The Shaolin Plot

The Shaolin Plot (四大門派)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Shaolin Plot 1977 CHINESE BluRay x264-ORBS
A Commentary by tedi
Retail KlikFilm Resync for BluRay

Tags

BluRay
x264
Published on: 2023-01-09
Downloads: 40
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Minumlah. Tidak perlu segan.

Minumlah.

Minumlah.

Minumlah.

Terima kasih.

Sheng, kenapa Yang Mulia belum datang?

Dia sedikit sibuk, tapi dia akan segera datang.

Ayolah, mari minum.

Tapi aku tidak minum alkohol.

Apa? Apa kau mau mati?

Jangan berteriak kepadaku seperti itu.

Memangnya kenapa? Kau hanya pengemis.

Rasakan itu.

Bedebah kau.

Apa?

Jika kau ingin membandingkan kemampuan bertarung kita...

...kita bisa melakukannya setelah pengadilan.

Bedebah.

Dasar pengemis berengsek.

Lupakan dia. Ayo, semua. Mari minum.

Kepala Sekolah Fan, kau mau ke mana?

Sudah 4 jam, dan Yang Mulia belum juga datang.

Tidak ada gunanya menunggu di sini.

Yang Mulia bilang tidak boleh ada yang pergi sebelum pengadilan ini selesai.

Tolong kembali dan minum lagi.

Ada apa?

Yang Mulia, Dharmaraja menunggumu.

Baik. Aku akan datang.

Perhatian semuanya. Yang Mulia akan segera datang.

Maaf aku terlambat.

Anggap saja rumah sendiri.

Terima kasih, Yang Mulia.

Yang Mulia, salam hormat dariku.

Di mana pemimpinmu?

Dia tidak ada di sini.

Kenapa tidak?

Karena tidak ada roang di sini yang ahli dalam seni bela diri.

Kehadiranku saja sudah cukup.

Jika Yang Mulia meragukannya, aku bersedia menunjukkan kemampuanku.

Mempersembahkan, Dharmaraja Simbal Emas Tibet.

Kita sudah tidak bertemu selama 3 tahun.

Selama itu, kemampuan Yang Mulia sudah jauh meningkat.

Kau membuatku malu.

Silakan.

Silakan duluan, Yang Mulia.

Yang Mulia, apa kita akan melanjutkan pengadilan hari ini?

Jika Yang Mulia tidak ingin melanjutkannya...

...aku bermaksud pergi sekarang.

Beraninya kau?

Begitulah hukuman bagi orang yang berani melawan Pangeran Dagulun.

Kalian mengerti?

Sekolah mana yang belum atang?

Yang Mulia, perwakilan dari sekolah Shaolin, Kunlun, dan Wudang...

...masih belum datang.

Yang Mulia hanya menghormati rakyat yang pantas mendapatkannya.

Dia sudah sering mengundang Kepala Sekolah Gu ke pengadilan bela diri...

...tapi Gu tidak pernah datang.

Kau tidak menghormati Yang Mulia, 'kan?

Aku sudah tua dan tidak berguna, jadi tidak ada gunanya aku hadir.

Kau bilang kau tua dan tidak berguna?

Lalu kenapa kau jadi kepala sekolah dari sekolah bela diri?

Berikan Instruksi Teknik Pedang Tai Chi Yin Yang kepadaku.

Yang Mulia sangat menyukai seni bela diri Tiongkok.

Selama kau memberikan instruksi itu...

...sekolahmu tidak perlu lagi menghadiri rapat ini.

Tentu tidak bisa.

Instruksi Teknik Pedang Tai Chi Yin Yang...

...telah diturunkan selama beberapa generasi di sekolah ini.

Itu tidak boleh diberikan kepada orang lain.

Berdiri kau.

Bunuh mereka.

Sebentar.

Baik, aku akan memberimu instruksinya.

Bagus.

Ini semua tidak perlu terjadi jika kau menurut dari awal.

Macan Kecil, ambil semua berkas dari kantorku...

...mengenai teknik-teknik tinju dan pedang kita.

Ayah, tidak.

Lakukan saja.

Aku akan memberimu semua berkas-berkas sekolahku...

...tapi kau tidak boleh melukai putraku.

Jangan khawatir.

Selama kau menuruti perintah Yang Mulia Dagulun...

...kita akan berteman baik...

...dan tidak ada yang akan terluka.

Ayah.

Letakkan berkasnya di sana.

Nyalakan lampu dan bawa ke sini.

Tenanglah. Aku tidak akan membiarkan rahasia sekolah kita dihancurkan.

Tapi aku ingin kau menjaga janjimu dulu.

Lepaskan putraku.

Jika kau tidak melepaskannya...

...kau bisa melupakan berkas-berkas ini.

Lalu kita lihat apa yang akan terjadi jika kau kembali dengan tangan kosong.

Baik, lepaskan dia.

Ayah, aku tidak akan meninggalkanmu.

Pergi ke ibumu di Sichuan.

Ayah akan segera menyusulmu.

Tidak. Aku ingin bersama Ayah di sini.

Tidak, banyak yang harus kukerjakan. Kau harus pergi sekarang.

Ingat semua yang terjadi hari ini.

Lalu, kau tidak boleh mempelajari bela diri lagi.

Hormati ibumu.

Baik, Ayah.

Kemas barang-barangmu.

Bawa semua yang kau butuhkan, kau mengerti?

Ya, aku mengerti.

Jangan kembali ke ruangan ini.

Pergi lewat pintu belakang.

Baik.

Baik, bawa buku-buku ini dan mari kita pergi.

Tunggu.

Kubilang aku akan memberikannya padamu, dan aku akan menepati janjiku.

Tapi tolong tunggu sebentar.

Apa yang kita tunggu?

Cukup. Ambil buku-bukunya.

Daxue oleh Konfusius.

Sheng, bawa beberapa pasukan ke sana.

Ayo.

Kau mau lari ke mana lagi?

Ayo.

Apa kau mau mati, Botak? Lepaskan.

Kau berasal dari kuil mana?

Kau berani menyembunyikan penjahat yang dicari oleh pengadilan kerajaan?

Buddha memberkatimu.

Buddha memiliki hati yang pemaaf.

Apa kau harus membunuhnya secepat itu?

Tangkap mereka berdua.

Cepat dan bawa Dharmaraja ke sini.

Baik.

Nak, dari mana kau mendapatkan buku-buku ini?

Buku-buku ini diturunkan kepadaku.

Siapa ayahmu?

Gu Zhen-feng.

Kepala sekolah dari sekolah Wudang?

Dan kau?

Aku dari Kuil Shaolin.

Tidak perlu takut. Mereka tidak akan berani melukaimu.

Terima kasih atas kebaikanmu, Guru.

Pendeta, kemarilah.

Tetap di sini. Jangan keluar.

Semoga Buddha memberkatimu.

Kau seorang pendeta.

Kenapa kau ikut campur urusan orang lain?

Kau juga mencari kedamaian.

Kenapa kau sangat ingin punya kekayaan dan reputasi?

Aku lahir untuk menjadi kaya. Aku selalu menikmati hidup.

Semoga Buddha memberkatimu.

Berhenti.

Kau mengikuti peraturan pendeta yang ketat, sementara aku tidak.

Tapi karena kita menganut Buddha, jika kau berhenti ikut campur...

...aku akan melupakan semua perbuatanmu.

Sebagai penganut Buddha, kuharap kau melaksanakan kebaikan Buddha...

...dan melepaskan dia.

Cukup. Bawa dia ke sini.

Buddha pernah berkata lebih baik menyelamatkan hidup seseorang...

...dibanding membangun klenteng berlantai tujuh.

Aku tak bisa menyaksikan kematian dan tak melakukan apa-apa.

Kau pendeta yang baik.

Kau punya hati seperti Buddha.

Kita lihat apa kau punya kemampuan untuk menyelamatkan dia.

Menjauh dariku.

Kalian semua telah menipuku.

Menjauh kalian.

- Pergi dari sini. - Ya.

Ampuni aku. Aku bodoh.

Semoga Buddha memberkatimu.

Menyadari kesalahanmu dan bertobat adalah hal yang baik.

Pergi.

Terima kasih atas kebaikanmu.

Guru, tunggu sebentar.

Aku dari Tibet.

Ini semua ide Dagulun, dia ingin mengontrol dunia bela diri.

Dia menipuku datang ke Dataran Rendah dengan pidatonya yang memukau.

Dunia bela diri di Dataran Rendah penuh masalah.

Kusarankan kau untuk segera pulang.

Ya.

Kumohon, semoga Buddha mengampuniku.

Semoga Buddha memberkatimu.

Semoga cahaya Buddha bersinar di sekitar kita dan hilangkan semua penderitaan.

Guru, kau..

Mereka tidak boleh membunuhku.

Kau harus berdiri di belakangku.

Pergi.

Pendeta, sepertinya kau telah diakali.

Guru. Rencana yang sempurna.

Tangkap si botak tua ini dan kita akan membawa dia kembali.

Baik.

Guru, tunggu di sini.

Aku akan kembali ke istana dan meminta bantuan.

Lalu kita lihat apa si botak tua bisa bersembunyi.

Tunggu.

Beritahu dia untuk memberiku instruksi teknik pedang...

...baru aku akan membebaskanmu.

Tidak akan.

Nak, biarkan mereka mengambilnya.

Guru.

Hidup lebih penting.

Tapi instruksi itu milik Sekolah Wudang.

Aku akan buat mereka mengembalikannya lagi kepadamu suatu hari nanti.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left