The first 200 lines.
Lantas kenapa?
Jika bukan karena aku melewati batas,
kenapa kau semarah itu?
Sepuluh detik.
Sembilan detik.
Aku takut aku yang akan melewati batas.
Jadi, maksudmuβ¦
Kau ingin melewati batas denganku?
Tidak.
Maksudku, aku tak akan melewati batas
denganmu.
Astaga, cara bicara orang Seoul sungguh aneh.
Kenapa kau tak mau melewati batas
denganku?
Halo?
Aku di depan rumah. Keluarlah sebentar.
Kenapa kau tak balas pesanku?
Aku jadi makin merindukanmu.
Bagaimana kau tahu alamatku?
Jangan lakukan ini lagi.
Atau aku akan lapor polisi.
Lapor polisi?
Namunβ¦
Kaulah
yang pertama merayuku, bukan?
Katamu kau suka aku.
Katamu,
kau suka pria perhatian sepertiku!
Bu Yoon!
Aku membuat dua janji untuk diri sendiri saat datang ke Shinsu.
Pertama,
"Aku tak akan terlibat dengan orang tua siswa lagi."
Kedua,
"Aku tak akan pernah terlibat dengan orang tua siswa."
Jadi,
kita berdua tak bisa berhubungan karena aku orang tua siswa?
Ya.
Jika bukan?
Jika aku bukan wali Han-gyul, maukah kau melewati batas denganku?
- Tidak. - Ya.
"Ya"?
- Tidak. - Ya.
- "Ya"? - Astaga.
Otakku menyuruh berkata tidak,
tetapi mulut celaka ini terus bicara seenaknya.
Kurasa transmisi neuronku malafungsi.
Kutunggu saja.
Apa?
Han-gyul baru lulus dua tahun lagi.
Dua tahun itu cepat.
Dari hari ini,
itu 620 hari lagi.
Dalam hitungan jam, itu 14.880 jam.
Dalam hitungan menit⦠Berapa menit?
892.800 menit.
Itu lama.
Itu lama, tetapiβ¦
Itu seperti menunggu wajib militer selesai.
Kau pikir menunggu dua tahun itu mudah?
Tak mudah.
Jika kulakukan seperti biasa,
kita akan minum kopi dan ke bioskop bersama.
Kita merayakan hari-hari besar,
aku memegang tanganmu dan memelukmu.
Namun, jika kau tak mau, tak akan kulakukan.
Aku telah menunggu Yoon Bom selama 36 tahun,
dua tahun lagi tak masalah.
Jadiβ¦
Percayalah kepadaku.
Pada hari Han-gyul lulus,
kita bertemu lagi di sini.
Itu adalah hari Sun Jae-gyu dan Yoon Bom
menjadi kekasih.
Baik?
Kau berkelahi dengan siapa?
Angin?
Sun Jae-gyu tak ada di sini dan yang lain sudah pergi.
Kenapa kau berjuang keras sendirian?
Pria lajang bisa apa di rumah selain bermain gim video?
Bagaimana denganmu? Kenapa masih di sini malam-malam?
Sinetron di TV tak asyik lagi.
Menonton ini langsung lebih baik.
Terserah saja.
Permisi.
Kau murid baru? Ini sudah tutup.
Halo.
Kami baru membuka kantor di atas. Kubawakan kue beras.
Kantor Hukum Choi I-jun.
Maksudmu Choi I-jun, kakak Choi Se-jin?
Ya, benar.
Astaga.
Terima kasih.
Aku Oh Seong-tae, paralegal.
Aku Seo Hye-suk.
- Silakan duduk. - Baiklah.
Konsultasi hukum ranah pidana dan perdata.
Gugatan keluarga dan perceraian juga boleh.
Kalau soal cerai, dia lebih pandai darimu.
Kau sedang apa?
Kenapa mempermalukan aku di depan orang asing?
Kenapa berceraiβ¦
Memalukan?
Maaf?
Sebenarnya, aku juga pernah bercerai.
Sungguh?
Kau begitu modis dan wangi,
kukira kau masih lajang. Kau duda?
Ya. Kukira kau juga masih lajang, Hye-suk.
Astaga. Dia panggil aku Hye-suk.
Omong-omong, kapan kau bercerai?
Tahun 2017.
Aku di bulan Maret 2017.
Aku bulan Mei.
Kesepakatan atau gugatan?
- Gugatan. - Aku juga.
Astaga. Kami bercerai dengan cara yang sama!
Kurasa kita cocok, Hye-suk.
Ya!
Kue beras dari mana ini? Padat sekali.
Tentu kue beras itu padat. Haruskah cair?
Kau tak pulang?
Pergilah jika kau sibuk.
Ayo.
Aku berbincang dengan teman. Kau pergi saja.
Hye-suk, apa yang kau lakukan di akhir pekan?
Di akhir pekan, aku biasa mencuci pakaian danβ¦
Tak ada yang khusus.
Aku masih baru, tak paham daerah ini.
Mau kuantar berkeliling?
Sungguh? Kau bersedia?
Aku sangat senggang.
Kalau begitu, aku percaya kepadamu.
Namun, kau tak boleh menunjukkannya,
apalagi di depan para siswa dan guru.
Enam ratus dua puluh hari.
Mulai hari ini,
Yoon Bom hanyalah guru Han-gyul.
Jangan baik dan tersenyum kepadanya.
Jangan lakukan hal pribadi untuknya, ya?
WANITA ITU
Kalian lihat apa?
Cepat lihat. Itu. Lihat itu.
Ituβ¦
Itu wanita yang bersamanya tempo hari.
Jika secantik itu,
dia pasti lahir demi kebahagiaan umat manusia.
Sulit dipercaya.
Kenapa Sun Jae-gyu itu beruntung sekali, bertemu wanita secantik itu?
Aku tak mengerti.
Kau lihat itu, Bu Bom?
Aku telah menunggu Yoon Bom selama 36 tahun,
dua tahun lagi tak masalah.
Percayalah kepadaku.
Itu punyaku.
Orang tua siswa berkencan itu bukan urusanmu.
Sebagai pengajar yang membentuk masa depan negeri ini, jika ada waktu senggang,
kusarankan dipakai untuk alat mengajar dan catatan siswa.
Aku permisi.
Dia bicara apa?
Ada apa dengannya?
Apa itu? Katanya mau menunggu dua tahun, tetapi selingkuh?
Atau seperti kata Bu Seo, dia suka semua wanita cantik?
Jika secantik itu,
dia pasti lahir demi kebahagiaan umat manusia.
Yah,
tampaknya aku lahir untuk mewakili masa depan suram umat manusia.
Akan kutunjukkan yang akan terjadi di Shinsu
saat aku ingin tebar pesona.
Aku Yoon Bom. Bersiaplah, umat manusia.
Rambutku kuikat saja?
Aku adalah dewi umat manusia.
Bagaimana gadis itu?
Sudah berakhir.
Apanya?
Sun Han-gyul.
Apa kauβ¦
Suka aku?
Aku melihat video Festival Olahraga tadi.
Kau tersenyum saat aku menang.
Namun, aku tak mengerti.
Kenapa tersenyum?
Triler lebih cocok bagi kita daripada romansa.
Triler?
Pernah lihat Salieri dan Mozart saling memberi ucapan selamat?
Bukankah kita harus saling menggeram dan hanya tersenyum saat lawan mati?
Maksudmu, kau hanya tersenyum saat aku mati?
- Begitu? - Benar.
Tidak.
Aku tak tersenyum jika kau mati.
Tanpamu, aku tak bisa peringkat satu karena rasio.
Benar, memang triler.
Benar?
Ingat saat Festival Olahraga?
Semua gadis di sekolah menggilaiku.
Mana mungkin aku menyukaimu?
Kau bersusah payah meski itu tak memengaruhi nilai.
Aku mentertawakanmu.
Astaga, kenapa kau begitu?
Saat dia mendadak menyebutkan triler,
aku kesal dan asal bicara.
No comments yet. Be the first to leave one.