The first 200 lines.
Sebelumnya di The Kardashians...
Niatku tahun ini,
- apa boleh kukatakan? - Silakan.
Tujuanku adalah
sedikit mengurangi kecepatan kerja.
Aku akan mengajak Saint tur sepak bola.
Menyenangkan.
- Ibu sepak bola jaya! - Satu, dua, tiga!
Kita akan kembali ke Milan dan Milan adalah favorit kita!
Kupikir satu hal yang sangat kuharapkan untuk Khloé
adalah dia akan merasakan kehidupan di luar Calabasas.
Kau dan Tristan menghabiskan banyak waktu bersama.
Dia tidur.
Apa yang terjadi jika dia melupakan?
Salah satu kekecewaanku terhadap Ibu adalah
tidak adanya tindak lanjut.
Ucapanku ke Ibu sebagai manajerku.
Aku tak mau menabur garam ke luka.
Namun, siapa yang peduli dengan lukaku?
Aku ingin luka-lukamu dirawat dengan baik.
- Bagaimana caranya? - Ayo...
Fokusmu lain. Kau berbelit-belit.
Hai. Selamat datang.
Cantik sekali.
- Selamat datang. Ke sebelah kiri. - Terima kasih.
- Hai. Selamat datang. - Terima kasih.
SELAMAT DATANG
Hai, Semua. Terima kasih.
Terima kasih undangannya.
Malam ini adalah jamuan malam besar Safely di rumah Emma Grede.
Kami undang beberapa teman untuk merayakannya.
Aku sangat bangga dengan pekerjaan kami.
Kesuksesan yang kami raih saat ini
sungguh luar biasa.
Bagaimana bayimu?
- Sangat besar, tinggi, kaki panjang. - Tinggi?
- Tunggu, kini berapa umurnya? - Hampir empat bulan.
Dia sangat imut.
- Dia imut sekali. Lihatlah. - Terima kasih.
Aku menunggu Khloé, lalu kita bisa duduk.
- Sempurna. - Benar.
- Khloé marah kepadaku... - Kenapa?
Aku kurang memperhatikannya,
jadi akan kuperhatikan malam ini.
- Ekstra spesial. - Ya.
Pikirnya, aku bisa di empat lokasi sekaligus.
Kuajak Khloé datang, tetapi aku tidak yakin dia akan datang
setelah percakapan terakhir kami.
Saat Ibu ingin menerima banyak klien,
Ibu harus memenuhi kebutuhan mereka yang beragam dan berbeda.
Ibu kurang memperhatikan semua orang, secara fisik tak bisa.
Aku sangat kesulitan berada di dua tempat sekaligus.
Cara kita salah.
- Tidak, kau salah paham. - Aku tidak mau.
Kuharap diriku ada lima...
- Benar? - ... bisa lakukan semua.
Kloning.
- Pasti kau merasa begitu. - Benarkah?
- Kau juga. - Ya.
Makanya kuperluas kemiripanku di metaverse,
membuat avatar dan hologram.
- Hologram! - Ya.
Semua orang mengharapkan lebih banyak waktuku,
- tetapi aku tak sempat. - Aku paham.
Namun, aku ingin membuat diriku menjadi avatar,
hologram, atau...
Cerdas sekali, Paris.
Genius.
Sudah jelas.
Tentu saja, dunia butuh lebih banyak Kris Jenners.
Kenapa tak terpikir olehku?
Hai.
Silakan masuk ke dalam, lalu ke kiri.
Halo.
- Itu Koko? - Ini sangat menyenangkan.
Apa dia datang?
- Kau cantik. Kabarmu baik? - Ya.
Sangat baik. Aku senang sekali kau hadir.
Koko!
Astaga!
Khloé!
- Hai. - Hai, Wanita Cantik.
Astaga! Dia datang.
Dia sudah meneriakiku! Aku masuk dan dia berteriak.
Dia merindukanmu.
- Dia rindu. - Hai.
Meneriakiku dari seberang ruangan?
- Hai. - Kenapa tidak?
Masalahku dan ibuku belum beres, tetapi aku ingin mendukung dia.
Belum lama ini, kami bertengkar,
tetapi dia tetap ibuku dan aku akan selalu mendukungnya.
Jadi, kukesampingkan perselisihan kami dan hadir di sini hari ini
untuk hal yang positif dan menakjubkan yang dia lakukan pada hidupnya.
Kami akan menyelesaikan pertengkaran kami. Lihat saja nanti.
Kau sangat cantik.
Kami menunggu kedatanganmu.
Aku sangat bahagia karena...
Ya, bahagia.
Sangat bahagia.
Dia membuat ibunya sangat bahagia.
Terima kasih, Khloé.
- Apa kabar? - Aku baik.
- Bayi? - Astaga. Aku baik. Dua anak itu heboh.
Kenapa kau tak mengabari kami?
Coba masukkan dua anak ke taksi di New York.
- Tidak. - Sendirian.
Akan kutinggal mereka di pinggir jalan.
Dahulu, ada taksi kuno.
Aku ingat... Maksudku, aku sempat bersama kalian sebentar di Waldorf...
- Benar. - ...saat kami umur 12 dan 13 tahun.
- Itu asyik. - Sangat nakal.
Kurasa kau tak ingin tahu apa yang sering kami lakukan.
Tepat sekali.
Tepat sekali.
Bisa tolong beri tahu Khloé ini waktunya duduk?
Khloé, duduklah di sini, Sayang.
Kami akan memulainya.
Astaga, kenapa... Dikatakan lantang?
Hai, Semua.
- Aku duduk di mana? - Kau di sana.
Aku baru saja diteriaki.
Kami buat ini singkat dan manis.
Kalian semua telah mendukung pekerjaan kami.
Kuharap kami bisa membalasnya.
Namun, ini sangat istimewa, berkumpul
dengan para wanita sepemikiran yang telah membangun merek sendiri.
Aku bangga menyebut kalian keluargaku dan temanku, juga menjadi terharu.
Namun, bagaimanapun, aku senang berada di sini.
Aku senang kalian hadir.
- Terima kasih. - Terima kasih.
- Aku bangga. - Terima kasih.
- Terima kasih. - Mari makan dan minum.
Aku tak suka kau marah kepadaku.
Aku tak bisa tidur pada malam hari. Aku sangat kesal.
- Pasti Ibu tidur nyenyak. - Tidak.
Aku senang kau datang hari ini
karena aku tak tahu apa kau akan hadir.
Bu, tentu saja. Aku tak peduli meski kita punya masalah.
Aku tetap akan melakukan hal benar secara moral.
Ini bahkan tidak benar secara moral, kau hanya mendukungku.
Lihatlah ke sekeliling, anak Ibu lainnya tak ada yang hadir.
Cuma aku. Salah satu anak yang Ibu perlakukan dengan buruk.
Perlakuan buruk? Mari jangan bertengkar lagi.
Jelas, makan malam ini tak memperbaiki masalah kami
dan kami harus membicarakannya.
Aku tak mau punya rasa permusuhan terhadapnya.
Aku tak mau hubungan kami tidak rukun.
Aku hanya ingin bilang bahwa aku memperhatikanmu, bersyukur,
menghargaimu, dan sangat menyayangimu.
Terima kasih. Aku juga.
Dah, Bu.
Apa? Kau mau ke mana?
Aku pergi.
- Apa kau dari era 1990-an? - Kau cantik.
Astaga. Berapa umurmu? Kau seperti sudah remaja.
- Baiklah, dah. - Tunggu, kemarilah
- Wah. - Sayang.
- Dah. - Aku sayang kau.
Aku butuh pelembap bibir.
Ibu butuh plester jerawat.
Plester jerawat?
Ya, Ibu butuh plester jerawat!
Aku butuh plester jerawat.
Tidak sopan.
Aku sudah terbiasa dengan kejujuran seperti ini sepanjang hidupku.
Kadang aku hanya ingin orang berbohong dan bersikap baik.
- Dah. - Dah.
Dah. Aku sayang kau.
Jadi, ceritakan kepadaku tentang... Kau main ski, pergi ke banyak tempat.
- Atlet ski? - Dia peseluncur salju.
- Bisa ski juga. - Bobotnya turun.
Chris Appleton telah menata rambutku sejak lama.
Dia seperti suami rambutku.
Dia baru bertunangan dengan Lukas, pacarnya.
Aku belum pernah melihat Chris sangat terpikat dan bahagia.
Ini seperti situasi berbeda baginya.
- Benarkah? Kurasa dia keren. - Aku suka pemain ski tua yang anggun.
- Tampak begitu... - Kim...
Kita sudah tua, Sayang.
Belakangan ini, seluncur salju sedang tren,
Produser: Sudah berapa lama kalian saling mengenal?
Apa... Kau tahu?
Ya, aku ingat saat bertemu denganmu. Mungkin enam tahun yang lalu.
Kau berada di Bel Air dan aku ingat kau masuk,
lalu berkata, "Hai," dengan suara indah.
Bicaramu tak begitu lagi.
Bicaranya tak semerdu itu lagi.
- Kini... - Hei, apa kabar?
Ya, dia berkata, "Apa kabar?"
Tidak, suara itu bernada agak lebih tinggi, sangat lembut.
- Hai. - Ya, itu Kim yang asli.
- Hai. - Kau masih bisa.
Aku Kim.
Kau tak ingat bertemu denganku?
Sayang, kau harus ingat.
- Aku tidak ingat... - Mana mungkin kau bisa melupakan
pria Inggris tampan yang jangkung di rumahmu.
Awalnya, ada banyak orang menulis surat kepadaku,
- bilang, "Siapa dia? Kenalkan aku." - Benarkah?
Aku akan berkata, "Entah apa dia menyukai wanita, Kawan.
No comments yet. Be the first to leave one.