The Fate of Lee Khan

The Fate of Lee Khan (迎春閣之風波)

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Fate Of Lee Khan 1973 CHINESE BluRay x264 DD5 1-PTer
A Commentary by tedi
Retail KlikFilm Resync for BluRay

Tags

BluRay
x264
Published on: 2023-01-09
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Genghis Khan, pendiri Dinasti Yuan.

Dan puteranya Kublai Khan berhasil menguasai Asia Tengah.

Tahun 1366, tahun ke-22 kekuasaan Kekaisaran Shun dari Mongolia,...

...penindasan yang kejam membuat Bangsa Cina memberontak...

...melawan penjajah penguasa yang kejam.

Patriot bernama Chu Yuan-Chang, dari kalangan rendah...

...memimpin 100 ribu orang melawan Dinasti Mongolia.

Selain perang di medan pertempuran, juga terjadi perang spionase.

Di sisi Dinasti Yuan dipimpin Kepala Eksekutif, Legislator...

...dan Inspektur Jenderal untuk Honan, Shensi dan Shantung,...

...dan Baron dari Honan, Lee Sha Khan.

Kekuatan Lee Sha Khan sungguh tak tertandingi.

Sha Khan adalah pemimpin para pendekar pedang dari kelompok yang kejam.

Dia kasar dan licik yang selalu memakai segala cara untuk mencapai tujuannya.

Adiknya, Lee Wan, adalah asisten pribadinya...

...yang berhasil membuat salah satu penasihat Chu Yuan-Chang...

...menjual rencana rahasia perang Chu kepadanya dengan harga tinggi.

Chu Yuan ingin pergi ke Shensi, dia akan menemuimu di sana.

Tapi anak buah Chu Yuan Chang mengetahui rencana ini.

Dan segera mengirim agennya ke Shensi untuk beritahu tentang rencana itu,...

...dan mengambil tindakan yang diperlukan.

Mau pesan apa?

- Ambilkan dua roti apem untukku. - Baik.

Lee Sha Khan akan datang ke sini. Dia mungkin menginap di Spring Inn.

Sebaiknya kau segera memberitahu Nona Wan.

Nona Wendy, jaga dirimu.

Liu, kau tahu kenapa Lee Sha Khan datang ke sini?

Aku tak tahu, yang kutahu Jenderal Chu sudah memberitahu seluruh warga.

Dia memerintahkan untuk menarik seluruh operasinya.

Aku harus pergi.

Apa kau diberitahu akan dikirim bantuan untuk membantu kita?

Tidak. Tapi aku yakin dia akan melakukan kontak saat dia sudah tiba.

Kau yakin Lee Sha Khan akan tinggal di sini?

Seperti yang kau tahu, tak ada penginapan lain di sekitar sini.

Apalagi Lee Sha Khan tak suka tinggal di pemukiman pemerintah.

Aku yakin dia akan menginap di sini.

Jika berencana menginap di sini, pihak kerajaan pasti beritahu aku.

Mungkin tidak.

Lee Sha Khan tak pernah beritahu ke mana dia akan pergi...

...atau ke mana dia berencana akan pergi.

Tapi, bisa saja dia mengirim orang untuk berangkat lebih dulu.

Hati-hati terhadap orang ini.

Terlebih lagi tugas ini mungkin akan berat.

Kau diperbolehkan merekrut orang untuk membantumu.

Bagus. Aku akan segera melakukannya.

Penginapan Spring Inn

Penginapan Spring Inn

Aku dengar Spring Inn baru saja mempekerjakan 4 orang pelayan.

Itu jelas akan mempengaruhi bisnis kami, bukan begitu?

Hei, kau terlalu cemas. Pelanggan lamamu tetap akan datang.

- Tn. Ho, semoga omonganmu itu benar. - Tentu saja itu benar.

Tn. Ho. Kau mau pesan apa?

- Arak beras. - Baik.

Satu gelas arak beras.

Mereka baru saja mempekerjakan 4 orang pelayan muda.

Dan hebatnya, mereka membuat meja judi.

Judi? Boleh juga idenya.

Sepertinya hiburan di Spring Inn sudah dibuka kembali.

Penginapan Spring Inn

- Segera disajikan. - Hei, ini aku.

Oh, Tuan. Silakan sebelah sini.

- Silakan duduk. - Hei, sebelah sini.

Silakan duduk, Tuan. Ya, silakan duduk.

Silakan duduk.

- Bisa kuambilkan sesuatu untukmu, Tuan? - Teh saja cukup.

Satu teko teh.

Hei, suruh Nona Wan ke sini.

- Anda datang. Ambilkan handuk. - Ya.

Terima kasih.

Satu dolar 40 sen.

- Pelayan, pelayan. - Sebentar. Ada apa?

- Aku pesan arak beras dan daging domba. - Baik.

- Itu di sana. - Baik.

Aku tidak sedang diet. Makanan apa ini?

- Kenapa? Kurang bumbunya? - Tawar. Tidak ada garamnya.

Baik, aku akan ganti yang baru.

- Hei. - Anda ingin apa?

- Ayo minum bersamaku. - Itu dilarang.

- Penginapan ini ramai sekali. - Sejak mempekerjakan 4 gadis itu,...

...tempat kami penuh setiap hari.

Apa 4 gadis ini bisa dipercaya?

Jangan khawatir.

Mereka senang saat tahu kami suka membunuh bangsa Mongolia.

Kemarin aku memeriksa latar belakang 4 gadis ini.

Oh, ya?

Mereka semua mempunyai masa lalu yang suram.

Aku tahu itu.

Mereka tak punya pilihan lain. Itu sebabnya mereka melakukannya.

Aku dengar gadis bernama Lilac dulunya seorang bandit.

Aku khawatir dia kehilangan kendali dan menimbulkan masalah.

Tidak akan.

- Hei. - Brengsek.

Sekarang kau menjadikannya terlalu asin.

Tidak, itu sudah cukup. Kami tahu apa yang dibutuhkan.

Dasar perempuan jalang.

- Hei, ada apa ini? - Dasar tidak tahu diri.

Hei, tenang.

Tenang. Jangan khawatir. Kami akan ganti dengan yang baru.

- Tenang. Maafkan rekan kami. - Maafkan pelayan kami, Tuan.

- Aku sudah berikan yang kau minta. - Lihat itu. Dia bertingkah lagi.

Aku ingin kau pergi. Kau lupa apa yang kukatakan padamu?

Kembali bekerja. Sekarang juga.

Baiklah. Jangan marah. Lupakan saja. Jangan marah lagi.

- Aku tidak marah. - Jika tak marah, kutraktir minuman.

Tidak, tidak. Jangan.

Ayolah. Biar kubelikan untukmu.

Sekarang aku jadi suka bicara denganmu. Dia beruntung aku masih bisa sopan.

- Hei, pesanan siapa itu? - Orangtua berpakaian lusuh itu.

Biar aku saja.

Hei. Hei, Nona. Mana makanan kami?

Sajikan pesanannya. Sabar, sebentar lagi datang.

- Hei.. - Hei, Nona.

- Sebentar. - Berikan padaku.

- Pesanan datang. - Punyaku?

Punya dia, tapi aku melayanimu lebih dulu.

- Pelayan. - Ya.

Sebentar, sebentar.

- Nona, mana makanan pesananku? - Sebentar lagi datang.

Yang kau berikan padanya, bukankah itu pesanan kami?

Ya, itu pesananmu, tapi aku tak bisa memberikannya padamu.

- Kenapa tidak bisa? - Ada lalatnya. Mana mungkin kuberikan?

Oh.

Dia masih menyantap makanan yang ada lalatnya.

- Hei, siapkan hidangan domba mereka. - Baik, segera kusiapkan.

Mari kuperkenalkan padamu. Ini Tn. Liu dan ini Peony.

- Senang bertemu dengan Anda. - Halo..

- Bukankah dia mantan pencopet? - Ya.

- Apa dia tak akan mencopet di sini? - Tidak akan.

Silakan. Siapkan mejanya.

- Aku dengar bisa main judi di sini. - Tentu? Kau ingin main?

- Tentu. - Silakan, di sebelah sini.

Ayo, pasang taruhannya.

Baik. Di sini.

Nah, ini.

- Kau ingin pesan apa? - Aku pesan kue saja.

- Kau yakin? - Ya.

- Permisi. Boleh aku ikut? - Ya, tentu.

Nah, ini. Siapkan uang kalian.

Nah, itu dia. Menang lagi.

- Hei, pesanan siapa itu? - Untuk orang tua itu.

Biar aku saja.

Baiklah, kita mulai.

- Baik, Tuan-tuan.. - Tuan, ini pesanan Anda.

Tinggalkan saja di situ. Ini..

- Permisi, Tuan. - Ya, letakkan di sini.

- Permisi, maaf. - Terima kasih.

Kakak Wan.

Kembalikan sekarang juga.

Mana bisa kukembalikan?

Sebentar.

Hei. Biar aku saja.

Aku bandarnya. Kalian pasang taruhannya.

Baiklah.

Kita mulai. Kocok dadunya.

Oh, maafkan aku. Biar aku ambilkan.

Ada di bawah kakimu, aku tak bisa mengambilnya.

Biar aku ambilkan.

- Aku melukaimu? - Sama sekali tidak. Itu salahku.

- Semoga kau menang. - Itu pasti.

Empat, lima dan enam. Ayo, ambil.

Ini dia.

Empat, lima dan enam.

Lihat dia. Dia mencoba menggoyangkan kepalanya.

Ya.

Apa yang ingin kaulakukan sekarang? Ingin memulai sesuatu yang baru?

Tidak. Aku hanya ingin bilang betapa lembutnya tanganmu.

Sayang sekali jika dikotori.

- Kau pandai bicara. - Kau pikir aku akan bohong padamu?

Aku tahu kau hanya main-main denganku.

Maksudmu, kau tak percaya padaku, tapi kau suka padaku, 'kan?

Hentikan itu.

Ada apa di sana tadi?

Pria mesum itu tak bisa menjaga tangannya.

Jangan khawatir soal itu, sudah biasa tamu seperti itu.

Hei. Jangan ada yang bergerak.

Keluarkan semua uang kalian dan letakkan itu di atas meja.

Hei, Temanku. Jika mencari uang, tak perlu dengan cara seperti ini.

Kau datangi kasirnya dulu.

Baik.

Maafkan kami, Nona-nona. Kumohon lepaskan kami.

Kami tak akan mengulanginya lagi.

Tentu saja tidak.

- Karena kami akan mencincang kalian. - Kumohon jangan.

- Ayo. - Jalan.

- Kurung mereka di kamar belakang. - Baik.

- Oh, tidak. - Lewat sini.

Tanganku sakit.

Diam.

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Bukan main, gadis-gadis itu sungguh tangguh.

- Ayo, kita bereskan kembali. - Berantakan sekali di sini.

Ayo, siapkan makanan kami.

Apa? Tidak.

Aku tidak terluka. Aku baik-baik saja.

- Mau pesan sesuatu? - Baiklah.

Aku pergi dulu.

- Tinggallah sejenak. - Tidak. Aku harus mengurus tokoku.

Orang-orang kita akan segera tiba.

Kau harus waspada.

Tn. Ha. Senang bertemu denganmu.

The Fate of Lee Khan subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left