unik.
Tampaknya,
Qin Zhenzhen sama sekali tak berniat masuk istana.
Dia memang wanita yang lugu.
Perjamuan ini
dihadiri menteri penting dan menteri muda kekaisaran.
Tidak perlu sungkan.
Ayo nikmati wewangian
dan berbagi beberapa ide dan pengalaman
soal mengatur negara.
Kalian semua bebas berbicara. Tidak perlu sungkan.
Kaisar.
Dengan melanjutkan keturunan kekaisaran,
negara bisa punya masa depan dan harapan.
Putra Mahkota hampir berusia 20 tahun,
sudah waktunya memilih istri.
Menteri Xie benar.
Belakangan ini, aku selalu memikirkan hal ini.
Ada kandidat yang cocok?
Usulkan saja.
Apa rencana Permaisuri?
Pemenang kompetisi meracik wewangian
akan jadi istri Putra Mahkota.
Jangan cemas.
Tuan Putri akan membantumu.
Terima kasih.
Putra Mahkota.
Tuan Shangguan.
Aku melihatmu tumbuh dewasa.
Kau harus tahu,
tak peduli kapan pun itu,
aku dan ibundamu selalu menginginkan yang terbaik bagimu.
Hari ini, kau pasti tahu bagaimana harus memilih.
Selir Rou ingin mengusulkan Xiao Wei.
Ibunda ingin mendukung Shangguan Ya.
Kotak brokat ini
pasti berisi nama orang sesuai nomor kantong wewangian.
Jika aku menjadi Selir Rou...
Waktu sudah habis.
Nona Kedua Qin,
liontin giokku jatuh ke tempatmu.
Bisa ambilkan untukku?
DELAPAN
Kenapa kau menukar wewangian kita?
Bukankah tadi kau bilang tak masalah?
Kau tak keberatan membantuku, 'kan?
No comments yet. Be the first to leave one.