Season 1

Release info

The Bride of Naga S01 THAI WEBRip NF
A Commentary by tedi

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-11-16
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

THE BRIDE OF NAGA

THE BRIDE OF NAGA

Tuan Putri!

Semua ini untukmu, Ananchalee.

Di kehidupan mana pun,

semoga aku tak pernah mencintai pria ini lagi.

Ae, Ging kejang. Ibunya membuat masalah lagi. Ayo.

Kami akan singkirkan penyakit anakku. Tinggalkan kami.

Sudah. Tenang, Bu.

- Sudah. - Beri dia lagi.

- Percikkan lebih banyak. - Ini tak aman, Bu.

Hentikan!

Tolong minggir.

Tolong minggir.

Ikut saya.

Balikkan badannya.

- Lakukan intubasi dan beri dia valium. - Baik.

- Berikan dosis kedua lima menit lagi. - Baik.

Dia tak lagi kerasukan. Air suci ini ajaib.

Minggir. Akan kuberi anakku seteguk air ini.

Permisi.

Dia tidak kerasukan. Dia kejang.

Obatlah yang menghentikan kejangnya, bukan air suci.

Jangan ikut campur jika kau tak percaya.

Maka lakukan sesukamu.

Tapi kuman di air sucimu bisa menyebabkan paru-parunya terinfeksi.

Jika itu terjadi, kau bisa memesan krematorium untuknya.

Jangan salahkan aku.

Bew, seka badannya dan ganti bajunya. Minta ahli saraf meresepkan obatnya.

Baik.

- Lepaskan. Aku mau bicara dengannya! - Bu, jangan lakukan ini.

- Tolong tenang. - Hentikan! Lepaskan aku.

Bisa-bisanya kau berkata seperti itu? Sebagai dokter, tugasmu mengobatinya.

Bisa-bisanya kau mengutuknya?

Aku tak mengutuknya.

Aku memperingatkan.

Aku tak peduli dengan kepercayaanmu. Bersikaplah lebih rasional.

Tanpa rasionalitas, kau akan mudah percaya.

Kau menghina. Kau akan dapat azab suatu hari nanti.

Kau baik-baik saja?

Orang sudah ke Mars akhir-akhir ini.

Masih ada orang yang mudah percaya.

Itu bagian dari budaya kita.

Ini hari Selasa dan kau memakai pakaian putih. Itu nasib buruk.

Jadi, semua dokter dan perawat akan bernasib buruk. Itu omong kosong.

Hei, kenapa macet?

Aku buru-buru.

AWAS! DINDING RETAK

Yang ini jelek.

Aku dipanggil. Ayo.

Duluan saja. Aku mau di sini dulu.

DR. LUN KAKEK SANGAT MURAH SENYUM

JANGAN LUPA KUNJUNGI DIA DI NAKA THEVALAI

Apa ini?

Hei! Siapa di atas sana? Hei!

Nona, mundur!

Nona! Mundur!

Mundur!

- Mundur! - Mundur!

Hei, itu dia.

- Dokter! Bawa dia ke dalam. - Bawa dia ke dalam.

- Tolong beri jalan. - Tolong minggir.

Raja Naga, tolong lindungi anak saya.

Tolong bantu saya menemukannya dan membuatnya tetap aman.

KUIL NAGA DESA PHANOM NAGA

Wannate.

Wannate, kaukah itu?

Wannate.

Dia di sana.

Wannate.

Kau, kejar. Kau, ikut aku.

- Tolong jangan sakiti dia. Tolong! - Ayo.

Tolong jangan sakiti putraku!

Hei! Tangkap dia. Jangan biarkan dia kabur.

- Kemari! - Wannate!

Berhenti, Nak!

Wannate, Sayang!

Berhenti!

Wannate, Sayang!

- Kau, pergilah ke sana. - Kau ke arah sana. Cepat!

Kami akan menyembuhkanmu. Kenapa kau kabur? Yae.

Hei! Apa yang kau lakukan?

Itu putraku.

- Wannate! - Ayo.

Lepaskan aku!

Lepaskan aku!

- Bawa dia. - Lepaskan aku!

Hei, bawa dia.

Lepaskan aku!

- Bawa dia. - Putraku!

Dia liar.

- Ayo. - Putraku.

Berhenti meronta! Ayo.

Wannate.

Hei.

- Bawa dia ke gubuk belakang. - Di mana?

- Gubuk belakang. Ayo. - Bangun.

- Hati-hati. - Jangan cemas. Biar dia membawa anak itu.

Baiklah. Halo.

Wannate, Sayang.

Ayo. Masuk.

Jangan ke mana-mana.

Cucuku.

- Cucuku. - Anak-anak, diam.

Diam, Anak-anak. Kalian juga.

Penyakit kulit ular ini disebabkan oleh kutukan para naga.

Jika Raja Naga mencabut kutukannya, mereka akan baik-baik saja. Jangan cemas.

Anakku sudah kubawa ke banyak dokter. Tak ada yang berhasil.

- Ya, tolong bantu kami. - Sudah kubilang jangan ke dokter.

Aku akan menolong mereka.

Mereka anak-anak dari Phanom Naga. Mereka orang-orangku.

Diam! Tenang!

- Tonkhao, cucuku. - Dengar, Anak-anak.

Sikap keras kepala tak membantu. Kalian akan kami beri obat.

Baiklah, Semuanya, pulanglah. Pulang saja. Sana.

- Awasi mereka. - Baik.

- Ini aku. - Dokter Lun.

Jangan takut. Aku akan membantu kalian semua.

Tapi kalian harus membantuku.

Kami harus membantu bagaimana?

Ae, aku dalam perjalanan ke Bangkok. Aku akan sampai besok pagi.

Akan kukirim sampel darah dan jaringannya kepada profesor di pusat medis.

Akan kukirim fotonya.

Jangan tunjukkan kepada siapa pun. Sampai nanti.

PUSAT MEDIS PRIDA

- Halo. - Halo. Ada yang bisa saya bantu?

Saya ada janji dengan dr. Prida.

- KTP Anda, tolong. - Baik.

Harap tunggu.

"KAMI PERCAYA PADA MORALITAS."

Ini sampel darah dan jaringan dari anak-anak di Phanom Naga.

Foto-fotonya ada di surel Anda.

Sudah kulihat dan akan kukirim sampelnya ke lab.

Kau beri tahu orang lain?

Saya memberi tahu Ae.

Dia dokter kulit anak dan bisa membantu rencana perawatan.

Kapan hasilnya keluar?

Akan kupercepat. Paling lambat besok.

Aku tahu kau ingin membantu anak-anak itu.

Aku juga ingin.

Saya senang memutuskan bertemu Anda.

Selamat atas penghargaan Dokter Terbaik Tahun Ini.

WUTTHICHAI KRANGSAMRIT ANCHALEE THOMBARAI

WANNATE KUANSINGH

Terima kasih.

Aku sudah melihat foto dan hasil lab yang kau kirim.

Itu disimpulkan sebagai iktiosis.

Tapi yang diderita anak-anak lebih tebal dan parah.

Awalnya aku juga meragukan hasilnya.

Tapi profesor membenarkannya.

Untungnya itu bukan penyakit berjangkit. Itu tak menular.

Katamu itu hanya ditemukan pada anak-anak Phanom Naga.

Itu bisa jadi penyakit genetik.

Aku sudah bertanya pada orang-orang. Kali ini aku akan bertanya lebih detail.

Bisa ambilkan sampel jaringan dari profesor?

Aku akan memeriksanya lagi untuk jaga-jaga.

Tentu. Terima kasih banyak.

Dengan senang hati.

Aku tak bisa menolak teman cantik, pintar, dan baik ini.

Aku tak keras kepala kali ini. Aku sangat ingin membantu mereka.

Jika tak ada Dukun Kham, Phanom Naga adalah desa kecil yang menyenangkan.

Orang-orangnya baik, cuacanya bagus,

dan pemandangannya indah dengan pegunungan dan danau.

Jika kau ke sana, kau juga akan jatuh cinta.

Ya. Aku mungkin akan berselisih dengan dukun naga lebih buruk darimu.

Bisa-bisanya mereka bilang penyakit itu ada karena kutukan naga

dan tak merawat mereka dengan baik?

Dengan banyak orang yang percaya, orang-orang ini berpikir mereka kuat.

Kebenaran selalu lebih kuat.

Tunggu dan lihat. Aku akan menyingkapnya ke penduduk desa.

Bagus. Ayo, Kawan.

Dokter Lun memang menemui anak-anak itu.

Dia tak percaya Raja Naga.

Jangan biarkan dia kembali ke sini.

Oke?

Ya, Profesor. Saya di Lahansai.

SUBDISTRIK LAHANSAI BURIRAM

Tiba di Phanom Naga setengah jam lagi.

Saya tidak mengantuk. Saya baru saja minum kopi.

Oh, bisa kirim sampel jaringannya ke Ae?

Tentu. Terima kasih.

Akan saya kirim pesan sesampainya di sana. Ya. Sampai jumpa.

- Maaf. - Ya.

PROFESOR PRIDA

Ya, Profesor.

Kuatkan dirimu.

Polisi meneleponku dan bilang bahwa Lun mengalami kecelakaan.

Apa?

Dan bagaimana keadaannya?

Dia meninggal.

- Profesor. - Hai, Ae.

Kenapa kau di sini? Kita akan bertemu di pemakaman.

Aku perlu bicara

soal permintaan dana untuk penelitian di Phanom Naga.

Hasil lab menunjukkan itu iktiosis.

Tak butuh penelitian.

Lun dan aku tak setuju dengan itu.

Yah, Lun bertekad untuk menyembuhkan anak-anak itu.

Bisakah kau membantuku mengamankan dananya?

Ae, lupakanlah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left