The first 200 lines.
PANGAN BS
Dia jelas bersemangat.
Apa?
Aku tidak membawa payung.
Yoon-seong!
Kau mau ke mana?
Payungmu di sini.
Sedang apa kau di sini?
Aku harus memberitahumu sesuatu.
Apa maksudmu?
Aku menyukaimu.
Aku menyukaimu, Hyun-jin.
Sejak tujuh tahun lalu sampai sekarang.
Selalu kau.
Hanya ingin memperjelasnya.
Aku tidak ingin hanya melihatmu
dari jauh lagi.
Yoon-seong...
Aku tidak menduga ini.
Ini tidak tiba-tiba.
Butuh tujuh tahun bagiku untuk mengatakan ini.
- Woo-joo. - Ya.
Apa yang harus kau lakukan saat Bibi pulang?
Tepuk tangan! Benar.
Kenapa dia lama sekali?
- Haruskah kita meneleponnya? - Ya.
Hei, Hyun-jin.
Kau akan pulang larut?
Kenapa?
Jangan bilang kau lembur lagi hari ini.
Tidak.
Ini rencana makan malam spontan.
Maaf, seharusnya aku memberitahumu lebih awal.
Rencana makan malam?
Kau tak mengatakan apa pun pagi ini.
Mari kita berkencan
setelah proyeknya selesai.
Apa kau bersama Pak Park?
Ya.
Baiklah.
Sia-sia saja aku bersemangat.
Bibi pulang larut.
- Haruskah kita melepas ini? - Ya.
EPISODE DELAPAN
Tentang ucapanku tadi.
Aku tidak memintamu menjadi pacarku sekarang.
Aku berniat mencari waktu
yang lebih baik untuk memberitahumu
tapi kau mengenalku.
Aku terlalu lama
mencari waktu yang tepat
dan bahkan tidak bisa mengajakmu berkencan.
Masih ada presentasi
dan aku tidak akan mendesakmu.
Pikirkanlah baik-baik
dan beri tahu aku.
Aku menunggu tujuh tahun
untuk menyatakan perasaanku.
Aku bisa menunggu beberapa pekan.
Jika kau tidak yakin
beri saja aku tiga kencan.
Bukan sebagai rekan kerja atau teman lama dari kampus.
Lihat bagaimana aku sebagai seorang pria.
Lagi pula, kita belum menghabiskan
waktu bersama sejak bertemu lagi.
Benar.
Jadi
bukankah setidaknya kau harus memberiku kesempatan?
Mari makan.
Terima kasih.
Terima kasih.
Kau mau berkencan akhir pekan ini setelah presentasi?
Bagaimana menurutmu?
Tentu.
Lantas, biarkan aku mentraktirmu dengan benar kali ini.
Baiklah.
Masuklah.
Baik, hati-hati di jalan.
Kau bisa membawa ini.
Seharusnya hujan lagi pekan ini.
Tidak apa-apa. Aku punya payung di rumah.
Ini lebih besar dan bagus, sempurna untukmu dan Woo-joo.
Ambillah.
Terima kasih.
Aku akan masuk sekarang.
Hati-hati di jalan.
Apa?
Astaga.
Dia sudah tidur.
Aku menyukaimu, Hyun-jin.
PANGAN BS
KETUA TIM PARK YOON-SEONG
Pak Park, ayo pergi rapat.
Rapat.
Ayo.
Aku menyukaimu, Hyun-jin.
Aku senang klien menyelesaikannya.
Jika tidak, kita akan bergadang lagi.
Aku punya cerita tentang seorang teman...
Kau punya teman?
Kau pikir aku tidak punya?
Ya, kau menikah dengan pekerjaanmu
dan kau terlalu sempurna. Aku tidak mengira kau punya teman.
Kau tahu?
Omong-omong, temanku, bukan aku
sedang dalam masalah, tapi aku tidak tahu banyak tentang topiknya.
Tentang apa itu?
Kencan?
Aku suka memberi saran hubungan.
Temanku, bukan aku
menyatakan perasaannya ke orang yang disukainya
dan wanita itu tampak agak tidak nyaman.
Bisa jelaskan bagaimana dia terlihat tidak nyaman?
Dia mungkin tidak nyaman karena tidak ingin berada di dekatnya
atau dia bisa saja tidak nyaman karena gugup.
Mungkin yang kedua.
Kalau begitu, itu bukan pertanda buruk.
Dia gugup karena tertarik kepadanya.
Tapi temanku sedih
karena wanita ini sangat santai di dekat pria lain
tapi tidak di dekat temanku.
Begitu rupanya.
Tapi bukankah itu
karena dia ingin memberikan kesan baik?
Kalau begitu, apa itu bagus?
Kurasa itu bukan hal yang baik.
Kau pikir ini lelucon?
Kau baru saja bilang itu pertanda baik.
Ya
Lagi pula semua orang berbeda.
Itu bergantung pada kasusnya. Kau tidak tahu?
Apa?
Apa?
- Hei! - Sudah kubilang!
Apa kubilang?
Sudah kubilang dia masih menyukaimu!
Astaga, Hyun-jin.
Kau benar-benar...
- Apa? - Kau sangat beruntung!
Apa kau bahkan mendengarkan ceritaku?
Ya!
Jadi, dua pria menyatakan cinta mereka kepadamu!
Kau tahu bagaimana semua orang mencapai puncak dalam hidup?
Ini milikmu. Waktumu sudah tiba, bukan?
Hei, nikmati saja.
Lagi pula, Yoon-seong menyarankan tiga kencan lebih dahulu.
Dia tidak memintamu memutuskan sekarang.
Tidak akan terlambat untuk memutuskan setelah beberapa kencan, ya?
Bagaimana aku menikmati ini?
Aku merasa sangat canggung berada di dekat Yoon-seong.
Lagi pula, kau tak pernah sangat santai di dekat Yoon-seong.
- Aku? - Ya.
Kau memberi tahu teman serumahmu
setiap pemikiran jujur kecil
tapi kau merasa perlu membohongi Yoon-seong
bahkan tentang hal-hal kecil.
Kau tak bisa membandingkannya dengan Tae-hyung.
Kenapa tidak?
Tae-hyung...
Kami sudah melalui suka dan duka dan melihat sisi terburuk kami.
Jadi, aku menjadi diriku yang paling jujur dan tulus
saat bersamanya.
Tapi kau tak bisa seperti itu di dekat Yoon-seong?
Yoon-seong
terlalu sempurna, kau tahu?
Dia standar emas untuk segalanya, dan dia pandai dalam segala hal.
Jadi, berada di dekatnya memotivasiku untuk menjadi orang yang lebih baik.
Dia menginspirasiku untuk bekerja keras.
Entahlah.
Aku sungguh tidak tahu lagi bagaimana perasaanku.
Kau tidak akan menemukan jawabannya dengan duduk menderita.
Tunggu saja.
Hati sering menemukan jawaban
lebih cepat daripada kepala.
- Astaga. - Apa?
Bukankah aku terdengar sangat dewasa tadi?
Benar, bukan?
Kau konyol.
Bukankah itu gila?
Kau yang paling lucu.
- Hei. - Hei.
Woo-joo, harimu menyenangkan?
Tae-hyung
kau tertidur dengan Woo-joo semalam.
Bukankah terasa sesak?
Kau pulang sangat larut.
Kurasa kau bersenang-senang semalam?
Tidak...
Mungkinkah
kau menungguku?
Tidak apa-apa. Kau tidak bilang akan pulang lebih awal.
Kenapa kau makan ramyeon? Makanlah nasi.
Kau mau kimchi?
Apa?
Kue? Untuk siapa?
Itu untukmu.
Aku?
Kenapa? Ini bahkan bukan hari ulang tahunku.
Kau bilang presentasi kemarin adalah segalanya.
Kau sudah melalui banyak hal untuk mempersiapkannya.
No comments yet. Be the first to leave one.